The Girl Inside Me

The Girl Inside Me
Episode 16 Pasta Vs Nasi Jagung



"Maaaa.....gadis kasar itu mendorong Hana sampai terjatuh" rengek Hana sambil berlari menuju ke Belle


Belle yang sedang memijit pelipisnya karena merasakan sakit, setelah mengetahui bahwa mata-matanya ternyata kabur, padahal dia susah membayarnya dalam jumlah yang sangat banyak. Belle tidak tahu bahwa dirinya sudah dibohongi oleh salah satu pelayan di rumah Julian yang setia kepada Arnetta, padahal mata-matanya sudah dimasukkan ke dalam penjara kepolisian.


"Hana kamu berlari-lari apa kamu lupa sedang mengandung cucuku" bentak Belle


"Maka dari itu ma, Hana tadi didorong sampai jatuh....bagaimana dengan kandunganku ini?" rengek Hana


"Kalau kamu jatuh, kamu sedang mengandung pasti kamu untuk jalanpun susah, kamu tadi masih bisa berlari maka tidak papa" ujar Belle kesal karena ulah bodoh Hana


"T-tapi ma...." ujar Hana kesal karena reaksi Belle tidak sesuai harapannya


"Kita harus bermain cerdas, karena Netta yang sekarang sangat pemberani tidak selemah dulu, dan lagi Julian yang sekarang malah semakin protektif dan makin cinta....makanya kali ini kamu harus tunjukan kepandaianmu dalam memasak dan manfaatkan bayi kalian untuk memaksa Julian menceraikan wanita sialan itu" ujar Belle penuh kebencian


"Baiklah ma....mama jangan khawatir wanita gila itu bakalan kalah dengan kemampuan Hana kali ini" ujar Hana penuh percaya diri dan segera kembali ke dapur untuk menyiapkan hidangan mewah untuk Belle dan Julian dengan tersenyum culas.


Sesampainya di dapur, Hana segera mengeluarkan beberapa box berisi makanan lalu dia menyuruh salah satu ART disitu untuk menghangatkan di microwave dan menaruh dipiring-piring hidangan yang mewah, disaat para ART sibuk menjalankan perintah Hana, Hana duduk manis sambil bermain HPnya.


Berbanding terbalik dengan Arnetta sangat lincah di dapur memasak makanan ala Indonesia kesukaannya dan keluarganya dulu.


"Nyonya muda, anda yakin masak ini?Nyonya besar Morellikan bule totok (bule asli) masak ya mau makan makanan beginian" tanya Wina asisten Arnetta di dapur


"Mbak Mina....mau aku masak masakan ala ratu Inggris sekalipun itu si nenek sudah benci setengah mati sama aku, jadi gak bakal mau makan makanan buatanku, jadi sekalian saja aku buat ini...ini adalah makanan kesukaanku dan mama" ujar Arnetta santai sambil tetap fokus memasak.


"Nyonya ini daun kelornya sudah saya petik dan cuci bersih" ujar Windy


"Taruh situ dulu mbak, sebentar aku cicip kuahnya dulu" ujar Arnetta


"Nyonya nasinya sudah matang, saya masukan ke tempat nasi ya?"


"Ya mbak Min....makasih ya"


Setelah Arnetta selesai membuat sambal dan menggoreng ikan asin, Mina menyuruh nyonya mudanya untuk mandi.


"Makasih ya mbak Mina, aku mandi dulu ya"


"Dandan yang cantik ya Nyonya jangan kalah dengan tante Dondong" ujar Mina diikuti para ART lainnya membuat Windy melotot


"Maafkan mereka ya Nyonya, sudah tidak berlaku tidak sopan"


"Haizz...ndak papa mbak Windy..... mbak tapi aku ndak usah dandankan sudah cantik ya khan?" ujar Arnetta genit membuat para ART terkikik.


Ketika mau membuka pintu tampak Julian sudah rapi selesai mandi


"Masaknya sudah selesai Net?"


"Heem....." jawab Arnetta singkat lalu langsung masuk ke kamar mandi, sebelumnya mengambil baju di wardrobe.


Julian membatalkan untuk turun kebawah, dan memutuskan menunggu istrinya mandi sambil membuka laptopnya untuk membaca email yang masuk.


Tak beberapa Arnetta keluar dari kamar mandi memakai kaos berwarna hitam dan celana jeans berwarna biru.



Julian menatap istrinya sekarang penuh kekaguman, tanpa memakai make up terlihat sangat cantik dan segar, meskipun hanya memakai baju casual saja, berbeda dengan Arnetta yang sebelumnya selalu memakai baju feminin anggun.


"Tunggu ya Net, aku ganti baju terlebih dahulu" ujar Julian langsung ngibrit


"Om bukannya sudah pake baju ya?kok pake ganti segala" gumam Arnetta bingung sambil menyisir rambutnya kemudian mengoleskan cream perawatan mukanya.


"Ayo, Net kita turun" ajak Julian yang sudah berganti baju dengan menggunakan kaos hitam dan celana jeans dengan warna yang sama dengan istrinya.


Bukannya segera beranjak berdiri, Arnetta hanya menatap Julian dari atas ke bawah


"Om ...duduk sini dulu dech" ujar Netta sambil menepuk kursi depan meja riasnya


Meskipun bingung Julian tetap menuruti perintah istrinya untuk duduk di kursi.


Arnetta segera berdiri dibelakang Julian dan segera merubah gaya rambut Julian yang selalu klimis dengan mengacak-acak rambut Julian


"Nah kalau beginikan om terlihat lebih muda dan segar, masak istrinya yang imut begini suaminya om-om banget" ujar Arnetta tanpa dosa membuat Julian hanya menghela nafas pasrah 'Semerdeka kamu sajalah Net....asal kamu bahagia' gumam Julian dalam hati sambil tersenyum.



"Yuuk om kita turun" ajak Arnetta sambil menarik tangan Julian.


Ketika mereka berdua keluar dari kamar, tampak Chris sudah keluar juga dari kamarnya


"Chriss...." seru Arnetta lalu segera melepas tangannya dari Julian dan berlari ke arah Christian


"Bagaimana wajahmu? masih sakit kah?" tanya Arnetta khawatir


"Cream buatanmu memang paling hebat, memar-memar diwajahku sudah tidak sakit dan benar-benar tercover.... lihatlah tidak terlihatkan bekas memarnya?" puji Christian


"Hehehe, ternyata aku hebat yah....cream ini sudah diproduksi masal Chris?"


"Belum....masih dalam proses desain pengemasan" terang Christian


Julian yang melihat keakraban mereka segera menyambar tangan Arnetta sambil berseru "Ayo makan Net....aku sudah lapar"


"Ooo oke ayo...Chris makan, aku sudah masakin makanan yang sering mama dan aku buat" ajak Arnetta sambil menarik tangan Chris dengan tangan kirinya membuat Julian kesal setengah mati terlebih Christian melemparkan senyuman mengejeknya. dan tatapan datarnya.



Saat mereka sampai di meja makan tampak Belleza dan Hana sudah duduk manis di meja makan


"Pak Lukman tolong sajikan masakanku kemari" seru Hana sok berwibawa


"Baik Non" ujar pak Lukman yang segera memanggil para pelayan untuk menghidangkan masakan Hana ke meja makan


Berbeda dengan Hana, tanpa Arnetta suruh Mina dan para pelayan membawakan masakan Arnetta ke meja makan.


Tampak perbedaan mencolok antara dua jenis menu, dimana Hana menyajikan masakan menu khas Italy yaitu Pizza, Rissoto Seafood, Bruchetta dan Wine merah sebagai minuman dan dessertnya Tiramisu.





Hana yang melihat masakan dari Arnetta hanya mencibir dan menghinanya.


"Heeh gadis gila...apa setelah kecelakaan kamu menjadi bodoh, mama ini orang Itali mana mau masakan orang kere begini"


Mendengar hinaan Hana bukannya membuat Arnetta menjadi marah melainkan dengan tersenyum Arnetta menjawab.


"Tugas seorang menantu adalah ikut menjaga dan merawat kesehatan ibu mertuanya Tante dondong, tidak asal menyajikan masakan enak tetapi tidak melihat berapa banyak kolesterol dan kalori yang terkandung didalamnya"


"Seperti Pizza full keju, rissoto seafood, bruchetta dan Tiramisu itu makanan kandungan kolesterol dan kalorinya tinggi, untuk seusia si Nenek mengikis kalori itu sudah sangat susah terlebih, saat ini Nenek mengalami kolesterol tinggi"


"Lagipula misal pun aku memasak makanan Itali pasti si nenek tetap tidak mau memakannya, bukankah begitu Nek?" tanya Arnetta dengan muka dibuat sepolos mungkin.


"Heeeh gadis tengik....aku belum tua kenapa kamu panggil nenek!!!" bentak Belle dengan penuh emosi.


"Jangan sok pinter kamu, mama sehat begini dibilang kolesterolnya tinggi....sok jadi dokter kamu" umpat Hana sok membela Belle membuat Arnetta tersenyum sinis


"Hahaha memang aku dokter kok, tepatnya dokter spesialis kulit dan kelamin, masak tante nggak tahu saingannya seorang dokter....nggak seruu aah masak calon pelakornya jelas-jelas kalah jauh dari aku" ujar Arnetta dengan senyum mengejek.


"Heleeh dokter abal-abal saja bangga kamu...udah mah nggak usah dipedulikan omongan orang gila itu" ujar Hana kesal melihat sikap manja Arnetta ke Julian yang menatap Arnetta penuh cinta.


'Whaaat dokter abal-abal??!!! waaa dasar tante dondong laut minta di sliding sampe ke afrika biar bermain dengan Phumba' omel titisan Nana after school ini dalam hati.


'Sudahlah yang waras ngalah saja'


Christian merasa jengah melihat Arnetta di serang terus-terusan meski Arnetta sekarang ini kembali ke Arnetta dulu ucapannya selalu memancing emosi orang lain, untuk mengalihkan perhatian, segera dia berseru


"Net ambilin makan donk" ujar Chris


"Aku juga Net" seru Julian tidak mau kalah


"Iya sebentar" jawab Arnetta yang kemudian mengambilkan kedua pria disampingnya


Saat Julian mau makan memakai sendok, Arnetta segera mencegahnya


"Om lebih enak makannya memakai tangan jangan memakai sendok"


"Eeeh....tapi Net, aku nggak bisa makan pakai tangan"


"Netta suapin aja ya" ujar Netta kemudian segera menyuapi Julian


"Enak ya Net ternyata rasanya nasi jagung, sama ikan asin, sambalnya tidak pedas" puji Julian


"Untuk menghilangkan rasa Enegnya, kamu selingi dengan makan sayur beningnya Om" ujar Arnetta diikuti Julian dengan patuh.


"Sayurnya juga seger yah, ini daun bayam ya Net?"


"Bukan, ini daun kelor...Om suka?"


"Heem...suka banget, setiap hari makan gini aku mau"


"Hehehe...besok nasi merah saja biar tidak bosan.


Melihat kemesraan pasangan didepannya membuat Hana marah


"Ewww.....Ju, mau-maunya makan pakai tangan dia, terlebih habis dari mulut dia ke mulutmu sama ke pria selingkuhan istrimu" ujar Hana ketus.


"Mau-maunya kamu dibohongi istrimu Ju, membawa selingkuhan nya didepan matamu...kenapa sich tidak kamu ceraikan wanita sialan ini, heran mama apa sih bagusnya ini cewek...dulu masih mending memakai gaun dan pendiam, la sekarang sudah berani sama mama dah gitu masak makan malam sama ibu mertuanya cuman memakai kaos dan celana jeans" umpat Belle


'Yeeay dasar Nenek minim akhlak, masak cuman makan malam dirumah sendiri pake gaun segala, masih mending ini Netta pake baju sopan, biasanya cuman memakai kaos longgar dan celana pendekar' omel Arnetta


"Selingkuh itu jika berhubungan dengan pria lain dibelakang suaminya dimana suaminya tidak tahu, la ini kemanapun mereka pergi selalu ada Windy dan pak Hasan, dan Netta selalu ijin kepadaku....lagipula kalau Netta mau sama Chris aku tidak masalah asalkan satu-satunya suami dari Arnetta Sinaga hanya Julian Saputra"


'Heeeh......apa si Om kepalanya kejedot yah?masak iya sampai ngijinin istrinya selingkuh dengan Christian...ngijinin loo gaess digaris bawahi itu, emang Netta cewek apaan' gumam Arnetta dalam hati dengan mulut menganga antara terkejut dan mau nampol begitu juga Christian sampai terbatuk-batuk.


Tanpa memperhatikan reaksi istrinya yang sangat terkejut, Julian melanjutkan ucapannya


"Jangan samakan Arnetta dengan kalian, yang satunya tega meninggalkan bayinya untuk senang-senang dengan selingkuhan nya, sedangkan satunya rela meninggalkan calon suaminya demi mengejar pria yang ternyata sangat kaya...bukankah begitu Ma? Tante Dinding?" ucap Julian dengan nada sinis membuat Belle dan Hana terdiam dengan wajah menahan marah.


"Tante dondong om bukan dinding" bisik Arnetta dengan terkikik membuat Julian mengangkat sudut bibirnya sedikit menahan tawa.


"Juuu.....kok ikutan wanita gila itu panggil aku gitu " rajuk manja Hana


"Hoeek .... kaya gini mau jadi saingan Netta beuuuh mending saingan dengan Cruella Devil, keren itu mah"gumam lirih Arnetta yang cukup terdengar Christian dan Julian membuat dua pria tersebut berusaha menahan tawanya yang hampir membuncah.


"Sayang aku dah kenyang, yuuk kita beristirahat dikamar" ajak Julian yang langsung berdiri dan menggenggam tangan Arnetta tanpa memperdulikan aura Medusa keluar dari dua wanita nyinyir tersebut.


"Oke ....dech" jawab Arnetta singkat


"Chris, kamu istirahat juga ya biar lukamu lekas sembuh" ujar Arnetta sambil berdiri mengikuti Julian


"Heem, oke Net ....ayo" jawab Christian mengikuti Netta dan Julian berdiri


"Juliaaaaaan!!!!!! berani kamu melawan mama!!! ini gara-gara kamu wanita sialan!!!" teriak Belle histeris


Alih-alih memperdulikan teriakan mamanya, Julian tetap saja melenggang meninggalkan Belle dan Hana.


...***...


...TBC...


...Olla selamat malam, Mian πŸ™ ya author baru update karena beberapa hari ini banyak pasien yang harus menjalani tindakan medis, jadi tiap sepulang kerja Author langsung teparπŸ™ˆ...


...Semoga masih setia mau membaca novel ini, novel ini tidak panjang rencananya jadi semoga tetap mendukung author gesrek ini yaπŸ˜πŸ™πŸ™πŸ’–...


...GumawoπŸ™πŸ˜˜πŸ˜˜...