The Princess Of The Creator Of Ying And Yang

The Princess Of The Creator Of Ying And Yang
Akademi kerajaan



keesokan harinya Alice sudah siap untuk pergi ke akademi kerajaan.


sebuah kereta sudah di siapkan untuknya.


saat ia berjalan menuju kereta mimik wajah semua sorang menghina dirinya, namun ia melihat dari kejauhan Raja Alfonso menatap ke arah keretanya.


"aku akan kembali membayar kesalahan ku"batin Alice sambil menatap suliet Raja Alfonso.


kereta Alice berjalan menuju akademi kerajaan.


*****


dia akademi kerajaaan.


Alaric merasa sangat marah dengan keputusan ayahnya yg mengirim Alice ke akademi yg membuatnya harus bertemu orang yg ia benci setiap hari.


" apa mau ayahanda mengirim anak pembunuh itu?? "ucap Alaric marah dan memukul keras mejanya.


" mengapa ia tak langsung membunuh anak itu"ucap Alaric kesal.


namun tiba-tiba ia merasa sedang di awasi pun menatap ke arah pelaku. ternyata itu adalah burung gagak, Alaric lalu ingin melampiaskan amarahnya kepada burung gagak itu, namun anehnya burung gagak itu berubah menjadi asap lalu lenyap.


namun seseorang sudah mengetahui apa yg Alaric katakan.


seseorang itu hanya tersenyum miris, meratapi nasibnya.


"sihir?? siapa yg sedang mengawasiku?? " gumam Alaric kemudian berhati-hati dengan sekitarnya mulai saat itu.


*****


kereta Alice sampai di gerbang masuk akademi.


Alice turun dari keretanya dan membawa kotak tasnya.


kemudian dia masuk ke dalam akademi dan sambut oleh guru yg berparas cantik dengan rambut birunya.


"selamat datang di Akademi kerajaan tuan putri em.. " guru itu merasa bingung memanggil nama nya siapa karena Raja Alfonso tak ada mengumumkan siapkan nama putri itu.


"Alice"cicit Alice.


" ah... putri Alice, mari saya anatar tuan putri ke ruang kepala Akademi"ucap guru cantik itu sambil menggandeng tangan Alice.


"ah... maaf jika aku bertindak tidak sopan" ucap guru itu ramah.


Alice menatap lurus ke mata guru dan tak menemukan kebohongan pada matanya, kemudian dia Menggandeng tangan guru itu, di tambah semua murid di sana menertawai nya, mengejeknya, dan menghinanya, yg membuat nya serasa ingin membinasakan mereka.


namun ia menahan amarahnya dan juga rasa takutnya.


"apa kalian tak pernah di didik dengan baik selama di Akademi ini??!! " ucap guru itu marah.


sekejap semua murid di sana terdiam hanya pandangan mereka terkadang sinis dan menghina terhadap Alice.


akhirnya mereka sampai di ruangan kepala Akademi.


"kaila memohon izin masuk" ucap guru itu sambil mengetuk pintu.


"masuk" sahut orang dari dalam dan secara otomatis pintu terbuka sendiri.


di sana seorang wanita berambut pendek berwarna biru tua sedang duduk di meja kerjanya.


"saya membawa tuan putri Alice" ucap guru yg bernama Kaila itu.


"jadi ini putri yg dikatakan pembawa sial itu?? nama yg indah tapai tak seindah kehidupan yg ia jalani" ucap kepala Akademi datar.


"sentuh lah baru di ujung ruangan itu" ucap kepala Akademi kepada Alice.


Alice mengangguk dan kemudian berjalan menuju batu yg ada di sudut ruangan itu, saat menyentuhnya warna biru bercahaya.


"kau memiliki nasib yg baik di Akademi ini" ucap kepala Akademi.


"Kaila.... kau bisa membawa tuan putri untuk melakukan pengecekan elemen kekuatan" ucap kepala Akademi.


"baik" ucap guru kaila.


keduanya pamit undur diri dari sana meninggalkan kepala Akademi sendiri.


"Alice..... kau akan memulai hidup baru mu di Akademi ini, semoga kau bisa melepas masa lalu yg menyakitkan yg kau rasakan" gumam kepala Akademi sambil menatap ke arah pintu.


BERSAMBUNG......