
"tidak, biarkan saja" ucap Alice sambil bangkit dari duduknya dan bejalan ke arah tempat tidur nya.
"apa kau ingin ber kultivasi lagi?? " ucap burung gagak itu.
"hm" balas Alice.
kedua hewan itu hanya menghela nafas pasrah.
setiap hari mereka hanya melihat tuan putri mereka berusaha menaikkan kultivasi nya.
namun mereka tak bisa menghentikan tindakan Alice takut membuat Alice semakin sedih.
keduanya adalah hewan sihir yg berkontrak dengan Alice.
"andai saja semua orang tau pertanda langit yg sebenarnya saat itu" cicit kucing putih yg bernama inglis
"ya... kau benar" ucap burung gagak yg bernama Bron.
ketika seorang pelayan masuk ke kastil itu keduanya langsung menggunakan sihir mereka untung menghilangkan diri.
sedangkan Alice menghentikan kultivasi nya
pelayan itu masuk ke kamar Alice dan meletakkan nampan yg berisi nasi dan juga sayur.
lalu dengan pandangan merendahkan ia menatap ke arah Alice.
sedangkan Alice hanya menunduk tak merapat pelayan itu.
"cih... sangat menjijikan masuk ke tempat seperti ini untuk memberi makan anak sial" ucap pelayan itu kemudian pergi dari sana.
sedangkan Alice hanya menatap makanan itu lalu perlahan memakannya karena sudah 3 hari ini ia tak makan.
-
-
-
langit sudah malam, seseorang dengan jubah hitam bertudung menyelinap keluar, menuju pasar malam di negeri itu.
melihat orang-orang yg tertawa bahagia bersama keluarganya.
sebesit rasa iri timbul di hatinya, namun ia kembali berjalan menuju akademi kerajaan.
-
-
pangeran Alaric yg kini berusia 17 tahun baru menyelesaikan makan malam bersama di aula Akademi pun berjalan menuju kamarnya.
pria bertopeng itu mengeluarkan bubuk beracun dan menebarkannya yg membuat Alaric menjadi lemah dan pria bertopeng itu mengambil belati dan ingin membunuh Alaric.
"ini adalah akhir dari hidup mu pangeran Alaric" ucap pria itu.
namun seseorang berjubah hitam menghentikan tindakan pria bertopeng itu dengan menahan tangan pria itu.
"jika begitu, kau harus menghadapi ku dulu"ucap seseorang wanita berjubah tudung itu.
" siapa kau beraninya menghalangi ku?? dasar bocah"ucap pria bertopeng itu.
"siapa aku bukan urusan mu" ucap wanita berjubah tudung itu.
kemudian tangan satunya mencekik pria itu sehingga menjadi abu.
setelah itu ia berbalik menatap Pangeran Alaric yg terduduk berusaha menetralkan racun itu.
wanita berjubah tudung hitam itu menghampiri Alaric dan tangan nya terulur dan menyentuh dahi Alaric.
sekejap Alaric menjadi sembuh,wanita itu membatu Alaric berdiri.
kemudian berbalik ingin pergi, namun tangan Alaric menghentikan wanita itu.
"tunggu!! siapa kau?? " ucap Alaric sambil mencekal tangan yg lebih kecil dari tangan wanita dewasa pada umumnya.
"mengapa kau selalu membantu ku?? " ucap Alaric datar.
"menebus kesalahan" ucap wanita itu lalu melepaskan tangannya.
kemudian ia melangkah pergi dan segerombolan burung gagak Mengerumuninya sebelum ia menghilang.
"menebus kesalahan?? apa maksudnya?? " ucap Alaric lirih.
kemudian empat orang teman nya datang.
"Alaric apa yg terjadi??" ucap Rey pemuda berambut ungu.
"apa ada musuh lagi?? " ucap Ray pemuda berambut merah.
"ya" balas Alaric datar lalu berjalan menuju kamarnya.
"hey..... kau belum menyelesaikan pertanyaan ku? ? " ucap Rey.
"sudah lah" ucap Elvan pemuda berambut coklat sambil menepuk pundak Rey.
sedangkan pemuda yg berambut hitam yg bernama Sebastian itu hanya mengelengkan kepalanya melihat kelakuan Rey dan pergi duluan menyusul Alaric.
BERSAMBUNG......