The Games

The Games
Epilog



Happy reading๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜


Author pov


Pria itu membenarkan sedikit letak dasinya yang dia rasa miring. Tersenyum melihat pantulan dirinya yang terlihat sangat sempurna bak seorang pangeran.


"Hyung(kakak)....." panggil seseorang membuatnya menoleh.


"Ahh Jungkook-ah" sapanya dengan sorot mata yang berbinar.


"Waahhh kau terlihat sangat tampan Hyung" puji Jungkook pada pria di depannya.


Choi Taehyung tersenyum hingga senyum kotak khasnya terpampang.


"Gumawo(terima kasih)...dan sejak kapan kau mulai memanggilku Hyung?" Taehyung seakan mengejek Jungkook.


"Aisshh jinjja(yang benar saja) apa kau tidak suka aku memanggilmu Hyung eoh?" protes Jungkook.


"Ani(tidak).....aku sangat menyukainya uri dongsaeng(adikku)" ucap Taehyung menepuk bahu Jungkook.


"Baiklah kajja(ayo) kita harus segera menuju altar. Calon istrimu akan tiba sebentar lagi" kata Jungkook tersenyum jail.


"Ahh ne benar. Kajja(ayo)" kata Taehyung begitu semangat.


Bahkan Taehyung lebih dulu melangkah keluar membuat Jungkook terkekeh pelan melihat kakaknya begitu semangat untuk melangsungkan penikahannya hari ini.


Warna putih dan pink mendominasi tempat itu. Tempat yang akan menjadi saksi pengucapan janji suci antara Taehyung dan Hana.


Hana gadis manis yang akhirnya bisa menghancurkan dinding hati Taehyung hingga membuat pria itu bisa jatuh cinta kembali.


Kini gadis itu sedang melangkah perlahan sambil memegang erat tangan sang ayah menuju tempat Taehyung yang sedang menunggunya sambil tersenyum manis.


Gadis itu mendongak melihat calon suaminya.


"Aku menyerahkan Hana seutuhnya padamu Choi Taehyung. Jaga dia dan cintai di seumur hidupmu" ucap ayah Hana dengan mata yang berkaca-kaca seakan tak rela melepaskan sang anak untuk menikah.


"Tentu aboji(ayah)" jawab Taehyung meraih tangan Hana.


"Kau siap?" tanya Taehyung.


"Tentu" jawab Hana mantap.


Acara pengucapan janji berjalan dengan sangat hikmat. Riuh tepuk tangan bergema saat Taehyung membuka penutup wajah Hana yang menandakan jika mereka sudah sah menjadi pasangan suami istri di mata agama dan juga hukum.


"Mempelai pria dipersilahkan untuk mencium mempelai wanita" kata pria yang menikahkan mereka.


Taehyung menoleh melihat para tamu. Tentu dia sangat canggung harus mencium Hana di depan banyak orang. Matanya terarah pada Jungkook yang berdiri di barisan paling depan.


Namun mata Taehyung tidak menatap Jungkook namun sosok di sampingnya.


Itu Soora. Gadis itu sedang tersenyum sambil mengaitkan tangannya dengan Jungkook menatap Taehyung penuh kebahagiaan.


Suara riuh tamu membuat Taehyung tersadar. Dia menatap gadis di depannya. Mengusap lembut pipi wanita itu lalu menyatukan bibir mereka.


Suara riuh semakin menjadi diiringi dengan tepuk tangan melihat pasangat itu.


Jungkook menatap Taehyung lalu beralih ketangannya. Ya dia pun bisa melihat kehadiran Soora.


"Akhirnya Taehyung bahagia" gumam Soora.


Gadis itu menoleh pada Jungkook. "Kaupun harus secepatnya menemukan kebahagianmu" katanya tersenyum.


"kau tidak akan cemburu melihatku bersama wanita lain?"


"Tentu aku akan cemburu.......tapi aku akan merelakanmu kali ini Jung. Jadi berbahagialah" katanya tetap mempertahankan senyumnya.


Soora menyandarkan kepalanya di pundak Jungkook.


"Akan kucoba Soora" gumam Jungkook terdengar sangat lirih.


Setelah menikah Taehyung hanya datang beberapa kali ke Cafe dan itu tentu membuat Jungkook sangat kesepian.



Dia membuang napasnya berat sambil menatap keluar jendela dari ruangannya.



Tok....tok.....tok.....



Jungkook menoleh dan melihat salah satu karyawannya masuk.



"Dia sudah datang sajangnim\(bos\)"


"Ahh suruh dia masuk" titah Jungkook.


"Ne sajangnim" jawab pria itu berlalu.



Jungkook kembali ke kursi kebesarannya menunggu seseorang yang mungkin sebentar lagi akan masuk kedalam ruangannya.



"Permisi" ucap orang itu setelah mengetuk pintu.


"Masuklah" kata Jungkook tanpa melihat orang itu.



Setelah Jungkook mendongak dia terdiam. Seakan waktu berjalan lambat saat dua pasang mata itu bertemu.



"Annyeong haseo sajangnim. Kim Yerin imnida\(selamat pagi bos. Saya Kim Yerin\)" ucap gadis itu sopan sambil menunduk.



Jungkook masih terdiam menatap Yerin dan tentu itu membuat sang gadis sedikit heran.



Mungkin saja penampilannya kacau karna sempat mengejar bus tadi saat kesini.



"Sa\-sajangnim..."panggil Yerin terbata membuat Jungkook akhirnya sadar telah menatap gadis itu dalam jangka waktu yang lama.



"Maafkan saya.....duduklah" Ucap Jungkook.



Gadis itu pun duduk dan sesi interview dimulai.



Hanya butuh sekitar 30 menit, Jungkook mengulurkan tangannya pada Yerin.



"Selamat Nona Kim, anda diterima bekerja di sini. Mulai besok jam 7 kau harus sudah berada disini. Arasso\(paham\)"



Yerin pun langsung menyambut tangan Jungkook.



"Gumasimnida\(terima kasih\) sajangnim, saya akan berkerja keras" ucap Yerin begitu semangat.


"Ahh Ne"



Gadis itu pun keluar sambil berjingkrak senang membuat Jungkook terkekeh pelan melihatnya.



Kim Yerin membuat Jungkook teringat kembali pada Soora.



Perawakan dan style gadis itu sangat mirip dengan Soora.



Apakah gadisnya telah kembali?



Pagi itu Yerin telah berada di depan cafe pukul 6. Belum ada orang yang datang tapi untung saja cafe itu memilik tempat duduk diluar jadi Yerin bisa duduk disana sambil menunggu yang lain datang.


Jungkook orang pertama yang datang.


"Annyeong haseo sajangnim" sapa Yerin membungkukkan badannya.


"Kenapa aku datang sepagi ini?"


"Aku tidak ingin terlambat di hari pertamaku bekerja"


"Ohh jinjjayo(benarkah) Kuharap itu seterusnya, jangan hanya diawal saja kau rajin" kata Jungkook.


"Aniyo(tidak)...." Yerin mengibaskan tangannya sambil tersenyum kikuk.


" .......saya tidak akan mengecewakan anda Sajangnim. Saya bisa menjanjikan itu" lanjut Yerin.


Jungkook sedikit kaget dengan penuturan Yerin. Dia menatap Yerin. " jangan terlalu banyak berjanji karna itu akan membuatmu susah sendiri saat tak bisa menepatinya"


Jungkook mengambil kunci dan membuka cafe itu. Yerin ikut dibelakangnya.


"Tapi saya serius sajangnim, saya tidak akan mengecewakan anda" tutur Yerin. Tapi dia lebih terdengar sedang mengomel karna terus mengulangin kalimat yang sama beberapa kali.


Jungkook yang mulai jengahpun menghentikan gadis itu untuk tidak mengoceh. "Baiklah baiklah sekarang kau berganti pakaian dan bersiap, cafe akan segera di buka"


"Ne sajangnim" jawab Yerin penuh semangat bahkan sampai membuat Jungkook kaget.


๐Ÿ’œ๐Ÿ’œ๐Ÿ’œ


"Annyeong Jung"


Jungkook pun menoleh. "Hyung...." ucapnya berdiri lalu menghamburkan pelukan pada Taehyung.


"Ada apa Hyung sampai datang kemari?" tanya Jungkook setelah melerai pelukannya dan beranjak duduk di sofa yang berada di ruangannya.


"Ini masih cafe milikku juga. Apa salah aku datang?"


"Ah bukan begitu tapi kan Hyung sedang sibuk bersama Hana Noona" Jawab Jungkook sedikit menggoda pria itu.


"Hentikan itu Jung" kata Taehyung dengan wajah yang sedikit memerah menandakan dia sedang menahan malu.


"Ohh iya dimana istrimu?" tanya Jungkook mencari keberadaan kakak iparnya.


"Dia sedang tidak enak badan makanya tidak bisa ikut"


"Hana noona sakit? Sakit apa?" tanya Jungkook beruntun.


Taehyung tersenyum tipis. "Dia tidak sakit hanya saja.....dia sedang hamil"


"Wahhh jinjjayo Hyung??!!" heboh Jungkook.


Taehyung mengangguk sebagai jawaban.


"Kau luar biasa hyung. Akhirnya aku akan punya keponakan" girang Jungkook.


"Lalu kau sendiri bagaimana Jung?"


Wajah girang Jungkook hilang seketika. Dia menunduk lalu menggeleng. "Aku sendiri tidak tau hyung"


"Kau belum___"


Cklek.....


"Maafkan saya sajangnim tapi diluar sedang ada masalah" ucap salah satu karyawan mereka datang dengan sedikit tergesah.


Dengan cepat Taehyung dan Jungkook keluar untuk melihat apa yang terjadi.


"Ada apa ini?" tanya Jungkook saat sampai di meja 10.


"Apakah kau tidak mengajari karyawanmu dengan baik. Dia menumpahkan makanan di atas tasku......" marah pelanggan wanita berusia sekitar 28 tahun itu.


Wanita itu menatap tajam karyawan yang di maksud. Yerin hanya bisa menunduk sambil terus bergumam meminta maaf.


"....bahkan walaupun kau menjual tubuhmu kau tidak akan bisa mengganti tasku"


"CUKUP??!!!" pekik Jungkook.


"Silakan anda keluar dari cafe saya" titah Jungkook.


"Ne?"


"Apa ucapan saya kurang jelas......tolong anda pergi dari cafe saya pintu keluar ada di sebelah sana" kata Jungkook menekan setiap perkataan yang keluar dari mulutnya sambil menunjuk pintu keluar.


"Saya akan___"


"Kami akan mengganti tas anda silakan masukkan nomor ponsel anda kesini saya akan langsung transfer" kata Taehyung menyodorkan ponselnya pada wanita itu.


Namun wanita itu malah langsung pergi sambil menghentak-hentakkan kakinya kesal.


"Kau tidak apa-apa?" tanya Jungkook pada Yerin yang masih menunduk.


"maafkan saya sajangnim" kata Yerin lalu berlari masuk kedalam dapur.



Jungkook menyusul Yerin kedalam dapur. Gadis itu sedang duduk di depan lokernya.



Dia menangis.



Jungkook mendekatinya dan memberi gadis itu tissu.



"Untukmu" ucap Jungkook.


Yerin mendongak lalu menunduk kembali tanpa mengambil tissu itu.



Jungkook duduk di samping Yerin. "Kau tidak perlu merasa bersalah. Aku yakin kau tidak sengaja"



"Tentu saja aku tidak sengaja. Wanita itu juga kenapa menaruh tas besarnya di atas meja. Aku kan jadi tidak tau harus menaruh makanannya di mana. Tapi dia malah menyalahkanku dan membentakku......hiks" Kata Yerin dalam satu tarikan napas.



Gadis itu menangis tersedu\-sedu lalu mengambil tisu dari tangan Jungkook.



"Gumasimnida sajangnim" kata Yerin menyapu air matanya.



Melihat tingkah gadis itu entah kenapa Jungkook menjadi sangat gemas. Yerin begitu lucu dan lugu.



"Dia cocok untukmu"



Jungkook terperanjak saat mendengar suara itu. Dia menoleh dan melihat Soora sedang tersenyum kearahnya.



"Benarkah?" bisik Jungkook.


"Ne....aku suka gadis itu dan aku yakin dia bisa membuatmu bahagia......lagipula di mirip denganku bukan" kata Soora dengan nada bicara yang sedikit menggoda Jungkook.



Jungkook mengangguk lalu menatap Yerin kembali yang masih segukan.



'Jika memang seperti itu......aku akan mencobanya' Monolog Jungkook.



~Selesai~



**Yuhuuuuuuu๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜


Jadi gimana nih penasaran dengan Jungkook Yerin?


Kalian mau dibuatin lanjutannya gak???



Hehehe๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚


See you di karya rara yang lainnya๐Ÿ˜˜


Jalgayo yeorobun๐Ÿ‘‹๐Ÿ‘‹๐Ÿ‘‹๐Ÿ‘‹**