
Flashback On
"J.....loe kagak kenapa-kenapakan?" tanya Edi khawatir menatap sahabat sekaligus bosnya sepeninggal pengacaranya Arnetta terlihat kacau dan kosong.
"Udah tahu bakalan kacau gini, elo tetep tanda tangan.....katanya mau mempertahankan sampai titik darah penghabisan" monolog Edi.
"Dia nggak pernah bahagia bersamaku baik sebelum kecelakaan maupun setelahnya, benar kata mama aku ini anak yang membuat orang disekitarnya tidak bahagia, kotor dan brengsek"
"Loe yakin itu Netta sendiri yang bilang?"
"Gue kagak buta dan kagak budeg dodol" umpat Julian.
"Elo nggak seburuk itu J....liatlah perusahaan ini makin hari makin besar, semua pegawe loe loyal meskipun loe itu aneh another level tapi loe orang baik" ujar Edi berusaha menghibur Julian.
"Dasar Edi Gudel loe niat menghibur ato menghina sich....udah loe pulang aja, gue mau dikantor nyelesain masalah ini" usir Julian dengan nada sewot.
"Gue temenin loe, gue khawatir loe ngapa-ngapain...ato loe telepon si Ferguso ajah untuk nyariin cewek, loekan sejak nikah kagak pernah tersalur ntuh" ujar Edi sompral.
Pletaaaak......
"Loe mau gue kirim ke Afrika buat bermain dengan tarzan haah!!!! sekarang tubuh gue kagak bakalan boleh disentuh cewek-cewek selain istri gue"
"Maantaaan istri maksud loe?!!" ralat Edi dengan watados sambil mengusap kepalanya yang di jitak sama Julian.
"Pergiiii sanaaaa!!!! gue makin pusing liat loe!!!" bentak Julian emosi.
"Iyeee...iyeee gue pergi, tapi J dengerin gue baik-baik----"
"Kagak ada hukumnya yang melarang mantan suami ngejar-ngejar mantan bininya....dan loe tahu katanya lebih seru dan mendebarkan daripada dulu waktu pacaran" ujar Edi sok wise.
"Kate sapa loe sok tahu banget, boro-boro bini pacar aja loe kagak punya juga" ejek Julian.
Dasar bos lucnut....gimana gue dapat pacar, tiap hari kerjanya 24jam aja kurang diiih.
"Hina teruuuuus, meski belum praktek tapi teori tentang hidup berpasangan gue dah hapal diluar kepala, percaya deeeh ama ucapan gue" ujar Edi sewot lalu meninggalkan ruang kantor Julian.
Sepeninggal Edi, Julian segera menuangkan anggur ke gelasnya lalu menatap kosong ke luar jendela.
Tiba-tiba.......
Dreeeet.....dreeeet terdengar getaran dari hpnya Julian
"Hmmm....." ujar Julian saat menjawab teleponnya.
"Awasi saja....selama Netta bahagia" ujar Julian lirih lalu menutup teleponnya dan mengacak-acak rambutnya.
"Aaargh.....kenapa aku gak bisa melepas mu Net!!" erang Julian.
"Baiklah J kita ke tempat Netta terakhir kali .....semoga ucapan Edi Gudel beneran----awas aja kalo salah, gue sunat rudal mini nya!!" monolog Julian lalu segera meninggalkan ruang kantornya.
"Hatttchuuuu.....!!"
"Dingin kagak kenapa gue bersin??!!!"tanya Edi dengan terheran sambil tetap menyopir mobilnya untuk pulang.
Flashback off
Ceklek.....
Julian dengan perlahan membuka pintu kamar Arnetta, matanya secara melihat sekitar untuk mencari Netta.
Tetapi betapa terkejutnya Julian melihat apartemen yang rapi kali ini berantakan, kursi pada terjatuh, beberapa hiasan terjatuh, bantal-bantal kursi tergeletak di lantai, saat Julian ke ruang makan tampak gelas pecah dan tempat minum juga pecah.
"Netttt.....loe dimana?" teriak Julian panik sambil mencari Arnetta.
Julian segera masuk ke kamar Arnetta yang keadaannya tidak kalah berantakannya, tetapi Arnetta tidak ada dikasur, dan terdengar isakan tangis secara pelan.
"Nett....kamukan yang menangis?" ujar Julian lirih sambil merinding karena berpikir yang nggak-nggak (dasar om bule penakut๐ *author POV
Julian melihat Arnetta duduk dilantai sambil memeluk kedua kakinya dengan wajah yang dia sembunyikan diantara kedua kakinya sambil menangis terisak.
Sambil berjongkok disamping Netta, Julian menyentuh bahu Arnetta "Nett.....kamu kenapa? kamu mimpi buruk lagi? kenapa seluruh kamarmu berantakan hmm?" tanya Julian.
Arnetta yang mendengar namanya disebut langsung mendongakkan kepalanya.
"Om......" ujarnya lirih.
Julian yang melihat Arnetta dengan rambut berantakan, wajah sembab, mata bengkak habis nangis plus blepotan eyes shadow memandang dirinya membuat hatinya merasa sakit dan segera memeluknya.
"Bermimpi buruk lagi ya?jangan takut...itu hanya mimpi nggak akan menyakitimu" ujar Julian sambil mengusap punggung Arnetta.
Buuugh....buuugh......plaaaak....plaaaaak.....
"Aduuuduuuuuh.....sakit Net, aku salah apaaa??!!!!!" tanya Julian dengan wajah memelas sambil menahan tangan mungil Arnetta yang menghujami tubuhnya dengan pukulan dan tendangan.
"Ooom jahat!!!!.....mana janjinya yang mau mempertahankan pernikahan kita mulai dari awal!!! "
"Eeeh maksudnya gimana?" tanya Julian makin bingung
"Dasar pembohong!!!! gak usah sok bego kamu om!!! katanya cinta sama Arnetta!!! dasar playboy cap durian runtuh!!" pekik Arnetta sambil tetap menendangi Julian.
"Nett durian runtuh itu mah desanya Upin Ipin" ujar Julian meskipun kesusahan megangin tubuh Arnetta yang sedari tadi memberontak dengan kuat. (ealaaah dasar Julian bule gemblung, istrinya ngamuk sempat-sempatnya bercanda loo๐* author POV)
"Dasar om buluuk....Netta serius inih!!!!! " pekik Arnetta sambil memukul Julian makin keras.
Jadi sesuka kamu aja dech Nett asal loe bahagia dech. Julian makin lama makin merasakan kewalahan menahan pukulan bini barbarnya, sampai dirinya meringis.
Busyeeeet bini gue kalo ngamuk ngeri banget yaah ----- ini mah KDRT namanya hicksss sakit semua badanku yang gagah, perkasa dan tampan sempurna ini...untung sayang, eeeh tapiii kenapa mulut bini gue bau alkohol.
"Kamu minum alkohol Nett?!!!! Mabok kamu??!!" pekik Julian.
"Iya...memang salah siapa sampai Netta mabok...hah??hah??!!" ujar Arnetta ngegas.
Otak jenius Julian tiba-tiba nggak bisa loading sehingga masih belum paham Arnetta marah, meski sempat terbersit apakah mungkin Netta marah karena perceraian mereka? tetapi segera ditepisnya karena nggak mungkin Netta seperti itu, bukankah dia yang minta cerai.
"Nett....sekarang diam dulu dan jelaskan baik-baik, aku gak paham kenapa kamu marah-marah sama aku? kalo aku salah tolong kasih tau hmm....jangan mabuk-mabuk dan ngamuk-ngamuk gini" ujar Julian sambil memegang kedua bahu Arnetta dan mengusap air mata di pipi Arnetta.
"Kenapa nyerain Netta huwaaaaaa!!!!!! om udah punya cewek kaya tante dong-dong lagi ya?!!" ujar Arnetta sambil teriak.
"Yaaa ampuuun Nett....Demi Tuhan nggak ada cewek lain selain kamu Nett!!" ujar Julian tegas....
'Punya bini satu saja dah puyeng kok ya aneh-aneh cari cewek lain' batin Julian.
"Lagipula bukankah kamu yang minta cerai ya Nett dan kamu nggak bahagia hidup bersamaku" jawab Julian dengan muka memelas.
Arnetta menatap Julian sambil mengusap air mata dan ingusnya (euuuy Nett cantik-cantik kok ya jorok ๐ฃ๐ * author POV)
"Siapa yang bilang ke om sich?" tanya Arnetta dengan suara serak dan keningnya berkerut.
Julian segera duduk dilantai diikuti Arnetta yang masih menatap Julian menunggu jawaban dari Julian.
Sambil menghela nafas Julian menceritakan apa yang dia dengar pagi tadi dengan muka sedih menatap Arnetta.
"Dasaaar om.....om....makanya kalau nyuri denger yang lengkap bukan setengah-setengah" omel Arnetta sambil mukul lengan Julian.
Julian sambil mengusap-usap tangannya hanya bisa meringis.
"Gini loo ceritanya......." Arnetta segera bercerita panjang lebar kepada Julian yang hanya bisa menggaruk tengkuknya yang gak gatal.
"Yaaah aku salah ya Nett?!! la gimana ini berkasnya sudah mau di sahkan pengadilan" tanya Julian kebingungan.
1...2...3.... tiba-tiba senyum lebar menghiasi wajah tampan Julian lalu segera memeluk dan menciumi seluruh muka dan bibir Arnetta.
Arnetta yang mendapatkan serangan mendadak dari Julian auto ngeblank.
Melihat ekspresi Arnetta yang kebingungan membuat Julian gemes dan memeluk istrinya.
"Terima kasih Tuhan akhirrrnyaaa yeaay!!!" teriak Julian dengan heboh dan lebay.
' Waduuuh ini si om kenapa yah? apa tadi pukulanku terlalu keras yah? ' batin Arnetta.
"Om ....cerai kok malah seneng sich!! om masih waraskan?"
"Netta sayang, terimakasih akhirnya mau mencintaiku....meskipun kita cerai kitakan malah bisa mulai dari awal yaitu kita pacaran dulu gitu---" cerocos Julian sambil meluk-meluk Arnetta.
"Pacaran?" beo Arnetta.
"Netta belum pernah pacaran....nanti kalo kita pacaran kita bisa nonton bareng, makan popcorn bareng dan jalan-jalan ke tempat romantis?" tanya Arnetta polos membuat Julian tersenyum lebar.
"Iyaaa....apapun yang kamu mau kita lakukan" jawab Julian sambil mengusap dan merapikan rambut Arnetta.
"Horeee Netta mau....mau....jadi mulai malam ini om officially pacar Nettakan?" tanya Arnetta dengan mata berbinar-binar.
"Iyess .....i'm yours" jawab Julian.
"Tapi Nett ....kamu mandi dan gosok gigi dulu gih mulut dan tubuhmu bau alkohol dan tadi kamu pasti muntah"
"Oooo iyaah.....eeeh tadi perasaan aku muntahin orang dech om---- tapi Netta lupa siapa yah yang bawa Netta mabuk sampe ke sini"
"Hehehe paling dr Richie....khan yang satu apartemen sama kamu"
"Si Bambank tadi kelihatannya bawa Chris yang juga mabuk dech om" jawab Arnetta sambil didorong-dorong Julian masuk kamar mandi.
"Christian mabuk? gak salah? malaikat gitu bisa mabuk?....waaah si Richie bawa pengaruh buruk buat kalian" gumam Julian terheran.
.
Di waktu yang sama tetapi ditempat berbeda tampak seorang pria berpenampilan berantakan dimana bajunya terkena nida yang sangat bau membuat bawahan setianya berujar
"Tuan muda baik-baik saja?"
"Iya....baik-baik saja, aku mau mandi dan tidur, badanku sakit semua, gak ngira gadis kecilku kalo baru mabuk dan mengamuk seperti kucing liar" jawab Lucas.
"Meskipun begitu bikin aku semakin ingin segera memilikinya, pasti sangat menyenangkan bila bermain liar bersamanya" ujar Lucas dengan menyeringai dan segera masuk ke kamar mandi.
"Selera tuan muda itu aneh.....tapi calon nyonya muda kita gak kalah mengerikan sama Tuan muda ya Gib" bisik Martin kepada Gibran tangan kanan Lucas.
"Kalo gak gitu tuan kita gak bakal tertarik dan bucin kek gitu Tin"
"Iyaa yaa....tapi bucinnya tuan muda itu bikin gue merinding disco Gib....bucin-bucin sueeedeeep gitu, apa Nona Netta mau ya?" ujar Martin dengan logat kental.
"Istilah loe Tin.....Tin, kadang gue sering pusing sama gaya bahasamu, muka aja kaya ada blasterannya tapi logat ngomongmu gak hilang meski dah pake loe gue, tapi masih pake logat kebumen" ujar Gibran lalu menarik tangan Martin keluar kamar Lucas, takut tuan mereka tau mereka sedang gibah.
...***...
...TBC...