The Princess Of The Creator Of Ying And Yang

The Princess Of The Creator Of Ying And Yang
kakak beradik telah bersatu



"apa ibu mu akan bahagia melihat jika kalian tak akur selama ini?? dan juga bukan kh kau telah berjanji pada ibu mu untuk menjaganya?? apa kau mengingat bagaimana bahagianya ibu mu saat mendengar itu?? " ucap Sebastian.


Alaric hanya terdiam mendengar itu dan Sebastian menepuk-nepuk pundak Alaric dan kembali ke tempat pertandingan.


sedangkan Alaric menundukkan kepalanya tanpa di sadari air mata luruh dari pelupuk matanya.


jika orang lain mengetahui nya, mereka tak akan percaya jika pangeran Alaric yg terkenal sangat dingin itu dapat menagis.


di sela tangis Alaric melihat sepasang kaki di depannya.


sebuah tangan terulur dan menghapus air mata Alaric, Alarik mengangkat kepalanya dan menatap orang itu.


"mengapa kau menangis?? "ucap seseorang dengan suara merdu.


" kau....! "ucap Alaric terkejut.


orang itu adalah Alice, saat sedang bersama sahabatnya tadi ia melihat Alaric keluar dari tempat pertandingan itu.


Alice bangkit dan melangkah pergi.


" Alice kau mau kemana?? "ucap Ece.


" aku memiliki sedikit pekerjaan"ucap Alice lirih kemudian keluar dari tempat itu.


"untuk apa kau di sini, pergi!!! aku tak ingin melihat kehadiran mu" ucap Alaric.


kali ini Alice tidak seperti sebelumnya namun ia malah memeluk Alaric dengan erat.


"pergi!!! " teriak Alaric.


"tidak!!!, aku tidak akan pergi lagi." teriak Alice.


"apa kau tau, betapa sakit yg kurasakan ketika kau mengusir ku?? apa kau tau bagaimana menderitanya aku tanpa ada kasih sayang dari kalian?? aku tau kau membenci ku, karena aku yg membuat ibunda pergi, namun tak sedetik pun kalian bertanya pada ku, apakah aku ingin kehilangan ibunda?? jawabannya tidak, bahkan jika aku bisa memilih aku tak ingin di lahirkan" ungkap Alice dengan nada kesar di sertai air mata yg terus mengalir.


"a..... aku hiks.... beri aku waktu untuk menebus semua dosa ku, hiks..... berikan aku kesempatan.... untuk mengembalikan senyuman kalian" ucap Alice.


setelah itu Alice menangis kencang sambil memeluk Alaric, sedangkan Alaric terkejut dengan apa yg di katakan Alice. ia menyadari semua yg dikatakan Alice itu adalah kebenaran, perlahan ia mengangkat tangannya dan memeluk tubuh ringkih adiknya itu dan mengeratkan pelukan mereka.


keduannya menagis bersama-sama.


setelah menagis cukup lama akhirnya keduanya melepas pelukan mereka.


Alice menghapus air mata yg tersisa di wajahmu Alaric.


"aku tak ingin melihat mata ini mengeluarkan air mata kesedihan lagi" ucap Alice lirih.


"maafkan aku yg selama ini membenci mu" ucap Alaric.


"hm... aku meminta kau mengizinkan ku untuk menebusnya suatu saat" ucap Alice.


"tidak perlu, aku ingin melepas kebencianku tanpa ada timbal balik" ucap Alaric sambil mengelus puncak kepala Alice.


Alice menunduk menatap tanah sambil meremas jemarinya.


"ada apa?? " tanya Alaric.


"apa aku boleh memanggil mu kakak?? " ucap Alice lirih.


"ya kau bisa memanggil ku sesuka mu" ucap Alaric kemudian menarik Alice ke dalam pelukannya kemudian mengelus puncak kepala Alice.


Alice merasa mengantuk.


"terimakasih" ucap Alice sebelum tertidur di pangkuan Alaric.


saat ia menutup matanya air mata kebahagian mengalir di pipinya.


"apa ini rasanya memiliki seorang adik?? ibunda mulai sekarang Alaric yg akan menjaga Alice" ucap Alaric sambil menatap langit biru yg seakan-akan berseri melihat keduanya bersatu.


"aku akan menebus dosa ku selama ini kepada Alice" ucap Alarik bertekad.


BERSAMBUNG.......