The Girl Inside Me

The Girl Inside Me
Episode 5 Kecewa



"Tuan...ada yang mencari tuan, namanya Arnetta Sinaga...apakah bisa langsung naik tuan?"


"Netta??? iya San...suruh langsung masuk ke ruanganku aja"


Took....took


"Masuk Net..." ajak Julian dengan tersenyum lebar saat membukakan pintu


"Kakak sibuk?"


"Ndak Net...ada yang bisa kakak bantu?" tanya Ben sambil duduk di samping Netta


Netta menatap Julian yang saat ini hanya memakai kaos putih ditutup jas warna hitam senada dengan celana dan sepatunya


"Kak kamu sudah sangat berubah yahhh' ujar Netta


"Kami juga Net...tahu ndak waktu pertama lihat kamu kemarin aku shock banget, kamu nggak tengil lagi" ucap Julian sambil menatap Netta tajam dengan mata birunya



"Netta dah gede kak....tanggung jawab Netta besar, jadi gak bisa pecicilan lagi" ujar Netta datar



"Kamu dah makan Net?...makan yuuks


"Ini Netta dah bawa makanan, kita makan disini saja ya"


"Kamu beli ya?"


"Ndak kok, tadi pas cek Resto lalu Netta ingin masak jadi Netta masak...semoga suka kak" ujar Netta sambil mengeluarkan bekal yang sudah dia siapin



"Beneran kamu yang masak Net?"


"Emang kakak ndak baca siapa calon istri kakak?"


"Eeeh...kakak percaya percaya pilihan papa kok" ujar Julian canggung sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal


"Dimakan kak" ujar Netta sambil menyodorkan makanan


"Enak Net....kamu masak setiap hari?"


"Iya kak, pencernaan Netta bermasalah jadi harus masak sendiri kalau beli diluar nanti sakit, misal pun terpaksa makan diluar dengan client Netta pasti bawa ke Resto Netta" jelas Netta


"Maag ya Net?"


"Bukan kak....Netta pernah kecelakaan lalu ada luka di perut Netta jadi harus dioperasi, setelah itu tidak bisa sembarangan makan kak"


"Besok setelah nikah aku dikirim makan siang kaya gini yah"


"Boleh kak...kalo pas Netta di Indo ya kak"


"Kamu sering ke luar negeri terus ya?"


"Ndak sih kak sebulan sekali biasanya"


Setelah makan, telepon Arnetta berbunyi dan bersamaan beberapa pegawai Julian masuk ke ruangan


"Net....kamu bisa ke kamar aku dulu biar tidak terganggu dengan suara kita " ujar Julian sambil mengantar Arnetta ke kamar private nya disamping kantor


"Ok kak..maaf ya mengganggu kakak"


"Nggak ngganggu Net, tunggu yah cuman bentar kok, habis itu kita ngobrol lagi yah" ujar Julian lembut


Netta tetap meneruskan bertelepon sambil menatap pemandangan kota Jakarta di jendela besar dikamar tersebut


Cekleek.....pintu tersebut dibuka tiba-tiba oleh Julian lalu dengan panik Julian memeriksa kamar dan langsung memucat melihat baju dalam partnernya semalam masih tertinggal disamping kasur


Julian melihat Arnetta masih sibuk bertelepon sambil memegang tabnya serius sambil berdiri di depan jendela


"Semoga Netta tidak melihat" doa Julian dalam hati


"Kakak sudah rapatnya?" tanya Netta tetap dengan nada lembut dan tatapan datarnya


"Sudah...ayo keluar kita ngobrol lagi" ujar Julian menutupi kegugupannya


"Oke kak...ayo"


Setelah itu mereka kembali duduk di sofa, dan tampak ada minuman di meja


"Minum Net...."


"Makasih kak...tapi Netta sudah bawa minum dan tidak bisa minum kopi "


"Ooo...maaf ya kakak tidak tahu"


"Tidak apa....o ya kak, Netta kesini mau bicara sama kakak" ujar Netta lalu mengambil amplop coklat dan disodorkan ke Julian


"Ini apa Net?" tanya Julian bingung


"Buka aja kak..."


Lalu Julian membuka amplop dan membaca berkas yang ada didalam


"Apa ini maksudnya Net?" tanya Julian bingung dan mulai terpancing emosi


"Seperti yang kakak baca" jawab Arnetta tetap tenang


"Net...kita menikah bukan main-main, dan ini kamu hanya mau menikah selama satu tahun?"


"Kak...sudahlah kita saling jujur saja, Netta tau kebiasaan kakak, dan Netta tidak mempermasalahkan itu, kakak boleh main j***g sepuasnya, tetapi tidak boleh ditempat terbuka karena om Rudi meminta Netta memperbaiki image kakak"


Dengan muka memerah "Setelah nikah aku tidak akan main Net...aku tau tanggung jawab terhadap istriku dan anakku kelak"


Arnetta segera mengeluarkan rekaman suara, dimana disitu terdengar suara Julian bersama teman-temannya di New York yang mengatakan akan membalas dendam ke Netta dan habis itu membuangnya


"Net...itu sebelum aku melihatmu, setelah melihatmu tidak terbesit pun untuk mempermainkanmu, makanya aku serius memutuskan menikah denganmu"


Ucapan Julian hanya ditanggapi dengan dingin oleh Netta


"Tanda tangani itu kak, toh kita tidak saling mencintai, dengan menikah dengan kakak setidaknya Netta sudah melaksanakan amanat papaku sebelum beliau meninggal, dan Netta dibantu om Rudi untuk masalah hitec, sehingga tidak akan bermasalah dengan Hacker" ujar Netta


"Aku tidak mau menandatangani ini, aku mau menikah sekali seumur hidupku dan itu hanya denganmu"


"Hahahaha kakak memang hebat bermain dramanya, ya udah dulu ya Netta harus terbang ke Surabaya dulu....pertimbangkan tawaran Netta"


"Jika tidak ada tanda tangan tidak ada pernikahan" ucap Netta tegas lalu meninggalkan ruangan Julian yang masih terdiam


Sepeninggal Netta Julian menghancurkan semua barang dikantor dan dikamarnya untuk melampiaskan kekesalannya


Lalu Julian membuka berkas tentang Netta, membuatnya teringat ucapan papanya bahwa dialah yang tidak layak untuk Netta, yang memang sangat sempurna


Baru kali ini seorang Julian ditolak mentah-mentah oleh seorang gadis, Julian akhirnya menandatangani surat perjanjian dengan Netta dan bertekad menaklukkan Netta di pernikahan kelak


...***...


...TBC...