The Girl Inside Me

The Girl Inside Me
Episode 19 Suicide



Didalam mobil Arnetta tidak bisa menghilangkan bayangan Julian saat mereka berciuman, antara malu, kesal dan marah Arnetta mengacak-acak rambutnya sambil menggumam tidak jelas membuat Windy dan pak Hassan saling pandang kebingungan melihat nyonya mudanya bertingkah aneh.


"Nyonya perlukah kita ke dokter?" tanya Windy khawatir.


"Haaah?!!....siapa yang sakit?" tanya Arnetta kebingungan


"Anda." jawab Windy dan Hassan bersamaan.


"Aku???.....aku nggak sakit kok mbak"


"Beneran Nyonya? karena dari tadi wajah anda memerah, bibir juga membengkak, dari tadi anda menggelengkan kepala dan mengacak-acak rambut anda, apakah kepala anda terasa sangat sakit?" tanya Windy


"Eeeh.....nggak....nggak kok kak, haizzzz ini gara-gara si om mesum mbak....ngajarin anak kecil yang nggak-nggak" omel Arnetta membuat Windy dan Hassan meringis mendengar Nyonya muda mereka yang sekarang ini lebih terbuka dan lebih ekspresionis beda dengan Arnetta dulu selalu diam dengan wajah datar.


...🎶Seluruh kota merupakan tempat bermain yang asyik...


...Oh senangnya aku senang sekali...


...Kalau begini akupun jadi sibuk...


...Berusaha mengejar-ngejar dia...


...Matahari menyinari semua perasaan cinta...


...Tapi mengapa hanya aku yang dimarahi🎶...


Tiba-tiba terdengar lagu Sinchan kesukaan Arnetta dari Handphonenya Arnetta.


"Hallo...ada apa Chris?"


"Haaaah!!!! oke...oke aku langsung kesana" ujar Arnetta lalu menutup handphone nya


"Mbak Wen kita langsung ke Sinaga Corp, katanya ada masalah di sana."


"Baik nyonya...." jawab Wendy


Setelah beberapa saat akhirnya mereka sampe di gedung Sinaga Corp, Arnetta sudah disambut oleh Michael asistennya dan dr Sieni


"Nyonya muda maafkan saya tidak becus menangani masalah ini, tetapi nona Nania Husein kondisi wajahnya tidak bisa kita terima sebagai pasien kita karena sangat beresiko untuk perusahaan kita" ujar dr Sieni.


Arnetta memandang dr Sieni dengan tatapan tajam


"Bukankah tugas kita sebagai dokter mengobati pasien dok? apa anda lupa dengan sumpah anda sebagai dokter?" tanya Arnetta ketus sambil jalan sambil membaca rekam medis artis tersebut, membuat dr Sieni susah menelan ludahnya karena aura yang dikeluarkan Arnetta sangat mengintimidasinya sangat terasa.


"Sekarang dia dimana Mike?" tanya Arnetta


"Di rooftop nyonya, ayo nyonya buruan sebelum dia loncat" tarik Mike sambil berlari menuju lift khusus untuk langsung menuju rooftop, dan selama di lift Arnetta membaca informasi yang sudah dikumpulkan Mike beserta riwayat kondisi kesehatannya.


Tiiing.....


Akhirnya lift yang ditumpangi Arnetta sampai juga di puncak tertinggi dari Sinaga Corp. perusahaan kecantikan yang merupakan usaha yang diwariskan ke Arnetta.


"Kalian disini saja,biarkan aku sendiri yang kesana" seru Arnetta tegas


"Tapi nyonya....!!" ujar Mike


Belum selesai Mike bicara, Mike sudah mendapatkan pelototan mata dari Arnetta yang membuatnya urung mencegah nyonya mudanya, karena Arnetta yang sekarang ini meskipun lebih ramah dibandingkan Arnetta yang dulu tetapi aura yang dikeluarkan Arnetta jika keputusannya dibantah membuatnya bergidik ketakutan.


Arnetta segera melepaskan peep toe heels shoesnya



Lalu dengan langkah mantapnya segera ikut naik dan duduk disamping artis Nania. Kedatangan Arnetta yang tidak bersuara dan tiba-tiba sudah duduk disampingnya ditepi rooftop.


"Aaa-apa yang kamu lakukan disini?" tanya Nania sambil menatap Arnetta insecure karena kecantikan seorang Arnetta Sinaga memang tidak diragukan lagi.



"Ternyata lantai 40 ini tinggi banget yah!" ujar Arnetta dengan wajah datar nya membuat Nania mengkerutkan dahinya sambil menatap heran dan masih diliputi pertanyaan dan menduga paling dia akan dibujuk untuk membatalkan aksi bunuh dirinya.


" Selain sel dan pembuluh darah, jatuh dari ketinggian juga dapat memutuskan aorta atau pembuluh darah terbesar yang memompa darah dari jantung. Setelah aorta putus, jantung masih dapat terus berdetak dan mendistribusikan darah ke rongga tubuh, Setelah pembuluh darah pecah dan jantung terus memompa darah, hasilnya tubuh justru akan mengalami pendarahan internal. Selain itu, posisi jatuh yang buruk dan pendarahan yang terjadi di seluruh tubuh dapat memicu masuknya darah ke dalam otak."


"Saat pembuluh darah pecah dan kamu mengalami kerusakan otak, maka pada saat itu pula terbuka peluang masuknya darah ke dalam otak, bahkan bagian kepala akibat benturan yang keras saat jatuh pun dapat menghasilkan darah dan membuatnya terkumpul dalam otak. Akibatnya, otak akan mengalami kelumpuhan fungsi dan saat proses itu terjadi kamu merasakan kesakitan itu semua secara perlahan baru dech mati itu kalau kamu beruntung jika tidak maka kamu akan hidup merasakan kesakitan seumur hidup kamu " jelas Arnetta panjang lebar dengan ekspresi datar membuat Nania bergidik ketakutan meski tidak paham semuanya tetapi Nania tahu bahwa itu sangat mengerikan.


Mike dan dr Sienni hanya bisa menepuk jidat mereka, karena Arnetta bukannya membujuk dengan lembut malah menjelaskan secara mendetail.


"Apakah kamu masih mau terjun bebas? semua sudah kujelaskan loo apa yang akan kamu rasakan, jadi jangan menyalahkan aku...lagipula lihatlah dibawah banyak wartawan, saat kamu buum dibawah yang dipajang dimana-mana wajahmu yang hancur menatap aspal, memangnya kamu mau dikenang dengan wajah gitu saat kamu mati?" jawab Arnetta enteng.


"Buat apa aku hidup, wajahku sudah rusak, semua kontrak dibatalkan, karir yang sudah aku bangun sudah hancur....kamu enak, anak orang kaya, punya perusahaan besar, wajah cantik dan punya suami tampan dan kaya" keluh Nania putus asa.


"Hahaha.....perusahaan besar, tanggung jawab yang aku tanggung sangat besar, belum banyak orang berusaha menjatuhkan dan membunuhku, punya suami tampan dan kaya kamu pikir enak? beuuuh banyak pelakor yang selalu berusaha merebut suamimu....kamu mau hidup di posisiku?" ujar Arnetta dengan nada miris.


"Mengenai wajahmu aku lihat hasil pemeriksaanmu bahwa kamu mengalami Dermatitis kontak iritan(Terjadi ketika bahan kosmetik mengiritasi kulit Anda. Iritasi kulit dapat timbul dalam beberapa menit, berhari-hari, atau berminggu-minggu setelah penggunaan kosmetik.)" ujar Arnetta.


"Kenapa juga kamu merasa putus asa, meski aku belum mengenalmu tetapi aku tahu bahwa kamu menyumbangkan pendapatanmu untuk beberapa panti asuhan, dan banyak anak-anak panti sangat mengidolakanmu dan menyayangimu, selain itu novel buatanmu banyak disukai, kalaupun tidak mendapat kontrak kamu masih hidup dari menulis novel ....lagipula untuk apa mendapatkan kontrak dari perusahaan yang menyebabkan kulitmu rusak seperti ini" ujar Arnetta membuat Nania terbungkam.


"Darimana kamu mendapatkan info ini nyonya?"


"Tidak usah peduliin darimana aku mendapatkan info ini, yang penting sekarang ini kamu yakin masih mau mainan terjun bebas?"


"Lalu bagaimana wajahku ini Nyonya?"


"Jika aku memberikan saran, apakah kamu mau menerima saranku?"


"Apa saran dari anda?" tanya Nania dengan wajah penasaran


"Berhenti memakai semua make up yang kamu pakai, aku mau mencoba mengobati kulitmu...meski tidak bisa mengembalikan seperti sedia kala, tetapi aku akan mencoba menyehatkan kulitmu" ujar Arnetta tegas


"Kalau aku tidak memakai make up wajah rusakku semakin terlihat" bantah Nania


"Pilihan di tanganmu, mau sembuh atau mau semakin rusak.....ooo ya kalau mau bunuh diri jangan di gedungku doong, nanti bikin usahaku hokinya jelek" ujar Arnetta cuek langsung meloncat menjauh dari tembok pinggir rooftop membuat Nania, Mike dan dr Sienni menganga dan memandang Arnetta nggak percaya.


"Nyonyaaa....tunggu!!" teriak Nania yang ikutan meloncat menyusul Arnetta turun dari pinggiran rooftop.


Melihat Nania yang mengurungkan niatnya untuk bunuh diri membuat sudut bibirnya tertarik keatas sedikit, kemudian membalikkan badan menghadap Nania


"Baik nyonya, saya ingin sembuh....tapi benarkah anda bisa menyembuhkan saya? karena dokter itu bilang kulit saya rusak parah dan segala obat tidak bisa memperbaikinya" ujar Nania sambil menunjukkan jarinya ke arah dr Sienni membuat Arnetta menatap dr Sienni dengan aura intimidasi kuat membuat dr Sienni hanya menunduk ketakutan.


"Saya sendiri yang akan membantu pengobatan anda, dengan ramuan yang saya formulakan khusus untuk kulit anda, sesuai janji saya tadi bahwa saya akan menyembuhkan kulit anda menjadi sehat bukan mengembalikan kulit anda 100% seperti dulu lagi....bagaimana anda percaya dengan saya?"


"Iya saya percaya kepada anda dr Sinaga, tetapi apakah pengobatan ini mahal? saya hanya memiliki sisa uang segini dok? apakah cukup?" tanya Nania dengan malu menyerahkan buku tabungannya ke Arnetta


"Simpan kembali uang anda nona, bukankah anda baru kehilangan semua pekerjaan anda....pakailah untuk kehidupan anda sambil menunggu selama perawatan, tetapi ketika kulit anda sembuh anda harus mau menjadi brand ambassador untuk perawatan kulit hasil formula baru ini, deal?" tanya Arnetta sambil mengulurkan tangannya ke arah Nania yang masih menatap Arnetta tidak percaya.


"Aaa-apakah anda serius dokter? atau saya salah dengar?" tanya Nania dengan suara bergetar


"Apakah aku terlihat bercanda nona?" tanya Arnetta sambil melipat tangannya di dada sambil menaikkan salah satu alisnya.


Gleeg.....'ya ampun nyonya muda Sinaga ini meskipun cantiknya kebangetan, tetapi kenapa auranya membuat orang ngeri yah' batin Nania sambil menatap Arnetta ngeri.


"Gimana deal nggak? kalo tidak ya nggak papa sich...."


Belum selesai Arnetta bicara langsung disela Nania " Deal dok.....deal, terima kasih ya dok, ehmm....tapi ini nanti saya pulangnya bagaimana ya? dibawah banyak wartawan" ujar Nania dengan muka bingung sambil meringis dan mengulurkan tangannya.


"Makannya mikir dulu jangan asal nekat ambil jalan pintas bunuh diri, bukannya masalah jadi selesai malah makin runyem masuk neraka pula" omel Arnetta lalu menyuruh Mike menyiapkan tempat untuk Nania sehingga bisa mulai perawatan darinya.


Saat Arnetta sibuk memberi pengarahan kepada Mike dan dr Sienni tiba-tiba terdengar suara bariton lantang


"Arnetta Sinagaaaaa!!!!!"


Mendengar teriakan tersebut spontan Arnetta membalikkan badannya dengan terkejut.


'Matiiii akuuu!!!! alamat aku mendapat ceramah panjang kali lebar' batin Arnetta sambil tersenyum polos eh maksudnya dipolos-polosin.


...***...


...TBC...