The Girl Inside Me

The Girl Inside Me
Episode 30 Terbengongkan



Arnetta saat sampai dikantor sudah disambut Chris, Lucas dan Richie langsung menyerbu Arnetta.


"Kamu baik-baik ajakan Net?" tanya mereka serempak dengan ekspresi khawatir.


Dasar Arnetta yang loadingnya sering lamban seperti pentium 1 jadi ketika semua tanya keadaanya malah ditanggapi dengan muka ekspresi bingung.



"Aku???!! aku sehat kok, kenapa kalian bingung sich?" tanyanya.


"Heeh Juminteeen, loe tu yaaah....heran gue gimana loe bisa jadi dikatain dokter jenius?.....gimana IQ loe bisa tinggi?? orang sering banget bolot gini" semprot Richie pingin nimpuk sahabatnya.


"Loe dari mana semalam menghilang, ada bercak darah di tepi ranjangmu, semua cctv tidak menunjukkan keberadaan mu?" tanya Chris berusaha sabar melihat sahabat yang paling dia cintai itu seriiiiiing banget bolot plus tidak peka.


"Ooo semalam kepalaku sakit, lalu terjatuh dan terluka sedikit....kemudian aku pergi ke rs, masak cctv tidak nunjukin aku keluar kamar sich?" tanya Arnetta dengan muka polos...ehmm tepatnya dipolos-polosin sich supaya tidak ketahuan suaminya menyusup sesuai cerita papa mertuanya.


"Loe naik apa ke rs?ini tadi sama siapa? kenapa nggak ngetok kamar gue sich...kan depan kamar loe doang?!! suami loe juga ngebel hp gue puluhan kali"


"Heeeh Cut Pa Kai gue udin gedor gedor pintu loe, dasar elo aja keboo kagak denger....lah ngapain laki gue nelpon loe?" ujar Arnetta sewot.


"Emang loe gedor?...." tanya Richie cengengesan.


"Kalo laki loe ngebel gue mana gue tahu...tanya aja sendiri" ujar Richie lagi sambil sok cuek.


"Diiih....khan loe emang bawaan orok kalo dah molorr kagak denger apa-apa----Udaah sana balik ke habitat loe aje huzzzz.....huzzz gue mau rapat sama Ayang Beibehku Chris" ujar Arnetta asal nggak peka bahwa perbuatan memicu kemarahan si Aquaman yang sedari tadi melihat tingkah polah Arnetta dengan kedua sahabatnya.


'Ingatkan aku kalo setelah menjadi istriku untuk membunuh dua kecoak tengil ini"


"Diiih Ayang....ayang...kepala loe peyang" ujar Richie sewot.


"Yeeee.....cemburu bang?" ejek Arnetta


"Udah cukuuuup!!!! Rich udah sana pergi, heran gueee dari dulu kalian kagaaaak pernah akur" gerutu Christian lalu segera menarik Arnetta meninggalkan Richie diikuti Lucas yang sejak tadi hanya diam seribu bahasa.


Setelah sampai di ruang rapat segera Chris memberikan surat perjanjian kerja sama kepada Lucas.


Lucas menerima dan membaca semua persyaratan dan langsung menanda tangani.


"Om dah baca dengan teliti ini? kok langsung setuju" tanya Arnetta yang merasa terheran.


"Aku percaya padamu Net....sekarang ayo aku pingin lihat pabrik dan tempat prakteknya." ujar Lucas dengan tersenyum dan menarik tangan Arnetta.


"Eeeh.....Chris bisa kamu handle semua dikantor terlebih dahulu, dan tolong diselesaikan berkas-berkas untuk rapat para pemegang saham yah" seru Arnetta sambil tangan ditarik Lucas.


"Haizzzzz ......kebiasaan banget kalo kaya gini pasti dech jatuhnya ke aku, untung sayang Nett" keluh Chris lalu segera menjalankan semua perintah Netta dibantu Mike.


Arnetta dengan sabar menjelaskan semuanya kepada Lucas selama dipabrik dan kliniknya, sedangkan Lucas selama itu tidak memperhatikan semua ucapan Arnetta tetapi hanya mengagumi wajah cantik gadis kecilnya dan kecerdasan dari ide-ide rencana masa depan perusahaan ayahnya ini.


"Gimana om....apakah om menyetujui semua rencana kerja yang Netta jelaskan?" tanya Arnetta dengan mata terbinar penuh semangat.


"Jalankan saja---- jika menurut Netta itu baik....dan katakan saja kamu membutuhkan apa saja, perusahaanku akan menyediakan apa yang kamu butuhkan" jawab Lucas dengan tersenyum.


"Kenapa om sangat mempercayai Netta?tidak takut Netta tipu?"


"Hahahaha puluhan tahun aku terjun di dunia bisnis, mana penipu dan mana bukan aku sudah sangat paham....muka kaya kamu nggak mungkin menipuku gadis kecilku" ujar Lucas sambil tertawa terbahak-bahak.


"Lagipula kalau kamu menipuku....aku nggak masalah, tinggal nikahi kamu saja---bereskan" ujar Lucas sambil mengedipkan salah satu matanya dan meninggalkan Arnetta yang baru mencerna ucapannya dengan muka shock.


Fixed ya gaes kelihatannya Arnetta dulunya telah berbuat dosa berat jadinya sekarang dia dikelilingi om-om bule sudah nekat, songong, dan aneh.....hicks beginikah nasib Netta titisan Nana after school ini, sudahlah semerdekanya si om asal perusahaanku terselamatkan.


Setelah berkeliling Lucas segera ijin meninggalkan perusahaan Arnetta untuk mempersiapkan semua yang dibutuhkan oleh Arnetta.


"Loe sudah kelilingnya Net?" tanya Christian.


"Hemmm....." jawab Arnetta lalu segera duduk lemas di kursinya.


"Net.....loe yakin kerja sama dengan Lucas?"


"Iya....hanya perusahaan dia yang bisa mensuplay bahan-bahan yang kita butuhkan terlebih kualitas mereka sudah tidak diragukan" jawab Arnetta.


Christian ingin mengatakan sesuatu tetapi dia sangat paham dengan pemikiran wanita yang sangat dia cintai ini, memang saat ini hanya perusahaan Lucaslah yang bisa menyelamatkan posisi CEO Arnetta dan perusahaan Arnetta.


'Semoga feeling ku salah, dan semoga latar belakang Lucas tidak membahayakan Arnetta' doa Christian dalam hati.


"Baiklah Net jika menurutmu benar, aku selalu mendukungmu.....tapi jangan terlalu dekat dengan dirinya hmm...." ujar Christian sambil mengusap kepala Arnetta.


"Iyaaa.....sudah cukup si om mesum saja yang bikin kepala Netta Puyeng gak mau ditambah dengan si om Tatto" ujar Arnetta sambil bergidik ngeri karena membayangkan hidupnya yang bakalan makin runyam dikelilingi dua om-om aneh bin ajaib....hicks kasihan istri Jerry Yan ini.


Toook.....took .....


"Masuk!!!" seru Arnetta.


"Nyonya muda ada ta---" belum selesai Mike bicara artis Nania sudah menerobos masuk.


"Dokter....lihatlah kulit saya sekarang-----krim yang anda berikan sangat berfungsi dengan baik" seru Nania dengan wajah gembira.


Arnetta yang melihat wajah bahagia pasiennya hanya tersenyum.


"Puji Tuhan.....ayo ikut saya ke klinik untuk saya periksa untuk perawatan selanjutnya---- Chris tolong hubungi profesor Hilman untuk menyiapkan krim dan serum selanjutnya" ujar Arnetta lalu membawa Nania untuk dia periksa.


Saat Arnetta memeriksa wajah Nania, dahinya mengkerut.


"Eeeeh.....anu....masih dok---tapi sedikit...beneran dikit banget, habisnya bosan makan sayur dan rebus-rebusan saja" ujar Nania sambil menundukkan kepalanya seperti anak kecil yang ketahuan emaknya berbuat kenakalan.


"Bukankah sudah aku bilang, produk dari perusahaanku dari bahan herbal, jadi tidak bisa memperbaiki secara kilat dan instan seperti produk berbahan kimia, mereka akan berfungsi dengan baik jika dari dalam tubuh harus kita jaga apa-apa yang masuk"


"Memang berat menghentikan kebiasaan kita yang buruk, tetapi kalau anda tidak mau ya tidak masalah....bukankah itu badan anda sendiri" terang Arnetta.


Nania semakin menunduk malu karena tidak mengikuti saran Arnetta


"Maaf dok....saya janji saya akan mengikuti saran anda" ujar Nania penuh keyakinan.


"Buktikan perkataan anda dengan hasilnya, satu minggu lagi kita mulai ke tahap selanjutnya yaitu menyamarkan flek-flek hitam anda---sekarang anda bisa ambil obatnya di loket obat" ujar Arnetta kemudian ikut terjun memeriksa pasien menbantu dr Sieni.


Arnetta baru selesai di klinik saat makan siang, segera dia naik kembali ke ruang kerjanya untuk mengajak Christian makan siang bersama sambil meminta saran karena ada beberapa masalah produk yang harus segera diperbaiki saat tadi dia melihat para pasiennya Arnetta melihat perlu penambahan formula di beberapa krimnya.


"Chrisss....makan yuuks!!" ajak Arnetta


"Sudah lapar hmm....ayoo, Netta pingin makan apaan?" tanya Christian.


"Kemarin Netta lihat ada resto vege yang baru buka di dekat sini, kita ke sana yuuk, kali ada ide untuk menu vege resto milik loe karena Netta lihat resto itu rame terus" usul Arnetta dengan mata berbinar.


"Ayooo....gue juga kepoo karena ulasan pada pelanggannya bagus semua" ujar Christian sambil menarik tangan Arnetta.


Tak terasa waktu makan siang Arnetta dan Christian kemudian dilanjutkan rapat di bidang produksi memakan waktu cukup lama, sehingga saat Arnetta kembali ke ruangannya waktu sudah menunjukkan pukul 17.00.


Baru sebentar Arnetta mendudukkan dirinya di kursi sudah terdengar ketokan di pintunya.


"Masuk" seru Arnetta.


"Maaf mengganggu Nyonya muda----ini tuan Betrand meminta ijin untuk bertemu" ujar Mike.


"Suruh masuk Mike..."


"Selamat sore Nett....." sapa Betrand dengan ramah.


"Sore om....yuuk duduk dulu" jawab Netta sambil memeluk Betrand lalu mengajaknya duduk di sofa.


"Ada apa om? kok sore-sore ke kantor Netta" tanya Arnetta


"Dasar gadis badung....sudah lupa permintaan kamu ke om hmm?!!" ujar Betrand sambil menyentil kening Arnetta dan menyodorkan map berisi berkas.


Sambil cengengesan Arnetta menerima berkas dari Betrand


"Berkas apaan ini om?" tanya Arnetta lalu segera membuka berkas tersebut.


"Dasar pikun...bukannya kemarin meminta om untuk segera mengurus surat perceraian kalian, bagaimana pun caranya" terang Betrand dengan sewot karena Arnetta melupakan permintaannya.


Wajah Arnetta memucat saat membaca surat perceraiannya sudah selesai diurus kilat oleh pengacara andalan keluarganya sejak dari dulu.


"O--om bukannya perceraian itu memakan waktu lama yah?la ini belum ada satu bulan kok sudah selesai?" tanya Arnetta tergagap.


"La kan kamu sendiri yang minta om untuk secepatnya tanpa mau ribet persidangan, jadi om ya memakai power of money sehingga bisa cepat terlaksana, tanpa mengganggu kamu dan mantan suamimu" ujar Betrand enteng.


"Ii-iini si om ya langsung tanda tangan?" gumam Arnetta sambil menatap nanar berkas tersebut.


"Si om siapa?" tanya Betrand kebingungan.


"Ya suami Netta om Betrand, ya kali si om itu om Betrand" jawab Arnetta sewot.


"Iyalah.....habis dia tanda tangan langsung aku kesini, dua hari lagi surat cerai kalian sudah sah....pokoknya ya Nett, kalau lewat om pasti segalanya beres" ujar Betrand jumawa sambil tersenyum lebar.


Arnetta masih duduk terdiam dan masih menatap kosong berkas tersebut.


"Tanda tangan dulu Net....." ujar Betrand sambil menyodorkan bolpennya.


Arnetta dengan tatapan kosong menerima bolpen dari Betrand dan menandatangani nya.


"Oke Net...om langsung pulang dulu ya, dua hari lagi om antarkan suratnya" pamit Betrand sambil memeluk tubuh dan mencium kening Arnetta yang masih duduk terdiam dengan tatapan kosong.


Arnetta sampai tidak tahu kalau Betrand sudah keluar dari kantornya.


"Kok jadi begini ceritanya...dasar om bodooh" gumam Arnetta lirih dengan air mata yang dengan berani-beraninya mulai mengalir.


...๐ŸŽถSeluruh kota merupakan tempat bermain gembira.....๐ŸŽถ...


Arnetta dikejutkan dengan alunan music Sinchan dari Hpnya, sehingga segera mengangkatnya.


"Gue ikut elo yah!!!" ujar Arnetta lalu menarik tasnya lalu segera pergi keluar dari ruangannya dengan terburu-buru.


"Nettt loe mau kemana?pulang?" tanya Christian.


"Anterin Netta yuuks Chris....gue gak tau alamat ini" ujar Arnetta sambil menyodorkan secarik kertas lalu menarik tangan Christian.


...***...


...TBC...


...Hayooo tebak Arnetta mau kemana???๐Ÿ˜๐Ÿ˜...