The Girl Inside Me

The Girl Inside Me
Episode 9 Tugas Berat Si Oom



"Net....ya ampuuun makannya pelan-pelan napa?"


"Enaaak banget iniih oom, kenapa om gak makan?"


"Lihat kamu makan bikin aku kenyang Net" ucap Julian


"Oom hafus makan lalu minum ovat" ujar Arnetta dengan mulut penuh


"Ya ampuuun Net....ditelen dulu makanannya, duuch istri cantikku kok ya gini-gini amat yaah" ucap Julian sambil mengusap mulut cemong Arnetta


"Hihihi..... maaf" ucap Arnetta sambil meringis


"Kamu gak takut gemuk Net?"


"Ndak tuuch, dari kecil Netta makan satu bakul gak bakalan gemuk kok, emang Netta sebelumnya jaga makan ya om?"


"Iya, selain ada masalah di pencernaanmu yang nggak bisa makan sembarangan, kamu juga takut gemuk"terang Julian


"Oooh..." jawab Arnetta yang masih sibuk makan membuat Julian tersenyum sesekali membantu membersihkan kotoran dimulut Arnetta


Drrt....drrt....tiba-tiba terdengar suara hp Julian


"Diangkat itu oom, kali penting"


Dengan malas-malasan Julian mengangkat telponnya, lalu terlihat membahas masalah kantor dengan serius


"Apa tidak bisa kita wakilin, kamu tidak lihat betapa polosnya dia saat ini"


"Tidak!!!! aku tidak mau dia dibantai di rapat penegang saham....dia tidak sanggup dan paham masalah perusahaan Chris!!"


"Apakah kamu sudah gila!!! dalam 3hari nyiapin dia memahami segalanya!!"teriak Julian penuh emosi sambil mengacak rambutnya lalu mematikan telponnya


"Oom jangan suka marah-marah iih...ntar makin tua loo, masak Netta yang masih imut gini punya suami dah tua iih" ejek Arnetta sambil merucutkan bibirnya


"Tua-tua gini kakak bisa bikin kamu aah uuuh...aah uuh Net"


"Ngapain Netta Aah...uuh...aah uuh om?" tanya Arnetta polos membuat Lukman, Windy dan Mina menahan ketawa


Sambil menepok jidat nya Julian " Berani kalian ngetawain aku, cepat beresiiin makanan ini...aku mau istirahat sama istriku" bentak Julian kesal.


"Bb b baik tuan muda, kami undur diri" ujar ketiganya serempak sambil membersihkan makanan di meja


"Dan kamu....istri kecilku saatnya mendapatkan hukuman karena berani mengetawain suaminya" seru Julian sambil mulai merangkak ditempat tidur mendekat Arnetta


"Yaaa ooom....huzzz...huzzz sana, mau ngapain" ucap Netta sambil memundurkan tubuhnya menjauh dari Julian


Bukannya berhenti, Julian tetap merangkak semakin mendekati Arnetta, membuat Arnetta juga semakin mundur sampai


"Hahahaha Neet.....neeet itu tuch kualat kamu, sama suami berani mengejek sih"


Dengan susah payah Arnetta berusaha bangun sambil meringis mengusap punggungnya


"Bukannya mbantuin istrinya bangun...eeh malah diketawain dasar suami minim ahklak" gerutu Arnetta


Bukannya marah Julian malah semakin keras ketawanya " Ayo sini kakak bantuin"


"Telaat oom...gak lihat apa ini Netta dah berdiri"


"Ya udaah sini berbaring"


"Mau diapain?" tanya Netta sambil menatap Julian was-was


"Aku pijatin punggungmu, pasti sakit toh" ujar Julian


"Bener yaah pijatnya, jangan aneh-aneh"


"Ya elah Net, curiga banget sama suami sendiri"


"Salah sendiri om suka mesum"gerutu Arnetta tetapi langsung menuruti perintah Julian untuk tengkurap


"Mesum sama istri sendiri Net...gak salah itu, malah harus!!" elak Julian sambil memijat punggung Arnetta


"Ooom...."


"Apaa..."


"Om dulu kerjaan sampingannya tukang pijat yaah? pijatannya enak"


"Aku akan jadi tukang pijatmu seumur hidup Net, selain pinter mijat aku juga pintar yang lain loo Net...mau lihat Net?" tanya Julian dengan smirk mesumnya


"Neet....net? kamu dah tidur?'


"Yaaa ampun ini anak, cepet banget tidurnya"


"Tadi yang disuruh makan aku, eeeh kamu habisin....sekarang yang sakit aku bukannya dimanjain malah ditinggal tidur" omel Julian sambil mencium pipi Arnetta


"Met tidur istri kecilku" ujar Julian lalu segera berbaring dan memeluk Arnetta dan mulai terbang kedunia mimpi menyusul Arnetta


...***...


...TBC...