
Tok... tok...
"gawat master Laila melakukan pengecekan asrama" ucap mereka panik kecuali Ece dan Alice.
tuk....
"mengapa kalian sangat takut??" ucap Ece santai.
kemudian ia menarik pangeran Albert ke dekat jendela
"apa yg ingin kau lakukan?? " ucap pangeran Albert.
"hanya menyuruh mu melihat pemandangan indah di luar sana" ucap Ece sambil membuka jendela.
"aku akan masuk" ucap master kaila dari luar.
saat klop pintu sudah di putar, Ece dengan santai menendang pangeran Albert melalui jendela lalu menutupnya dengan santai tanpa memperdulikan apa yg akan terjadi dengan pangeran Albert.
master kaila masuk dan melihat mereka sedang duduk sarapan.
"ah... maaf menganggu kalian" ucap master kaila.
"tak apa-apa master, mari bergabung dengan kami" ucap Ece dengan senyum manisnya.
sedangkan sira dan sayana hanya menggosok tengkuk mereka.
"wajah yg menyembunyikan kekejaman" batin keduanya.
"apakah aku benar-benar boleh bergabung?? " ucap master kaila.
"hm" angguk Ece.
kemudian master kaila bergabung dengan mereka untuk sarapan bersama.
dan melupakan tujuannya yaitu memeriksa setiap kamar asrama.
"wah..... siapa yg memasak ini?? ini sangat enak" ucap master kaila.
"tentu saja enak, karena sang koki ajaibnya juga sangat cantik" ucap Rania sambil memeluk lengan Alice.
"wah.... ternyata kau bisa memasak Alice?? " ucap master kaila kagum.
sedangkan Alice hanya menganggukkan kepalanya pelan.
"kau sangat luar biasa hebat, kau belajar memasak dari siapa?? " ucap master kaila.
semuanya menghentikan suapan mereka lalu menatap ke arah master kaila lalu perlahan menatap Alice yg tertunduk melihat masakannya.
"ada apa?? " ucapnya bingung.
"seharusnya kita jangan membicarakan itu, kerena itu semua bisa saja membuka luka di hati Alice" ucap sira lirih.
"dari bibi pelayan ku" ucap Alice yg membuat semuanya menatap ke arahnya.
"dia yg mengajari ku, namun ia telah pergi ke tempat yg jauh yg tak bisa di gapai oleh manusia" ucap Alice panjang lebar, setelah itu ia berdiri dan masuk ke dalam kamar dan keluar dengan seragam akademi.
"aku pergi" ucap Alice.
setelah Alice pergi master kaila merasa tak enak hati kepada Alice.
"jadi pelayan itu" ucap master kaila lirih.
"apa maksud master?? " ucap Ece.
"saat itu pihak akademi di undang ke istana,aku pun pergi ke sana bersama kepala sekolah dan beberapa master. ketika malam hari aku tak bisa beristirahat dan memiliki pergi ke taman, namun dari kejauhan aku mendengar kegaduhan di dapur istana.
di sana lah aku melihat pelayan itu melindungi putri Alice yg akan di tusuk oleh pelayan yg lain" ucap master kaila.
"pantas saja Alice sangat sedih hiks..... " ucap rania yg terisak menangis.
"sudah lh, namun aku mohon pada kalian. lindungi lah Alice dan kembalikan masa-masa indah nya" ucap master kaila.
"tentu saja master" ucap mereka berempat bersamaan.
"sudah waktunya kalian pergi ke kelas, aku akan melanjutkan pemeriksaan asrama" ucap master kaila.
"baik master" ucap mereka.
*******
di kelas.
hari ini Alice dan Pangeran Alaric harus mengikuti kelas elemen petir.
kini Alice datang terlebih dahulu ke kelas dan mengingat di mana waktu ia masih bersama pelayan tua.
Alaric juga masuk namun ia sangat acuh dan duduk di kursinya.
Alice menatap Alaric, bibirnya terbuka ingin memanggilnya namun Alice mengurungkan niatnya karena ia tak ingin menumbuhkan lebih besar rasa benci kakaknya itu.
"aku akan berjuang" batinnya.
BERSAMBUNG.........