The Princess Of The Creator Of Ying And Yang

The Princess Of The Creator Of Ying And Yang
kelas



Saat ingin pergi Alaric menarik tudung itu dan memperlihatkan wajah bertopeng hitam gadis itu.


"siapa sebenarnya kau?? " ucap Alaric dingin.


"aku.. .. belum saatnya kau mengetahui siapa aku, tetapi tujuan ku baik" ucap wanita itu lalu menghilang.


"siapa sebenarnya wanita itu?? " ucap Alaric penasaran.


kemudian ia mengambil kalung yg di tinggalkan wanita itu, ia merasa ada sihir penyembuh yg kuat di dalamnya.


"mengapa wanita itu selalu ingin melindungi ku" ucap Alaric lirih.


kemudian ia memakai kalung itu dan kembali tidur.


*****


keesokan harinya Alice bangun dengan cepat dan membuat sarapan untuk mereka semua.


"woaahhymm..... siapa yg memasak yg begitu lezat sepagi ini?? " ucap Rania sambil mengucek kedua matanya.


ketiga temannya yg lain juga terbangun karena bau masakan yg sangat lezat itu.


namun saat ketiganya saling pandan dan segera berlari ke arah dapur ternyata di sana Alice sedang memasak sarapan buat mereka semua.


"Alice apa yg kau lakukan??" keempatnya mendatangi Alice.


"membuat sarapan" ucap Alice lirih.


"Alice kau tak usah repot-repot seperti ini.... lagian ini terlalu pagi" ucap Sayana.


"sudah lah.... aku lapar, aku tak ikut berdebat dengan kalian" ucap Ece sambil mengambil makannya.


"huaa..... Ece... kau tak adil" ucap Rania.


"Alice... bolehkah kami memakan masakan mu?? " ucap Rania sambil menunjukan puppy ayes andalannya.


Alice mengangguk dan dengan cepat ketiganya mengambil piring itu dan melahap masakan Alice.


"woah..... ini sangat enak... selama di istana ku, aku tak pernah merasa masakan seenak ini" ucap Rania.


"Alice.... kau sangat pandai memasak" ucap sira.


namun saat mendengar yg di katakan sira piring yg ada di tangan Alice terjatuh ke lantai.


mereka terkejut akan hal itu dan saling memandang.


namun Alice tak bergeming hanya tatapan kosong dan air mata yg terus mengalir, Kata-kata sira membuat nya teringat tentang kenangannya dengan bibi pelayan tua yg menyayangi nya sejak kecil, mengajarinya banyak hal, bahkan saat akan meninggal ia masih melindungi Alice kecil.


aura gelap menyelubungi Alice yg membuat mereka mundur ketakutan, namun Alice langsung berlari ke kamarnya dan menutup pintunya rapat.


"kekuatan apa tadi itu??? mengapa rasanya sangat mengerikan?? " ucap sayana lirih.


"aku sangat ingin tau kehidupan seperti apa yg sebenarnya di alamat Alice? " ucap Ece.


"kau benar... " ucap mereka.


****"


kini sudah waktunya masuk ke kelas akademi, semua orang sudah masuk ke kelas dengan elemen masing-masing.


di kelas pengendalian elemen api Alaric duduk diam tanpa ekspresi.


master Darian akhirnya masuk ke kelas dengan seorang gadis di belakangnya.


"selamat pagi, pagi ini kita kedatangan murid baru" ucap master Darian dengan ekspresi merendahkan.


Alaric mengangkat kepalanya dan melihat wanita cantik itu.


"perkenalkan dia adalah putri Alice putri kerajaan Diamord." ucap master Darian.


perkataan master Darian membuat Alaric sangat muak.


"kau bisa duduk di samping pangeran Alaric" ucap master Darian.


brak....


Alaric memukul meja keras.


"mengapa kau harus sekelas elemen api dengan ku?? kau tau jika aku mau aku bisa saja membunuh mu sekarang juga!! " ucap Alaric marah.


"Alaric.. " tegur master Darian.


"kau tau.... aku sangat jijik memiliki ikatan darah dengan mu" ucap Alaric.


namun Alice hanya menunduk menyembunyikan wajah sedihnya, air mata yg membasahi pipinya.


kemudian Alaric bertukar tempat duduk dengan Ray,sedangkan Alice di suruh duduk oleh master Darian.


BERSAMBUNG.......