
Arnetta berlari menyusuri lorong kantor Julian dan segera masuk lift, entah kenapa dadanya terasa nyeri, "Jadi beginikah rasanya sakit di khianati seorang suami.....kasihan banget sich nasibmu Net, sudah dapat suami om-om mesum, suka PHP eeh suka selingkuh pula" umpat Arnetta yang tanpa terasa air mata menetes di kedua pipi Arnetta, dan dengan kasar Arnetta mengusap air matanya.
Saat Arnetta sampai depan lobi tampak seorang pegawai kantor Julian sedang turun dari taxi online, segera Arnetta segera bertanya kepada sopir taxi tersebut "Pak bisakah saya pakai taxinya secara offline? ini saya bayar sekalian" tanya Arnetta sambil menyerahkan beberapa lembar uang ratusan ribu ke sopir.
"Bisa Non...mari masuk!"ujar pak sopir dengan mata berbinar-binar.
Arnetta segera masuk dan dengan segera mobil segera melaju meninggalkan kantor Julian.
Arnetta hanya menatap kosong di jendela mobil dan tidak tahu harus kemana.
"Non...ini mau kemana ya?" tanya pak sopir dengan ramah.
Mendengar pertanyaan pak sopir membuat Arnetta sadar dari melamunnya.
"Pak....kalau hati baru kacau kemana ya?"
"Nona bingung mau kemana gitu yah? ada beberapa pilihan ke tempat ibadah, ke mall, ke restoran, ke gedung bioskop atau ke club...nah nona mau kemana?" tanya pak sopir.
"Ke club ngapain pak?" tanya Arnetta polos oooh ayolah Arnetta yang jiwanya baru berusia 15tahun mana tahu dan mana pernah pergi ke club, bisa-bisa digorok sama Maminya.
"Nona belum pernah ke club?" tanya pak sopir sambil menatap Arnetta dengan terkejut, tetapi melihat mata Arnetta yang terlihat polos dan jujur membuatnya menghela nafas panjang.
"Kalau begitu nona jangan kesana yah, nanti nona dijahatin orang"
"Laah kenapa??!! tenang aja pak Netta bisa bela diri kok....ayok pak diantar kesana ya, penasaran bagaimana club itu"
"Tapi non...janji ya disana jangan minum beralkohol ya, jangan mau didekati pria hidung belang" ujar pak sopir dengan nada khawatir.
Pak sopir mengantar club yang khusus orang kaya, yang tidak ramai dan tidak pernah terjadi huru-hara, jadi menurutnya aman.
"Jadi ini yah yang namanya club" ujar Arnetta saat keluar dari mobil
"Non inget yaah jangan minum beralkohol, cari bartendernya dan minta dibuatin minuman non alkohol....hindari cowok hidung belang yaah!!" ucap pak supir.
"Iya iya pak....jangan khawatir" ucap Arnetta dengan senyum lebar.
Saat memasuki club terdengar musik hingar bingar, Arnetta yang seumur-umur belum pernah masuk di club manapun seakan menjadi alice in wonderland , dia segera menuju meja bartender untuk memesan minuman, tampa disamping dan depannya memesan minuman yang asing terdengar di telinganya, membuat Arnetta ingat pesan pak sopir untuk memesan minuman non alkohol.
Saat itu terlihat seorang wanita yang tidak memakai baju minim bahan sedang meminum minuman berwarna biru.
Arnetta pikir itu P**si blue, cuman minuman soda pasti aman dech, maka dengan santai Arnetta memesan itu sambil menikmati musik dan para penari yang sedang melenggak-lenggokkan badan mereka.
Arnetta yang mulai haus segera meminum minuman berwarna biru tersebut
"Loo sejak kapan p***si blue ini rasanya jadi berubah ya?" gumam Arnetta sambil menatap gelas minumnya.
"Aaah ....mungkin varian baru, Netta juga sudah lama tidak meminumnya juga" gumam Netta sambil terkikik sendiri.
Beberapa pria melihat kedatangan Arnetta langsung berusaha mendekati Arnetta, tetapi tanpa setau Arnetta dilindungi beberapa orang yang mencegah para pria berhidung belang mendekati Arnetta sampai bos mereka datang kemari.
Semakin lama minuman Netta terasa enak sehingga dia meminta bartender lagi, sehingga sedikit demi sedikit Arnetta mulai merasakan kepalanya agak pusing
"Sudah cukup minumnya gadis kecil" ujar seorang pria berbadan besar dengan penuh tatto, rambut gondrong dan berjambang lebat
"Oom tatto ini tatto beneran yah? Netta mau dong di tatto di sini, tulisannya Kill Playboy buntung!!" ujar Arnetta mulai mabuk.
"Kamu sudah mabuk gadis kecil, ayo pulang aku antar" ujar pria tersebut dengan lembut.
"Pulang???Netta gak mau pulang....Netta gak punya rumah, gak punya papa dan mama lagi huwaaaaaa!!!" tiba-tiba Arnetta menangis kencang membuat pria bertatto tersebut terkejut, lalu memeluk tubuh Arnetta sambil menepuk-nepuk punggung Netta supaya reda menangisnya.
"Biasanya kamu pulang kemana hmm...?"
"Tahu tidak om? masak Netta yang super duper imut, dan cantik begini dinikahi om-om, udah gitu tooh om dengan teganya si om brengsek itu selingkuh sampai hamil dengan tante-tante dondong otaknya, tua dan masih cantikan Netta huwaaaa!!" Netta kembali menangis.
Pria bertatto tersebut mengepalkan tangannya dengan erat penuh kemarahan
"Sttt...mulai sekarang gadis kecil tidak sendiri lagi, jangan menangis lagi yah" bujuk pria tersebut membuat para pengawal yang selalu mengikuti bos besarnya kemana saja menatap si bos dengan tidak percaya.
Ooh ayolah dilihat dari tampang nya saja tampak si bos itu orang yang tegas, kasar dan bengis, baru kali ini si bos bisa lembut, sabar dan penuh kasih terhadap wanita.
"Om tatto janji? gak bawa pulang ke om mesum di rumah?"
"Janji...apapun permintaanmu aku kabulkan"
"Yeaaay!!!om tatto baik dech" teriak Arnetta kegirangan dan memeluk pria bertatto tersebut erat membuat perasaan pria bertatto tersebut menghangat.
"Nett....ayo pulang, kamu sudah mabuk" tiba-tiba Julian sudah berada di belakang Netta.
"Eeh oom tatto, kok Netta dengar suara si om mesum brengsek ya? duuuuh...kenapa sich sampe terus mendengar suara baritonnya" omel Arnetta.
"Neetta...pulang yuks sayang, ini memang benar-benar Julian suamimu" ujar Julian sambil menarik tangan Arnetta sehingga terlepas dari tubuh pria bertatto.
"Waaah....waaah ini niiich raja selingkuh, Netta bukan istri om lagi, Netta minta cerai....husss...husss...sana pergi, Netta mau ikutan si on tatto ini" bentak Netta sambil menepis tangan Julian.
"Kamu sudah dengarkan?!! bahwa Netta maunya denganku. Ayo gadis kecil kita pulang kerumah yang aku belikan untukmu"
"Horeee...om tatto memang the best dan terseeeeksiii sedunia" ujar Arnetta sambil tepuk tangan seperti anak kecil.
"Netta kanu mabuk...dan kamu jangan ikut campur urusan rumah tanggaku!!" ancam Julian lalu segera menggendong tubuh Arnetta.
Tetapi karena Arnetta berontak dan banyak polah, maka Arnetta terjatuh menindih tubuh Julian dan karena tangan Netta tadi masih memegang kaos pria bertatto tersebut menyebabkan baju pria bertatto tersebut sobek menyebabkan terlihat tubuh pria tersebut.
"Waaaa....liat om, tubuh om tatto ada roti sobek nya...seksiiiii banget!!" teriak heboh Arnetta membuat Julian makin cemburu dan kembali mengangkat tubuh Arnetta lagi dan membawanya pergi meski Arnetta teriak-teriak minta di lepaskan.
Anak buah pria bertatto tidak bisa berkutik karena Julian juga membawa beberapa bodyguard yang menodongkan pistol ke arah mereka melindungi Julian.
"Tuan perlukah kita habisi mereka?"
"Jangan dulu...langsung membunuh mereka tidak asyik....kita siksa mereka sedikit demi sedikit"
"Cari wanita yang membuat calon istriku menangis dan carikan pengacara hebat untuk membantunya bercerai dari pria brengsek tersebut" ujar pria bertatto tersebut dengan senyum yang sangat mengerikan
"Baik tuan muda!!" jawab asisten pria bertatto tersebut lalu segera pergi melaksanakan perintah tuannya.
...^^^...
...*TBC*...
...Apa yang bakalan terjadi yaah😮😮😁...