The Girl Inside Me

The Girl Inside Me
Episode 12 Kemunculan Nyai Grandong



Kepala Julian langsung terasa nyut-nyutan, tetapi berusaha nego kepada istrinya


"Net...." belum selesai Julian ngomong langsung kena plototan mata ala-ala cyclopsnya Netta


"Apaaaa.....Netta itu sampe sekarang masih meragukan status si om dech, yakin si om suami Netta?"


"Eeeeh....kok gitu sich Net, bukti apa lagi coba yang perlu aku kasih ke kamu?" tanya Julian nggak terima


"Nggak usah pasang muka melas gitu om, Netta gak butuh cuman bukti omongan saja, tapi bukti tindakan....ayo Chris bantuin Netta lihat pabrik dulu" ucap Arnetta tenang tapi tepat menohok Julian


"Iya...iya....aku cariin, sekarang Netta pulang biar ke pabrik diurus si mata sipit itu" ujar Julian sambil melirik sinis Christian


"Heleh...kagak usah berlagak jadi suami sok perhatian, bukankah selama ini Netta selalu denganku" ujar Christian ketus sambil menarik Arnetta untuk segera meninggalkan Julian yang hanya bisa terdiam saat mendapat ucapan tajam dari Christian.


"Apakah tidak boleh aku memperbaiki kesalahanku?" ucap Julian lirih sambil menatap kepergian Arnetta dan Christian dengan mengusap dadanya yang terasa perih.


Drrrt....drrrt...


Hp Julian bergetar, Julian hanya melihat nama yang tertera di hpnya lalu segera mematikan hpnya dan segera pergi meninggalkan kantor Arnetta menuju kantornya


^^^


Sesampainya dikantor, Julian sudah disambut oleh asisten setianya


"Tuan....maafkan saya, tetapi nona Hana memaksa masuk" ujar Edi ketakutan saat melihat wajah Julian semakin gelap aura nya


"Panggil Nurdin dan Mahdi untuk bersiap di depan pintu saat aku panggil mereka" perintah Julian


"Baik tuan" jawab Edi patuh


Cekleeeek.....


Julian segera masuk dan melihat seorang wanita memakai baju minim, dan riasan tebal sedang duduk didepan jendela ruang kantornya


"Ju.....darimana saja kamu, kenapa sich sekarang susah dihubungi" cerocos Hana


Alih-alih menjawab rentetan protes Hana, Julian dengan wajah datar andalannya berkata "Apa maksud kedatanganmu disini?buruan katakan...aku masih banyak kerjaan"


"Kamu kenapa sich....apa kamu lupa aku hamil anakmu?"


"Ckkk.....sudah tau sedang hamil, lalu kenapa kelayapan sampai disini? bukankah ibuku sudah memberikan banyak uang untukmu? apa belum cukup?" ujar Julian sambil tetap membuka komputer untuk memenuhi permintaan istri barbarnya


Hana berusaha bersabar dengan calon suaminya ini, harta sudah dia dapatkan, tinggal posisi sebagai nyonya Julian harus segera dia dapatkan.


"Apakah kamu tidak ingin menjenguk anakmu Ju?....sudah lama kamu tidak menyentuh ku" ucap Hana sambil mulai melepas bajunya dan mendekat ke arah Julian


"Pakai bajumu Hana dan lekas pergi!!!" ucap Julian dengan aura dingin


Bukannya mendengar ucapan Julian, Hana semakin berani dan duduk dipangkuan Julian


"Ayolah Ju....jangan munafik bukankah sebentar lagi kita akan menikah?" ucap Hana sambil mulai meraba tubuh Julian


"Siapa bilang aku akan menikahimu Hana?Sampai aku mati istriku hanya Arnetta Sinaga, jadi kamu jangan bermimpi dan serakah"


"Anak itu aku bertanggung jawab dengan memberikan perusahan mama kepadanya, dan nama keluarga Morekli kepadanya, tetapi dia tidak akan mendapatkan kerajaan perusahaan Saputra dan nama keluarga Saputra"


"Karena nama itu hanya akan disandang oleh anakku dengan Arnetta"


"Apaaaaa!!!! bukankah kamu akan menceraikannya....apa sich hebatnya cewek yatim piatu itu?dia tidak pernah mencintaimu Ju....hanya aku yang mencintai dan menghangatkan ranjangmu selama ini"


"Diaaaam kamuuu!!!! selamanya aku tidak akan menceraikan Arnetta, aku mencintainya sejak waktu kami kecil....camkan itu baik-baik!!" bentak Julian kemudian memencet interkom


"Nurdin dan Muhdi seret wanita ini keluar!!"


"Pakai bajumu sebelum diseret securityku!!" ujar Julian sambil berdiri sehingga Hana hampir terjerembab ke lantai


"Juliaaaan....apa kamu lupa ada bayimu di kandunganku, apa kamu tidak khawatir bayimu mati?!!" teriak Hana tidak terima


"Baguss kalau mati, jadi aku tidak berurusan denganmu dan mama, ingat yah Hana...aku menyentuhmu karena kamu dan mama memberiku obat perangsang, jika tidak aku tidak sudi menyentuh tubuh kotormu, terlebih gara-gara kamu istriku hampir meninggal"


"Jadi turuti perintahku, jika kamu masih ingin memiliki perusahaan Morelli....DAN JANGAN PERNAH MENYENTUH ISTRIKU!!! sekali saja kamu menyentuh istriku maka hidupmu dan karirmu akan kuhancurkan sampai tidak bersisa sedikitpun...CAMKAN itu baik-baik" ujar Julian dengan menunjukkan smirk mengerikan membuat nyali Hana menciut dan segera memakai bajunya cepat-cepat sebelum Nurdin dan Muhdi masuk.


Took....took....


"Masuk" jawab Julian


"Permisi tuan....."


"Seret wanita ini keluar, dan mulai detik ini kalian ingat baik-baik wanita ini dan mamaku nyonya Belleza Morelli tidak diijinkan memasuki semua perusahaan Saputra Interprise, jika mereka masih nekat dan membuat keributan segera panggil Komandan Hamid Arfarid...kalian mengerti?" ujar Julian tegas


"Lepaskaaan....Juliaaan akan aku adukan ke mama penghinaan ini!!"


"Adukan saja, bukankah mama ingin cucu diperutmu untuk mengurus perusahaan Morelli? bukankah sudah terwujud....jadi tugasku sebagai anaknya selesai sampai disini" jawab Julian dengan tenang dan kemudian kembali fokus ke komputer untuk menyelesaikan tugasnya tanpa menghiraukan teriakan Hana.


Sepeninggal Hana masuklah Edi sambil membawa berkas-berkas dan meletakkan didepan Julian


"Tuan ini data yang anda minta, menurut saya supplier terbaik untuk nyonya adalah perusahaan Jackson's Inc, tetapi sangat susah mengajak kerjasama karena pemilik perusahaan ini misterius tuan, tidak pernah tampil secara publik" terang Edi


Julian membaca berkas dari Edi secara teliti, lalu segera mencari info tentang Jackson Inc


"Tuan....bolehkah saya bicara?"


"Ngomong aja....gaya kamu pake ijin segala" jawab Julian sambil tetap berkutat di komputer


"Saya khawatir dengan tindakan anda bakalan menyulut nyai grandong dan si nenek lampir untuk melakukan tindakan yang akan menyerang nyonya muda....dulu saja saat anda menjadi orang penurut mereka berani berusaha membunuh nyonya"


"Nyai ??? nenek? maksud kamu Hana dan mama?"


"Ii-iiya tuan....maaf"


"Hahaha.......julukan yang pas Ed, mengenai Netta jangan khawatir sudah aku kirim bodyguard dan pengawal bayangan yang selalu mengikutinya, ooo ya kamu sudah menemukan bukti keterlibatan Hana dalam kecelakaan Netta?"


"Sedikit lagi tuan....dan saya baru mencari bukti bahwa Nyai Grandong tidak hamil dengan anda"


"Menurutmu itu bukan bayiku Ed?"


"Iya tuaan saya yakin itu bukan bayi anda meski saya tahu bahwa si Nyai G itu cinta mati terhadap anda"


"Miris yaah Ed .... coba saja Netta yang seperti itu, apakah kali ini aku bisa membuatnya mencintaiku dibandingkan Si mata sipit Ed?"


"Mata sipit? maksudnya tuan Christian?"


"Siapa lagi coba pebinor yang selalu mengusik rumah tanggaku"


"Menurut saya dari dulu nyonya muda tidak pernah mencintai tuan Christian, mata nyonya tidak bisa menipu....nyonya hanya merasa aman dan membutuhkan bahu buat dia berlindung....dan hanya tuan Christian lah yang selalu disisinya sedangkan anda tidak pernah ada....maaf tuan, saya lancang" ujar Edi sambil menunduk


"Iya....aku salah dan bodoh, terlalu menuntut Netta untuk bersikap hangat, padahal dia bersikap dingin karena untuk bertahan di dalam dunia bisnis ini, terlebih dia mendapat rong-rongan dari keluarganya sendiri dan ulah mama"


"Saat ini jangan cuman menyesal tuan, tetapi berubah dan ambil hati nyonya, pertahankan pernikahan anda kali ini"


"Masak Julian Saputra yang paling ganteng sejagat raya ini kalah dengan si mata sipit" ujar Edi


Plaaaak.....


"Lebay kamuuu Ed" ucap Julian sambil memukul bahu Edi keras membuat Edi meringis


"Tuaaan, apakah pernah terlintas didalam pikiran anda bahwa sebelum nyonya kecelakaan, nyonya sakit hati melihat anda dan Nyai G sedang bermesraan dikantor sehingga nyonya yang biasanya tenang dan tidak peenah mengebut sampai mengendarai mobil yang sudah dirusak dengan kecepatan tinggi?"


Julian yang mendengar ucapan Ed langsung terdiam dan berusaha mencernanya


"Jadi kalau begitu Netta mempunyai perasaan terhadapku?"gumam Julian mulai terbit senyum di bibirnya


"Kemungkinan iya, meski hanya pernikahan kontrak tetapi nyonya tetap menjalankan tugas sebagai istri anda dengan baik, selama anda menikah anda lebih teratur dalam makan padahal sebelumnya sering sakit maag...betul tidak omongan saya?"


"Iyaa Ed.....terimakasih ya Ed, kamu memang asisten terbaikku" puji Julian


"Jangan cuman memuji tuan tapi dikasih bonus kek...gajinya naik kek"


"Heeeh Bambank gajimu plus bonus dari aku memang kurang selama ini?" ucap Julian dengan mata melotot


"Hehe....becanda tuan" jawab Edi cengengesan lalu segera kabur sebelum terkena semburan naga dari bosnya.


"Semoga perkiraan Edi Kewer tadi benar" ujar Julian dengan senyum terus mengembang di bibirnya (dasar bos dan asistennya sama...maksudnya sama-sama minim akhlak gimana tidak coba hobi banget kasih nama seenak jidatnya * author POV sambil geleng-geleng)


Drrrt.... drrrtttt....


Belum sempat Julian ngomong, tiba-tiba terdengar teriakan nyempreng yang membuat Julian menjauhkan teleponnya dari telinganya


"Oooooommmmm!!!!!!huwaaa!!"


...***...


...TBC...


...Apa yang terjadi sama Arnetta yah?😳😮😮😮...