
Alice mengedip ngedip matanya menyesuaikan cahaya yg masuk ke mata nya.
"syukur lah putri ku sudah bangun"ucap Ratu.
"Alice apa kau tak apa-apa??apa ada yg sakit??"ucap olvar.
"katakan siapa yg membuat mu begitu ketakutan??"ucap Regan.
"Alice tak apa-apa"ucap Alice serak.
William bangkit berdiri dan mencengkram kuat krah baju Alaric dan Raja Alfonso.
"aku rasa kalian lah penyebab nya"ucap William dingin.
semua orang tak bisa berbuat apa-apa ketika iblis dalam diri William sudah beraksi.
namun hanya satu orang yg dapat menjinakkan iblis berdarah dingin itu.
"kakanda.....lepaskan mereka,mereka tak bersalah"ucap Alice.
William menarik nafasnya lalu melepas tangannya.
"aku melepaskan kalian,namun jika aku melihat kalian membuat adik ku tersakiti lagi,aku tak akan segan-segan membuat kalian kembali ke negeri kalian tanpa kepala"ucap William.
William tak akan memandang bulu,bahkan itu pemimpin suatu negeri.jika berani mengusik orang yg ia sayangi,maka ia tak segan-segan memenggal kepala orang itu.
Alice turun dari kasurnya dan berlari kecil ke arah William yg masih tersulut amarah.
Alice memeluk kaki William,yg membuat William menunduk ke bawah melihat Alice,kemudian William berjongkok menyamakan tinggi Alice.
Alice memegang pipi William dengan kedua tangannya.
"kakanda..... berhentilah marah"ucap Alice kemudian menempelkan dahinya di dahi William.
"baik lah"ucap William.
""Raja Alfonso maafkan ketidak sopanan putra saya"ucap Raja.
"tak apa-apa.....seharusnya kami lah yg meminta maaf"ucap Raja Alfonso.
Alice berbalik menatap Raja Alfonso dan Alaric.kemudian Alice mendekat ke arah mereka.
"hormat kepada yang mulia,saya Alice Tiara Despya Guineveria"ucap Alice sambil mengangkat ujung gaunnya.
"terimakasih"ucap Raja Alfonso yg ingin mengelus kepala Alice namun terhentikan karena melihat tatapan tajam William.
"bo...boleh"ucap Raja Alfonso sambil melirik ke arah William.
Alice memeluk Raja Alfonso.
"perasaan ini sangat fimiliar.......mengapa aku sangat merindukan pelukan ini??" batin Alice.
setelah itu Alice melepas pelukan nya lalu menatap Alaric yg tak memperdulikan apa yg terjadi,karena selama ini ia hanya berharap ia ingin mati agar bersama dengan adiknya.
"ka...kakak...bolehkah Alice memeluk mu??"ucap Alice.
saat mendengar Alice hati Alaric seolah-olah di isi oleh setitik cahaya.
Alaric menatap Alice,ia seolah-olah melihat Alice adiknya di dalam Alice kecil itu.
tanpa sadar setitik air mata jatuh dari pelupuk matanya,kemudian ia menjongkokan dirinya menyamakan tinggi Alice.
kemudian ia memeluk Alice dan menangis dalam diam.
Alice merasa bahunya basah dan mengetahui jika Alaric sedang menangis,Alice kemudian memeluk erat Alaric seolah-olah ia tak rela jika Alaric menangis.
setelah cukup lama Alaric menangis di bahu Alice,Alaric melepas pelukannya dan menghapus air matanya.
Alice mengulurkan tangannya ikut membantu Alaric menghapus air matanya.
"kakanda.....boleh kah aku menjadi adik mu??"ucap Alice.
"apakah kau mau??"ucap Alaric.
Alice menganggukkan kepalanya,Alaric tersenyum setalah sekian lama ia hanya menampilkan wajah datar tanpa ekspresi dan tatapan kosong.
kini senyum di wajah Alaric kembali.
Alice mengulurkan kelingking nya dan Alaric mengaitkannya.
"Alice berjanji akan menjadi adik yg baik untuk kakak Alaric"ucap Alice.
"apa kau akan melupakan kami??!!"ucap ketiga orang yg menatap tajam punggung Alice
Alice membeku dengan kaku ia memutar kan tubuhnya.
dan melihat tatapan devil milik ketiga kakaknya itu.
BERSAMBUNG......