The Girl Inside Me

The Girl Inside Me
Episode 8 New Home For Arnetta



Meski badan masih panas Julian tetap bersikeras mengajak Arnetta pulang dirumah barunya.


Chris dan Richard berusaha melarang Arnetta untuk pulang bersama Julian, tetapi Arnetta tetap memegang prinsip bahwa seorang istri harus selalu mengikuti dimanapun suaminya berada.


Akhirnya sampailah Arnetta dirumah barunya, dan tampak beberapa ART yang sudah berjajar rapi menyambut kedatangan Arnetta yang berjalan masih menggunakan tongkat


"Selamat datang Nyonya muda, saya Lukman ada yang bisa saya bantu" sapa seorang pria paruh baya berpakaian batik sangat rapi


"Terimakasih pak Lukman, panggil Non Netta saja jangan nyonya....saya masih kecil"jawab Netta sambil tersenyum ramah


"Eeeh....tapi nyo.." belum selesai Lukman bicara


"Udah pak, dan kalian bantu dan menjaga istriku baik-baik ....kalian mengerti?!!" ujar Julian tegas dengan muka datar


"Net....ini asisten pribadi sekaligus bodyguardmu namanya Windy, kemanapun kamu pergi bawa Windy dan Haris, itu Haris dia sopir pribadimu" terang Julian


"Buat apasih om pake bodyguard segala, aku bisa jaga diri om" protes Arnetta


"Aku tidak ingin terjadi apa-apa denganmu, selain Windy dan Haris masih ada 3 bodyguard bayangan untukmu Net" ucap Julian membuat Arnetta menatap Julian tidak percaya


"Ooom terlalu berlebihan dech....emangnya siapa Netta itu....Netta bukanlah artis yang perlu dijaga banyak orang" ujar Arnetta meremehkan Julian


"Minaa....bawakan semua majalah mode di ruang kerja istriku kemari" teriak Julian


"Baik tuan muda!!"


Kemudian Mina salah satu ART yang bekerja dirumah julian membawakan setumpuk majalah mode baik dari luar negeri dan dalam negeri tampak semua sebagian besar cover depannya adalah wajahnya, dan sebagian ada tulisan namanya yang tertulis di cover majalah tersebut


"Kamu terkenal Netta sayang, makanya harus menjagamu dengan penjagaan ketat, aku ingin kamu aman Net, cukup sekali aku kecolongan kali ini tidak akan terulang" ujar Julian sambil memeluk tubuh Arnetta dari belakang saat Arnetta masih takjub bahwa dia menjadi begitu terkenal, padahal seingatnya dia terkenal hanya sebagai gadis badung, yang memenangkan record paling sering dipanggil guru BK



"Ooom....Netta cantik banget yah" ucap Arnetta polos membuat Julian tertawa terbahak-bahak


"Oom masih panas badannya, ayo istirahat dulu"


"Pak Lukman, tolongin bantu om biar istirahat ke kamar, badannya masih panas" ujar Arnetta


"Baik Non..." jawab Lukman sambil mau membantu Julian tetapi malah ditepis oleh Julian


"Aku gak papa pak....cuman demam aja gak usah digandeng-gandeng gitu"


"Elaah om...inget umur, badan harus dijaga jangan sok sokan kuat dech" omel Arnetta membuat para ART dirumah terkejut. karena selama ini tidak ada yang berani mengomeli tuannya yang sangat keras kepala dan galak seperti Kulian kecuali papanya.


"Neeet....aku belum tua iih!! ya udah Netta ajah yang menggandeng Kakak dech " rajuk Julian manja dengan memasang wajah memelas


Plaaaak....."Oom gak lihat...Netta buat jalan aja masih pake tongkat gini masih disuruh gandeng om, kalo om jatuh...kita tengkurep bareng dong" omel Arnetta sambil memukul tangan Julian


"Sakiiiit Neett....buseeet tangan kecil kok ya panas kalo mukul" ucap Julian lebay


"Hidiiih cowok lemah, badan gede doang aslinya lembek" ejek Arnetta sambil menjulurkan lidahnya


"Oooh kamu kasih kode niich....okeee ayo kubuktiin aku kuat" ujar Julian lalu menggendong Arnetta ala bridal style lalu membawa naik menuju kamar


"Yaaaaaaa.....oooom, turunin ntar om jatuh pingsan, Netta gak mau jatuuuuh" teriak heboh Arnetta


"Hahaha....makanya anteng, kalo banyak gerak ntar jatuh beneran" ujar Julian membuat Arnetta segera memeluk leher Julian erat karena takut jatuh


"Oom turunin, Netta berat" bujuk Arnetta


"Kamu mah ringan Net, setiap hari menggendong kamupun Kakak kuat" ujar Julian sambil mencium kening Netta


"Oooom ....nyosooor terusss!! jadi oom-om kok mesum banget loo" teriak Arnetta


Perdebatan sepasang suami istri itu disaksikan para pegawai ART itu dengan tersenyum senang


"Setelah Nyonya Netta sembuh, Nyonya berubah menjadi lebih ramah, dan tuan muda jadi bisa tertawa riang ya pak Lukman"


"Iya...dari kecil sampai sekarang baru ini tuan muda bisa tertawa lepas, biasanya tertawa hanya basa-basi" ujar Lukman


"Semoga rumah tangga mereka langgeng ya pak" ujar Mina


"Amiiin" jawab semuanya serentak.


"Ayooo....kita lanjutkan pekerjaan kita" perintah Lukman, membuat semua kembali bekerja.


.


.


.


.


"Oom tangan om berat iih"


"Baru tangan aja Net, belum badan aku!!" ujar Julian songong


"Emang om mau istrinya gepenk hah!!" seru Arnetta dengan mata melotot


"Kok gepenk sich Net....yang bener bunting Net" ujar Julian gemas melihat kepolosan Arnetta


"Haah..!!!"


1....2...3....


"Naniiiii!!!!!" teriak Arnetta langsung memukuli Julian


"Sekaliiii aja om mikir yang bener, gak mesum ....dasar om-om jablay!!" omel Arnetta


"Hahaha gimana gak jablay, istrinya koma...eeeh sadar-sadar lupa punya suami cetar membahana gini!!" ujar Julian dengan kepercayaan diri setinggi langit lapis ke 7


"Iya....iya....cetar tapi sayang sudah tua hahahaha" ejek Arnetta membuat Julian pasrah dibully istrinya


"Bukan tua Net tapi matang!!" elak Julian


"Hahaha ngeles terussss!! udaah aah sekarang om makan dulu lalu minum obat yah"


"Eeeh ooom....gimana manggil pak Lukman untuk ambilin makan yah?"


"Pencet tombol diatas nakas Net" jelas Julian kembali memeluk perut Arnetta lagi sambil memejamkan mata


"Eeeh jangan tidur dulu, minum obat dulu om!!"


"Bentar aja Net, pusing ini" ucap Julian


Took.....took permisi tuan dan nyonya, ini Lukman" seru Lukman


"Masuk pak...."


"Ada yang bisa bapak bantu Nyah?!"


"Noon....pak....noon, bawain makan siangnya kemari ya pak sama obat yang ada ditas yang dari rs ya pak"


"Baik nyo....eeh non"ujar Lukman yang melihat tuan mudanya terlihat manja tertidur sambil memeluk tubuh nyonyanya tersenyum.


Tak beberapa lama pak Lukman beserta Mina dan Windy membawa beberapa menu makanan


Arnetta yang melihat banyaknya makanan langsung berbinar-binar matanya dengan senyum lebar


"Oom ayo bangun makan sedikit aja trus minum obat lalu bobo lagi, ayooo temenin Netta" rajuk Arnetta manja


Julian sebenarnya belum tidur, hanya karena kepalanya terasa pusing makanya dia memejamkan matanya, mendengar istrinya semakin hari semakin manja dengan dirinya membuat dirinya merasa senang dan berpura-pura tidur


"Iya Net....bentar"


"Izzz....buruan Netta dah laper inih"


"Hahahaha tadi bukannya makanan ini buat kakak ya? kok Netta yang makan"


"Dasar pelit...banyak banget iniih, gini yah Netta kasih tau smakin tua metabolisme tubuh tidak bisa mengolah makanan secara sempurna, jadi om gak boleh makan terlalu banyak, ntar gendut ,perutnya buncit, kepala botak"


"Teori dari mana itu makan terlalu banyak bikin kepala botak?" tanya Julian sambil tersenyum geli


"Laaah dari Nettalah, gak lihat apa tadi mulut Netta yang ngomong"ujar Arnetta sambil membusungkan dadanya


"Hahaha udah....udah kalo ngomong terus, kapan makannya coba!" ucap Julian sambil menoyor kepala Arnetta


"Ay...ay...kapten!!" ucap Arnetta langsung dengan lahap mulai memakan makam siangnya.


...***...


...TBC...


...Night....Night Gaesss....🙏😁...