
Jika kalian pikir Julian bisa tidur nyenyak itu boong banget gaess....yang ada Julian seperti cacing kepanasan bagaimana tidak Arnetta tidurnya memeluk Julian erat, sehingga aroma buah apel dan plum dari tubuh Arnetta menyeruak di hidung Julian terlebih piyama Arnetta tersingkap sehingga menunjukkan dada Arnetta yang sangat putih.
'Ya Gusti cobaan berat apalagi ini....punya bini cantik tapi belum bisa diapa-apain, Juned sabaar yee si Neng soulmatemu masih belum bisa kamu sentuh' ujar Julian lebay dalam hati sambil membujuk sohib kentalnya yang sejak tadi mulai bangun dari hibernasinya selama ini.
Setelah berusaha sekuat tenaga menahan si Juned, akhirnya si Julian tidak kuat, secara perlahan lilitan tangan dan kaki Arnetta ditubuhnya dia lepas dan segera berlari ke kamar mandi untuk mandi air dingin untuk menidurkan kembali si Juned, setelah itu barulah Julian bisa tidur nyenyak sambil menjaga jarak dengan Arnetta.
Pagi hari Arnetta bangun terheran karena diantara dirinya dan Julian dibatasi bantal-bantul kursi yang ditumpuk
'Ini si om dari kemarin aneh terus...kaya anak kecil mainan beteng-betengan, baru puber kali ya' gumam Arnetta dalam hati sambil geleng-geleng kepala lalu segera ke kamar mandi meninggalkan Julian yang tidur manis di ranjang.
Setelah mandi, badan Arnetta terasa segar terlebih dengan menggunakan out fit warna dusty pink, Arnetta segera berdandan di depan meja riasnya, tiba-tiba dia dikejutkan pelukan dari belakang tubuhnya, siapa lagi pelakunya...yess si om mesum yang sayangnya dia adalah suami Arnetta.
"Astagaaa om, kebiasaan banget loo jalan nggak kedengeran langkahnya dan selalu buat Netta terkejut setengah mati" omel Arnetta sambil berusaha melepaskan diri dari pelukan gurita ala si om.
Namun dicegah oleh Julian " Aku mohon biarkan seperti ini sebentar saja"
Arnetta jelas sangat gugup, gimana tidak gugup coba gaess meski penampakannya saja sudah berusia 25 tahun, tapi jiwa didalamnya adalah Arnetta yang masih berusia 15tahun, gadis belia yang belum pernah berdekatan dengan pria manapun seintim ini, Richard dan Christian meskipun memeluk hanya memeluk bahu. Dengan susah payah Arnetta menghela nafas dan membiarkan Julian memeluknya. Tidak lama kemudian Julian melepaskan pelukannya, lalu memegang pinggang Arnetta dan segera membalikkan tubuh Arnetta untuk menghadapnya, Julian mengusap pipi Arnetta dengan lembut.
'Astaga naga kenapa udara menjadi panas yah???' ujar Arnetta dalam hati yang merasa gugup dan tanpa dia sadari Arnetta menggigit bibirnya sendiri.
"Dengar ya Nett.....mulai sekarang apapun yang terjadi tetaplah disampingku, apakah kamu mengerti Nett?" bisik Julian sambil tetap mengusap pipi Arnetta "Ini perintah ya Nett bukan sebuah permohonan"
'Eeeeh....omong kosong apalagi ini, waah si om sukanya Ngadi-ngadi loo, semerdeka si om sajalah!' belum selesai rasa terkejut Arnetta, masih ditambah dengan omongan Julian sekali lagi yang tidak kalah absurdnya.
"Dan satu lagi, jangan pernah mengigit bibirmu dihadapan pria lainnya, cukup didepanku saja" ujar Julian.
Arnetta yang sudah kesal ralat makin kesal langsung mendelik "Apa-apaan sich masak menggigit bibir sendiri saja nggak boleh? aah yang benar aja" protes Arnetta dengan kesal.
"Sssttttt.....jangan ngebantah suami Nett" ujar Julian sambil menutup mulut Arnetta dengan telunjuknya seraya menarik tubuh Arnetta dan mendudukkan di sofa kamarnya. Lalu membaringkan kepalanya di paha Arnetta, sontak membuat Arnetta terkejut setengah mati dan berusaha untuk bangkit berdiri.
"Aku capek dan masih ngantuk Nett, biarkan aku istirahat sebentar 10 menit saja" ujarnya lalu memejamkan matanya.
Arnetta terdiam sambil menatap wajah tampan Julian yang memang terlihat sangat lelah.
"Khan bisa tidur di ranjang om" gumam Arnetta lirih takut membangunkan Julian yang sudah mulai terdengar dengkuran halusnya.
Arnetta secara tidak sadar mengulurkan tangannya untuk menyelusuri muka Julian dengan jarinya dan mengusap kepala Julian dengan lembut.
Tetapi itu tak berlangsung lama, karena tiba-tiba dada Arnetta terasa nyeri dan kepalanya mulai terasa sakit kembali 'Apa yang sudah terjadi diantara kalian, kenapa kalian berdua terlihat saling terluka satu sama lainnya' gumam Arnetta dalam hati sambil meremas dada dan kepalanya yang sangat sakit.
Julian yang merasa ada gerakan dan terdengar suara erangan pelan di sebelahnya segera membuka matanya, dan sangat terkejut melihat Arnetta yang terlihat kesakitan sambil memegang kepala dan dadanya dengan mata terpejam
Arnetta yang mendengar suara Julian sontak membuka matanya dan melihat wajah Julian sudah didepannya berjarak berapa centi saja, refleks segera berdiri, tetapi karena kepalanya masih terasa agak sakit maka tubuhnya oleng mau jatuh tetapi ditarik oleh Julian sehingga tubuh Arnetta jatuh menimpa tubuh Julian dan Cuuup.
Julian yang sejak dari malam sudah Turn On, mendapat ciuman dari Arnetta meski tidak sengaja, tidak menyia-nyiakan kesempatan ini segera merengkuh pinggang Arnetta dan memeluk leher Arnetta untuk memperdalam ciuman membuat Arnetta melotot sempurna karena serangan Julian yang mendadak, terlebih bagi Arnetta yang berjiwa usia 15tahun ini adalah ciuman pertama baginya.
Setelah Julian merasa Arnetta yang sudah mengalami kesusahan bernafas segera melepaskan ciumannya dan menatap Arnetta yang segera menarik nafas dalam-dalam dengan muka memerah dan dengan panik berdiri "Dasar om M****m!!" umpat Arnetta sambil berlari pergi keluar kamar.
Arnetta berlari sambil menutup mukanya yang sangat merah. Dia sangat malu dan kesal, pagi ini benar-benar mengawali hari dengan ketidak beruntungan, oooh ayolah ciuman pertamanya yang diinginkan ditempat-tempat romantis, dimana sang prianya memakai baju keren dan wangi... laa ini si om cuman memakai baju piyama belum mandi pula duuuuch...ya memang sich si om suaminya, tapi ya nggak gini-gini amat yah, bener-bener apes nasib bini hallunya Jerry Yan hicks.....
Sementara itu kondisi Julian berbanding terbalik dengan Arnetta yang kesal setengah mati, sedangkan senyum lebar Julian tidak menghilang dari bibirnya melihat tingkah menggemaskan istri kecilnya. Namun senyuman itu segera menghilang digantikan wajah tanpa ekspresi saat Julian mengingat kembali ancaman dari Christian.
^^^
Di waktu yang di bandara Soekarno Hatta, tampak sebuah pesawat pribadi mendarat dengan mulusnya, dan saat pintu pesawat terbuka tampak seorang pria berbadan besar dengan rambut diikat rapi menuruni tangga dimana sudah disambut beberapa pria berbaju hitam dan berkacamata hitam.
"Selamat datang kembali ke tanah air tuan muda" ujar salah satu pria berbaju hitam dengan kacamata silindris menyambut pria tersebut.
"Apakah kalian sudah menemukan bocah kecil calon istriku?" ujarnya tanpa menjawab sambutan asisten tersebut
"Sudah tuan muda, tetapi nona muda sudah mengalami banyak kejadian menyedihkannya dan hampir meninggal" ujar asisten tersebut sambil menyodorkan berkas ke tuan mudanya.
Pria tersebut segera membaca cepat isi berkas tersebut dan segera meremas dengan penuh kemarahan
"Maafkan aku bocah kecil aku terlalu lama menjemputmu, tetapi sesuai janjiku aku akan membahagiakanmu mulai saat ini" gumam Pria tersebut penuh kegeraman.
"Hancurkan pria brengsek ini secara perlahan sampai dia tidak bisa hidup lagi, dan cari cara aku bisa mendekati calon istriku Mark!!"
"Baik tuan muda, saya sudah tahu anda mulai dari mana....mari saya jelaskan sambil jalan menuju rumah anda yang sudah saya beli tepat di dekat rumah nyonya muda" lapor Mark
"Hmmm....lakukan secara rapi, dan mulai habisi semua orang yang sudah menyakiti calon istriku Mark!!!" ujarnya dengan dingin
"Baik tuan muda!" jawab Mark patuh dan segera menelpon beberapa orang untuk melakukan apa peeintah tuan mudanya sambil berjalan menuju mobil mereka.
...***...
...TBC...
...Heeeeeem ini siapa yaah?😮😳...