The Girl Inside Me

The Girl Inside Me
Episode 33 Official Rival Right?



"Oooooom........"


Julian yang baru melihat indahnya pemandangan kota Jakarta dimalam hari langsung terjengit terkejut mendengar teriakan cempreng Arnetta.


"Buseeet Nett....kenapa sich hobi banget treak-treak, kaya tarzan cewek" omel Julian lalu berdiri di depan pintu kamar mandi.


"Apaan Net?"


" Oom ambilin baju dalem dong...." ujar Netta yang melongokkan kepalanya dari balik pintu sambil cengengesan.


"Kamu kasih kode nich?!" tanya Julian langsung sumringah wajahnya.


"Hah?!! kode?....kode apaaan?!! buruan om dah dingin!!"


"Kamu itu loo udah gede dah punya suami tetep aja kaya anak kecil, udah gitu gak peka lagi...hiiiiy" gerutu Julian meskipun begitu tetap saja ke lemari baju dan mengambilkan baju dalam dan dress buat Arnetta.


"Nettt....ini bajunya" teriak Julian di depan kamar mandi sambil menyodorkan baju Arnetta.


Arnetta kembali membuka pintu kamar mandi sambil menyambar baju dari tangan Julian.


Belum sampai Julian mendudukkan pantatnya di kursi terdengar teriakan Arnetta lagi memanggil dirinya.


"Apaan lagi sich Nett?" tanya Julian.


Sambil menonongolkan kepalanya Arnetta memasang muka jutek nya


"Oooom itu gimana siichh!!! masak ngambilin Bh warna biru Cdnya warna pink!!" semprot Arnetta.


"Laah....harusnya gimana Nett?" tanya Julian kebingungan sambil mengambil baju dalam dari tangan Arnetta.


"Ya sewarnalah om.....hiiih katanya pacarnya banyak,...... gini aja gak tahu!!" gerutu Arnetta.


"Hehehe ya akukan gak pernah merhatiin hal gitu Net....ya maaf" jawab Julian sambil menggaruk tengkuknya lalu kembali mengambilkan baju dalam kali ini sewarna.


"Ya mana pernah perhatiin partner sexku, ingat wajah mereka saja kagak gue" gumam Julian lalu menyerahkan ke Arnetta.


Setelah selesai berpakaian Arnetta keluar kamar mandi sambil ngomel.


Julian yang duduk di ranjang setelah membereskan kamar Arnetta dibuat bingung.


"Gue salah apalagi coba" gumam Julian sambil meringis.


Sabar-sabar punya bini eeh pacar berjiwa abg labil.


"Loo kok ganti baju lagi Net?"


"Oom ini masih malam toh?waktunya tidur masak Netta disuruh pakai baju buat main ke mall sich"


Julian hanya tersenyum lalu melihat gaya baju tidur istrinya eeh pacar ding .....bikin Netta makin imut


"Oom gak ganti baju dulu..." tanya Arnetta.


"Iya" jawab Julian singkat lalu melepas kemeja dan celananya hanya tinggal memakai boxer hitam lalu segera menyusul Arnetta naik ke tempat tidur.


"Eeeh ....kok nggak pake baju sich om?"


"Laahkan memang biasanya aku tidur cuman pake boxer doangkan Nett" jawab Julian sambil nyengir.


"Terserahlah om....ayo bobo, tapi beneran bobo looo nggak usah macem-macem awaaaazzzz!!!!" ancam Arnetta sambil mengacung-acungkan jarinya penuh aura ancaman.


Tetapi dasar Julian titisan si Boimnya di Lupus alias Playboy Cap Duren tiga, langsung memasang muka memelas dan mulai mengeluarkan jurus rayuan mautnya.


"Kamuuu maaah pelit....kitakan dah resmi pacaran ya masak gak boleh nyolek-nyolek dikit Nett....tega banget sich"


"Dasaaaar Om Mesuuum, emang Netta sabun colek apa pake colek-colek segala"


"Udah untung aku bolehin tidur bareng om....mana ada baru pacaran udah bobo bareng" omel Arnetta


"Adaaa Nett ...naaah kita ini toh" jawab Julian sambil cekikikan nggak jelas.


Arnetta langsung memutarkan bola matanya malas, untuuuung dah sayang coba kagak hiiiih udah Netta tepang sampe ke negerinya Black Panther.


Julian yang sudah sangat capai dalam hitungan detik sudah terbang ke pulau kapuk alias tidur.


"Yaah si om malah udah bobo...." keluh Arnetta kemudian mengusap pipi Julian sambil cekikikan pelan


"Akhirnya Netta bisa punya pacar....besok ngajak si om kemana yah?" gumam Arnetta sambil membayangkan tempat-tempat indah yang romantis orang berpacaran.


Saking asyiknya membayangkan tempat-tempat indah membuat Arnetta kembali tertidur sambil tersenyum.


Pagi harinya saat Arnetta yang nyawanya masih setengah merasa keningnya dicium dan mendengar suara Julian berbisik pelan.


"Nett....pergi dulu yah, ada masalah dikantor"


"Jam berapa om....?"


"Masih jam 4 pagi, tidurlah lagi hemm....."


"Heem.....nanti malam kita kencan ya om?" gumam Arnetta berusaha membuka matanya yang masih lengket.


Julian yang melihat Arnetta tersenyum geli


"Nanti a hubungi kamu lagi yah, dah bobo lagi gih" ujar Julian lalu mengusap pucuk kepala Arnetta lembut yang membuat Arnetta kembali tidur.


"Gemesin banget sich kamu Net....gimana anak kita nantinya hi...hihi...." ujar Julian sambil terkekeh lalu segera meninggalkan Arnetta dan segera menuju ke kantornya.


*


*


*


*


*


Arnetta terbangun pukul 6.30, saat mendengar suara alarm dari Hpnya.


"Loooo.....si om mana?" tanya Arnetta kebingungan saat melihat kasur sebelahnya kosong.


Kembali teringat tadi ada yang mencium dan mengusap kepalanya dan berpamitan lembut membuat Arnetta tersenyum malu lalu menutup kepalanya dalam selimut lalu memekik riang menendang-nendang selimutnya.


( Mamiiii anakmu dah punya pacar)


Setelah melakukan polah absurdnya, Arnetta segera mandi dan berdandan rapi dan segera turun ke resto bawah untuk menyantap sarapan.


Di restoran bawah Arnetta melihat sahabat lucnutnya yang memasang muka mendung dan mengaduk-aduk makanannya.


"Heeeh....Bambank....loe ngapain pagi-pagi mukanya kusut banget, dan ntuh makanan jangan cuman diaduk-aduk kenapa?!!" ujar Arnetta yang membuat Richie terjengit kaget.


"Heeeh dasar Juminten loe tuh lama-lama kaya Jalangkung!!!! kagak ada suara tau-tau dah muncul" semprot Richie dengan muka sewot.


"Widiiiiih pagi-pagi dah ngegas....heeh gue kasih tau ya Mbang gimana loe dapat bini, pagi-pagi aja udah pasang muka acem dan sewot gitu" omel Arnetta.


"Haizzzz kaliiiian tuuh yah .....tiap ketemu pasti ribut, udah pada gede masih kaya Ababil " tiba-tiba Christian datang sambil bawa makanan lalu duduk disamping Arnetta.


"Dia duluaaaan Chrisss!!!" pekik Richie dan Arnetta secara bersamaa sambil tangannya saling tunjuk dan melototkan mata mereka sengit.


Christian hanya geleng-geleng melihat kedua sahabatnya masih aja kaya anak abg meskipun usia mereka sudah dewasa.


"Net...loe dah enakkan?"


"Udaaah.....hihihi maaf ya Chris kemarin mabuk" ujar Arnetta dengan wajah ceria tanpa dosa.


"Hehehe.....gue juga mabuk kok Net" jawab Christian sambil nyengir.


" Ccck....kalian tuch udah ngrepotin orang lain masih bisa cengengesan" omel Richie sambil mengunyah makanannya penuh emosi.


"Morning little girl" terdengar suara ngebass yang menyapa dari arah belakang Netta lalu duduk disamping Richie dan tepat berhadapan dengan Arnetta.


"Mor....." jawab Netta terjeda sambil menatap penampilan Lucas pagi ini terlihat beberapa luka di wajahnya.


"Laaah om habis apa? kok mukanya penuh luka gitu?"tanya Arnetta dengan muka polos.


"Oooh....nggak papa kok Net....kamu udah baikan?" tanya Lucas dengan tersenyum.


"Loe kagak inget semalam loe ngapain Jum?"


"Mabuk toh?..."


"Loe gak kepo gitu muka tuan Lukas kaya gini karena apa?" pancing Richie sambil menatap Arnetta dengan mata tajam.


Arnetta hanya menggelengkan kepalanya dengan ekspresi bingung.


"Udah gak usah kamu pikirin ya Nett" ujar Lucas sambil mengusap kepala Arnetta lembut.


"Hai zzz.....udahlah gue mau berangkat ke RS ada jadwal operasi" ujar Richie dengan kesal, lalu berpamitan dan langsung pergi meninggalkan mereka.


"Laaah....Bambank baru PMS yah? daritadi ngomel mulu" omel Arnetta.


"Acara kamu apa hari ini Nett?" tanya Lucas mengalihkan pembicaraan.


"Kita hari ini mau kemana Chriss?"


"Kita mau ke pabrik Supplier botol....loe mau ikutan ato gue sendiri kesana?" tanya Chris.


"Gue ikut loe, ada desain baru untuk cream baru kita"


"Om hari ini mau ikutan kita?" tanya Arnetta sambil menatap Lucas.


"Nggak Nett....aku mau ketemuan sama orang hari ini.


"Ooooh oke, Yuuks Chriss kita berangkat sekarang sebelum macet" ajak Arnetta sambil menarik Christian pergi.


*


*


*


*


Diwaktu yang sama dan ditempat yang berbeda tampak satu kantor mengalami kepanikan.


"Gimana bisa terjadi gini sih Ed?"


"Yeeeey....gue juga bingung dalam semalam saham kita menurun drastis, bahkan database kitapun tiba-tiba diserang banyak hacker secara bersamaan"


"Apakah ini berhubungan dengan mama dan kroni-kroninya?"


"Bukan J...kalo emak loe mainnya gak se halus dan sejenius ini"


"Sialaaaan......masalah satu baru aja selese udah muncul masalah lainnya, untung aku sudah bikin program Arzima sehingga perusahaan kita aman"


"Sabaar J....loe harus menenangkan para pemegang saham pada rapat sebentar lagi"


"Iyaa....panggilkan Radit untuk menyiapkan ruang rapat dan semua bahan yang sudah aku buat tadi" perintah Julian lalu bersiap untuk rapat dadakan.


Tak beberapa lama pintu ruangan kantor Julian dibuka tanpa ijinnya.


"Kebiasaaan banget sich loe kalo masuk langsung slonang slonong seenaknya...." belum selesai Julian mengomel.


"J....reseh loe....liat ini hasil penyelidikanku atas masalah ini" jawab Edi tegas lalu menyerahkan berkas ke Julian.


Julian segera mengambil berkas dari tangan Edi kemudian membacanya dengan teliti.


Sebuah senyum terbit di bibir Julian sambil memandang Edi lalu berkata.....


"Akhirnya Ed.....kita tahu siapa musuh kita saat ini"


"Tindakan apa yang harus kita ambil selanjutnya bos?" tanya Edi penuh semangat.


"Kita biarkan dia bermain di taman bermain kita, setelah puas baru kita eksekusi secara perlahan sampai dia hancur tak berbekas" jawab Julian dengan seringai licik.


"Siaaap bos!!......tapi boss bagaimana dengan nyonya muda?"


"Biarkan istriku.....eeeh pacarku melihat siapa yang menjadi rivalku itu, jangan lupa perkuat penjagaan terhadap pacarku" ujar Julian sambil tersenyum lebar.


...***...


...TBC...