The Girl Inside Me

The Girl Inside Me
Episode 10 Kepandaian Gadis Barbar



Julian berpikir keras bagaimana mengajarkan semua tentang perusahaan kepada istrinya yang sekarang ini sangat polos dan hanya suka bermain game di hp dan komputer yang dia beri


"Ooom....kenapa dari tadi cuman bengong sambil memandang berkas-berkas itu?" tanya Arnetta dengan tatapan polos


Pertanyaan Arnetta sontak membuat Julian tersadarkan dari lamunannya


Dengan menghela nafasnya panjang, Julian akhirnya memutuskan untuk menceritakan keadaan yang terjadi kepada Arnetta


"Naah, maka dari itu mulai hari ini Netta kakak ajarin semua tentang perusahaan ya, sehingga saat rapat pemegang saham Netta bisa paham yah"


"Oooo....oke om, mulai dari mana ini?"


Julian dengan sabar menerangkan sambil menyerahkan semua berkas yang ada untuk dibaca Arnetta


Saat Julian masih sibuk menjelaskan, tiba-tiba Arnetta memotong


"Oom....kelihatannya data ini dimanipulatif dech" ujar Arnetta


"Heeh....dari mana kamu tahu?aku belum sampai di topik itu"


"Lihat ini om....bagaimana mungkin pembelian bahan selama 6bulan selonjak ini, padahal biasanya kenaikan permintaan berkisar10- 20% maksimal 25% itu pada seasson tertentu saja"


"Lalu ini perusahaan suplier ini kelihatan aneh dech om" lalu Arnetta segera membuka laptop lalu entah bagaimana Arnetta dengan lincahnya memainkan jarinya diatas keyboard


"Kamu bisa meretas Net? kamu yakin hilang ingatan?" tanya Julian sambil menatap Arnetta curiga


Plaaaak.....


"Kalo tanya yang faedah dikit napa!!hilang ingatan bukan membuat Netta bego om, saat melihat ini Netta langsung tahu dan tangan langsung bisa bermain ini" ujar Arnetta sambil memukul lengan Julian


"Woooi sakit Net!!! tau gitu percuma dong aku tadi berbusa-busa nerangin ke kamu" omel Julian dengan muka cemberut


"Eleeuh....eleeuh om, gitu aja ngambek. Yang di terangin omkan berguna karena Netta jadi tau bahwa Nenek Winda dan paman Al bukan orang baik"


"Udah nggak cemberut, ntar keriputnya tambah malu-maluin Netta, pengusaha produk kecantikan suaminya kakek-kakek" ejek Arnetta yang masih tetap seluncuran di dunia mayanya.


'Waaaaa.....beneeran dech punya bini gak peka, suaminya baru merajuk bukannya dibujuk malah diejek' batin Julian 'Sabar-sabar punya bini bocah'


"Beneran kamu bisa???....ya ampuun pinternya istri kakak"


"Laagh kan dari dulu Netta pinter om, masak om baru tahu" ujar Netta sombong membuat Julian tertawa geli dengan sikap angkuh istrinya meski sudah amnesia tetapi tidak berubah


"Oom...kalau begini apa yang harus Netta lakuin yah?" tanya Arnetta


"Kamu tanya pendapatku Net?" tanya Julian yang terkejut karena baru kali ini istrinya menganggapnya ada.


"Laah...emang Netta baru ngomong sama siapa sich om?masak baru ngomong sama om aku tanya sama Chris yang gak ada disini" gerutu Arnetta sambil merucutkan bibirnya kesal


"Hahahaha.....kamu memang istri yang menggemaskan Net, udah itu bibir nggak usah dimonyong-monyongkan kaya Daffi duck"


Plaaak.....plaaak....pukul Arnetta di bahu Julian


"Sakiit Net....buseeet kamu bisa kena pasal KDRT, sudah berapa kali coba tubuhku ini kamu pukuli Net"


"Hidiiih....om lebay, masak badan segede gajah gini dipukulin tangan kecil Netta sakit"


"Elaah kecil-kecil gini panas Net, dari pada tanganmu ini untuk mukul mending buat membelai dan mengusap tubuhku Net" ujar Julian ambigu membuat Arnetta menaikkan salah satu alisnya bingung


"Oom kalo ngomong unfaedah mending Arnetta manggil Chris aja dech, udah seger dimata dapat solusi pula"


Julian yang mendengar ucapan Arnetta langsung melototkan matanya


"Emang suamimu ini gak seger apa untuk diliatin?kurang cakep apa aku ini Net?" ujar Julian sewot


"Oke sekarang aku serius, ini solusi yang harus kamu ambil" ujar Julian yang langsung serius mengajari Arnetta dan memberikan beberapa pilihan dan resiko yang harus dihadapi.


'Sabar....sabar Net, punya suami om-om itu sudah mesum tingkat dewa, sensi an dan suka banget cemburuan' batin Arnetta sambil geleng-geleng menatap Julian


...***...


...TBC...


...Mianhae ya baru up hehehe๐Ÿ™๐Ÿ˜...