
Hari rapat pemegang saham akhirnya tiba, Arnetta yang datang didampingi Julian datang pagi itu, saat didepan gedung BA Group
"Waaaa ini perusahaan Papa jadi sebesar ini om?" ujar Arnetta dengan mulut menganga
Sambil menutupkan mulut Arnetta "Net....itu mulut ditutup napa? kecuali itu kode-kode minta di cium sama aku, aku sih ikhlas-ikhlas aja" ujar Julian sambil menaik turunkan alisnya
'Demi rumah nenasnya Spongebob di bikini bottom, ini si om jablay ini pikirannya hanya sekitar permezoeman, lainnya kagak ada apa ya' batin Arnetta sambil melototkan matanya langsung jalan cepat masuk ke dalam gedung meninggalkan Julian yang tertawa gemas melihat polah istri cantiknya
Saat Arnetta memasuki gedung miliknya, tampak para karyawan yang berdiri berjajar menyambut CEO mereka sambil memberi hormat
Arnetta yang teringat sikap papanya, maka Arnetta masuk sambil tersenyum dan menyapa semua pegawainya yang membuat pegawainya merasa canggung dan bingung, berbeda dengan Julian yang memasang wajah dingin dan datar
"Net....ayo ikut aku, dan hilangkan wajah senyum itu, Arnetta adalah atasan yang bertangan dingin dan disegani semua orang" ujar Christian sambil menggandeng
"Looo papa dan mama selalu mengajari Netta untuk selalu tersenyum dan ramah ke semua orang, terutama kepada pegawai kita Chris"
"Hari gini jika loe terlalu baik maka loe adalah makanan empuk untuk musuh-musuhmu Net" ucap Julian
"Kamu ingat-ingat ucapanku dan Christian, nanti ingat dengan nenek dan pamanmu, mereka tidak sebaik seperti saat papa mama masih hidup, kamu harus dingin dan tegas, kamu mengerti?"
"Iya.....iyaa....." jawab Arnetta yang mulai bosan dengan ucapan Julian dan Christian yang selalu diulang-ulang kemudian Arnetta mulai berjalan dengan gaya angkuh sendiri meninggalkan Julian dan Christian
"Wooiiii Net....emang loe tau letak ruang rapatnya?" seru Christian membuat Arnetta menghentikan langkahnya, kemudian membalikkan badannya sambil cengengesan.
"J...loe beneran udah kasih private ama Arnetta supaya jangan seperti anak kecil gini?" tanya Christian sambil menatap Julian penuh curiga.
"Udahlah, kalo masalah otak dia masih sama jenius dan menguasai semua materi yang kamu beri.....tapi jiwa anak-anaknya susah dirubah Chris, dia yang sekarang adalah anak ceria, jahil, nekat dan gak bisa diem" ujar Julian sambil mengusap keningnya yang tiba-tiba penuh dengan keringat dingin.
"Nyonya....nyonya, apakah anda sudah sehat?" tanya seorang pria tampan berkulit putih, berpotongan rambut ala-ala cowok Korea dan berkacamata yang berlari-lari menyambutnya sambil membawa berkas-berkas.
Arnetta menatapnya bingung lalu bertanya kepada Christian
"Dia asisten pribadimu, dia sangat berkompeten dan bisa dipercaya namanya Michael Walandauw" jelas Christian
"Selamat datang Nyonya muda, cukup panggil saya Michael Nyonya" ujar Michael sambil mengulurkan tangannya.
"Waaa....asiknya punya asisten ganteng banget" seru Arnetta heboh sambil menatap Michael penuh kekaguman tanpa menghiraukan sorot mata tajam dari Julian dan Christian yang seperti mata Cyclopsnya di X-men yang membuat Michael langsung susah menelan ludahnya.
"Nyonya muda ini berkas-berkas yang nanti anda butuhkan, saya mau kembali ke ruangan saya terlebih dahulu" ujar Michael menyerahkan berkas-berkasnya dan segera kabur lari terbirit-birit karena masih sayang nyawanya setelah merasakan aura hitam pekat yang menguar dari tubuh Julian.
"Bisa-bisanya kamu bergenit ria didepan suaminya sendiri" ucap Julian penuh aura intimidasi.
Mendengar suara suaminya penuh aura intimidasi bukannya membuat Arnetta ketakutan, malah dengan santainya Arnetta menjawab
"Ya beranilah, lagipula ada pria tampan didepan mata kok disia-siain, aku tadi ndak genit kok" ujar Arnetta polos dan dengan santai menggandeng tangan Christian.
Melihat hal tersebut membuat Julian seperti kebakaran jenggot, tetapi berusaha menahan diri karena situasi tidak mendukung dan segera menyusul Arnetta dan merangkul pundak Arnetta posesif.
Semua polah CEO mereka beserta suami dan wakil CEO membuat para pegawainya saling berbisik
"Nyonya muda setelah kecelakaan itu berubah ya"
"Iyaa, makin cantik dan ramah"
"Tuan mudapun yang tidak pernah menginjakkan dikantor ini tampak posesif melindungi istrinya"
"Bukannya tuan muda berpacaran dengan artis terkenal Hana Syarif Umar itu ya?"
"Kalian yang berani membicarakan Nyonya muda silahkan ambil Sp1 di ruang HRD" seru Michael dengan lantang dan tegas membuat semua pegawai tadi terdiam dan ketakutan.
^^^
Arnetta memasuki ruang rapat, tampak meja-meja sudah tertata rapi, Arnetta segera duduk diapit dikanan dan kirinya Christian dan Julian.
Tak beberapa lama mulai masuk para pemegang saham termasuk nenek Winda dan paman Al yang memainkan drama sinetron warga +62 yang terlihat iba terhadap Arnetta yang kehilangan ingatan.
Nenek Winda adalah adik tiri dari kakek Arnetta dari pihak ayah, Winda adalah putri dari istri ke lima kakek buyutnya Arnetta, usia nenek Winda hampir sama dengan ayah Arnetta
Paman Al ini adalah putra angkat dari kakek Arnetta yang merupakan selingkuhan nenek Winda karena ingin menikmati kekayaan nenek Winda yang didapatnya dari warisan suaminya dan warisan kakek Arnetta.
Tetapi karena gaya hidup mewah mereka, harta warisan itu tidak cukup sehingga mereka yang juga pemegang saham di perusahaan BA Group, ingin memiliki semua kekayaan keluarga Sinaga yang memang terbanyak adalah milik keluarga Marulli Sinaga keluarga Arnetta.
Selama rapat si nenek lampir tersebut menghasut para pemegang saham lainnya untuk pergantian posisi CEO, dengan menunjukkan penurunan pendapatan BA Group selama Arnetta sakit dan banyak penurunan kualitas produk sehingga perusahaan sering mendapatkan banyak complain dari pelangga
Arnetta masih tetap tenang saat terdapat perdebatan dua kubu yang mengikuti nenek Winda dan mengikuti Arnetta karena sangat loyal kepada papa Arnetta.
Tetapi kemudian pemegang saham terbesar kedua yaitu paman Indra Wirawan yang merupakan sahabat papanya segera menengahi perdebatan sengit tersebut
"Kalian sangat tidak adil kalo tidak memberi kesempatan Arnetta untuk mengatakan apakah dia masih bisa menjalankan sebagai CEO atau tidak" ujar Indra
"Terimakasih atas perhatian dari paman semua, iya saya memang amnesia, tetapi itu tidak berarti saya menjadi bodoh bukan?"
Kemudian Arnetta melanjutkan ucapannya dengan menjelaskankan bahwa penurunan pendapatan perusahaan dari data yang diberikan AL, ternyata data itu sudah di manipulatif, dan menunjukkan telah terjadi penyelewengan dana di perusahaan
Arnetta juga menunjukkan aliran dana fiktif tersebut yang ternyata itu mengalir ke rekening paman Al yang dia buat di luar negeri
Semua ucapan Arnetta beserta bukti dan saksi yang Arnetta bawa membuat para pemegang saham terkejut dan membuat wajah Al dan Winda merah padam menahan marah, mau membantahpun semua bukti memang terarah ke mereka.
"Lalu apa tindakanmu untuk mengatasinya Net, karena kerugian seperti ini harus segera ditutup" ucap Indra
"Baik ini rencana Arnetta segera om dan tuan-tuan lihat, semua sudah Netta cantumkan perhitungan secara terperinci" ujar Netta yang berjalan membagikan proposal perencanaan
Christian terkejut melihat proposal Arnetta
"J...loe yang membuat proposal ini?"
"Ndaklah, itu semua pemikiran jenius istriku" ujar Julian bangga
"Net...disini kamu cantumkan bahwa selama 6bulan kamu bisa menstabilkan kondisi perusahaan ini?haah...bercanda kamu" ucap Al dengan nada sinis
"Tentu saja paman, dan paman dalam satu bulan ini harus mengembalikan dana yang telah anda selewengkan, kalau tidak maka tim pengacara perusahaan akan menuntut anda ke pengadilan" ujar Arnetta yang tetap tenang dengan ekspresi dingin
"Nett....kamu yakin kamu bisa?" tanya Indra yang mengkhawatirkan putri kesayangan sahabatnya
" Yakin saya bisa, apabila selama 6bulan saya tidak mampu maka jabatan CEO saya lepas"
"Nettt....!!!!" pekik Julian dan Christian bersamaan
"Baiklah kami tunggu bukti dari rencana anda CEO Arnetta " ujar tuan Suroso yang pada awalnya memihak kubu nenek Winda karena melihat proposal Arnetta yang sangat bagus, terutama keuntungan yang ditawarkan sangat menggiurkan membuatnya berbalik untuk memberi kesempatan Arnetta.
Hal tersebut membuat Winda dan Al terlihat kesal tetapi tidak bisa berbuat apa-apa terlebih saat pengambilan suara 70% suara mendukungnya Arnetta.
Setelah rapat selesai Winda dan Al segera mendatangi Arnetta yang sedang membereskan semua berkasnya
"Heeh anak setan, berani-beraninya kamu mempermalukan nenekmu dan pamanmu!!" seru Winda penuh emosi
"Nek...gak usah marah-marah nanti saat topeng dakocannya dilepas, keriputnya makin banyak loo" ujar Arnetta dengan muka polosnya.....ehmmm ralat dipolos-polosin tepatnya
Christian dan Julian berusaha menahan ketawa yang sudah mulai membuncah, dakochan?!!hahaha dasar Arnetta
"Siapa Dakochan?" tanya Winda bingung
"Ya neneklah, kan paman Al tidak memakai dempulan, lipstik dan alis tebal" jawab Arnetta tetap dengan watados
"Kkkkk-kamuuuuu!!" teriak Wanda histeris sambil berusaha menerjang Arnetta tetapi langsung dicegah Al dan segera menyeretnya keluar meski Wanda masih berteriak-teriak kesetanan
"Sudah puas pertunjukannya Net?" tanya Julian sambil menatap tajam istrinya
"Kan Netta sudah bisa mempertahankan posisi Netta, katanya Netta disuruh gitu" omel Arnetta
"Tapi ya gak gini caranya Net, ini mah namanya kamu bunuh diri" ujar Christian sambil memijat pelipisnya
"Benar kata Chris, kita harus mencari supplier baru, hari gini susah Net"
"Kan ada om, apa om lupa kata om kepada Netta kemarin" ujar Arnetta santai
"Kata yang mana ya Net?" tanya Julian bingung
"Ya Tuhan berikan kesabaran punya suami om-om yang sudah pikun" gumam Netta sambil mengatupkan kedua tangannya pura-pura berdoa
Pleetaaak......
"Aaaargh sakit oom!!"
"Yang harusnya berdoa itu aku, kenapa punya bini ambyar kaya kamu, udaah buruan kataku yang mana?"
"Izzz....omkan kemarin bilang begini heem...hemmm" ucap Arnetta mulai mengatur suara dan gerakan meniru gaya bicara Julian
"Net...inget yah, jika kamu membutuhkan bantuan segeralah meminta suamimu ini, apapun pasti kubantu" ucap Arneta lagi
"Oooo...itu, baiklah kamu membutuhkan bantuan dari aku apa?"
"Bantuin Netta mencari supplier yang kompeten buat perusahaan Netta"
"Mana tahu aku tentang obat-obatan Net?usahakukan mengenai chip-chip teknologi" jawab Julian bingung
"Karena itulah, bantuin Netta meretas beberapa perusahaan supplier"
"Haaah?!!"
...***...
...TBC...
...Mian ya baru sempat up sekarang🙏😁...