
di pagi hari.
"tuan Putri bangun"ucap Ara sambil menggoyangkan tubuh Alice.
"ugh..... sebentar lagi Ara"ucap Alice.
"bangunlah tuan putri, tuan Putri pagi ini akan makan bersama bersama perjamuan kerajaan"ucap Ara.
"ugh..... Alice sangat ngantuk Ara"ucap Alice.
Ara hanya menggelengkan kepalanya melihat kelakuan tuan putrinya itu.
sebuah ide terbesar di kepalanya.
"jika tuan Putri tidak maka jangan harap tuan putri dapat cemilan kue coklat lagi"ucap Ara yang membuat Alice sukses terbangun.
"baik Alice akan bangun"ucap Alice yang langsung berjalan menuju kamar mandi.
setelah selesai mandi kini arah menyisir rambut Alice.
"sudah selesai,tuan putri sangat cantik dan imut"ucap Ara.
"terimakasih Ara"ucap Alice kemudian mencium pipi Ara kemudian keluar menuju ruang makan.
"tuan putri sangat baik dan imut"ucap Ara tersenyum.
-
-
-
di ruang makan perjamuan.
"Richard....apakah setelah Alice dewasa kau akan mengirimnya ke akademi kerajaan??"ucap raja Alfonso.
"entah lah"ucap raja Richard.
trang....
semua orang menatap ke arah William yg meletakkan alat makannya dengan keras.
"William ada apa??"tanya Ratu Ranaila.
"aku sudah selesai,saya izin pergi.ada beberapa dokumen menunggu"ucap William.
"hahh....baik lh pergi lah putra ku"ucap Ratu sambil menghela nafas.
ia sangat tau jika emosi putranya sedang tidak baik-baik saja.
saat William ingin pergi Alice masuk ke dalam ruang makan
"Hormat saya putri Alice Tiara Despya Guineveria, semoga dewa dewi pencipta memberkati kita semua"ucap Alice sambil mengangkat ujung gaunnya.
setelah itu Alice menatap William dan menghampirinya.
"kakak..kak William ingin ke mana??"ucap Alice.
William menunduk menyamakan tinggi Alice.
"kakak memiliki sedikit pekerjaan"ucap William.
"kakak...Alice tidak ingin kakak pergi tanpa sarapan"ucap Alice.
"Alice..."ucap William lirih.
"baik lah"ucap William.
semua tersenyum kecuali Raja Alfonso dan Alaric yg ternganga karena Alice dengan mudah menaklukan si iblis berdarah dingin.
Alice berjalan menuju kursinya di dekat Ratu.
"selamat pagi ibunda"ucap Alice.
ratu tersenyum sambil mengelus kepala Alice.
"selamat pagi putri ku"ucap Ratu.
kemudian Alice naik ke kursinya.
"selamat pagi yg mulia,selamat pagi kak Alaric"ucap Alice.
"selamat pagi Alice"ucap keduanya.
"khem.....Alice paka kau tak berniat menyapa kami??"ucap ketiga pria yg berbeda usia.
siapa lagi jika bukan Regan, olvar,dan Raja Richard.
"ehhe.....ayah,kak olvar,kak Regan selamat pagi"ucap Alice tersenyum.
kemudian semuanya kembali sarapan sesekali di isi dengan tingkah lucu Alice.
******
saat ini Raja Alfonso dan Alaric serta seluruh prajurit ingin kembali ke negeri Diamord.
"Raja Richard terimakasih atas sambutan dan pelatihan nya"ucap Raja Alfonso.
"tentu.sudah kewajiban saling membantu"ucap raja Richard.
Raja Alfonso menatap Alice yg berada di gendongan Ratu.
"maaf bolehkan aku memohon sesuatu??"ucap Raja Alfonso.
"katakan saja,akan kulakukan jika aku bisa"ucap Raja Richard.
"bolehkan aku memeluk putri Alice??"ucap Raja Alfonso.
"tida..."William ingin menyela namun di tahan oleh Raja Richard,karena Raja Richard melihat kesedihan dan juga kerinduan yg sangat mendalam di dalam mata Raja Alfonso.
"silakan"ucap Raja Richard tersenyum.
Alice turun dari gendongan Ratu.
"paman apakah paman ingin memeluk Alice??"ucap Alice sambil membentang tangannya.
Raja Alfonso menyamai tinggi Alice lalu kemudian memeluk Alice,entah mengapa ia sangat tak ingin berpisah dengan Alice kecil itu seolah-olah ia merasa kehadiran putri nya.
setelah itu Raja Alfonso dan seluruh rombongannya kembali ke negeri Diamord.
BERSAMBUNG.....