The Girl Inside Me

The Girl Inside Me
Episode 27 Empty



"Jonoo...loe tuch ya baru jadi kelinci aja sombongnya minta ampun, udah bagus gue beliin kandang keren gini kalau diajak ngomong ngeliatin kenapa!!.....lama-lama gue sate loo!!" umpat Julian yang sedang ngomelin si J kelinci Rex kepunyaan Arnetta yang malah tidur dikandang mewahnya.



"Kok Jono? bukannya nyonya muda ngasih namanya si J yah?" tanya Nunuk ART yang bekerja di rumah Julian.


"Dah biarin saja, horang kayah mah bebas ngasih nama Nuk" jawab pak Lukman


"Pak Lukman tuan muda apakah baik-baik saja? daritadi ngomelin si J" ujar Ratmi ART yang lain yang ikut mengintip tuan mudanya yang sedang ngomelin si kelinci di kebun belakang.


"Daripada kita yang kena omelan tuan muda, biarin si Jono saja yang menghadapi tuan muda" samber Windy dengan cengiran khasnya yang langsung di iyakan semuanya


Tiba-tiba dengan berlari-lari Edi teriak-teriak


"J buruan ikut gue....gue tahu dimana Arnetta" lalu Edi segera menarik Julian untuk ikut dirinya.


"Beneran loe? dimana Netta?" tanya Julian dengan mata berbinar-binar ikut lari mengikuti Edi masuk ke mobil yang dikendarai pak Hassan.


"Nich loe lihat sendiri bini loe" jawab Edi sambil menyerahkan Tablet miliknya sambil memberi instruksi ke pak Hassan dan mereka segera menuju ke tempat Arnetta dengan kecepatan tinggi.


Saat Julian yang melihat pertunjukan antara Arnetta dan Hana, Julian tersenyum lebar membuat dahi Edi berkerut.


"Loe kok malah kelihatan bahagia sich? gak kasihan lihat Netta yang dipermalukan gitu?"


"Gimana gak bahagia, liatlah bini gue ini sedang mempertahankan lakinya dari pelakor, lagipula aku percaya Netta menghadapi siluman dondong ini mah kecil baginya, kamu lupa dia sudah menghajar para preman suruhan paman nya itu?" jawab Julian dengan suara bangga.


Edi hanya bisa tepuk jidat melihat reaksi sahabatnya yang super aneh ini yang terlihat sangat bucin terhadap bininya yang barbar.


"Gak ngira gue, bini gue yang gue kira dingin dan gak cinta gue sampe segitunya marah sama siluman dondong ini, keren banget ya Ed" ujar Julian dengan bangganya membuat Edi hanya memutarkan bola matanya malas.


"Ed...loe sudah nyerahin bukti itu ke polisi?"


"Udiiiin.....jangan khawatir ini polisi juga langsung menuju tkp" jawab Edi.


"Akhiiirnya gue bebas dan bisa hidup tenang dengan bini gue" ujar Julian dengan tersenyum lega.


Edi menatap sahabatnya, sebenarnya dia ingin mengatakan sesuatu tetapi tidak jadi dan tidak tega karena sahabatnya terlihat sangat bahagia.


'Semoga ini hanya perasaan gue ya J....tapi kelihatannya bini loe gak semudah itu mau nerima loe kembali' batin Edi sambil menghela nafas panjang.


^^^


Kita kembali ke tempat Arnetta dan rombongannya yang sudah sampai di klinik dr Ganang, dan ternyata diikuti beberapa wartawan yang gercep setelah melihat berita viral di medsos.


Richie tetap dengan tenang membopong tubuh Hana seperti karung beras mengikuti si dokter lalu menidurkan di ranjang periksa tempat praktek dr Ganang.


Ketika Hana ingin kabur tetapi melihat Arnetta dan Lucas sudah beriaga dengan aura intimidasi kuat membuatnya takut terlebih di luar ruang praktek sudah menunggu beberapa wartawan, akhirnya dia pasrah saat seorang suster membantunya berbaring dan membuka bagian perutnya dan menyelimuti bagian bawah Hana.


Setelah itu dr Ganang mengoleskan gel pelumas khusus di kulit. Ini digunakan untuk mencegah gesekan yang bisa melukai kulit saat bagian transduser ultrasound digerakan di atas kulit. (Transduser merupakan bagian alat USG yang berbentuk mirip seperti mikrofon, yang akan memancarkan gelombang suara. Gel ini juga membantu meneruskan gelombang dari alat USG lebih efektif ).


Sebelumnya dia meminta ijin dengan sopan kepada Hana dan menanyakan berapa usia kandungannya.


Hana dengan gugup menjawab dengan suara pelan "Tiga bulan dok"


"Looo kagak salah Tan, bukannya loe bilang loe hamil sebelum gue kecelakaan....padahal gue kan sempat koma berapa bulan, dan setelah sadar sampai saat ini sudah berapa bulan, kok loe bisa bilang baru tiga bulan?" selidik Arnetta.


"Siapa bilang gitu?....gue hamil baru tiga bulan kok" ujar Hana sewot.


"Lah elo sendiri yang koar-koar didepan pak Lukman, mamanya si om dan para ART, bahwa loe dah hamil anak si om pas gue koma"


"Nah kalo loe bilang baru hamil tiga bulan, itu jelas bukan anak laki gue, orang selama gue koma si om gak pernah ninggalin gue sama sekali, bukti cctv ada tuuh" ujar Arnetta semakin mendesak Hana


"Heeh j***g mana ada sich pria tahan berapa bulan gak ngapa-ngapain cuman bengong di sisi bininya yang seperti mayat, terlebih kalo loe tau si J itu nafsunya besar....yah jelaslah dia minta tidur ama gue" nyolot Hana.


"Udah kagak usah banyak cang cing cong, kita buktikan bahwa loe hamil kagak, berani taruhan gue bahwa loe tidak hamil terlebih saat memegang loe dan perut loe tadi tidak ada nadi si bayi"


"Sok tahu loee....dasar dokter gadungan"



Dr Ganang segera menggerakkan transdusernya di perut rata Hana, dan terpampang di layar alat usgnya bahwa rahim Hana kosong tidak ada tanda-tanda keberadaan si bayi.


"Ya jelas aja belum terlihat orang baru tiga bulan" elak Hana.


"Nona Hana usg bisa menunjukkan adanya janin di dalam rahim sejak kandungan berusia 7-8 minggu, jika anda bilang anda hamil sudah 3bulan maka usg kami sudah bisa menunjukkan adanya janin tersebut."


"Sedangkan melihat hasil usg ini tampak rahim anda kosong dan bersih....bahkan ada yang perlu anda ketahui bahwa anda memiliki leher rahim pendek, hal tersebut dapat mempersulit persalinan anda kelak. Ketika leher rahim sangat pendek, hal ini rentan terhadap pelebaran dan memberikan perlindungan yang lebih sedikit bagi janin dan wanita hamil. Memiliki serviks yang pendek meningkatkan risiko keguguran, persalinan prematur, dan persalinan dini" jelas dr Ganang panjang lebar membuat wajah Hana semakin memucat ketakutan, terlebih saat melihat kehadiran Julian dan pintu ruang periksa terbuka tepat disaat penjelasan dr Ganang.


Sehingga bisa dipastikan Julian dan para wartawan mendengar penjelasan tersebut.


Tetapi dasar Hana itu benaran siluman tetapi sayangnya memiliki kadar IQ nya diragukan dan urat saraf malunya sudah putus maka tetap saja Hana memainkan drama sebagai wanita tertindas seperti di film-film warga +62 itu lo gaess


"J....lihatlah tindakan gadis brengsek ini telah menyakitiku sehingga bayi kita keguguran" ujar Hana sambil histeris.


Alih-alih memperhatikan Hana, Julian segera memeluk Arnetta sambil berujar "Apakah kamu baik-baik saja Net?"


"J.....yang luka aku bukan dia!!!" bentak Hana.


"Sudahlah tante dondong.....sekaliiiii aja kamu pinteran dikit kalo gara-gara aku dan sekarang kamu keguguran, pasti kamu sudah berdarah-darah--- berhentilah berbohong sudah jelas terbukti kamu gak hamil juga masih hallu hamil" ujar Arnetta dengan nada tajam membuat Hana kicep.


"Melihat dari hasil usg ini, menurut saya rahim nona belum pernah hamil maupun mengalami keguguran sama sekali" terang dr Ganang dengan tegas.


"Memang kenapa kalau aku berbohong??!!! setidaknya aku mencintai J dan tidak hamil dengan pria lain" seru Hana tetap nyolot.


"Memangnya kamu....bisa-bisa hamil dengan pria lain tetapi minta J bertanggung jawab"


"Berhentilah bicara Hana....kemarin itu anak dalam kandungan Netta adalah putra kandungku kalau masih tidak percaya ini hasil tes DNAnya....dan karena kamu dan ibuku sendiri kalian telah membunuh anakku dan hampir membunuh istriku" bentak Julian.


"A---aapa maksudmu J sayang? mana mungkin aku melakukan tindakan keji seperti itu?"


"Silahkan kamu bicara dengan pihak kepolisian, karena bukti-bukti sudah lengkap di kepolisian" ujar Julian lalu mempersilahkan polisi masuk untuk membawa Hana.


Dan sudah bisa kita tebak gaess itu si tante dondong teriak-teriak kesetanan membantah itu semua, tetapi mana bisa sih seorang penjahat bisa lepas dari tangan polisi Indonesia saat surat-surat penangkapan beserta bukti-bukti lengkap sudah di tangan polisi.


"Terimakasih atas semua bantuannya ya dr Ganang" ujar Arnetta beserta rombongannya sambil menjabat tangan sang dokter.


"Dengan senang hati dr Arnetta Sinaga, apakah anda lupa terhadap saya? kita pernah satu rumah sakit saat anda masih resident di Stansford Hospital" ujar dr Ganang dengan tersenyum ramah.


"Maafkan saya dokter, setelah kecelakaan saya tidak mengingat sama sekali semua kejadian setelah usia saya 15tahun" ucap Arnetta dengan nada sedih.


"Ooooh....tidak papa dok, pelan-pelan saja mengingatnya biar kepalanya tidak sakit" ujar dr Ganang, lalu Arnetta dan rombongannya segera meninggalkan klinik tersebut.


"Oom mau sampai kapan tanganmu memeluk pinggangku ini?" tanya Arnetta dengan nada dingin.


"Gak akan aku lepas Net, yuuk kita pulang hari sudah malam" ujar Julian meski lembut tetapi tegas.


"Apakah om Betrand belum menemui om?" tanya Arnetta sambil menatap Julian.


"Sudah...." belum selesai Julian bicara sudah diputus oleh Arnetta


"Kalau begitu sampai bertemu om Betrand di pengadilan --- Chris ayo pulang, Netta sudah capai" ujar Arnetta sambil melepaskan tangan Julian dari pinggangnya


"Ayo Nett, masuk udara semakin dingin" ujar Lucas yang tiba-tiba menyampirkan jasnya di bahu Arnetta dan mengajak Arnetta yang sedang digandeng Christian untuk menuju mobilnya diikuti Richie.


"Berhentiiii.....Nett sampai kapanpun aku tidak akan menceraikanmu----lepaskan istriku Chris" teriak Julian dengan wajah yang terluka sambil menarik tangan Arnetta satunya.


"Itu terserah om, silahkan om bertemu om Betrand di pengadilan" ujar Arnetta sambil berusaha melepas tangan Julian.


"Lepaskan tangan Arnettaku, brengsek!!" bentak Lucas sambil mencengkram tangan Julian sampai Julian meringis kesakitan lalu tangannya terlepas dari tangan Arnetta.


"Diaa Arnettaku sampai nafasku terakhir dia adalah milikku!!" bentak Julian sambil memukul wajah Lucas dan dibalas Lucas dengan tenaga Aquamannya.


Melihat Julian yang jatuh di tanah dan Lucas yang ingin menghajarnya Arnetta segera berlari dan menahan tangan Lucas


"Netta capek om tatto, ayo kita pulang---- om Ediiii bawa om mesum pulang dan obati" teriak Arnetta segera menarik si Aquaman pergi tanpa melihat tatapan terluka dari Julian.


Selama perjalanan pulang Richie berusaha membuat Arnetta tersenyum dan suasana di mobil tidak hening.


"Net kita berempat ini seperti di kera sakti ya....gue Cut Pa Kai, Christian biksu Tong yang selalu tenang dan sabar, elo Sun Go Kong yang suka berantem sedang tuan Jackson ini yang satunya namanya siapa ya?" tanya Richie sambil berusaha mengingat-ingat.


"Wu Jin!" seru Christian.


"Gile loe Mbank nyama-nyamain om Tatto sama Wu Jin" omel Arnetta.


"Laa sama semua Jum, loe lihat rambut gondrong, brewokan dan nurut banget sama loe Jum" jelas Richie membuat Arnetta dan Christian spontan melihat Lucas lalu tertawa terbahak-bahak.


Lucas yang pada awalnya emosi karena Arnetta dari tadi menyandarkan kepalanya ke Christian. tetapi melihat Arnetta kembali tertawa membuat dirinya tidak jadi emosi dan ikut tersenyum.


"Kenapa tuan Richie Cut Pa Kai Net?" tanya Lucas.


"Panggil langsung Richie aja om...gini ya om si Bambank ini dari dulu pacarnya banyak banget, tapi jalan ceritanya selalu berakhir ngenes di dia....persis sama kisah Cut Pa Kai yang semboyanya apa yah?" tutur Arnetta menjelaskan ke Lucas.


"Inilah Cinta yang deritanya tiada akhir" jawab Christian.


"Loe salah Chris" sangkal Arnetta kemudian langsung teringat dan berseru


"Sejak dulu beginilah cinta, penderitaannya tiada berakhir" seru Arnetta bersamaan dengan Richie membuat ketiganya tertawa terbahak-bahak.


Jika kalian kira Arnetta baik-baik saja itu salah besar gaess, saat Arnetta berbaring sendirian di kamarnya Arnetta mengalami ketakutan untuk tidur, hanya Julian yang tahu bahwa Arnetta selalu mengalami mimpi buruk ketika dia tidur malam, sehingga dia takut untuk tidur.


Tetapi Julian dengan sabar selalu mendampingi dan memeluknya sehingga Arnetta bisa tidur nyenyak sampai pagi.


Arnetta hanya bisa mengumpat marah karena tergantung dengan Julian, tetapi juga merasakan kekosongan dalam hatinya kemudian dadanya terasa nyeri karena sebuah perasaan asing yang baru Arnetta rasa saat mengingat hubungan tante dondong sama Julian, sehingga Arnetta menangis dalam tersedu-sedu dan saat terpejam yang dia lihat wajah terluka Julian, membuat dia kembali terjaga.


Karena banyaknya pikiran dan emosi yang memuncak, kepala Arnetta terasa sangat sakit sampai dia mimisan dan jatuh pingsan di lantai saat ingin mengambil tissue di bagian bawah nakas disamping tempat tidurnya.


Diwaktu yang sama ditempat berbeda Julian pun tidak bisa tertidur karena mengkhawatirkan kondisi Arnetta jika malam tiba tanpa dirinya disampingnya.


Perasaannya gelisah seperti merasakan firasat tidak baik tentang Arnetta, lalu segera bergegas ke rumah Richie yang merupakan dokter yang menangani Arnetta pasca operasi.


...***...


...TBC...


...Apakah Arnetta bisa tertolong?😱😱😱...