The Girl Inside Me

The Girl Inside Me
Episode 7 Si Om Sakit



Selama satu bulan Arnetta harus fisioterapi dan berbagai pemeriksaan, Arnetta dijaga ketat oleh Chris dan Ricard, mereka berusaha menjauhkan dari Julian


Tetapi Julian setiap malamlah yang menemani Arnetta tidur, karena Arnetta tidak mau tidur dijagain dua sahabatnya itu


"Net...kenapa belum bobo hmm.....?" tanya Julian terkejut karena di pikir nya Arnetta sudah tidur seperti biasanya


"Ooom....jadi setiap malam yang tidur sama Netta itu om?"


"Iya Net....maaf ya"


"Aku pikir om marah karena Chris dan Richard selalu disekitar Netta"


"Aku nggak marah kok Net, aku paham bagaimana perasaan sahabatmu menjagamu" ucap Julian


"Yuuk istirahat dulu, besok kamu boleh pulangkan?"


"Iyaa...nanti Netta pulang kemana ya om?"


"Netta mau pulang kerumah baru kita?"


"Dulunya kita tinggal dimana? kok rumah baru?"


"Apartemen...tapi mulai sekarang kita mulai hidup baru kita di rumah kita yang baru biar anak-anak bisa bermain di rumah kita...Netta mau?"


"Yaah nurut om ajah dech, kan seorang istri harus menuruti suaminya" jawab Arnetta polos membuat Julian gemas dan mencium kening Netta lalu segera ke kamar mandi untuk bersih-bersih dan berganti baju tidur


"Kenapa saat si om mencium kening aku dadaku bergetar yah? apa dulunya aku mencintai si om? kenapa aku tidak ingat yah?" gumam Arnetta sambil memijit pelipis Arnetta yang selalu terasa sakit jika dia berusaha mengingat


"Jangan dipaksain mengingat Net...nanti sakit lagi" ujar Julian sambil merengkuh tubuh ringkih Netta


"Ayo bobok Net...besok kita pulang pagian yah jadi biar bisa istirahat dirumah lebih lama"


"Besok om libur?"


"Iyaah, besok aku temani dirumah baru yah, aku kerja dari rumah saja" ujar Julian dengan tersenyum lalu membaringkan tubuhnya disamping Arnetta dan dengan cepatnya sudah terlelap tidur


Arnetta yang sudah bisa berdiri dan berjalan meskipun belum bisa lama, berdiri turun dari ranjang duduk sambil melihat suasana kota Jakarta diwaktu malam melalui jendela rumah sakit lalu membuka hpnya dan mencari info tentang dirinya dan beberapa perusahaan yang dimilikinya


Sampai di sebuah berita mengenai kecelakaan yang merengut nyawa kedua orang tuanya, membuat Arnetta menangis tersedu pelan karena kuatir membangunkan Julian yang terlihat sangat lelah.


Karena terlalu lelah menangis Arnetta tertidur di sofa sambil memeluk hpnya


Julian terbangun tengah malam dan terkejut bahwa disampingnya Arnetta sudah tidak ada, segeralah Julian mengedarkan pandangannya ke seluruh ruangan, ternyata Arnetta tertidur di sofa.


Julian bangun sana berjalan menuju sofa untuk mengangkat tubuh Arnetta kembali ke ranjang, tiba-tiba daaag....hp Arnetta terjatuh di lantai dan menyala tampak gambar kedua orang tua Arnetta di berita tentang kecelakaan yang dialaminya


"Akhirnya kamu tahu sayang, benar kata Chris kamu hanya amnesia tetapi kejeniusanmu masih tetap ada, tinggal menunggu waktu saja sampai kamu tau mengenai aku" gumam Julian sambil membaringkan tubuh Arnetta dikasur dan ikut berbaring disampingnya sambil memeluk erat tubuh Arnetta


Sambil tersenyum Arnetta secara perlahan menyentuh pipi Julian


"Loo kok hangat...si om sakit dech kelihatannya" gumam Arnetta lalu menyentuh kening Julian sambil membandingakan dengan panas tubuhnya yang memang Julian terasa panas badannya


Cekleek.....pintu terbuka dan masuklah seorang suster


"Bagaimana kondisi Nona pagi ini? siap untuk pulang?" sapa suster Rani ramah


"Sudah sangat baik suster, suster bawa termometer? Netta pinjam yah, suami aku badannya panas" ujar Arnetta khawatir


"Bawa nona...tuan muda akhirnya tumbang juga nona, beliau sangat setia menungguin anda selama koma dan sakit, meskipun sering bertengkar dengan tuan Chris" jelas suster Rina sambil memberikan teemometer


Dengan perlahan Arnetta menempelkan termometer ke dahi Julian dan melihat bahwa suhu badan Julian 37,5 ยฐC


"Sus...nanti panggilkan dr Ratman untuk memeriksa suamiku ya, badannya panas"


"Baik nona, saya akan menelponkan pak dokter..permisi nona" pamit suster Rina keluar


"Aku nggak papa Net...nanti juga baikan kok" ujar Julian dengan suara serak


"Haizzz....inget umur oom, makanya jangan sok kuat...sakitkan sekarang" ejek Arnetta


"Aku belum tua Net, bikin kamu aaah...ah aja masih kuat aku Net" ujar Julian dengan muka songong


"Dasar om-om mesum sehari aja gak mikir mesum, pastiii dech hujan deras menimpa Jakarta"


"Hahaha....deket sama kamu mana bisa gak mesum Net"ujar Julian


Tiba-tiba Julian berdiri dan berlari ke kamar mandi dan mengeluarkan semua isi perutnya sampai lemas


Nwtta sambil tertatih menuju ke kamar mandi dan membantu Julian membersihkan mulutnya Julian tanpa merasa jjik


"Kotor Net...Netta keluar dulu yah" ujar Julian malu dengan kondisinya


"Udaah yang sakit gak boleh ngeyel...makanya om pikiran om jangan kepenuhan hal-hal aneh dan mesum...jadi sakit tooh" omel Arnetta sambil memapah tubuh Julian kembali ke ranjang


"Iya...iya sayang" jawab Julian yang senang melihat istri dinginnya sekarang penuh perhatian dengannya


...***...


...TBC...


...See you next Episode ya gaess๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜...