The Girl Inside Me

The Girl Inside Me
Episode 15 Tante Dondong Mengamuk



"Chris....kenapa aku nggak boleh keluar ya? emang dia siapa?"


"Turuti J Net, kali ini dia benar lebih baik kamu tidak perlu berurusan dengan Nenek Lampir itu" ujar Christian dengan nada serius


Arnetta yang memang anaknya super duper cuek hanya mengangkat bahunya dan mulai membuka game di hpnya.


Christian dan Edi hanya saling pandang dan tersenyum lega


"Untung Netta yang sekarang adalah Netta anak 15 tahun yang nggak peka, jadi malah aman" gumam Christian pelan tetapi cukup terdengar di telinga Edi, membuat Edi meringis.


Perdebatan diluar antara Julian dan nenek-nenek itu ternyata memakan waktu lama, terlebih tampak beberapa kali si nenek menunjuk-nunjuk ke arah Netta, dan berusaha mendekat ke arah mobil.


Secuek-cueknya Netta, lama-lama gerah juga dan risih saat dirinya ditunjuk-tunjuk dengan penuh emosi, akhirnya Arnetta lupa menuruti perintah dari Julian untuk tidak keluar dari mobil.


"Om....aku mandi dulu ya, om kelamaan sich" ujar Arnetta yang dengan cueknya berjalan masuk ke rumah tanpa memperhatikan sikap panik Julian yang langsung berlari dan merengkuh tubuh Arnetta


"Cewek seperti itu masih saja kamu lindungi J, lihatlah sikapnya tidak ada sopan dan bagus-bagusnya!!"


Mendengar ucapan ketus dari nenek-nenek membuat Arnetta langsung berhenti dan berbisik ke telinga Julian


"Om...dia siapa sich?kok perasaan benci banget sama Netta?!" tanya Netta dengan dahi berkerut


"Dia mamaku Net, udah gak usah dipeduliin kalo Netta mau mandi aku anterin" ujar Julian berusaha melindungi Arnetta


"Apa pernikahan kita ditentang sama si nenek?kaya di drama-drama ya om?" tanya Arnetta dengan mata berbinar-binar membuat Julian auto bingung


"Iya Net...." tanya Julian yang tiba-tiba perasaannya tidak enak


"Yeeaay...Netta boleh main-main dikit om?" tanya Netta dengan memasang ekspresi puppy eyes andalannya


'Duuh main menurut si gadis barbar ini pasti anti mainstream, mau melarang kok nggak tega' batin Julian lalu kemudian mengangguk pasrah


Setelah mendapatkan ijin dari suaminya, dengan memasang muka polos eeh....maksudnya dipolos-polosin


"Eeh ada nenek....maaaf ya Netta lupa memberi salam" ujar Netta dengan senyum lebar


"Aaa-apa kamu bilang!!! J masak mama dipanggil nenek!! harusnya kamu itu sama Hana ini" seru Belleza Morelli


"Mama dimaklumi diakan amnesia ma, jadi harusnya dia masuk ke rumah sakit jiwa bukannya keluyuran dijalan" ujar Hana sambil menatap sinis ke arah Arnetta


Arnetta yang mendapatkan tatapan sinis bukannya merasa takut malah tertawa terbahak-bahak.


"Tante....kalo bodoh itu jangan dipelihara dong, Netta itu mengalami amnesia bukan sakit jiwa yang harus masuk rumah sakit jiwa" ujar Arnetta.


"Sakit jiwa adalah gangguan mental yang berdampak pada suasana hati, pola pikir, hingga tingkah laku secara umum. Sedangkan Amnesia atau hilang ingatan adalah gangguan yang menyebabkan seseorang tidak bisa mengingat fakta, informasi, atau kejadian yang pernah dialaminya. Gangguan daya ingat pada penderita amnesia seperti Netta karena benturan dikepala saat kecelakaan, jadi beda jauh Tante" terang Arnetta panjang kali lebar membuat Hana mukanya memerah antara malu bercampur marah karena hinaan telak dari Arnetta, sedangkan Belle hanya bisa mengusap keningnya.


"Nek....kalau mau membandingkan Arnetta ya jangan sama si tante ini dong, orang bodoh pun tahu beda kita sangat jauh, ya masak suamiku tersayangku ini sampe tergoda wanita yang dondong laut gini....ya kan sayang" ujar Arnetta sambil memeluk Julian manja


Julian berusaha menahan ketawa...dondong laut, cuman Arnetta yang bisa menyamakan Hana dengan sejenis tanaman, dasar istrinya ini memang benar-benar menggemaskan.


"Mana mungkinlah sayang, seorang Julian Saputra cukup mempunyai seorang istri secantik dan sepintar Arnetta Sinaga" ujar Julian sambil mengecup bibir Arnetta sambil menatap tajam mamanya dan Hana.


'Waaah....ciuman pertamaku, drama sich drama tapi ya nggak pake nyosor bibir segala, dasar si om mesum ini minta di tenggelamkan di bikini bottom tempatnya Spongebob' omel Arnetta sambil melototin Julian


"Ciumannya lanjut nanti lagi ya sayang, sabar yaah" ujar Julian sambil mengedipkan sebelah mata sambil mengusap lembut kepala Arnetta...jangan lupa dengan senyuman mesum andalan Julian.


'Whaaaat.....siapa juga yang minta dicium, memang yah si Om mesum ini memang selalu benar, maksudnya benar-benar ngeselin .....sudahlah yang waras mengalah saja.' batin Arnetta sambil menghela nafas panjang dalam pelukan Julian yang semakin erat di tubuh Arnetta.


Melihat adegan mesra pasangan ajib ini membuat Hana kebakaran jenggot sedangkan dari dalam mobil tampak Christian mengeratkan genggaman tangannya menahan kemarahan.


"Heeeh J***g....dasar tidak tau malu, menjauh dari calon suamiku" bentak Hana


"Memang susah ya om kalo ngomong sama orang bodoh, udah tadi gak paham definisi dari amnesia sekarang juga gak paham definisi dari J***g, gini ya tante definisi j***"g adalah wanita liar pengganggu pria terutama pria beristri, la Netta cuman menempel suami sendiri kok dikatain j***g"


"Makanya tante dondong kalau punya cermin jangan hanya untuk memperbaiki dempulannya saja tapi dipakai untuk mengaca diri sendiri" ucap Arnetta tetap dengan suara tenang tetapi sarat dengan kalimat sarkas.


"Sekali saja kamu menyentuh ujung rambut istriku, kupastikan karirmu hancur Hana!!" ancam Julian penuh dengan aura intimidasi


"Hana sudahlah, jangan hiraukan gadis liar itu....sekarang ayo masakin mama, mama kangen masakanmu" ujar Belle membawa Hana masuk ke dalam rumah


Tetapi sebelumnya Belle menatap Arnetta tajam sambil berkata


"Kamu juga masakin buatku masakan...itupun kalau kamu masih ingat masak dengan benar" ejek Belle karena menurut info mata-mata yang dia taruh di rumah Julian bahwa Arnetta menghidupkan kompor saja tidak bisa.


Padahal tanpa setau Belle mata-mata tersebut sudah tertangkap oleh Netta dan sudah dibuang Netta dan Christian ke penjara, jadi info yang di terima Belle itu disaat Arnetta baru pertama kali melihat kompor listrik, karena ingatan Arnetta masih disaat dirinya masih memakai kompor gas yang masih memakai pematik api.


Arnetta tersenyum lebar...dasar nenek lampir, meski amnesia Netta dari kecil sudah suka bereksperimen masak di dapur bersama mamanya, lagipula dia pemilik resto terkenal di Indonesia meskipun jarang terekspos media, karena memang Arnetta jarang ke resto karena sudah ditangani oleh Christian.


Arnetta dengan santai berjalan ke dapur diikuti Julian yang selalu menempel Arnetta, membuat Arnetta makin gerah dan tidak leluasa


"Suamiku yang paling ganteng, sekarang mandi dulu ya....biar Netta masak buat Kanjeng Nenek biar gak marah-marah mulu kasihan nanti fillernya lepas semua" bujuk Arnetta dengan wajah dibuat semanis gulali meski dalam hati berbanding terbalik, karena rasanya titisan Nana After School ini sudah ingin menampol suaminya yang mengambil kesempatan untuk selalu menciumi Arnetta.


"Tapi Nett....kalo mereka ngapa-ngapain kamu gimana?"


"Ya elah om, orang preman-preman yang badannya segede gaban saja Netta buat ambyar.....masak musuh dua wanita lemah itu Netta kalah, udah tenang aja...ooo iya ajakin Chriss turun juga untuk mandi nanti kita makan bersama" ujar Arnetta dengan tersenyum manja karena disitu masih ada Hana


"Baiklah sayang, masak yang enak ya sayang" ujar Julian sambil mencium bibir Arnetta lembut


'Oooom......awas kamu yaah, tunggu pembalasan Netta nanti' geram Netta dalam hati sambil melototin Julian yang pura-pura nggak paham maksud pelototan mata istrinya.


Setelah Julian pergi, Hana segera mendekat Arnetta sambil mengarahkan tangannya untuk menampar pipi Arnetta


"Jangan bangga dulu j***g kecil, Ju selamanya akan menjadi suamiku!!"


Arnetta yang bisa ilmu beladiri, bisa membaca gerakan Hana sehingga hanya memundurkan badannya sepersekian detik sebelum tangan Hana menyentuh pipi mulus Arnetta, sehingga tamparan tersebut hanya mengenai angin.


Melihat usahanya gagal, semakin menyulut emosi Hana yang kembali menyerang Arnetta


"Ju masih mendampingimu hanya karena merasa bersalah karena bayi hasil perselingkuhanmu dengan Christian mati di kecelakaan kemarin, jadi jangan sok kamu!!"


Arnetta yang mendengar ucapan Hana, bukannya terpancing untuk membalas dengan ucapan melainkan dengan gerakan cepat dan bertenaga mencengkram leher Hana dan mendorongnya ke dinding


"Dengarkan ucapan Netta sekali ini saja, Netta tidak perduli semua kebohongan yang telah kalian perbuat selama ini dalam mengancam ku, kali ini yang kalian hadapi adalah Netta yang baru yang tidak diam saja menerima perlakuan kalian. Netta yang baru kali ini adalah Netta yang mempertahankan apa yang Netta punya yaitu kebahagiaan, kekayaan dan pernikahan Netta"


"Jadi Tante dondong laut, jauhi suami Netta sebelum Netta melakukan kekerasan lebih dari ini" ancam Netta meski tetap dengan nada tenang tetapi semua orang yang mendengar tahu bahwa ucapan Arnetta penuh dengan aura intimidasi kuat terlebih cengkraman di leher Hana semakin kuat mencengkik leher Hana sampai mata Hana melotot dan berusaha meronta-ronta meminta pertolongan para pelayan yang membantu mereka didapur


Tetapi bukannya menolong para pelayan pura-pura tidak melihat bahkan sibuk membantu Arnetta memasak.


Arnetta yang melihat itu semua hanya tersenyum mengejek Hana


"Kalaupun aku membunuhmu saat ini juga semua orang didapur ini tidak akan memperdulikannya, karena mereka adalah sahabatku ....jadi jangan harap kamu bisa mengfantikan posisiku sebagai nyonya Saputra disini" ujar Arnetta sambil menghempaskan tubuh Hana sehingga terjatuh dilantai dengan keras


"Aaargh.....uhuuuk-uhuk" pekik Hana saat terjatuh dilantai dan terbatuk-batuk saat dia dengan rakus menarik nafas.


"A-awaaas kamu j***g akan kuadukan ke mama" ujar Hana dengan suara tersenggal-senggal dan berusaha lari menuju ke Belle yang menunggu mereka diruang keluarga.


"Nyonya bagaimana ini? nanti kalau anda dimarahi nyonya Morelli" ujar para pelayan penuh kekhawatiran


"Dimarahi ya dimarahi saja, sudah sering Netta terkena marah, jadi telinga Netta sudah tebal " ujar Netta cengengesan


"Bantuin Netta nyelesain masakan ini aja yuuka mbak biar si Nenek lampir tidak makan Netta karena kelaparan" ujar Netta membuat para pelayan di dapur hanya geleng-geleng melihat polah tengil nyonya mudanya sekarang.


...***...


...TBC...


...Olla selamat pagi.....Semoga kalian masih tetap sehat dan bahagia yah😁💖...


...Hayooo tebak di next Episode bagaimana reaksi si nenek?...