
"Gimana ceritanya sampe loe mabuk Jum?" tanya Richie kepo.
"Naah itu die Mbank....gue tuch ya cuman pesan fanta warna biru atau pepsi blue itu loo" ujar Arnetta dengan ekspresi muka bingung dan lugu.
'Memang yah.... bener kata orang kalau perbedaan orang lugu dan bego itu hanya dipisahkan garis pembatas yang sangat tipis. naah contohnya ini nih sahabat kecilnya yang bernama Arnetta Sinaga' ujar Richard dalam hati sambil tepuk jidat.
"Gini yee Juminten gue bilang ini cukup sekali aje...loe dengerin baik-baik yee!!" ujar Richard sambil menarik nafas panjang berusaha sabar.
"Itu minuman bukan Fanta biru ataupun Pepsi blue, ntuh minuman namanye Blue Wine alias anggur biru, itu minuman mengandung alkohol....emang loe minum berapa gelas kemarin Jum?"
"Emang ada yaah anggur biru?....hehehe mana kutahu Mbank itu Blue Wine, mangkenye rasanya enak Mbank...."
"Gue pikir karena di Club terkenal maka rasanya Pepsi Blue enak banget, kalau loe tanya berapa gelas gue lupa....... kalau gak salah yee Mbank gue minum lebih dari tiga gelas dech" cerocos Arnetta sambil menunjukan senyum polosnya membuat Richie dan Christian tepok jidat.
"Dasar dodol....jelas aje loe maboekk....Chris mangkenye dari dulu kalo gue ngajakin ini Juminten harusnya loe ijinin....bukannya gue ngajarin jelek, maksud gue biar dia gak polos bego gini...........lah untung ketemu tuan Jackson dan lakinya langsung datang menjemput...coba kalo kagak??!!" seru Richard sambil menatap Christian tajam.
"Laa Arnetta dulu itu tidak akan senekat sekarang ini, apa-apa dia pertimbangkan masak-masak dan gak suka mencoba hal-hal baru dan membahayakan seperti kemarin itu" bela Christian.
"Tapi loe tahu si Juminten sekarang ini kembali ke sifat saat dia usia 15 tahun, yang suka nekat dan songong" omel Richard lagi.
"Udah Mbank, Chris jangan dimarahin mulu....kasihan tuch anak" bela Arnetta.
Keributan antar tiga sahabat itu membuat Lucas hanya tersenyum geli dan membiarkan mereka bertiga beradu argumen.
"Hubungan kalian bertiga ini sangat mesra dan kompak yah....bisa saya bayangkan waktu kalian masih sekolah"
"Heeeeh??!!! Kita?!! Mesra dan kompak?!!!" seru mereka bertiga serempak sambil menatap satu sama lain.
"Oooom....kalau lihat ntuh yang bener dong kita mana pernah mesra yang ada bertengkar mulu, terutama bila ada si biang kerok si Bambang titisan Cut Pa Kai ini ( nama tokoh babi di serial film Sun Go Kong si kera sakti....hayoooo siapa yang dulu suka nonton???πππ *Author POV)" protes Arnetta.
"Enak aja Cut Pa Kai....ganteng ala Oppa-Oppa Korea gini disamain dengan babi"
"Hoeeek.....mana kantong....mana" ujar Arnetta dan Christian sambil pura-pura muntah, membuat Lucas tertawa.
Ketiga orang sahabat gila ini menatap Lucas terheran karena adu argumen receh mereka membuat si Bule bertatto tersebut tertawa mulu seperti mereka ini rombongan Srimulat yang sedang manggung.
"Aaaah......gue ingat Nettt!!!! Tuan Jackson ini adalah pemilik Jackson Corp. yang sedang kita cari keberadaannya untuk mensuplai bahan-bahan yang kita butuhkan untuk memproduksi cream-cream kecantikan kita" pekik Christian yang tiba-tiba membuat mereka terkejut.
"Haaah?!!! beneran loe gak salah inget Chris?....om Tatto beneran pemilik Jackson Corp yang terkenal misterius itu? bukannya si om restoran ya?" tanya Arnetta sambil menatap Lucas dengan muka antara bingung dan semangat.
"Hahaha......tidak salah julukan orang terhadap anda tuan Wong, tidak ada yang bisa lepas dari tatapan elang anda yang sangat tajam" jawab Lucas.
"Iya gadis kecil.....memang aku pemilik Jackson Corp. , juga beberapa restoran dan beberapa hotel, maaf yah aku tidak bilang sebelumnya" ujar Lucas sambil mengusap kepala tangan Arnetta dengan lembut membuat Christian dan Richie langsung memicingkan salah satu matanya.
"Eeeeh....tapi kenapa kalian mencariku? apakah perusahaanmu sedang bermasalah Net?" tanya Lucas sesaat dia menyadari salah satu perkataan Christian.
"Iya om....begini ceritanya...." Arnetta segera menceritakan kesulitan dan permasalahan yang sedang dia hadapi secara garis besarnya.
Ketika Christian dan Arnetta menjelaskan secara detail karena Lucas meminta secara detail bantuan apa yang bisa dia berikan tiba-tiba datanglah seorang wanita muda berdandan dengan menor dan memakai baju yang kekurangan bahan.
"Oooo begini toh kelakuan seorang Arnetta Sinaga yang sangat terkenal sebagai pengusaha muda yang sukses, punya suami tampan dan kaya belum membuat puas eeh masih mencari lelaki tampan di luaran....belum puas ya suami satu dirumah neng? dasar J***g ditutupi apapun tetap saja tercium bau busuknya" ujarnya sambil tersenyum yang dibuat seramah mungkin.
Arnetta menatap wanita tersebut sebentar kemudian tidak mengambil pusing oleh ucapan dan polah si tante Dondong laut di depannya .....('yess siapa lagi coba kalo bukan si Hana yang sok artis dengan otak cetek itu' batin Arnetta)dan kembali fokus menerangkan ke Lucas.
Lucas yang melihat reaksi Arnetta yang super cool, membuatnya lega karena pada awalnya dia kira Arnetta akan terpancing, langsung memberi kode bawahannya untuk tetap menjaga jarak aman tetapi bawahannya tahu ketika jari Lucas memberi kode satu berarti rencana Lucas yang sudah disiapkan jauh-jauh sebelumnya saat ini harus segera dilaksanakan sambil menunggu kode selanjutnya untuk memulainya.
"Heeh loe tuli ya?" bentak Hana mulai terpancing karena usahanya untuk membuat marah Arnetta gagal.
"Mau loe apa sich tante dondong laut? gak lihat loe, kalo gue baru ada urusan penting? kalo loe gak penting-penting banget mending loe pulang, cuci kaki, cuci muka, gosok gigi dan bubuk manis mikirin rencana yang lebih pandai untuk ngambil suami orang lagi" ujar Arnetta dengan ekspresi tenang dengan suara dilembut-lembutkan dan sengaja agak dikerasin supaya para netizen yang berada di restoran tersebut sedang fokus ke mereka.
Padahal pada aslinya Arnetta sudah sangat malas meladeni tante dondong laut didepannya, tetapi dasar Arnetta bocah barbar ini emosinya sedang labil jadi Arnetta ingin membuatnya malu dihadapan para netizen kepo disekitar mereka. Salah sendiri mbangunin macan tidur.
"Oooh pelakor tooh...." gumam para netizen lalu memandang Hana dengan sinis, membuat muka Hana memerah karena usaha dia untuk mempermalukan Arnetta malah berbalik ke arahnya.
"Siapa yang merebut suami orang? loe harus tau sebelum menikah denganmu J adalah kekasihku, lalu setelah menikahimu J tidak bahagia karena kamu adalah wanita yang dingin dan dalam otakmu hanya bekerja dan bekerja....tetapi ternyata loe selingkuh dengan pria yang kamu sebut rekan kerja atau sahabatmu itu, oleh karena itu J memilihku kembali dibandingkan dengan wanita dingin sepertimu" elak Hana dengan tersenyum sinis.
Richie yang sudah sangat hapal dengan sifat Arnetta sahabatnya segera berdiri menarik Christian untuk memberi jalan supaya Arnetta bisa berdiri berhadapan dengan wanita jelmaan ular didepannya itu.
Yaah perbedaan Christian dan Richie adalah Christian itu selalu berusaha sebisa mungkin mencegah pertarungan yang melibatkan Arnetta yang sering sumbu pendek, sedangkan Richie adalah membiarkan Arnetta meluapkan emosinya dan dia dengan senang hati memasang badan untuk ikut membantu Arnetta dalam bertarung, seperti pada kasus sekarang ini, Richie pura-pura tidak melihat kode dari Christian untuk mencegah Arnetta marah malah menariknya berdiri dan membiarkan Arnetta berdiri dan menghadapi wanita jelmaan iblis itu.
"Suamiku memilih bersamamu? waah tante aku tau kadang faktor usia itu memang sangat mempengaruhi daya ingat seseorang, tetapi semua orang tahu bahwa selama ini dimana aku ada, suamiku selalu ada disampingku, apa seperti tindakan suami yang diselingkuhin istrinya? hanya malam ini karena ada masalah di perusahaan jadi harus rapat bersama mereka ini sedangkan suamiku sedang mengurus perusahaannya" ujar Arnetta masih dengan tenang dan tetap tersenyum lembut.
"Oooo....atau karena dondong iri yah karena meskipun aku sudah bersuami tetapi masih mempunyai teman dan rekanan setampan mereka-mereka ini sedangkan tante sama om-om tua botak yang menemani tante tadi" ucapan Arnetta meskipun tetap dengan nada lembut tetapi semua orang tahu bahwa ucapan Arnetta sarat dengan sindiran dan ejekan, membuat tangan Hana terkepal erat penuh emosi.
Tetapi yang diluar perhitungan Hana adalah Arnetta sekarang adalah pribadi yang nekat dan barbar bukannya Arnetta yang selalu berpikir matang dan tenang dalam bertindak, sehingga belum sempat Hana melangkahkan kakinya tubuhnya sudah ditarik kebelakang
"Kyaaaaa......!!!!" jerit Hana dengan suara keras selain terkejut juga merasakan sakit karena tubuhnya sukses mendarat di lantai restoran.
Belum berhenti rasa terkejut Hana karena terjatuh, sekarang ditambah tubuhnya sudah diduduki Arnetta.
Ulah Arnetta yang tiba-tiba tersebut membuat para pelanggan restoran segera mendekati mereka bahkan beberapa memvideokan dan disiarkan secara langsung di medsos.
"Toloooong.....bantuin aku dari wanita gila ini yang sudah menjatuhkannku dan mendudukiku" teriak Hana histeris.
Plaaak.....plaaak....plaaaak ......
"Kamu boleh menghinaku, menistakan aku sepuas hatimu dengan mulut berbisamu itu, tetapi jangan pernah sekalipun kamu menghina anakku, dia adalah hartaku yang paling berharga yang Tuhan berikan padaku, dan perlu kamu tahu tante dondong laut anak itu adalah anakku dan suamiku bukan dengan pria lainnya" teriak Arnetta lantang sambil menampar kedua pipi Hana berkali-kali untuk meluapkan rasa kesal dan marahnya yang sudah sejak tadi dia tahan untuk tidak meledak.
"Kyaaaa.....tolong!!! kamu sudah gila ya Arnetta!!" pekik Hana histeris.
Bukannya menghentikan tamparannya Arnetta bahkan sengaja menotok beberapa titik sakit Hana juga memeriksa apakah benar dugaannya benar dan memang benar dugaannya membuat Arnetta tiba-tiba tersenyum, dimana yang Hana lihat senyumnya sangat membuatnya bergidik ngeri karena penuh dengan aura intimidasi.
"Tolong dia ingin membunuh anak dalam kandunganku.....aku tahu kamu marah karena aku hamil anak suamimu, tapi jangan bunuh anak tidak berdosa ini!!" seru Hana dengan memasang wajah dibuat seperti orang paling menderita sedunia.
"Waaaah....mana piala oscar....mana? heh tante dondong kalau mau bermain drama tipu-tipu jangan didepan seorang dokter kenapa?" ujar Arnetta dengan senyum meremehkan.
Tiba-tiba layar televisi yang ada di restoran menampilkan beberapa adegan mesra antara Hana dengan beberapa orang bergantian yang mereka lakukan di beberapa hotel berbintang, dan juga menunjukkan bahwa ternyata Hana mendapatkan bayaran atas service yang dia lakukan dengan nilai yang sangat fantastis sesuai ucapan salah satu pria yang booking Hana. Penayangan tersebut ternyata sudah menjadi breaking news di sebuah stasiun televisi terbesar di Indonesia.
Melihat hal tersebut memucatlah wajah Hana dan langsung menjerit membantah dan meminta pihak restoran untuk mematikan televisi.
"Jika kamu benar-benar hamil maka aku yakin itu bukan anak dari suamiku, sudah ngaku aja loe tan...sebelum semakin terbuka kebohonganmu" ujar Arnetta sambil berdiri dari tubuh Hana.
Hana segera berdiri, tetapi bukannya Hana segera mengakui kebohongannya malah semakin ngotot membentak Arnetta.
"Terserah apa katamu, tetapi J dan keluarga Saputra sudah mengakui anak ini adalah keturunan satu-satunya yang akan mewarisi nama keluarga Saputra....makanya ceraikan J segera" seru Hana tetap dengan suara dan tingkah angkuhnya menantang Arnetta.
"Baiklah.....sesuai permintaanmu, maka seluruh dunia akan tahu akan kebohonganmu ini."
"Rich....angkat tante dondong ini ke rumah sakit. Adakah yang tahu klinik kandungan terdekat?" seru Arnetta dengan lantang.
Richie yang sedang memegangi Christian yang ingin menghentikan tindakan barbar Arnetta, langsung terkejut.
"Kok gue Net?" protes Richie.
"Kalo Chris gak bakal mau menyentuh wanita sekotor die....buruan gak usah banyak cincong loe!!" seru Arnetta tetap mengeluarkan aura Thannosnya yang membuat nyali Hana untuk kabur entah hilang kemana.
Sambil menggerutu dan bermuka masam langsung menuju ke arah Hana dan tanpa ba bi bu be bo langsung menjunjung tubuh Hana layaknya karung beras.
Hana yang ingin memberontak dan meronta-ronta dalam gendongan Richie, membuat Richie hampir kewalahan, tetapi Hana langsung terdiam saat Lucas dengan seringai menakutkan ikut mendekat ke arah Richie dan berkata
"Biarkan aku yang menggendongnya tuan Richie"
Mendengar ucapan Lucas yang terlihat mengerikan membuat nyali Hana menciut, dan segera terdiam pasrah tidak berani memberontak dan dengan suara bergetar
"Tidaaak....biarkan saya sama tuan Richie ini saja"
Melihat perubahan drastis tersebut membuat Arnetta saling pandang dengan Christian sambil berusaha menahan tawa, 'Ya gimana si tante gak keder, lihat tongkrongan Lucas yang seperti Aquaman itu meskipun tanpa mengeluarkan senjata sekalipun saja sudah mengerikan gitu' batin Arnetta
"Nyonya Sinaga perkenalkan saya dr Ganang Wijoyo spesialis kandungan, klinik saya tidak jauh dari sini....mari ikut saya" ujar seorang pria yang sudah tidak muda lagi mendekati Arnetta.
Arnetta dengan tersenyum menjawab " Baik dokter mari kita kesana"
Mendengar dan melihat beberapa pelanggan restoran ikut memvideokan mereka dan mengikuti mereka, Hana mulai diliputi ketakutan.
"Cepat lepaskan aku Arnetta brengseeek!!!....akan aku tuntut kamu karena tindakan kekerasan ini!!"ancam Hana.
Alih-alih Arnetta takut akan ancaman Hana, Arnetta dan rombongan tetap tenang melenggang masuk mobil dan menuju ke klinik dr Ganang.
...***...
...TBC...
...Bagaimana kelanjutan aksi Arnetta?...
...Ditunggu di next Episode yessππ...