
"Apa kau ingat bagaimana Alice menemukan pendapat saat krisis kekeringan di bagian barat kota??"ucap William.
olvar terdiam setelah mendengarkan itu.
"kau boleh bermainnya,tapi jika kau melukai diri mu aku tak akan pernah membiarkan tangan ini memegang pedang lagi"ucap William sambil menunjukkan tangan mungil Alice.
"terimakasih kakanda William "ucap Alice kemudian memeluk leher William.
Alice berlari ke arah pedang kayu itu dan mengangkatnya ringan.
semua orang yang di sana terkejut karena Alice yg baru berusia 5 tahun dapat mengangkat pedang kayu itu dengan santai.
Alice memejamkan matanya dan mulai melakukan gerakannya yg membuat semua orang sekali lagi melongo tak percaya.
semua gerak itu dangat sulit untuk di pelajari.
sedangkan William tersenyum bangga kepada Alice.
"memang pantas sebagai adik ku" batin William.
cukup lama Alice terus mengayunkan pedangnya,Raja Richard datang dengan beberapa gerombolan orang di belakang.
Raja Richard sangat terkejut ketika ia melihat Alice sedang bermain pedang.
William yg menyadari kedatangan Raja pun mendekat bersama dengan Regan dan olvar.
kemudian mereka membungkuk hormat.
"William....apa yg terjadi??"ucap Raja.
"Alice sedang berlatih"ucap William.
"bukan itu yg ku maksud,mengapa kau membiarkan Alice memegang pedang?"ucap Raja
"dia adalah adik ku,aku percaya kepada nya"ucap William.
"nama putri mu mengingatkan ku dengan putri ku yg telah meninggal"ucap seseorang yg ada di samping Raja.
William,Regan,dan olvar membungkuk menghormat kepada Raja Alfonso.
hari itu Raja Alfonso dan Alaric datang ke negeri Guineveria untuk melakukan pelatihan antara para prajurit diamord.
"ah....maaf membuat kau bersedih Alfonso"ucap Raja Richard.
"tak apa.... kematian putri ku adalah kesalahan terbesar di hidup ku"ucap Raja Alfonso.
"Alice"panggil Raja Richard.
Alice marasa ia di panggil,ia membuka matanya dan menghentikan gerakkan nya.
Alice tersenyum senang ketika ia melihat Raja Richard.
sedangkan Raja Richard membuka pelukannya dan menggendong Alice.
"Ayahanda"ucapnya memeluk leher Raja.
"apa kau bahagia??"ucap Raja Richard.
"Alice sangat bahagia"ucap Alice tersenyum.
"Alice itu adalah Raja Alfonso dan pangeran mahkota Alaric,kau bisa menyapa mereka.
namun saat matanya melihat ke arah Raja Alfonso dan Alaric sesuatu rasa sakit, rindu dan juga sedih yg bercampur aduk.
tiba-tiba setitik air mata keluar dari kedua mata Alice.
semua orang merasa bingung,Alice tiba-tiba mengerang kesakitan sambil memegang kepalanya.
"uhhhkkk...."erang Alice.
Alice merasa kepalanya berputar-putar dan banyak adegan yg menyedihkan di alami wanita cantik dengan Rambut emas.
setelah itu Alice pingsan tak sadarkan diri.
-
-
di sebuat tempat di alam bawah sadar Alice.
Alice sedang duduk di atas air yg bening yg tiada ujungnya,disana di penuhi kabut dan juga beberapa teratai.
"aku di mana??"ucap Alice.
"kau ada di dalam mimpi mu Alice"ucap seseorang
"siapa kamu??"ucap Alice ketika mendengan suara seseorang wanita
"belum saatnya kita saling mengetahui.....suatu saat kau akan mengetahui siapa aku"ucap seseorang wanita itu.
"kenapa??"ucap Alice
"saat kau berusia 12 tahun pergi lah ke Akademi kerajaan yg ada di negeri Diamord,di sana kau akan perlahan-lahan mengetahuinya"ucap wanita itu.
"baik lah....tapi boleh kah aku memanggil mu dewi??"ucap Alice
"tentu saja"ucap wanita itu.
setelah itu Alice tersadar dari mimpinya.
BERSAMBUNG........