
"Nett....kamu kenapa? ada apa?" tanya Julian panik saat mendapat telepon dari Arnetta yang menangis
"Haaaaahhh....kamu dikantor polisi?....oke oke, aku kesana, jangan nangis lagi ya sayang share lock yah"
"Ediiiii!!!!!" teriak Julian membuat Edi yang barusan menaruh pantatnya di kursi langsung bergegas berdiri dan ngibrit masuk ke dalam ruangannya Julian.
"Ada apa tuan muda?"
"Cancel semua acara hari ini, hubungi pengacara kita dan segera datang ke kantor polisi Polsek Setiabudi ya Ed, aku kesana terlebih dahulu"
"Memangnya ada masalah apa tuan?"
"Netta ketakutan menangis, tadi dikeroyok preman untung ada polisi patroli lewat jadi terselamatkan" terang Julian sambil berjalan cepat menuju lift diikuti Edi
"Nyonya muda menangis?apa tidak salah tuan? Nyonya muda itu wanita tertangguh yang saya tahu"
"Haizzz ....sekarangkan Netta jiwanya diusia 15tahun beda sama Netta diusia 25tahun"
"Wooo iya ya....eeh tuan, ini kesempatan tuan bikin nyonya bucin sama tuan?"
"Maksud kamu?" tanya Julian langsung berhenti berjalan
"Kan anak ABG suka dirayu-rayu romantis ala-ala drakor itu tuan" ujar Edi
'Ini kelihatannya tuanku yang sok ganteng sedunia tapi kudet (kurang up dated )bingung dech' batin Edi melihat dahi tuan mudanya berkerut
"Apa itu drakor Ed, kamu itu kalo ngomong jangan pake istilah aneh"
"Drakor itu drama Korea tuan, pokoknya intinya tuan harus romantis"
"Oooo.....oke-oke, besok berikan drakor yang harus aku lihat oke!!" ujar Julian.
"Kamu ngapain juga ikut aku, kamu selesaikan perintahku dulu sana!! " seru Julian sambil memicingkan sebelah matanya menatap Edi yang cengengesan, lalu keluar dari lift meninggalkan Julian yang terburu-buru ingin segera menemui istrinya.
Julian mengendarai mobilnya dengan kecepatan maksimal, sehingga akhirnya sampai dikantor polisi dan segera mencari istrinya
Ketika Julian kebingungan mencari tiba-tiba dari arah sebelah kiri Julian terdengar suara cempreng istrinya
"Sayang....." ujar Arnetta yang berlari dan langsung memeluk Julian
Antara bingung, shock dan senang karena mendapatkan pelukan dan panggilan sayang dari istrinya, membuat ribuan kupu-kupu berterbangan diperutnya
Tetapi dalam sepersekian detik kemudian kupu-kupu tersebut sirna tak berbekas dan berganti dengan dahi berkerut saat terdengar bisikan dari Arnetta
"Om....ikutin semua perkataan dari Netta yah"
'Kenapa perasaan nggak enak yah' batin Julian sambil menatap wajah istrinya yang memandangnya dengan puppy eyes membuat Julian gemas dengan istri cantiknya
Julian segera merapikan rambut istrinya yang berantakan, tiba-tiba terdengar suara ngebas
"Apakah anda suami dari Nona Arnetta Sinaga?" tanya seorang polisi yang ternyata berdiri dibelakang Arnetta dan menyaksikan adegan uwu Netta dan Julian
"Iya pak, perkenalkan saya Julian Saputra suami dari Arnetta Sinaga...ini bagaimana ceritanya ya pak?" tanya Julian sambil mengulurkan tangannya ke pak polisi yang bernama AKP Iqbal
"Mari ikut ke ruangan saya pak" jawab AKP Iqbal sambil menjabat tangan Julian
Sampai diruangan sersan Iqbal, Julian dibuat terkejut karena didalamnya tampak ada 7orang pria berbadan besar dengan wajah babak belur, ada yang tangannya digendong, ada yang giginya rontok, ada yang tampak hidungnya patah, dan tampak Christian dengan beberapa memar diwajahnya sedang diinterogasi seorang polisi.
'Naah benerkan, pasti ada apa-apa' batin Julian sambil menghela nafas panjang
"Oooo makanya cewek iblis itu berani ternyata suaminya tajir melintir gitu" seru salah satu preman tersebut
"Iyaa....bule pisan"
"Diaaam kaliaaan!!! mau dihajar lagii HAAAAH!!" bentak Christian yang langsung dilerai pak polisi
"Sayaaang masak aku dibilang wanita iblis coba huwaaaa" seru Arnetta sambil mendruselkan kepalanya diceruk leher Julian yang membuat Julian panas dingin
Gimana nggak panas dingin coba ......hembusan nafas Netta yang hangat dan bibir Netta secara tidak sengaja menyentuh leher Julian, yaah seperti yang kita tahu itu salah titik sensitif dari pria yang seperti button turn on menghidupkan si Romeo sahabat Julian
'Duuuh Gusti...cobaan berat apalagi yang harus hamba terima ini, punya bini cantik ****, sedekat ini tetapi gak bisa ngapa-ngapain coba' ujar lebay batin Julian sambil berusaha mengendalikan si Romeo yang sudah mulai bangun dari hibernasinya selama ini hicks...
Berbanding terbalik dengan Arnetta, boro-boro si gadis barbar paham bahwa ulahnya sudah membangunkan soulmate Julietnya, si gadis barbar ini malah bangga ternyata trick dramanya yang selalu dia lakukan selama di sekolah tetap bisa mengelabui orang-orang. 'Terima kasih leluhur sudah menurunkan wajah yang imut dan menggemaskan ini padaku' doa dalam hati Arnetta (waaah....dasar minim akhlak loe Net...kagak kasihan apa ama laki loe ntuh π*author POV)
"Pak polisi, kenapa mereka mengatai istri saya iblis, saya bisa menuntut mereka sudah mencemarkan nama baik melalui pengacara saya" ujar Julian sambil menatap tajam para preman tersebut
"Silahkan pak Julian, kita dari tadi juga jengkel sama mereka, orang sudah salah mau merampok istri anda dan ipar anda.....eeh mereka malah bilang bahwa mereka minta ganti rugi karena sudah dihajar oleh istri anda"
"Istri saya menghajar mereka? apa anda percaya?" seru Julian sambil menatap Arnetta dan preman yang bergantian
"Ya jelas tidak pak!! orang bodoh juga tahu istri anda terlalu mungil dan lemah lembut mana mampu menghajar mereka, bahkan ipar anda meski bisa jadi tapi kita juga masih meragukannya" ucap AKP Iqbal tegas
"Ipaaar eeh?" tanya Julian sambil menatap tajam ke arah Christian yang memamerkan senyum pepsodentnya ke arah Julian tanpa merasa bersalah.
"Sumpah demi Allah pak pol....kita ini dihajar sama cewek iblis itu, jangan tertipu dengan wajah cantik imutnya itu, bohong dia itu!!" seru para preman tersebut ngegas
"Kelihatannya mereka bermain drama untuk meminta uang terhadap istri anda pak Julian, sehingga mereka saling menghajar diri mereka sendiri " ujar AKP Iqbal kepada Julian
"Paakkkk Pol gilaa apa? masak kita saling menghajar?!!" teriak para preman tidak terima atas tuduhan AKP Iqbal kepada mereka.
"Masukan mereka ke sel sersan Akbar, sudah cukup mendengar ocehan kalian yang gak ada dasarnya" perintah AKP Iqbal yang kemudian diiringi teriakan para preman yang masih tidak terima mereka yang kesakitan tetapi mereka yang dipenjara.
Took....took
"Ya...masuk" ujar AKP Iqbal
"Lapor ada tamu mencari tuan muda Saputra pak!" ujar sersan Manwar.
"Persilahkan masuk Sersan Manwar" jawab AKP Iqbal
Kemudian masuklah pengacara keluarga Saputra yang bernama Johan Sibutar
"Maaf tuan muda, saya terlambat datang" ujar Johan dengan nafas ngos-ngosan
"Tidak papa Joe....tolong diuruskan masalah istri saya ya" ujar Julian
"Baik tuan muda" jawab Johan patuh
"Pak polisi apakah istri saya masih dibutuhkan disini?" tanya Julian
"Tidak pak Saputra, silahkan kalau bapak mau membawanya pulang....kasihan kelihatannya istri bapak masih shock atas peristiwa ini" jawab AKP Iqbal yang merasa kasihan karena melihat Arnetta yang selalu memeluk dan menyenderkan kepalanya di dada Julian terlihat ketakutan dan capai.
Padahal sebenarnya Arnetta sudah menggerutu dalam hati karena Julian memanfaatkan momen tersebut untuk menciumi keningnya, pipinya dan secara posesif memeluk Arnetta, kemudian mendorong kepala Arnetta untuk bersandar ke dadanya.
Mau protes ntar ketauan drama ala-ala dirinya jadi ya sudahlah semerdekanya si om, kali ini Arnetta mengalah saja.
"Terimakasih ya komandan Iqbal, kalau begitu kami ijin pulang selebihnya bisa berhubungan langsung dengan pengacara Johan" pamit Julian dengan sopan kemudian berbicara singkat dengan Johan kemudian membawa Arnetta keluar dari kantor polisi.
Sampai diluar kantor polisi tampak asisten setia Julian yang barusan turun dari mobil
"Ed....aku ikut mobilmu saja ya aku malas menyopir" ujar Julian dengan muka songong langsung membuka pintu belakang mobil Edi membantu Arnetta duduk, diikuti dengan dirinya.
"Laa mobil anda bagaimana tuan?" protes Edi
"Kamu telpon Salim untuk mengambilnya" jawab Julian yang masih duduk menempel ke Arnetta
"Oooom...."
"Hmm...."
"Ooom kita sudah di mobil ini...."ujar Arnetta sudah kesal dan malu melihat tingkah modus Julian
"Iya...." jawab Julian sok-sokan tidak peka
"Maen dramanya udahan dong" ucap Arnetta sambil mendorong kepala dan tangan Julian menjauh dari tubuhnya
"Kalo aku nggak mau gimana dong?" tanya Julian songong dan semakin erat merengkuh pinggang Arnetta membuat Arnetta memandang tajam ke arah Julian
'Oke fiks si om tukang modus satu ini memang harus di tendang sampai ke Zimbabwe biar ketemu Black Panther' gerutu Arnetta (Memangnya Black Panther ada di Zimbabwe Net?π³π£π*Author POV)
"Oom...nggak malu apa sama om Edi? iiih ini tangan dan mulut dikondisikan kenapa?" omel Arnetta
"Ngapain malu, anggep aja dia gak ada Net....dah biasa dia begitu" jawab Julian santai tanpa memperdulikan Edi yang sedang mengusap dadanya sambil bergumam "Sabar....sabar"
Plaaak....
"Sakiiiit Net.....kenapa mukul aku sih" gerutu Julian
"Udah tua juga kalau bicara yang beneran dikit napa!! jelek-jelek gitu om Edi sudah setia sama om sejak lama toh" omel Arnetta
'Heemmm.....makanya cocok, memang nyonya dan tuan itu kalo ngomong selalu bener....maksudnya bener-bener sadis dan seenak udelnya,hicks muka ganteng gini loo dibilang jelek' omel Edi dalam hati
"Oom udahan dilepas ini tangan dan iih mulutnya nempel mulu dileher Netta"
"Izz....kamu itu sama suami sendiri pelit banget sich, padahal tadi didalam kode-kodein aku menciumi leherku, aku tadi cuman pasrah dan rela, sekarang gantian aku gituin kamu, kamu nggak mau" omel Julian merajuk
'Eeh kode-kodein? menciumi leher si om? waaah si om ini memang yah sehariiii saja pikirannya kalo nggak mengarah permezoeman nggak bisa apa?' batin Arnetta sambil menatap Julian nggak percaya
"Udah Net...nggak memandangi aku kek gitu, aku tau kok kalo kamu mengagumi wajah tampan ku yang sempurna dan tidak ada duanya ini, tapi ya nggak gitu-gitu amatlah" ujar Julian narsis membuat Arnetta memutar bola matanya malas
'Dosa apa ya Tuhan kok ya Netta dikasih suami modelan gini, sudah om-om...mesum, aneh, plus narsis akut gini huwaaa bawa istrinya Jerry Yan kabur dari sini'
Belum selesai mereka beradu argumen tiba-tiba pintu disamping Arnetta dibuka dan masuklah seorang pria tampan yang dengan santainya duduk disamping Arnetta dan merengkuh pinggang Arnetta dan menarik tubuh Arnetta supaya menempel dirinya
"Ngapaiiiin kamu masukkk!!!!" bentak Julian dengan suara menggelegar
...***...
...TBC...
...Hayo tebak siapa pria tampan itu ya?...
...Mian ya ππ novel ini slow banget, maklum authornya baru pindahan jadi harus mengatur kesana kemari, semoga mulai besok sudah bisa rutin upload ceritaππ...