The Girl Inside Me

The Girl Inside Me
Episode 24 Broken Heart Make Me Hurt



Julian meskipun sedih istrinya masih marah, tetapi dia sekarang merasa yakin bisa membujuk istrinya dan kembali baik lagi.


"Bos...kesambet ya? masih pagi dah senyum-senyum sendiri gak jelas" ujar Edi asal jeplak melihat atasannya merangkap sahabatnya duduk bengong tapi senyum-senyum sendiri.


"Dasar Edi Gudel asisten minim akhlak ....sudah bosan loe kerja ama gue? mau gue pecat ato mutasi ke pulau terpencil loe?" ujar Julian sewot.


Bukannya merasa takut ancaman Julian, Edi hanya memasang wajah cengar-cengir nggak jelas andalannya.


"Heleeh basi loe bos, mana bisa loe hidup tanpa gue di sisimu....dikit-dikit Ed gimana ini....Ed bantuin gue dong" ujar Edi dengan suara menirukan suara Julian.


"Waaah.....waah....loe memang nggak bisa tertolong kok Ed....najis gue pake gak bisa hidup tanpa loe disisi gue....hoeeek" omel Julian.


Belum selesai mereka ribut masalah non faedah tiba-tiba pintu diketuk.


"Yaa masuk!!" seru Julian lalu kembali ke mode CEO serius.


"Tuan Julian ada tamu penting yang memaksa ingin bertemu tuan muda"


"Memangnya aku punya janji dengannya Del?" tanya Julian kepada sekretarisnya yang bernama Adelia.


"Tidak tuan....tapi saya pikir tuan harus menemuinya karena ini menyangkut hidup mati anda tuan" ujar Adelia dengan wajah serius.


"Eeeh....maksud loe apa Del?" tanya Edi yang merasa felling gak enak.


"Suruh masuk aja Del" perintah Julian.


"Baik tuan" jawab Adelia lalu segera keluar ruangan tersebut.


"J....filling gue kagak enak dech, loe kagak bikin masalahkan?" ujar Edi kalo sedang genting gini dia langsung di posisi sahabat sehingga memanggil Julian dengan J.


"Masalah apaan? gue gak macem-macem dah tobat gue Ed"jawab Julian


Pintu kembali diketuk Adelia dan disuruh masuk oleh Julian.


Adelia segera masuk diikuti oleh seorang pria meskipun tidak muda lagi tetapi karisma seorang pengacara terkenal di Indonesia tidak bisa ditipu lagi, yah siapa lagi kalo bukan Betrand Sihombing pengacara dari keluarga Sinaga.



Melihat kehadiran pengacara keluarga istrinya, membuat Julian memiliki firasat tidak enak tetapi berusaha dia tutupi dengan sikap tenangnya.


"Om Betrand...apa kabar? ada perlu apa ya om?"


"Duduk dulu om...." ujar Julian mempersilahkan tamunya untuk duduk.


"Hallo J....Puji Tuhan om baik-baik saja, maaf ya om mengganggu kamu sebentar, dan tanpa basa-basi lagi om mau menyerahkan surat ini" ujar Betrand sambil tersenyum menyerahkan berkas surat kepada Julian.


Ketika Julian membaca isi berkas, memucatlah wajah Julian dan dengan tangan bergetar Julian segera bertanya "Apakah om diminta secara langsung oleh Netta atau oleh Chris?"


"Netta sendiri kemarin yang mengirimkan surat gugatan cerai yang sudah kalian berdua tanda tangani dan meminta untuk segera diproses"


"Nona Sinaga tidak menuntut harta apapun juga, sehingga om rasa proses perceraian ini akan berjalan dengan cepat, jadi kamu jangan khawatir" tutur Betrand.


"Ini ada salah paham om, aku tidak akan pernah menceraikan Netta, jadi proses ini tolong om hentikan" ujar Julian tegas.


"Silahkan anda hubungi pengacara anda, kita bicarakan bersama dan kita akan bertemu kembali di pengadilan....selamat siang tuan Saputra" ucap Betrand sambil berdiri dan segera keluar dari ruangan Julian.


"Bukannya surat perceraian sudah loe buang J? kok sampai ditangan Netta?"


"Loe handle semua dulu Ed, gue mau pulang nemuin Netta dulu" ujar Julian dengan wajah kacau dan segera pergi keluar sambil melihat hp nya untuk melihat keberadaan istrinya.


"Untung masih dirumah...." ujar Julian lega saat melihat posisi Arnetta masih didalam rumahnya.


Julian segera menelpon Windy "Win....loe awasin Netta ya, jangan boleh keluar rumah" ujar Julian.


"Nyonya muda dikamar kok tuan bermain dengan kelinci barunya"


"Kelinciii? kapan Netta punya kelinci?" tanya Julian bingung.


"Barusan tadi Nyonya minta dibelikan kelinci tuan, lalu diajak main....kasihan nyonya tuan kesepian tidak ada yang diajak main. jangan dimarahi ya tuan"lapor Windy.


"Iyaa....nggak! ya sudah aku otewe pulang"


"Tuan beli bunga eeeh..tapi lebih baik beli es krim kesukaan nyonya yang rasa jagung itu loo tuan, biar nyonya tidak marah lagi" usul Windy.


"Iya nanti aku beliin" jawab Julian sambil menutup telpon dan segera memacu mobilnya menuju kerumahnya.


^^^


Disaat Julian sedang dalam perjalan pulang untuk segera bertemu istrinya yang sedang dirumah, padahal pada kenyataannya sangat istri sedang kebingungan di tepi jalan.


"Kamu ngapain bengong di sini Net?" tanya pria berbadan besar dengan rambut gondrong yang terikat rapi dan memakai stelan jas berwarna biru tanpa dasi melainkan memakai kalung.



Arnetta terkejut dan memandang pria tersebut bingung 'perasaan pernah ketemu dech sama om gondrong ini....tapi dimana ya?' batin Arnetta dengan kening berkerut.


"Lupa ---eeh? semalam di club, kamu mabuk dan menyobek bajuku....kamu ingat?" tanya pria tersebut sambil menatap geli melihat ekspresi bingung Arnetta.


"Oooooh....roti sobek!!! om tatto ya???" seru Arnetta meskipun sekilas tapi mulai teringat kejadian semalam.


"Yessss....I am little girl, naah katakan kamu ngapain bengong di sini? gak takut kesambet penunggu jalan?" goda pria tersebut lalu tanpa minta ijin terlebih dahulu langsung duduk di samping Arnetta.


"Yeeee....enak aja bengong, nggaklaah!!! orang Netta sedang menunggu taksi juga" elak Arnetta sewot.


"Emang kamu sudah pesan secara online? meskipun aku belum familier daerah sini, tapi sedari aku datang lalu ini mau pulang-- daerah sini sepi banget, boro-boro taksi kendaraan saja bisa dihitung yang lewat, karenakan di sini kan memang khusus untuk penghuni kawasan elit ini" ujar pria tersebut sambil geli menatap Arnetta yang kelihatan banget berbohong.


Sambil meringis dan menggaruk tengkuknya yang tidak gatal merasa malu karena sudah ketahuan bohong nya.


Tetapi bukannya mau, Arnetta menatap pria tersebut penuh curiga.


"Gak usah natap penuh curiga gitu, aku gak bakalan njual kamu atau menculikmu uangku sudah cukup banyak" ujar pria tersebut dengan arogan.


"Diiih sombong loe om, ya udah ayo anterin Netta" ujar Netta nggak tau kenapa ada perasaan familier bahwa pria didepannya dulunya pernah dia kenal baik dan dia akan aman bila didekat pria tersebut.


"Buat apa sombong, orang kenyataan kok" ujar pria tersebut sambil mengikuti Arnetta menuju mobilnya sambil tersenyum lebar.


Arnetta hanya menanggapi dengan memutar kan bola matanya malas menanggapi mahluk super arogan didepannya ini. 'Laki-laki itu kalo sudah om-om emang selalu narsis akut dan arogan ya?kaya si om mesum ---- haizzz lupain lupain si om mesum playboy cap duren tiga ituh' umpat Arnetta dalam hati sambil menggelengkan kepalanya dengan keras (Dasar Arnetta dodol emang Julian itu si Boim di Lupus🙈* author POV)


Pria bertatto tersebut melihat bahwa Arnetta sedang tidak baik-baik saja, meskipun berusaha selau tenang dan ceria,membuat dirinya tidak ingin menjahilinya, segera membukakan pintu mobilnya.


"Masuklah gadis kecil"


Saat Arnetta masuk mobil, tanpa Arnetta sadari lewatlah mobil Julian dengan kecepatan tinggi.Dan mobil yang Arnetta tumpangi segera meluncur juga meninggalkan daerah tersebut pusat kota.


"Kamu mau diantar kemana?ke rumah temanmu?"


"Om bisa mengantarku ke hotel?" tanya Arnetta karena dipikirnya satu-satunya tempat aman sementara sebelum dia menghubungi Christian nantinya.


"Aku tidak ingin kamu menceritakan secara detail, tapi waktu kemarin kamu mabuk kamu meracau, aku bisa tahu masalah yang sedang kamu hadapi....katakan dengan jujur kamu kabur dari suami brengsekmu kan Net?"


"Iya...." gumam Arnetta lirih tapi cukup didengar pria tersebut.


"Kabur bukan menyelesaikan masalah little girl, kamu harus menghadapi dan selesaikan dengan baik"


"Aku butuh waktu menyendiri om, si brengsek itu terlalu membuatku sesak dan bingung sehingga aku tidak bisa berpikir jernih" ujar Arnetta dengan nada putus asa.


"Kalau mau menyendiri jangan di hotel kalii Nett, suamimu itu mempunyai power untuk mengerahkan anak buahnya untuk mencari di semua hotel di Jakarta ini"


"Kamar sebelahku di apartemenku kosong, kalau mau bisa kamu pakai, rencananya itu buat asisten aku, tetapi karena dia kemarin menikah dan tinggal di rumah keluarga istrinya jadi kamar itu kosong"


"Jadi tiap bulan aku bayar uang sewa di om gitu?" tanya Arnetta.


"Boleh....nanti ada surat perjanjian yang bisa kamu tanda tangani, sehingga kita sama enaknya, bagaimana kamu mau?"


"Ok mau om!! tapi memangnya si brengsek tidak akan meneliti apartemenmu?"


"Apartemenku adalah apartemen eksklusif tidak semua orang bisa masuk dan perlindungan privasi sangat terjaga jadi tidak bisa diteliti siapa yang tinggal disana, jangan khawatir"


"Syukurlah.....terimakasih om" jawab Arnetta sambil tersenyum lega.


Setelah beberapa waktu sampailah Arnetta sampai di apartemen eksklusif yang sangat mewah, mereka segera masuk dan menuju ke lantai 10.


"Om tidak di penthouse?"


"Netta ingin kamar di penthouse?"


"Nggak....nggak aku pikir om bule seperti om ini sukanya di penthouse"


"Hahaha ....tidak, aku selalu suka di lantai 10 karena 10 adalah angka keberuntunganku" jawabnya yang berkesan sekenaknya.


"Masih percaya hal seperti itu?"


Sambil mengedikkan bahunya, dia menjawab "Selama ini memang benar-benar membawa keberuntungan bagiku kok"


Dan sesuai perkiraan Arnetta kamar pria tersebut adalah nomer 1010, "Double ten...right ?"


"Smart girl...." jawab pria tersebut dengan tertawa sambil mengacak-acak rambut Arnetta membuat Arnetta kesal.


"Ooom Netta itu bukan gadis kecil yaa....dah nikah juga!!! meskipun sebentar lagi sudah nggak kali ya" ujar Netta yang pada awalnya sewot, tetapi kemudian terlihat sedih dan terluka


"Kamarmu di 1012, ayo masuk" ajak pria tersebut berusaha mengalihkan pembicaraan supaya Arnetta tidak sedih.




"Waaaah......bagus banget!!!" pekik Arnetta kegirangan.


Meskipun tidak besar, tetapi kamar ini sangat mewah, terdapat dapur dan meja makan minimalis, sofa untuk melihat tv dan ada satu kamar tidur dan kamar mandi semua didominasi warna abu-abu, krem dan putih.


"Kalau kamu ingin mengganti warna supaya lebih feminin katakan saja, nanti aku suruh gantiin, istirahatlah terlebih dahulu, aku ke kamarku dulu lalu kembali kerja, nanti sore aku kemari lagi dan bawa hpku dulu, nomer satu itu nomerku di hpku satunya lagi ok?!" ucap pria tersebut lalu segera keluar kamar membiarkan Arnetta yang masih mengagumi kamarnya seperti tokoh Alice in Wonderland.


Tetapi tiba-tiba Arnetta teringat sesuatu dan segera menyusul ke kamar pria tersebut.


Saat pria tersebut membukakan pintunya dengan senyuman lebarnya berkata


"Belum lima Nett...sudah kangen sama aku yah?" tanya penuh percaya diri.


'Kangeeen katanya??? waah memang kok Arnetta itu butuh stock sabarnya sekarung jika harus menghadapi para om-om ini gak si om mesum gak si om tatto di depannya ini....sesuka om tatto sajalah yang waras ngalah saja' batin Arnetta sambil mengelus dadanya.


"Oom....anu, Nettakan tidak bawa baju dan lemari es buat Netta masak masih kosong, gimana kalo om pinjami uang dulu nanti Chris bawain uangku baru aku kembalikan untuk belanja kebutuhan Netta" ujar Arnetta dengan muka memerah menahan malu.


"Hahahaha aku pikir butuh apa, tenang saja sebentar lagi asistenku mengantar baju dan semua kebutuhanmu, tidak perlu kamu ganti uang segitu tidak masalah bagiku, uangku cukup untuk anak cucuku kelak...istirahatlah dulu sana" ujar pria tersebut sambil mendorong tubuh Netta kembali ke kamarnya.


"Terimakasih banget ya om tatto baik deeeh, semoga Tuhan selalu melindungi om yah....dah ya om, Netta masuk kamar dulu yah" pamit Arnetta dengan tersenyum dibalas anggukan pria tersebut dengan senyum lebarnya.


"Apa yang kuberi tidak seberapa dibandingkan apa yang telah kamu berikan padaku Nett" gumam pria tersebut sambil menatap punggung Arnetta.


"Selalulah tersenyum dan jangan menangis lagi, aku janji aku akan selalu melindungimu mulai saat ini, meskipun harus menghancurkan satu persatu orang yang telah menyakitimu" ujarnya dengan smirk mengerikan.


...*TBC*...


...Terimakasih ya sudah berkenan membaca novel ini meski sering lama upload nya😁🙏🙏...