
"Net..sudah malam, ayo tidur biar lekas sembuh" ujar Julian
"Belum ngantuk om"
"Berhenti main gamenya, badanmu belum pulih benar, masih harus banyak istirahat"
"Isssh....om tuch maah sudah kaya mama" omel Arnetta
"Oom...papa dan mama sudah om kabarin?"
"Papa dan mama Netta?"
"Iyalah...kan kalo papa Rudi sudah kesini tadi"
"Papa dan mamamu sudah tahu Net...jangan khawatir"
"Lalu kenapa gak langsung kemari?" tanya Arnetta bingung
"Aaaah Netta tahu pasti mereka baru ke Singapore ya untuk mengobati cedera bahunya papa" ujar Arnetta tanpa menunggu jawaban Julian
"Iya...makanya kamu harus banyak istirahat lalu kita kesana menjenguk papa dan mama oke sayang" bujuk Julian
"Ooom.....apakah kita sudah memiliki anak?"
"Belum sayang, Tuhan belum memberikan kita anak"
"Kenapa? apa karena Netta terlalu sibuk jadi foto model yah?"
"Hahaha....kamu hanya jadi brand ambassador dari usahamu Net bukan foto model, kamu adalah desainer dan CEO Sinaga Corp"
"Oooo jadi apa karena aku terlalu sibuk yah, jadi melupakan posisi Netta sebagai istri om?" tanya Arnetta yang tiba-tiba berkaca-kaca
"Bukan salah Netta kok, kita sama-sama sibuk, terutama dua tahun ini usaha kita agak goyah jadi kita berdua terlalu sibuk, tapi kakak janji mulai saat ini kakak akan selalu didekat Netta, kantor kakak akan jadi satu di kantormu"
"Eeeh jangan dong om, nanti kantor om kosong"
"Yaah nanti kantor kakak dipake papa saja, kita mulai pernikahan kita dari awal yah Net...beri kesempatan kakak untuk menjadi suami yang pantas dan baik buat Netta" ujar Julian sungguh-sungguh
"Pernikahan kita bermasalah ya om?" tanya Netta polos membuat Julian langsung tercekat
"Iyaah...kakak yang salah, kakak terlalu tidak percaya sama kamu Net...kakak bodoh, maafkan aku Net " ujar Julian sambil menunduk
"Bukankah sebuah pernikahan harus didasarkan saling percaya ya om?apakah perbuatan Netta membuat om tidak percaya sama Netta gitu?"tanya Netta
"Perbuatan Netta tidak ada yg salah, kakak yang bodoh yang terlalu percaya omongan orang lain dibanding istri sendiri. tapi mulai sekarang kakak akan selalu percaya sama Netta, maukah Netta kasih kesempatan sama kakak?" ucap Julian tulus
Netta menatap mata Julian yang terlihat jujur dan tulus kepadanya lalu mengangguk
"Terimakasih ya Net....sekarang ayo tidur, buruan geser"
"Eeh ngapain geser om?"
"Laa biar aku juga tidur disamping kamu"
"Ooom nggak kasihan ama Netta? barusan sehat ini" ucap Netta melas
"Net...selama kamu koma, kakak cuman tidur disofa kecil itu SETIAP MALAM coba kamu bayangin" ucap Julian ikutan memasang muka memelas tidak lupa dengan puppy eyes nya membuat Arnetta memutar bola matanya malas, lalu menggeser tubuhnya.
"Oom geseran dikit napa...sesak ini" omel Arnetta
"Makanya peluk kakak"
"Gak mau....Netta masih virgin, gak mau deket-deket om mesum" ucap Netta sewot sambil merucutkan bibir membuat Julian gemas lalu cuuup....
"Ooom!!!!! dasar mesum iihhh" sembur Netta sambil mukulin Julian
"Hahaha salah sendiri gemesin, kita kan dah nikah 2tahun masak ya masih virgin, akukan normal sayang" ujar Julian sambil mencubit hidung Arnetta
"Sudah bobo yuks sudah malam", lalu memeluk tubuh mungil Arnetta yang tidur miring membelakangi Julian
Tak lama terdengar dengkuran pelan dari Julian sambil memeluk Arnetta erat, membuat Arnetta yang karena terpengaruh obat dari dokter atau karena merasa nyaman dalam pelukan Julian yang hangat, akhirnya menyusul Julian untuk terbang ke dunia mimpi.
Saat dini hari Julian terjaga dan saat membuka mata tampak wajah cantik Arnetta yang sudah tidak pucat lagi, sedang tertidur pulas menghadap Julian dan memeluk tubuh Julian erat, membuat Julian tersenyum
"Terimakasih Tuhan atas kesempatan yang Kau berikan padaku, kali ini akan ku jaga pernikahan kita" ucap Julian sambil mengecup kening Arnetta lembut
"Ternyata begini wajahmu saat kamu tidur sayang" ucap Julian sambil mengusap pipi Arnetta
"Semoga kamu tidak mengingat selamanya ya Net, sehingga kita bisa mulai dari nol....aku takut kamu kembali menjadi Netta saat berusia 25 tahun yang dingin dan kosong" gumam Julian sambil terus memeluk istrinya
^^^
Flashback
Siapa yang tidak mengenal Julian Saputra, seorang putra dari Rudi Saputra seorang arsitek terkenal karena desainnya selalu unik dan fenomenal untuk beberapa gedung terkenal di dunia.
Julian mengikuti kejeniusan ayahnya membuat semua mengagumi terutama kaum hawa yang begitu tergila-gila terhadapnya karena wajah bulenya yang sangat tampan
Tetapi banyak yang tidak tahu bahwa Julian sangat membenci wanita karena ibunya Julian yang meninggalkan papanya dan dirinya bersama pria lain
Tetapi pandangan itu berubah saat Julian bertemu seorang gadis mungil barbar yang bernama Arnetta Sinaga, satu-satunya gadis yang tidak bersikap genit dan pura-pura dihadapannya
Tetapi pada hari pertama itu Julian merasa tersinggung karena ucapan si gadis yang meragukan kejantanannya, sejak saat itu Julian yang acuh dan dingin terhadap wanita saat kembali ke New York menjadi seorang playboy dan penyuka ONS.
Setelah 10tahun kemudian, ayahnya menyuruh Julian untuk pulang ke Indonesia untuk bertemu dengan tunangannya yah si gadis tengil Arnetta
Sebenarnya Julian malas untuk meneruskan pertunangan konyol ini, tetapi terbersit didalam pikirannya untuk membalas dendam kepada Arnetta, yaitu membuat Arnetta jatuh cinta dengan dirinya lalu menceraikannya
di sebuah cafe bersama papanya
"Paa....ayolah ini sudah bukan jaman Siti Nurhaliza, sudah gak jaman perjodohan pa" omel Julian
"Siti Nurbaya dasar anak bule gendeng(gila), papa gak maksa kalian menikah....dicoba dulu dekat kalo tidak cocok ya sudah" terang Rudi sambil memukul kepala Julian dari arah belakang
"Eeeh iya Siti Nurbaya....tapi pa, masak papa rela anaknya yang ganteng ini sepadan dengan gadis tengil barbar kaya Netta"ucap Julian sewot
"Malah kamu yang tidak sepadan dengannya J...." belum selesai Rudi bicara tiba-tiba terdengar suara lembut dari arah belakang Julian
"Maaf oom....membuat om menunggu"
"Hallo Net...gimana kabarmu sayang?"
"Baik om terimakasih, om sehatkan?" tanya Arnetta lembut sambil memeluk Rudi
Julian terbengong melihat penampilan si gadis tengil itu, si itik buruk rupa telah bertranformasi menjadi angsa yang sangat cantik, lembut dan anggun.
Rambutnya yang lurus panjang berwarna coklat, kulit putih mulus mengkilat, bibirnya berwarna peach natural dan tidak memakai make up tebal, memakai gaun ucansee berwarna putih, serasi dengan sepatu dan tasnya.
"Hallo kak J....apa kabar? sapa Arnetta sambil mengulurkan tangannya
"Eeh....baik Net, gimana kabarmu?"
"Seperti yang kakak lihat...Netta baik saja" ujar Netta lalu duduk disamping Julian, membuat Julian langsung tegang terlebih tercium parfum lembut dari tubuh Arnetta yang masuk ke indra penciumannya yang membuat dirinya suka
"Kita makan dulu ya Net, baru nanti kita bicarakan masalah kita" ujar Rudi sambil tersenyum melihat putranya yang salah tingkah berdekatan dengan Netta
Tak beberapa lama pesanan mereka telah tersaji
"Maaf ya Net...om sudah pesanin makanan, karena om sudah lapar ....semoga kamu suka ya Net" ujar Rudi
"Netta semua makanan bisa om...cuman seafood Netta tidak bisa" ujar Netta
"Oooh kamu alergi seafood juga seperti mamamu" ujar Rudi yang ditanggapi Netta dengan mengangguk
Selama makan semua tenang hanya terdengar dentingan lembut sendok dan garpu mereka, Julian berusaha mencuri pandang ke arah Arnetta, tetapi Arnetta sekarang berubah 180°
Gadis tengil, pecicilan, selalu tertawa dan memiliki mata yang sangat hidup hilang tak bersisa, sekarang Arnetta menjadi gadis lembut, tenang, anggun, serius dan yang paling nyata berubah yang Julian lihat adalah matanya
"Mungkin karena Netta sudah dewasa kali yah" gumam Julian dalam hati
Setelah selesai makan, Rudi segera bicara to the point
"Net...om mengajak bertemu karena ingin membicarakan masalah pertunangan kalian berdua"
"Net sebelumnya om meminta maaf karena putra om ingin supaya pertun..." belum selesai Rudi bicara sudah dipotong oleh Julian
"Net...yang papa mau bicarakan adalah ayo kita menikah, karena usia kita sudah cukup matang untuk menikah dan tidak untuk main-main" ujar Julian sambil menggenggam tangan Arnetta
"Boy....gimana maksudnya ini?" tanya Rudi bingung dan kaget
"Julian hanya mau menikah dengan Netta pah, itu keputusan dari Julian....bagaimana Net, kamu mau?" tanya Julian
"Baik....lakukan yang menurut kakak baik" ujar Netta tanpa ekspresi membuat Julian terkejut, Julian pikir Arnetta bakalan heboh seperti 10tahun yang lalu
"Benarkah kalian melakukan ini tanpa paksaan?" tanya Rudi untuk memastikannya
"Benar pa ...."
" Benar om..." ujar Julian dan Arnetta bersamaan, Julian tersenyum memandang Arnetta tetapi Arnetta hanya menatap ayahnya dengan serius
"Baiklah untuk urusan selanjutnya biar kalian atur saja biar sesuai dengan kalian" ujar Rudi mengalah
"Om....kak...kalau tidak ada lagi yang perlu dibahas, Netta mau ijin pulang kembali ke kantor yah"
"Aku anterin Net!!" ucap Julian gercep
"Maaf kak...lain kali yah, Netta sudah ditunggu di depan" ujar Netta sambil berpamitan kepada Rudi dan Julian
"Baiklah kakak minta nomer telponnya Net"
"Om punya kok kak...mari semua"
Netta segera berjalan cepat dan menuju seorang pria tampan yang sudah setia menunggunya didepan mobil BMW i8 Coupe berwarna orange
"Sudah lama nungguinnya Chris?" tanya Netta lembut
"Barusan sampai ....ayoo!" ujar Chris sambil mengusap kepala Netta lembut
Tanpa Netta sadari ada dua pasang mata yang memandang mereka berdua
"Jangan berpikiran aneh-aneh J....dia adalah Christian Wong, satu-satunya sahabat dari Netta"
"Sahabat? tapi yang J lihat mereka terlalu mesra pa"
"Kalau cemburu, kejar Netta buat dia jatuh cinta kepadamu...bukannya kamu cassanova kelas kakap boy?!!" sindir Rudi sambil tersenyum sinis ke Julian
...***...
...TBC...