The Girl Inside Me

The Girl Inside Me
Episode 14 Clekat-Clekit Jantungku



Mendengar bentakan Julian, bukannya membuat nyalinya ciut malah menantang Julian dengan menatapnya balik


"Mobilku di lokasi kejadian, jadi tadi naik mobil polisi" jawab Christian singkat


"Kamukan bisa naik taxi online, ngapain ikutan disini!!" ujar Julian ngegas


"Kalau aku maunya ikut Netta disini...masalah buat loe?!!" tanya Christian dengan muka songong


"Jelas masalahlah...bikin mataku sakit, sana huzzz....huzzz" usir Julian sambil melepas tangan Christian dari pinggang Netta dan menarik tubuh Netta untuk dekat dirinya.


"Kalo matanya sakit ya nggak usah dilihat, gitu kok ya dibuat susah" jawab Christian dengan senyum mengejek dan memukul tangan Julian sehingga melepas tangannya dari pinggang Arnetta dan kembali merengkuh dan menarik tubuh Arnetta ke sisinya.


Jika menurut sinetron warga +62:itu biasanya yang saling julid dan sengit beradu memperebutkan pasangan itu kaum wanita benerkan gaess? tapi baru kali ini Arnetta melihat dua pria yang ngakunya dewasa, badan sudah segede Gaban, tapi kelakuannya ya ampuuuuun.....11-12 dengan anak TK


Sebenarnya Arnetta malas menanggapi kelakuan kedua pria aneh ini, tetapi lama kelamaan karena badannya ditarik-tarik kesana kemari akhirnya naiklah emosi seorang gadis cantik titisan Nana after school ini.


"Berhentiiii!!!! jika masih ada yang berani nyolot aku tendang keluar dari mobil!!" ancam Arnetta sambil melototin kedua pria itu


"Dia dulu yang mulai Nett!" ujar mereka bersamaan sambil saling tunjuk.


"Ettt....diam!!, Chris lepasin tanganmu dari pinggangku!!" seru Arnetta sambil melototin Christian disambut ketawa Julian terbahak-bahak lalu segera merengkuh tubuh Arnetta sambil mengejek Christian.


"Siapa yang menyuruh om megang Netta?!! " ujar Arnetta sambil menatap tajam ke arah Julian


"Eeh...tapi Net" ujar Julian dengan memasang wajah memelas andalannya sambil melepas tangannya dari tubuh Arnetta dengan berat hati membuat Christian tersenyum mengejek


"Apaaa!!! lihat-lihat!!" ujar Julian sewot


Arnetta yang semakin sebal langsung melompat untuk duduk didepan disamping Edi membuat kedua pria labil dibelakang serentak berteriak memanggil nama Arnetta tidak terima.


Alih-alih Arnetta memperdulikan keduanya yang menggerutu, malah dengan santuynya menyuruh Edi segera menjalankan mobilnya


"Udah gak usah peduliin bosmu om, biarin mereka pacran dibelakang, ayo buruan cuss om, Netta ingin segera mandi "


"B-baik Nyonya muda" jawab Edi yang sebenarnya takut melihat bosnya sudah melototin dirinya dibelakang, tetapi menurut pemikiran Edi lebih aman dia mengikuti nyonya mudanya saja tooh si tuan yang biasanya jagoan Neon sekarang melempem dihadapan istri kecilnya....'wkwkwk Edi memang cerdas' puji Edi dalam hati.


"Oom bawa headset tidak ya?"tanya Arnetta tiba-tiba karena merasa bosan mendengar dua pria dibelakang masih meributkan hal unfaedah.


"Ooo ada nyonya, itu dilaci punya tuan muda yang tertinggal dikantor kemarin" jawab Edi sambil tetap konsentrasi menyupir.


"Oooo....oke makasih om" jawab Arnetta lalu segera mengambil dan memasangkan ditelinganya dan mulai mencari sesuatu di HP yang sudah dibelikan Julian untuknya kemarin.


Kemudian tanpa ada angin, badai mulailah Arnetta melakukan show dangdutnya seperti kebiasaannya dulu waktu SMP kalo sedang bosan.


...Celekat-celekit hatiku seakan dibawa lari...


...Oleh si pencuri cinta, pujaan...


...Dibelai-belai hatiku...


...Dibuai-buai jiwaku...


...Celekat-celekit hatiku seakan dibawa terbang...


...Oleh si pencuri cinta, pujaan...


...Dibelai-belai hatiku...


...Dibuai-buai jiwaku...


...Dibelai-belai hatiku...


...Dibuai-buai jiwaku...


...Senin, Selasa, Rabu, ku mulai berkenalan...


...Kirim surat cinta kata mesra-mesraan...


...Kamis, Jumat, Sabtu, malam Minggu pacaran...


...Bisik-bisik cinta saling manja-manjaan...


...Hari-hari cinta begitu indahnya...


...Celekat-celekit hatiku seakan dibawa lari...


...Oleh si pencuri cinta, pujaan...


...Dibelai-belai hatiku...


...Dibuai-buai jiwaku...


...Dibelai-belai hatiku...


...Dibuai-buai jiwaku...


...Senin, Selasa, Rabu, ku mulai berkenalan...


...Kirim surat cinta kata mesra-mesraan...


...Kamis, Jumat, Sabtu, malam Minggu pacaran...


...Bisik-bisik cinta saling manja-manjaan...


...Hari-hari cinta begitu indahnya...


...Celekat-celekit hatiku seakan dibawa lari...


...Oleh si pencuri cinta, pujaan...


...Dibelai-belai hatiku...


...Dibuai-buai jiwaku...


...Dibelai-belai hatiku...


...Dibuai-buai jiwaku...


...Hari-Hari Cinta oleh Evie Tamala...


Julian dan Christian yang awalnya masih ribut langsung terdiam shock mendengar suara cempreng Arnetta menyanyi dangdut, sebenarnya suaranya bagus jika dinyanyikan dengan volume normal, tapi dasar gadis barbar baru kurang sajen jadi Arnetta menyanyi dengan volume yang membuat pendengarnya pengar telinganya.


"Net.....kalo mau show dangdutnya nanti aja ya kalo sudah dirumah, jangan sekarang yah" bujuk Christian sambil mencondongkan tubuhnya kedepan mendekat ke Arnetta.


"Netta sayang, kalo mau menyanyi lagu selain dangdut yah, jadi kita bisa ikutan menyanyi yah" bujuk Julian yang juga ikutan mencondongkan tubuhnya ke depan.


Bukannya mendengar bujukan mereka, Arnetta tetap saja menyanyikan lagu kesukaannya sewaktu SMP dulu itu.


Edi yang menyupir hanya bisa mengusap dadanya sambil berkata Astagfirullahalhadzim.....


Melihat bujukan mereka tidak mempan, maka keduanya hanya pasrah memasang headset ke telinga mereka berdua dan memandang ke arah keluar jendela dan terbungkam.


Arnetta yang melihat usahanya berhasil langsung tersenyum puas membuat Edi geleng-geleng kepala melihatnya


"Nyonya sengaja ya?"


"Iya...kalo gak gitu mereka reseh om" ujar Arnetta sambil tersenyum lebar


"Om suka nyanyi?" tanya Arnetta


"Suka Nyonya, gimana?"


"Bisa menyanyi Lemon Tree?"


"Bisa, Nyonya mau menyanyi bareng?"tawar Edi


"Heem....nyanyi yuks"


...I'm sitting here in a boring room...


...It's just another rainy Sunday afternoon...


...I'm wasting my time I got nothing to do...


...I'm hanging around I'm waiting for you...


...But nothing ever happens...


...And I wonder...


...I'm driving too fast, I'm driving too far...


...I'd like to change my point of view...


...I feel so lonely, I'm waiting for you...


...But nothing ever happens...


...And I wonder...


...I wonder how, I wonder why...


...Yesterday you told me 'bout the...


...Blue, blue sky...


...And all that I can see...


...Is just a yellow lemon tree...


...I'm turning my head up and down...


...I'm turning, turning, turning, turning...


...Turning around...


...And all that I can see...


...Is just another lemon tree...


...Sing dah...


...Dah-dah-dah-dam, dee-dab-dah...


...Dah-dah-dah-dam, dee-dab-dah...


...Dab-deedly dah...


...I'm sitting here, I miss the power...


...I'd like to go out, taking a shower...


...But there's a heavy cloud inside my head...


...I feel so tired, put myself into bed...


...Well, nothing ever happens...


...And I wonder...


...Isolation is not good for me...


...Isolation, I don't want to...


...Sit on a lemon tree...


...I'm steppin' around in a desert of joy...


...Maybe anyhow I'll get another toy...


...And everything will happen...


...And you wonder...


...I wonder how, I wonder why...


...Yesterday you told me 'bout the...


...Blue, blue sky...


...And all that I can see...


...Is just another yellow lemon tree...


...I'm turning my head up and down...


...I'm turning, turning, turning, turning...


...Turning around...


...And all that I can see...


...Is just a yellow lemon tree...


...And I wonder, wonder...


...I wonder how, I wonder why...


...Yesterday you told me 'bout the...


...Blue, blue sky...


...And all that I can see...


...And all that I can see...


...And all that I can see...


...Is just a yellow lemon tree...


Julian yang melihat asistennya juga ikutan bernyanyi bareng istrinya semakin kesal, tapi mau bagaimana lagi dia gak bisa menyanyi dangdut, akhirnya hanya memasang muka cemberut.


Edi yang melihat nyonya muda tampak bahagia saat bernyanyi dengan suara yang sangat merdu membuatnya tersenyum


"Suara anda sangat bagus, coba anda menjadi penyanyi pasti bakalan menjadi terkenal"


"Menurutmu begitu om? mengapa aku tidak menjadi penyanyi malah menjadi model ya?" tanya Arnetta monolog sendiri.


"Jadi apapun itu tidak masalah Nyonya, asalkan sekarang Nyonya sekarang hidup dengan bahagia, menurut saya itu sudah cukup"


Mendengar ucapan bijak dari Edi membuat dahi Arnetta berkerut


"Apakah aku sebelum kecelakaan tidak bahagia om?"


"Kalau boleh jujur, saya jawab iya....Nyonya sangat serius, tidak pernah tersenyum....yah memang sebagai pemimpin dua perusahaan untuk gadis semuda anda itu pasti sangat berat, tetapi anda terlihat sangat tidak bahagia dalam hidup yaah kasarnya anda tidak menikmati hidup....maaf sebelumnya Nyonya"


"Apakah pernikahanku tidak bahagia om?" tanya Arnetta to the point membuat Edi terbungkam, takut salah bicara.


"Diam berarti iya.....sudah aku tebak saat tahu si Om mesum jadi suami Netta, aku sudah yakin 100% bahwa pernikahan ini adalah paksaan bukan berlandaskan cinta, karena cowok idaman Netta bukan bule seperti si Om" gumam Arnetta.


"Seperti Tuan Christian dan Tuan Ricky ya Nyonya?"


"Kalo Ricky kelihatannya tidak om, apakah aku dulu tidak jatuh cinta dengan Chris om?"


"Saya tidak tahu Nyonya, mungkin maksud Tuhan membuat anda hilang ingatan supaya anda saat ini memutuskan dimana hati anda berlabuh, tanpa menghiraukan ikatan pernikahan paksaan ini asalkan anda bisa bahagia itu sudah cukup Nyonya" jawab Edi


'Maaf tuan, tetapi melihat senyum bahagia di wajah cantik Nyonya muda, rasanya saya tidak rela jika senyum itu menghilang selamanya seperti Nyonya muda yang dulu jika memaksakan diri bersama tuan muda' ujar Edi dalam hati sambil tersenyum tulus ke Arnetta


Arnetta yang mendengar ucapan Edi hanya mengangguk-anggukan kepalanya dan kemudian lanjut bernyanyi lagi bersama Edi sambil tertawa-tawa karena suara Edi yang sering salah nada bahkan sumbang.


Ketika akhirnya mereka sampai dirumah Julian, tampak didepan rumah sudah berdiri seorang wanita paruh baya yang masih terlihat cantik



"Nett...kamu didalam mobil dulu ya sayang, jangan keluar sebelum aku suruh yah" ujar Julian yang tiba-tiba berubah dingin dan datar


"Chris jaga Netta, jika memungkinkan bawa dia menuju apartemenmu terlebih dulu, nanti aku jemput kembali" ujar Julian lalu segera keluar dari mobil


Arnetta yang merasakan perubahan aura dari Julian langsung mengerutkan keningnya terutama melihat gestur tubuh Edi dan Christian juga sudah dalam mode waspada, membuat dirinya diliputi penuh tanda tanya


...***...


...TBC...


...Siapa ya wanita itu?...


...Ada yang tahu? 😱😉...