The Princess Of The Creator Of Ying And Yang

The Princess Of The Creator Of Ying And Yang
awal mula



kerajaan Diamord yaitu negeri terbesar no 2 di benua Neurivia.


rakyat aman, damai, dan makmur di atas pemerintahan Raja Alfonso dan permaisuri Camelia.


Raja dan permaisuri hidup bahagia dan mempunyai seorang pangeran yg lahir dengan membawa berkah kepada negeri.


kini sang permaisuri mengandung anak keduanya, semua orang sangat menanti kedatangan anak ke-2 dari pemimpin negeri itu dan berdoa semoga sang anak membawa cahaya dan berkah atas negeri itu.


"Ibunda..... kapan adik ku lahir? " ucap seorang pangeran kecil berusia 5 tahun itu kepada permaisuri.


"hmmm..... mungkin sebentar lagi, putra ibunda harus menjaga adik kelak yh" ucap permaisuri sambil membelai kepala sang pangeran kecil itu.


"baik ibunda, lihat tadi Alaric mengalahkan wakil jendral saat latihan" ucap sang pangeran yg bernama Alaric itu.


pangeran Alaric mendapat berkah dari langit, dimana di usia yg sangat dini ia mampu menguasai teknik pedang dan sihir yg di kuasai oleh orang-orang remaja pada umumnya.


"kau memang sangat hebat" puji permaisuri sambil tersenyum bangga.


"tentu saja aku harus kuat, karna Alaric akan melindungi adik, ibunda, ayahanda dan juga rakyat di masa depan" ucap Alaric.


"baik lah, sudah waktunya kau mengikuti kelas kerajaan putra ku" ucap permaisuri.


"baik" sebelum pergi Alaric mencium pipi permaisuri.


setelah pangeran Alaric pergi permaisuri mengesap tehnya tiba-tiba merasa sakit pada perutnya yg bertanda ia akan melahirkan.


-


-


semua pelayan berlalu lalang ke dalam kamar permaisuri,Raja Alfonso berjalan mondar-mandir di depan kamar permaisuri dengan wajah khawatir mendengar teriakan kesakitan sang istri.


langit di atas negeri Diamord tiba-tiba mengelap dengan kilat dan guntur, angin bertiup kencang yg membuat sedikit kerusakan pada negeri.


Raja Alfonso semakin khawatir dengan pertanda buruk itu.


Raja Alfonso mendobrak masuk,bidan yg membantu permaisuri memberi hormat kepada Raja.


"bagaimana keadaan permaisuri?? " ucap Raja.


sang bidan dan para pelayan saling pandang lalu menggelengkan kepalanya,Raja Alfonso merasa dunianya serasa runtuh ketika mengetahui bahwa orang yg sangat ia cintai meninggalkannya.


Raja Alfonso datang mendekat dan berusaha membangunkan permaisuri yg perlahan-lahan mendingin.


tangisan kehancuran yg Raja Alfonso memenuhi kastil permaisuri, semua orang turut merasa kehilangan sang permaisuri.


sedangkan di balik pintu kamar permaisuri seorang anak kecil menatap ke arah sang permaisuri tanpa berkedip dengan air mata yg terus keluar dari matanya.


"aku membenci mu" batin anak itu sambil mantap dingin kepada bayi yg baru lahir yg berada di gendongan seorang pelayan.


setelah begitu lama menangisi permaisuri, Raja Alfonso menatap penuh benci kepada bayi perempuan yg baru lahir itu.


"bawa putri pembawa sial itu ke kastil mawar, dan jangan biarkan seorang pun menemani nya" ucap Raja Alfonso.


kastil mawar yaitu kastil terasingkan di istana itu kastil yg tak terurus yg di tumbuh mawar merah dan mawar hitam.


namun seorang pelayan setia sang permaisuri tiba-tiba berlutut.


"mohon kiranya yang mulia memperbolehkan hamba untuk merawat sang putri" ucap pelayan itu, ia merasa iba kepada bayi kecil itu jika tak ada yg merawatnya.


awalnya Raja Alfonso tak mengizinkan nya, namun dengan permohonan sang pelayan tua itu ia akhirnya memperbolehkan pelayan itu untuk mengurus bayi itu hanya sebatas memberi makan dan mengganti pakaian nya saja.


sejak saat itu bayi yg baru lahir itu tinggal di kastil mawar tanpa ada yg menemaninya di sana.


hanya seorang pelayan tua yg akan datang tiga kali ke sana untuk memberikan susu kepada bayi mungil itu dan mengganti pakaiannya kemudian dengan berat hati meninggalkan bayi itu sendirian di sana.


BERSAMBUNG........