The Girl Inside Me

The Girl Inside Me
Episode 17 Our Love Is Strong?



"Om....yakin ninggalin si nenek?ntar kalo om dianggap anak durhaka gimana?" tanya Arnetta yang khawatir melihat rahang Julian mengeras menahan marah.


"Sudah saatnya mama tahu Net, sabar itu ada batasnya....selama ini aku sudah selalu menuruti semua kemauannya supaya mama menyayangiku, tapi apa yang kudapat? aku hampir kehilangan satu-satunya wanita yang aku cintai."


"Kali ini percayalah Net bahwa aku akan melindungimu dengan segenap jiwaku" ujar Julian sambil mengecup kening Arnetta


"Istirahatlah dulu ya Net, aku menyelesaikan pekerjaan sebentar" ujar Julian sambil mengusap kepala Arnetta lembut dan segera berjalan menuju ruang kerjanya.


Arnetta hanya menatap Julian bingung lalu menatap Christian yang berjalan dibelakangnya.


"Chris...ayo sini aku obatin luka di wajahmu"


"Memangnya kamu tidak mendengar perintah J?...istirahatlah Net, lukaku aku obatin sendiri" ujar Christian sambil mengusap kepala Arnetta.


"Aku mau tidur dulu Net" ujar Christian lagi lalu segera menuju kamar yang sudah disediakan untuknya.


'Eeh.....pria-pria ini kenapa ya? gak biasanya satu paham, biasanya hal kecil saja selalu diributkan' ujar Arnetta sambil mengerjap-ngerjapkan mata sambil menatap punggung Christian bingung


'Aah sudahlah....barangkali mereka baru PMS' ujar Arnetta sambil mengedikkan bahunya lalu segera berganti baju tidur dan segera bocan (bobo cantik) ^ Dasar Netta mereka cowok atuh, masak ya PMS๐Ÿ™ˆ^ *author POV


Christian ternyata pura-pura masuk kamar, melihat Netta sudah masuk kamar, dengan berjalan mengendap-endap berjalan menuju ruang kerja Julian.


Tok...Tok....Tok


" Masuk Chris...." seru Julian dari dalam


Setelah Christian masuk, segera Christian berdiri di depan meja kerja Julian dengan senyum sinis.


"Karena lie sudah tahu gue akan kesini, maka gue langsung to the point aja"


"Ini sudah ketiga kalinya J***g loe dan ibu lie berusaha membunuh Arnettaku, mau sampai kapan loe melindungi mereka"


"Gue nggak lindungi mereka Chris....aku masih menunggu satu bukti lagi"


"Ciiih alasan loe....gue tahu elo melindungi mereka karena si j***g hamil anak elokan?!!" ujar Christian dengan tatapan sinis.


Christian yang mendengar ucapan Christian sempat tersentak tetapi kemudian kembali memasang wajah datarnya.


"Itu bukan anak gue...."


"Loe pikir gue begoo....loe sering nidurin itu j***g masih ngelak loe!!" ujar Christian sambil memandang jijik dan mendorong tubuh Julian


"Terserah loe mau percaya apa nggak, tetapi sejak menikah dengan Arnetta aku tidak pernah sekali pun bermain dengan j****g, misalpun pergi dengan si dondong hanya supaya mama tidak mengganggu Netta dan aku ingin Netta cemburu padaku meski hanya sekali saja"


"Hahahaha......loe hanya mimpi, Arnetta hanya mencintaiku, menikah denganmu hanya untuk membalas kebaikan papamu itupun hanya berlaku satu tahun, memandang elo saja Netta jijik mana mungkin dia cemburu sama elo, sadar woi" ejek Christian


"Dan kamu bilang supaya emak loe gak ganggu hidup Netta cuiiih....gak ganggu tapi berusaha membunuh Nettaku dan kamu hanya bisa diam saja" sembur Christian


"Siapa bilang aku diam saja, selama ini aku mengumpulkan bukti untuk memenjarakan mereka, untuk kejadian yang terakhir aku memang salah ....aku lupa menyuruh orang mengawal Netta dan aku tidak tahu bahwa Netta sedang hamil anak gue!!"


Duuugh...buuugh...


"Tega-teganya elo perkosa Netta dan sampai tidak tahu Netta hamil.....kamu memang pria b*****n J, kali ini akan kubawa Netta pergi jauh dari pria pembawa sial dan b****n kek loe!!!" sembur Christian penuh emosi sambil memukuli wajah Julian


"Hahahaha....dulu loe kagak bisa bawa Netta, kali ini gue pastiin loe juga gak bisa lagi, dan akan kubuat Netta mencintaiku!!" bentak Julian yang meninju balik muka Christian.


"Dulu dia gak bisa ninggalin elo karena dia hamil anak elo, tapi melihat sikapmu yang tidak berubah, maka sebelum kecelakaan Netta sudah menggugat cerai loe!!! kali ini kupastikan Netta segera meninggalkan elo secepatnya, setelah tahu suaminya adalah b****n menjijikan!!" ancam Christian sambil memukul perut Julian sampe terjatuh dan segera keluar ruangan Julian dengan membanting pintu keras.


Julian yang ditinggal Christian hanya terdiam dan menatap pintu tanpa ekspresi.


.


.


.


.


.


"Paaa....Maa...Netta takut, tolongin Netta!!" gumam Arnetta yang meringkuk di bawah meja sambil bergetar badannya, badannya yang hanya terbungkus baju yang sudah berbentuk lagi karena sudah sobek di hampir semua bagian.


"Adik kecil....kamu tidak apa-apa?" tanya seorang pria muda yang tiba-tiba datang dan melongokkan kepalanya ke bawah meja


"Oooom ....Netta takut!" ujar Arnetta segera menghambur dalam pelukan pria muda tersebut sambil menangis tersedu-sedu.


"Stttt....jangan menangis lagi ya, kamu sudah aman sekarang, dan selama ada om kamu aman adik kecil" ujar pria tersebut sambil mengusap punggung Netta lembut dan memeluk tubuh ringkih Arnetta erat.


"Om...jangan tinggalin Netta....Oooooom!!!" teriak Arnetta yang kemudian terbangun sambil merasakan sakit di kepalanya


"Aaaargh .....apa yang telah kamu alami Net?...kenapa mimpi ini selalu muncul, siapa yang sudah melukaimu dan siapa om-om itu?" erang Arnetta sambil memegang kepalanya yang dirasanya sangat sakit.


Arnetta berusaha membuka laci di nakas samping tempat tidurnya, meminum obat pereda sakit kepalanya dan kembali rebahan sambil menahan sakit kepalanya.


Saat berbaring terdengar dentingan suara piano merdu


"Eeeeh....malam-malam gini ada suara piano? emang dirumah ini ada piano ya?" gumam Arnetta


"Biasanya di film horor warga +62 rumah berhantu sering terdengar suara musik piano atau gamelan huwaaaaaa....si om mana inih?" seru Arnetta mulai panik lalu bersembunyi dibawah selimut sambil merapalkan doa-doa untuk mengusir hantu.


Tetapi bukannya berhenti, suara piano yang awalnya pelan, makin lama semakin tidak beraturan nadanya seakan mencerminkan suasana hati pemainnya baru kacau.


"Hantu....jangan marah-marah ya, aku nggak akan mengganggu kok" ujar Arnetta lagi


Karena sudah terlalu lama akhirnya sambil mengerahkan segenap keberaniannya keluar kamar menuju ruang kerja Julian.


"Ooom.....om mesum...." panggil Arnetta sambil melongokkan kepalanya kedalam kantor Julian


"Haizzz dimana sich si om? kalo sedang dibutuhin malah menghilang" omel Arnetta dan suara piano terdengar dari ruangan yang selalu dikunci rapat.


Dengan perlahan Arnetta mulai mendekat ke arah ruangan tersebut, dan terdengar dentingan piano yang dimainkan penuh perasaan dan terdengar suara Julian yang sedang bernyanyi


...Notice me...


...Take my hand...


...Why are we...


...Strangers when...


...Our love is strong?...


...Why carry on without me?...


...And every time I try to fly I fall...


...Without my wings...


...I feel so small...


...I guess I need you baby...


...And every time I see...


...You in my dreams...


...I see your face...


...It's haunting me...


...I guess I need you baby...


...That you are here...


...It's the only way...


...That I see clear...


...What have I done?...


...You seem to move on easy...


...And every time I try to fly I fall...


...Without my wings...


...I feel so small...


...I guess I need you baby...


...And every time I see...


...You in my dreams...


...I see your face...


...You're haunting me...


...I guess I need you baby...


...I may have made it rain...


...Please forgive me...


...My weakness caused you pain...


...And this song's my sorry...


...At night I pray...


...That soon your face will fade away...


...And every time I try to fly I fall...


...Without my wings...


...I feel so small...


...I guess I need you baby...


...And every time I see...


...You in my dreams...


...I see your face...


...You're haunting me...


...I guess I need you baby...


...Everytime by Britney Spears...


Setelah menyelesaikan lagu tersebut Julian hanya terdiam dengan pandangan kosong


Melihat Julian yang menyanyi dengan sepenuh hati, Arnetta merasa tersentuh dan timbul pertanyaan dalam dirinya 'Apakah pernikahan kita bermasalah?apakah cinta kita tidak kuat om?' sehingga tanpa sadar sudah berjalan mendekati Julian.


"Oom....." seru Arnetta sambil menyentuh bahu Julian yang membuat Julian terjengkit terkejut.


"Net....kok belum tidur heemmm?" tanya Julian lembut.


Arnetta yang melihat wajah Julian memar dan ada darah yang sudah mengering


"Om habis bertengkar dengan Chris ya? kalian berdua kenapa sich selalu bertengkar seperti anak kecil" omel Arnetta yang ditanggapi Julian dengan tersenyum.


"Gak usah senyum-senyum gitu, ayo aku obati " ujar Arnetta sambil menarik tubuh Julian untuk mengikutinya.


Julian hanya pasrah ditarik-tarik oleh Arnetta dan mengikutinya dengan tersenyum karena Arnetta menggenggam tangannya erat.


Julian didudukan di ranjang dikamar mereka, sedangkan Arnetta segera mengambilkan kota obat, segeranya Arnetta segera mengobati dan membersihkan luka di wajah Julian.


"Aku tidak tahu masalah kalian, lain kali selesaikan dengan baik-baik, Chris itu pendiam tapi dia sangat ahli beladiri, pukulannya sangat kuat....jadi om bakalan kalah"


Alih-alih menanggapi omelan Arnetta, Julian hanya menatap Arnetta tidak berkedip tidak lupa senyuman tidak menghilang dari bibirnya.


"Ooom....kepala om baik-baik ajakan? gak gesehkan?" tanya Arnetta sambil memeriksa kepala Julian teliti.


Pletaaaak......


"Awwww.....sakiit om, kenapa kepala Netta disentil sich" gerutu Netta sambil mengusap-usap keningnya.


Greeeep....bukannya menjawab pertanyaan Netta Julian langsung memeluk pinggang Arnetta sehingga kepala Julian menempel diperut Arnetta.


"Jangan tinggalin aku ya Nett, aku tahu aku bukanlah pria baik-baik, tapi aku berusaha dengan sekuat tenaga untuk menjadi suami yang baik untukmu"


"Dulu Mama selalu bilang dalam sebuah rumah tangga, harus selalu saling memaafkan kesalahan pasangannya apabila pasangannya yang sudah meminta maaf dengan tulus"


"Aku samasekali tidak tahu masalah apa yang sudah kita alami, tetapi jika om benar-benar sudah menyesal dan tidak mengulangi kembali, dan bukan hanya janji tetapi benar-benar dilakukan...kita mulai dari awal lagi ya om!"


"Jangan bikin Netta kecewa ya" ujar Arnetta panjang kali lebar


"Terima kasih ya Net....terimakasih sudah memberiku kesempatan, percayalah kali ini rumah tangga kita akan bahagia" jawab Julian sambil teesenyum lebar dan menarik Arnetta untuk duduk dipangkuannya dan memeluknya erat.


Saking senangnya Julian, Julian yang memang diotaknya selalu mengarah ke jurusan permesuman, melihat bibir Arnetta yang merah menggodanya membuatnya segera menyosor dan melupakan bibirnya terluka


"Iiiizzzhh..." erang Julian saat merasakan nyeri di bibirnya


Plaaak.....plaaak...


"Dasaaar om mesum....syukurin sakit toooh, makanya ini otak jangan mesum mulu, udah tahu bibir robek gitu main sosor mulu" omel Arnetta sambil memukuli bahu Julian.


"Hehehe....ya maaf aku khilaf Nett, mana kuar Nett punya bini secantik kamu" jawab Julian sambil tersenyum dan menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.


Mendapat pujian Julian membuat pipi Arnetta memerah


"Gombal teruss.....udah gak usah berisik, bobo yuuks om!!!" ajak Arnetta yang lupa otak suaminya sudah mengelana ke dunia permesuman sehingga mendengar ajakan bobo dari Netta segera membangunkan si Junet.


Netta yang masih duduk dipangkuan suaminya merasakan ada yang menusuk pahanya, membuat Arnetta semakin meeah mukanya dan segera berdiri dan memukuli bahu Julian.


"Dasar om mesum akuuut!!!! itu si Junet di kondisi kan kenapa!!" seru Arnetta segera berlari ke sisi ranjang satunya dan bersembunyi dalam selimut karena sangat malu.


"Junet??!!! kamu namain juniorku dengan Junet?....ya ampuun Net...kasih namanya yang bagusan dikit napa kaya Hulk, Thoor gitu kek" rengek Julian menyusul berbaring disamping Arnetta sambil menarik-narik selimut Arnetta.


"Bomat om.....bomat (bodo amat), udah tidur, Netta udah ngantuk" sembur Arnetta yang masih didalam selimut.


Julian yang melihat polah istrinya yang menggemaskan hanya terkikik dan segera menyusul Arnetta menyusup dalam selimut memeluk tubuh Arnetta dari belakang dan segera tertidur"


...****...


...TBC...


...Hari ini Double Up Yess๐Ÿ˜...