
Flashback On
Julian dengan sempoyongan berusaha mengejar Arnetta, sesampainya di Lobby Julian segera menghubungi Windy
"Dimana?!!"
"Apa Nyonya sudah mau pulang tuan?"
"Loeee dimana!!!" bentak Julian
"Saya di ruang tunggu diparkiran tuan" ujar Windy yang masih kebingungan kenapa tiba-tiba marah dengannya.
"Cepat naik!!!" bentak Julian langsung menutup telpon tanpa menunggu jawaban dari Windy.
Julian segera menelpon bodyguard bayangan yang selalu mengikuti istrinya.
"Istriku dimana?"
"Jaga istriku disana, sebentar lagi aku datang" ucap Julian.
"Tuan....selain kita, nyonya ada yang menjaga juga, bahkan dalam jumlah banyak" lapor bodyguard suruhan Julian.
"Haah?!! siapa mereka? cari info dan panggil pasukan jika terjadi apa-apa dengan Istriku nantinya" perintah Julian.
Setelah menutup telpon tampak didepannya Windy sudah menunggu perintah.
"Dasar bodoh!!! nyonya muda pergi sampai tidak tahu!! sekarang antar aku menjemput Nyonya muda!!" bentak Julian marah.
Windy terkejut 'Laah nyonya kemana??? kenapa tidak menghubungi Windy sich' batin Windy yang segera berlari membukakan pintu mobil dimana pak Hassan dah dibelakang kemudi.
"Ini kemana ya tuan?" tanya Windy pelan karena takut melihat ekspresi Julian dah sudah mengeluarkan aura Thannos.
Bukannya menjawab pertanyaan Windy, Julian semakin menatap tajam Windy membuat nyali Windy menciut, tetapi untung saja otak Windy tidak ikutan menciut sehingga langsung segera menghubungi Handoko salah satu bodyguard pengawal nyonya mereka.
"Pak Hassan kita ke Club ini yah" ujar Windy sambil menunjukkan nama lokasi yang diberikan Handoko.
"Baik non" jawab Hassan segera melesatkan kendaraannya menuju lokasi nyonya muda mereka.
Flash back off
Setelah sampai, Handoko segera membukakan pintu mobil buat Julian
"Tuan...nyonya muda sedang bersama pria bernama Luis Miguel Jackson, dia adalah pengusaha terkenal dibeberapa negara tuan, selain itu menurut kabar angin dia adalah bos mafia."
Mendengar info dari anak buahnya membuat kening Julian mengkerut. "Lalu buat apa dia ke Indonesia ya?" gumam Julian.
"Kalian membawa senjata?"
"Bawa tuan, jangan khawatir"
"Baik kalian waspada saja, jika perlu mengambil tindakan segera kalian lakukan, tetapi apabila kondisi masih aman tidak perlu baku hantam....kalian mengerti?"
"Kami mengerti tuan muda!!!" ujar para bodyguard serempak
Ketika Julian masuk, dia berusaha mencari keberadaan istri badungnya, melihat istrinya dipeluk mesra seorang pria berbadan besar dan beetato membuat emosi Julian terpancing dan segera maju mendekati Arnetta.
"Nett....ayo pulang, kamu sudah mabuk" tiba-tiba Julian sudah berada di belakang Netta.
"Eeh oom tatto, kok Netta dengar suara si om mesum brengsek ya? duuuuh...kenapa sich sampe terus menerus mendengar suara baritonnya yang menyebalkan" omel Arnetta.
"Neetta...pulang yuks sayang, ini memang benar-benar Julian suamimu" ujar Julian sambil menarik tangan Arnetta sehingga terlepas dari tubuh pria bertatto.
"Waaah....waaah ini niiich raja selingkuh, Netta bukan istri om lagi, Netta minta cerai....husss...husss...sana pergi, Netta mau ikutan si om tatto ini" bentak Netta sambil menepis tangan Julian.
"Horeee...om tatto memang the best dan terseeeeksiii sedunia" ujar Arnetta sambil tepuk tangan seperti anak kecil.
"Netta kanu mabuk...dan kamu jangan ikut campur urusan rumah tanggaku!!" ancam Julian sambil menunjuk ke muka pria tersebut lalu segera menggendong tubuh Arnetta seperti karung beras.
Tetapi karena Arnetta berontak dan banyak polah, maka Arnetta terjatuh menindih tubuh Julian dan karena tangan Netta tadi masih memegang kaos pria bertatto tersebut menyebabkan baju pria bertatto tersebut sobek menyebabkan terlihat tubuh pria tersebut.
"Waaaa....liat om, tubuh om tatto ada roti sobek nya...seksiiiii banget!!" teriak heboh Arnetta membuat Julian makin cemburu dan kembali mengangkat tubuh Arnetta lagi kali ini ala bridal style dan membawanya pergi meski Arnetta teriak-teriak minta di lepaskan.
Anak buah pria bertatto tidak bisa berkutik karena Julian juga membawa beberapa bodyguard yang menodongkan pistol ke arah mereka melindungi Julian.
"Tuan perlukah kita habisi mereka?"
"Jangan dulu...langsung membunuh mereka tidak asyik....kita siksa mereka sedikit demi sedikit"
"Cari wanita yang membuat calon istriku menangis dan carikan pengacara hebat untuk membantunya bercerai dari pria brengsek tersebut" ujar pria bertatto tersebut dengan senyum yang sangat mengerikan
"Baik tuan muda!!" jawab asisten pria bertatto tersebut lalu segera pergi melaksanakan perintah tuannya.
Selama perjalanan Arnetta memukul, mencakar Julian sambil mengamuk, membuat Julian hilang kesabaran dan mengunci kedua tangan Julian keatas kepala dan menindih tubuh Arnetta di kursi.
"Arnetta Sinaga!!! tenang!!" bentak Julian membuat Arnetta terdiam dan menghentikan pemberontakannya.
Setelah Arnetta tenang, dipikirnya Julian sudah berhenti...tetapi Julian salah besar, Arnetta memang sudah tidak mengamuk dan teriak-teriak, tetapi saat ini Arnetta malah menangis tersedu-sedu.
"Netta tidak ingin dikasihani om, kalau mau cerai ya cerai saja, Netta sangat mengerti bahwa diantara kita tidak ada cinta dan anak kita sudah meninggal jadi tidak ada lagi yang perlu dipertahankan...tetapi jangan memberi harapan kepada Arnetta dengan bersikap seolah-olah om sangat mencintai Netta"
"Sakiit om disini....sakiit banget!! Netta belum pernah berpacaran maupun dekat dengan seorang priaa, Christian dan Riki itu sahabat Netta...jadi saat terbangun dan sudah bersuami, Netta belajar menerima om sebagai suami dan satu-satunya pria dalam hati Netta" ujar Netta sambil menangis.
"Tetapi ternyata om melakukan itu karena terpaksa, bahkan semua orang kantor om dan seluruh Indonesia tahu bahwa om berpacaran dengan tante dondong bahkan sampai hamil meskipun sudah mempunyai istri, bahkan pada saat itu Netta juga sedang hamil...Netta sangat bodooh!!" ujar Netta sambil terisak-isak semakin keras.
Mendengar ucapan Netta membuat Julian tercekat...dan melepaskan tangan Netta dan tidak menindih tubuh Netta lagi, sehingga Netta secara perlahan duduk sambil masih menangis.
"Tidak pernah sekalipun aku berbohong padamu Netta, aku sungguh-sungguh sangat mencintaimu, mengenai kehamilan Hana...percayalah akan kubuktikan bahwa itu bukan bayiku, karena sejak menikah denganmu, tidak sekalipun aku bermain dengan wanita selain denganmu...termasuk Hana, kalaupun selalu terlihat bersama awal mulanya untuk memancingmu cemburu, tetapi kamu sama sekali tidak peduli dan semakin runyam ketika mamaku ikut campur dan menjebakku untuk meniduri Hana" jelas Julian tetapi Julian berhenti bicara saat melihat Arnetta tertidur menempel jendela pintu mobil.
Julian segera membawa tubuh Netta dalam pelukannya.
"Jangan tinggalin aku ya Net...beri aku waktu sebentar lagi untuk membuktikannya" ujar Julian sambil mencium kening Arnetta dan menghapus air mata di pipi Arnetta.
Ketika sudah sampai di rumah, Julian segera menggendong tubuh Arnetta secara lembut dan perlahan, kemudian melepas baju Arnetta dan menggantikan dengan baju tidur, dan membasuh wajah, tangan dan kaki Arnetta, setelah itu dibaringkannya ke ranjang dan menyelimuti tubuh Arnetta.
Setelah itu Julian segera mengambil laptop miliknya dan mulai memproses bukti-bukti dari Edi dan detektif bayarannya. Tak lupa Julian juga mencari informasi mengenai pria bertatto yang bernama Luis Miguel Jackson.
"Menyingkirkan Christian saja belum berhasil eeh malah ditambah preman bule ini..." gumam Julian frustasi sambil mengusap wajahnya dengan kasar.
...^^^...
...*TBC*...
...Hayo mana pasukan ...
...1.Julian...
...2. Christian...
...3.Riki...
...4. Luis Miguel...
...😁😁😁...