
Julian hanya terduduk dilantai di selasar rs sambil memeluk kedua kaki yang dia lipat, tiba-tiba bahunya disentuh lembut
"Apa yang terjadi dengan Netta?" tanya Rudi
Julian segera menjelaskan semua kejadian yang dialami Netta
"Paa...dia sama sekali tidak mengingatku" ujar Julian sedih
Sambil menghela nafas Rudi mengusap bahu putra tunggalnya
"Berpikirlah positif mungkin ini adalah cara Tuhan untuk menyelamatkan perkawinan kalian"
"Sekarang rubahlah dan perbaiki sikapmu, jangan kamu sakiti Netta, kasihan Netta hidupnya sudah berat selama ini"
"Cintailah dan buatlah kali ini mencintaimu, dan binalah rumah tangga kalian dari nol, dengan sifat Netta saat 15tahun akan lebih mudah dirimu membuatnya mencintaimu" ujar Rudi
"Pikirkan ucapan papa, hilangkan semua celah untuk pelakor masuk dan menyakiti istrimu, Netta meski kelihatannya saja tangguh dan kuat, tetapi aslinya dia lemah sudah terbukti kecelakaan kemarin"
"Iya pa...kali ini Julian berjanji akan menghancurkan semua orang yang ingin menyakiti Netta, Julian baru sadar bahwa Ju gak bisa hidup tanpa Netta" ujar Julian tegas
"Bagus boy, jangan sampai rumah tanggamu hancur seperti papa....dan kali ini lindungilah Netta dari mamamu, wanita licik itu selalu ingin mencelakai Netta." ujar Rudi mengingatkan putranya
"Iya pa...kali ini Ju akan lebih percaya Netta dibandingkan mama"
"Ayo kita ke ruang Netta, isilah memori Netta yang baru ini dengan kebahagiaan oke boy!!
"Oke pah..."
Julian dan Rudi berjalan menuju ruang Netta dengan memeluk Julian untuk menguatkan
Ceklek......pintu kamar terbuka, Rudi dan Julian langsung masuk disambut muka cemberut Netta
"Ooom...lama banget sich!!!!" omel Netta dengan muka cemberut membuat Julian tersenyum lalu mencium kening istrinya lembut
"Maaf tadi dokternya lama njelasinnya"
"Iiiiih....dasar pedofil!!! jangan cium Netta kenapa!!" omel Netta sambil mengusap keningnya lalu memukul lengan Julian
"Sayang usiamu sudah 25, suamimu bukan pedofil" rajuk Julian
"Sayang masih ingat om Rudi?"
"Waaaa....om kok makin ganteng, gak tambah tua loo" ujar Arnetta dengan mata berbinar-binar
"Hahaha...papa Netta....sekarang aku papamu" ucap Rudi sambil memeluk erat Netta
"Terimakasih ya sayang, kamu kembali sehat tidak meninggalkan putra bule papa ini" ucap Rudi dengan mata berkaca-kaca
"Paa....beneran ya Netta jadi nikah sama putra papa yang bule itu?" tanya Netta untuk memastikan perkataan Julian
"Benar sayang sudah dua tahun pula" jawab Rudi yang geli melihat wajah Netta yang menatap curiga Julian
"Tuch kan aku ndak boong sayang" ucap Julian
"Tapi papa kenapa kak Jul jadi tua?" tanya Netta polos
" Sayang aku baru 30 loo, belum tua muka ganteng loo ini" ucap Julian merajuk
"Paa....lihat putra papa udah tua masih manja...izz.izzz..izz..." ejek Netta
"Manja sama istri sendiri yang"
"Iyaalaah...oom Netta lapeeer pizza doong" rengek Netta
"Bentar Kakak tanya dokter dulu ya, sudah boleh belum"
"Ooom gak usah tanyalah, Netta sudah laper ini"
"Sayang kamukan habis koma, tidak boleh asal makan yah" ucap Rudi menasehati Netta yang cemberut sambil menunggu Julian yang menelpon dokter yang merawat Arnetta
Setelah selesai menelpon, Julian mendekati Arnetta
"Sayang selama dua hari makan bubur dulu ya, supaya ususnya tidak kaget dan nantinya sakit perut" terang Julian sambil mengusap kepala Arnetta sayang
"Netta pingin pizza om...gak mau bubur, apalagi bubur rumah sakit...euuuyy" ucap Netta yang kembali menjadi anak manja
"Kakak beliin bubur ayam enak ya sayang, gak usah bubur rs dech"bujuk Julian
"Iya dech om, tapi yang cepat yaah" ujar Netta
Lalu Julian memesankan lewat online, membuat Netta bingung
"Ooom...ayo buruan pergi kok malah duduk"
"Apa tuch om?" tanya Arnetta bingung
Dengan sabar Julian menjelaskan kepada Arnetta, melihat putra tunggalnya terlihat sabar dan benar-benar berubah membuat Rudi sangat bahagia
"Net..papa pulang dulu yah, jangan bandel nurut sama dokter nanti setelah boleh pulang papa belikan pizza, burger dan es krim kesukaan Netta" ucap Rudi sambil mengusap kepala Netta, dan Netta meraih tangan Rudi dan mencium tangan Rudi dengan hormat
Tak beberapa Rudi pergi, pesanan bubur Netta sudah sampai
"Waaaa.. sekarang canggih ya om, bisa pesan lewat hp...black berry sekarang sudah gak ada donk ya om?"
"Sekarang pakai android sayang, nanti kakak gantiin hp kamu yang rusak waktu kecelakaan kemarin yah"
"Yeaaay ... eh btw om itu ada gamenya juga?"
"Adalah coba kamu cek playstore kamu donlot dech game yang kamu suka" terang Julian sambil mengasih hpnya ke Netta
"Netta makan dulu dech, nanti baru main"
"Oom ini buburnya banyak banget looh, Netta gak bakalan habis"
"Ntar kalo gak habis, kakak makan....udah dimakan dulu"
"Jangan om, kata mama seorang istri gak boleh nyisain makanan buat suaminya....Pamali om!!" ucap Netta
"Netta sudah mau mengakui kakak suamimu?"
"Yaah meski sebenarnya belum mau nikah apalagi sama om-om bule kaya om, tapi karena kenyataan Netta istri om...ya udah Netta akan berusaha jadi istri om" ucap Netta tulus membuat Julian berkaca-kaca
"Makasih ya sayang" ucap Julian sambil meluk erat istrinya dengan menangis
"Yaaaelaaah oooom....ingeeet badanmu segede godzilla, badan Netta masih kecil masih 15 tahun ooom" ucap Netta terbatas karena badannya tergencet dalam pelukan Julian
"Hehehe maaf lupa....Net 25 Neet bukan 15 dan aku 30 jadi panggil kakak kenapa"
"Gak mauu om " ucap Netta songong
Akhirnya mereka berdua makan berdua bergantian, padahal Julian pembenci bubur ayam, tetapi saat ini bubur ayam terasa makanan terlezat yang dia makan, wajah Julian tidak berhenti tersenyum lebar
"Om pinjam cermin donk, Netta ingin lihat seluruh badan"
"Eeeh...seluruh badan?!!" ujar Julian yang tiba-tiba pikirannya berkelana kearah yang enggak-enggak
Melihat muka Julian yang tiba-tiba memerah sampai ke telinganya membuat otak cerdas Netta langsung paham kemana arah pikiran Julian
"Dasaaaaar om-om mesum.....Netta ingin lihat perubahan tambah tinggi ndak, tambah gemuk ndak? bukannya sampe lepas baju" ucap Netta emosi sambil mukul bahunya Julian
"Buseeet sakiit Net.....beneran kamu ini diusia 15tahun, kemaren-kemarin gak pernah mukulin aku" ucap Julian sambil mengusap bahunya yang terasa ngilu mendapatkan pukulan Netta
"Sini aku bantuin lihat di cermin rumah sakit" ucap Julian sambil memapah tubuh Arnetta ke arah dekat pintu kamar yang berupa kaca cermin besar
"Ooom...itu Netta? beneran Netta?Netta tidak oplaskan?" cerocos Arnetta yang shock melihat wajahnya menjadi sangat cantik meskipun tidak bermake-up
"Kamu memang cantik sayang, dan tidak pernah oplas karena kamu adalah brand ambassador usaha butik mamamu, dan perusahaan kecantikan ayahmu" jelas Julian sambil tersenyum
"Lihaaat oom...pipi chubby aku hilang, udah gitu lihat kakiku yang segede ketela sekarang jadi bagus banget" ucap Netta heboh membuat Julian geli dan langsung mencubit hidung Netta
"Sakiit oom" omel Netta
"Oom kaki Netta apakah akan menjadi cacat?" tanya Netta karena tidak kuat berdiri dan berjalan
"Ndak sayang kamu hanya perlu fisioterapi rajin maka bisa berjalan lagi kan kemarin kamu tidur terusan, kemarin yang terluka hanya di kepala dan lecet-lecet semua badanmu saja, tidak ada yang patah kok" jelas Julian
"Pfiuuh...syukurlah om" ucap Netta menghela nafas
Setelah puas Netta kembali dipapah ke ranjang lagi untuk tiduran
"Om...papa dan mama sudah tahu kalau Netta sudah sadar?" tanya Netta
Deeg.......
...***...
...TBC...
...Selamat pagi.......
...Terimakasih ya sudah berkenan membaca novel aku, GBU all & Saranghaeππππππ...