The Girl Inside Me

The Girl Inside Me
Episode 2 Wishing To The Shooting Star



Setelah mandi dan berganti baju rumahan berupa kaos gombrang warna pink dengan hot pant jeans, Netta segera bergabung bersama orang tuanya dan om Rudi beserta putranya Julian


Saat mau duduk, Becca langsung menghardik Netta


"Kenapa pakai baju kek gini!! udah gitu rambut berantakan seperti ini" geram Becca kesal dengan suara pelan sambil memukuli bahu Netta melihat penampilan putrinya yang jauh dari feminin


"Aduuduuh ma....sakit!! memang kenapa baju Netta, sopan ini...gak terbuka juga, rambut Netta juga sudah sisiran pula" ujar Netta sambil cemberut dan mengusap bahunya yang terasa panas karena pukulan mamanya


"Emang kamu gak punya rok atau gaun yang feminin gitu?bukannya mamamu sering buatin kamu baju bagus dengan label merk mamamu" tegur Rulli


"Iya sayang, putri kita ini malu-maluin mamanya yang desainer dari Beck Fashion" ujar Becca dengan lebay membuat Netta hanya memutarkan bola matanya malas melihat drama dari mamanya


"Ma...pa...emang mau kondangan? gak kan, orang kak J aja cuman pake kaos, kenapa Netta harus pakai gaun..ya kan kak J?" ujar Netta sambil memberi kode sama Julian supaya mendukungnya


Dengan terpaksa Julian menganggukan kepalanya, karena tidak tega melihat gadis badung ini dimarahi


"Hahaha....Mantuku memang sangat menggemaskan...ya kan boy?" ujar Rudi geli melihat interaksi keluarga calon besannya kelak


"Mantuuuuu??!!!!" teriak Julian dan Netta serempak



"Maaa....paa...apa maksudnya ini?" tanya Netta shock


"Pa....maksud papa aku harus menikah sama gadis badung ini?"tanya Julian kepada papanya


"Iya Julian, om menitipkan putri satu-satunya kepadamu, karena om tidak mau putri bengal ini nantinya bersama pria yang tidak om kenal dan percayai" ucap Rulli


"Paaa....Netta masih 15 ini, Netta masih punya mimpi belum mau menikah, terutama sama bule pa!!" ucap Netta


"Kak J....kakak juga gak maukan nikah sama gadis tengil gini, beda umur kita keliatannya jauh loo" ucap Netta sambil meminta dukungan Julian


"Beda umur kita cuman 5tahun Net, emang kenapa kalau bule?" tanya Julian agak tersinggung


"Bule itu kurang sexi kak, udah gitu bulekan gak disunat kak" ucap Netta tanpa di filter terlebih dahulu membuat semua orang di meja makan tersedak dan melihat Netta dengan tatapan horor


"Kenapa?? emang betulkan? dan kata orang ya..yang gak disunat itu gampang kendor...cuman gak ngerti apa maksudnya" cerocos Netta dengan watados membuat Rulli dan Rudi tepok jidat, sedangkan Becca karena malu langsung menggeret Netta dan menghukumnya untuk tidur di loteng


"Netta salah apalagi coba kok diseret-seret gini!!" teriak Netta protes kepada mamanya


Sedangkan para pria di meja makan masih bungkam mendengar ucapan si anak tengil yang tanpa di filter terlebih dahulu


""Nak Julian...maafkan putri om yah, itu anak mulutnya memang harus ditampol pake sabun" ucap Rulli yang merasa tidak enak karena melihat mimik wajah pemuda tampan tersebut langsung berubah


"Hahaha jangan dimasukin di hati boy, calon istrinya cuman asal bicara maksudnya saja tidak paham..."


"Sudahlah Rull jangan marahi mantu cantikku itu, dia persis seperti mamanya dulu kalo ngomong tanpa dipikir dulu, nanti bertambahnya usia dia bakalan berubah" ujar Rudi menenangkan Rulli sahabatnya


"Om...masalah perjodohan ini ditunda sampai kita sudah dewasa ya, Ju belum siap mempunyai istri barbar seperti Netta" ucap Julian


"Iya Jul, om minta maaf yah" ucap Rulli menyesal


"Masuk ....renungkan kesalahanmu, kamu membuat seorang pria illfill denganmu, jangan keluar sampai mama ijinkan keluar, mengerti kamu!!" bentak Becca kepada Netta



"Ya elah tidur lagi dech di sini, tahu gitu kamarku pindah sini saja kali ya" ujar Netta masih gak paham salahnya apa


Dikurung di loteng malah membuat Netta senang, Netta asik membaca novel yang memang dia sembunyikan di kamar ini, karena seringnya dia dihukum dikurung dikamar loteng ini


Tiba-tiba Netta melihat bintang jatuh di langit membuat Netta bersemangat untuk mengucapkan sebuah permohonan


"Ya Tuhan...Netta ingin lekas dewasa, sehingga Netta tidak bakalan kena marah dan hukuman dari guru-guru, papa, mama dan emak, sehingga Netta bisa bertindak sesukanya....amiin" ucap doa Netta sambil tersenyum lebar


"Tidur dulu aah...besok masih harus membersihkan kebun belakang" ujar Netta sebagai hukuman karena berulah di sekolah dan dirumah


"Harusnya pak Danang setiap hari masuk jadi kebun belakang selalu bersih, tidak aku yang membersihkan" omel Netta, lalu berusaha memejamkan mata untuk tidur


Matahari pagi mulai terbit, sinarnya dengan malu-malu menyeruak masuk dari jendela disebuah kamar, dimana tampak seorang wanita sangat cantik sedang tertidur nyenyak, dan dimana tangannya digenggam erat oleh seorang pria yang tertidur dengan posisi duduk di kursi samping ranjang, dan dimana kepalanya dia taruh didekat tangan wanita cantik itu


Karena matanya terusik dengan sinar matahari membuat wanita tersebut terbangun dari lelap nya tidur malam


Saat mata terbuka sempurna, terkejutlah wanita tersebut dengan bentuk kamarnya berubah dan banyak kabel yang menempel dibadannya


"Ini dimana?....aku kenapa?" gumam Netta lirih, tetapi masih terdengar oleh pria tersebut


"Sayang...kamu sudah sadar!!" ujar pria tersebut dengan wajah gembira lalu memencet tombol di dinding untuk memanggil dr


"Om siapa?..aku kenapa om?" tanya Netta bingung


"Om....siapa?aku?" tanya pria tersebut bingung dan dijawab Netta dengan menganggukan kepalanya


"Aku adalah Julian Saputra suamimu sayang, kamu sekarang dirumah sakit karena kecelakaan mobil sehingga kamu koma selama 2 bulan...apa kamu lupa sayang?"


"Apa om pedofil? aku masih umur 15tahun, sedang om sudah tua banget, apa kita menikah melalui perjodohan?" tanya Netta bingung


"15tahun? kamu sudah berusia 25 tahun sayang dan aku juga baru berusia 30tahun" jelas Julian dengan sabar menghadapi istrinya.


Saat Julian mau menjelaskan lebih jauh ke Arnetta kemudian dokter masuk untuk memeriksa Arnetta yang masih terlihat kebingungan, Julian pun menanyakan kondisi Netta kepada dokter.


"Tuan silahkan keluar terlebih dahulu, karena saya akan memeriksa kondisi nyonya secara lengkap" ujar dokter Bagus


"Baik dok" ujar Julian sambil masih khawatir dengan kondisi istrinya dan keluar dari kamar rawat Netta.


Setelah beberapa jam telah terlewati dimana Arnetta diperiksa dan dites semua kondisi kesehatannya, dr Bagus meminta Julian ke kantornya untuk memberi tahukan kondisi Arnetta.


"Tuan Saputra...berdasarkan pemeriksaan beberapa dokter, secara fisik nyonya sudah sangat baik, tidak ada kerusakan yang membahayakan nyawa nyonya, semua luka juga membaik dan hasil operasi kemarin berhasil, tinggal kita lakukan fisioterapi untuk kakinya saja" ucap dr Bagus sambil memberikan berkas laporan kesehatan Arnrtta kepada Julian


"Tetapi .....Nyonya mengalami anterograde amnesia, dimana di kasus nyonya beliau hanya mengingat di usianya 15 tahun kebawah, setelah usia 15tahun keatas, nyonya sama sekali tidak mengingatnya" terang dr Bagus


"Jadi Netta tidak mengingat aku suaminya? berapa lama amnesia ini berlangsung dokter?" tanya Julian terlihat lemas mendengar kondisi istrinya


"Untuk kasus seperti ini bisa sementara tapi bisa juga selamanya, tergantung bagaimana otaknya mengingat, kondisi seperti ini seorang dr tidak bisa memastikan secara tepat tuan"


"Yang pasti, jangan paksakan nyonya untuk mengingat karena akan sangat berbahaya untuk otak nyonya, kecelakaan kemarin benturannya sangat keras, kondisi nyonya masih sangat beruntung tidak mengalami gangguan yang fatal" jelas dr Bagus


Julian keluar dari kantor dr Bagus sangat terpukul


"Maafkan aku Net...tidak bisa melindungimu mungkin ini hukuman Tuhan padaku, sehingga kamu tidak mengingat ku dan pernikahan kita" ujar Julian sambil menangis tersedu


...***...


...TBC...


...Terimakasih ya sudah mau membaca novel baruku ini, semoga suka dan memberikan like n vote nya ya🙏☺...


...Gumawo🙏😘...