The Princess Of The Creator Of Ying And Yang

The Princess Of The Creator Of Ying And Yang
lapangan latihan



"Alice berjanji akan menjadi adik yg baik untuk kak Alaric"ucap Alice.


"apa kau akan melupakan kami??!!"ucap ketiga orang yg menatap tajam punggung Alice


Alice membeku dengan kaku ia memutar kan tubuhnya.


dan melihat tatapan devil milik ketiga kakaknya itu.


"hehe....itu...Alice tak akan melupakan kalian"ucap Alice.


"hari ini kau di hukum"ucap Regan yg langsung mengendong Alice di bahunya seperti karung beras lalu membawanya pergi di ikuti oleh olvar.


sedangkan William menarik nafas meredakan emosinya lalu pergi dari sana untuk menghadiri rapat para pejabat.


William seringkali mengganti kan Ayah nya untuk menghadiri Rapat sejak usia 10 tahun.


******


Alice duduk cemberut di kursi santainya di dalam kamarnya,setelah seharian Regan menghukumnya tak boleh bergerak dari sisi Regan yg sedang membaca buku,jika Alice sedikit saja bergerak maka satu buku akan bertambah dan itu akan membuat Alice bosan menunggu.


"tuan putri apa tuan putri menginginkan sesuatu??"ucap seorang pelayan yg bernama Ara.


"untuk saat ini aku tak menginginkan apa-apa Ara"ucap Alice.


"Ara......apa kau tau sesuatu yg menarik??"ucap Alice.


"hmmm......hamba mendengar saat ini para prajurit diamord dan prajurit kerajaan kita akan berlatih pedang"ucap Ara sambil memegang dagunya berpikir.


mata Alice seolah-olah bersinar.


"Benarkah??"ucap Alice memastikannya.


"hm"angguk Ara.


"Ara terimakasih informasinya......Alice pergi dulu"ucap Alice lalu berlari keluar dari kastilnya.


sesampainya Alice di lapangan latihan bukannya ia merasa lelah karena berlari namun ia bersemangat.


"eng.....kak William??"ucap Alice ketika melihat William sedang bertanding dengan jendral kerajaan Diamord.


Alice terus mengamati.


"Alice tau pemenang nya pasti kak William"ucap Alice,dan benar saja saat itu William langsung menyerang telak jendral itu.


mata Alice mencari seseorang dan aikhirnya ia menemukan orang itu dan berlari ke arah nya.


"Ayah!!"teriak Alice.


"Ayah.....Alice juga ingin berlatih bersama mereka"ucap Alice


"tapi putri ku....itu sangat bahaya"ucap Raja Richard.


"Ayah....Alice sangat ingin.jika ayah tak mengizinkan Alice tidak mau nberbicara dengan Ayah lagi"ucap Alice.


"hahhh....baik lah"ucap Raja Richard.


Alice berbinar bahagia lalu mengambil pedang kayu dan memasuki lapangan latihan.


"paman apakah paman mau menemani Alice bermain??"ucap Alice sambil mengkat ujung gaunnya kepada seorang jendral besar.


"tuqn putri.....mohon yang mulia jangan bercanda"ucap jendral itu yg menunduk hormat.


"paman.....angkat kepala paman,dan tatap mata Alice"ucap Alice lembut,jendral itu mengangkat kepalanya menuruti perintah Alice.


"paman Alice tidak bercanda"ucap Alice sambil tersenyum.


"tapi tuan putri,bagaimana jika tuan putri terluka??"ucap jendral besar kerajaan Diamord.


"percaya lah dengan Alice paman"ucap Alice sambil berjalan menuju ketengah-tengah lapangan latihan.


Jendral besar hanya dapat mengikuti perintah Alice.


"Paman bisakah kita mulai sekarang??"ucap Alice.


"hamba sudah siap tuan putri"ucap jendral besar.


Alice tersenyum lalu mengangkat ujung gaunnya dan menunduk.


setelah itu Alice menutup matanya dan memasang kuda-kuda nya.


jendral besar maju menyerang namun Alice dengan santai menangkis serangan jendral,semua utu menjadi bahan tontonan bagi semua prajurit di sana.


sedangkan di pinggir lapanga William tersenyum tipis menatap alice dan jendral.


"tak ada yg bisa melawan adik ku,pemenangnya sudah tentu"gumam William bangga.


namun sebuah tangan menepuk pundak William.


"apa kau juga merasakan hal yg sama dengan ku??"ucap Alaric.


BERSAMBUNG.........