
Happy readingπππ
*Sakit yang berada di fisikku tak berarti apa-apa karna sakit dalam hati lebih besar dan menutupi semuanya.....
Haruskah aku mencintai kembali? Disaat hatiku telah mati*?
Aku dan Taehyung sudah kembali kerumahnya. Ayahku juga ikut bersama kami.
Setelah membersihkan diri aku duduk di atas tempat tidur. Menyandarkan tubuhku di kepala tempat tidur. Taehyung beberapa kali datang memanggil ku untuk makan malam tapi aku menolak. Aku sedang tidak nafsu makan. Ayah juga membujukku tapi tetap aku tidak mau makan untuk sekarang. Pada akhirnya mereka menyerah dan membiarkanku sendiri di kamar itu.
Aku menatap kalung yang di berikan ayah tadi. Membolak baliknya seakan bentuknya akan berubah jika aku berbuat demikian.
Hari ini semua berubah. Mengetahui semuanya haruskah aku menyesal atau justru bersyukur? Entahlah.
Hatiku masih bimbang. Semua kebenaran seperti sebuah sembilu tajam yang melilitku. Semakin aku bergerak semakin mereka menyakitiku.
Kenyataan tentang kecelakaan pesawat itu adalah bagian dari 'Scenario' membuatku semakin geram dengan Tuan Lee dan komplotannya. Mereka mengarang jika orang tuaku telah meninggal dalam kecelakaan itu. Mengirim jasad orang lain kerumahku mengatakan jika itu adalah orang tuaku.
Sungguh keterlaluan.
Aku meluangkan kekesalanku dengan menggenggam kuat kalung itu hingga membuat tanganku terluka dan berdarah.
Cklek....
"Soora-ya apa yang kau lakukan?" pekik Taehyung saat melihatku.
"Mwo?" tanyaku.
"Lihat tanganmu" kata Taehyung menunjuk tanganku.
Aku terkejut melihatnya.
"Aigo.....kau bahkan tidak sadar dengan apa yang kau lakukan. Dasar bodoh" omel Taehyung.
Dia meletakkan nampan berisi makanan lalu keluar dari kamarku. Beberapa saat dia kembali dengan kotak p3k di tangannya.
Dia duduk di sampingku. Mengambil kalung itu, mulai membersihkan lukaku. Pandanganku tidak teralih darinya.
"Bukankah aku sudah bilang padamu jangan menatapku. Karna aku takut jika aku jatuh cinta padamu" ucap Taehyung melihatku sekilas lalu kembali melanjutkan aktifitasnya.
Bukannya menoleh aku malah makin menatapnya.
"Ada apa?" tanya Taehyung yang mungkin tau jika aku memperhatikannya.
"Terima kasih sudah menolong appaku" kataku akhirnya sesaat setelah Taehyung selesai mengobati lukaku.
Dia tersenyum lebar padaku. "Sama-sama" jawabnya lalu membereskan kotak itu.
"Sekarang kau makan. Arasso" titahnya akan beranjak namun aku menahannya.
"Temani aku" pintaku.
Taehyung kembali duduk, menaruh kotak itu di lantai, mengambil bantal lalu menyangga wajahnya dengan tangan sambil menatapku.
"Baiklah, aku akan menemanimu"
Aku tersenyum lalu mengambil nampan yang ada di atas meja dan mulai memakan makanan itu.
"Taehyung-ah kalau boleh tau dimana orang tuamu?" tanyaku setelah menyuap beberapa sendok kedalam mulutku.
"Orang tuaku sudah meninggal" jawabnya membuatku berhenti mengunyah. Aku jadi tidak enak.
"Jangan bilang mereka juga......"
"Ya kau benar mereka juga terjebak dalam permainan 'Scenario' " kata Taehyung tersenyum miris.
Aku terdiam. Mungkinkah Taehyung memiliki nasib sama sepertiku?
"Bahkan aku melihat mereka melenyapkan kedua orang tuaku di depan mataku sendiri" kata Taehyung.
Ya Tuhan......
"Dan orang tuamu lah yang memelukku saat itu, hanya mereka yang baik padaku" lanjut Taehyung.
Taehyung membuang napas lalu melanjutkan perkataannya. "Itulah sebabnya saat mereka menyuruhku untuk melenyapkan ayahmu aku malah menyelamatkannya tanpa sepengetahuan mereka"
"Bagaimana caranya?"
"Kau yakin ingin mendengarnya? Aku tidak mau kau jadi takut lagi padaku" kata Taehyung.
"Aniyo......aku percaya padamu" kataku menyakinkannya.
"Aku menembak ayahmu di depan mereka". Sontak aku membulatkan mataku.
"Dan saat mereka pergi aku langsung membawa ayahmu kerumah sakit untuk di rawat. Jujur saja aku sangat takut saat itu. Untung saja ayahmu selamat saat itu jika tidak aku pasti tidak akan memaafkan diriku sendiri" jelas Taehyung.
Bukankah sudah ku katakan setiap orang pasti punya alasan saat dia melakukan sesuatu. Mungkin bisa saja kita menganggapnya salah padahal itu untuk kebenaran.
Aku tersenyum. Menaruh nampan makanan di atas meja lalu menggenggam tangan Taehyung.
"Sekali lagi terima kasih"
"Ne"
"Lalu apa rencanamu sekarang?" tanyaku.
"Balas dendam.....aku sudah menantikan ini sejak dulu. Membalas kematian kedua orang tuaku dan melenyapkan mereka semua agar tidak ada lagi orang yang terjebak dalam permainan 'scenario' " tegas Taehyung.
Terpancar kebencian yang sangat mendalam di mata Taehyung. Mata tajam dan penuh dendam seakan bisa menelan siapa saja dalam sekejab.
"Istirahat lah" kata Taehyung berlalu dari kamarku sambil membawa nampan makanan tadi.
Siapa yang menyangka orang yang dulu sangat kucintai sekarang menjadi orang yang paling ku benci.
Orang yang dulu sangat aku takuti dan bahkan membuatku sempat di rawat di rumah sakit, sekarang menjadi pelindung dan mempertemukanku dengan ayahku.
Jalan takdir memang tidak ada yang bisa menebaknya. Semua bisa berubah kapan saja.
Aku menatap perban di tanganku menggenggamnya lembut. Mataku mulai lelah dan ingin terpejam. Aku membaringkan tubuhku dan mulai larut dalam alam mimpi.
ππππ
Aku berada di tempat asing. Semua ruangan di sana berwarna putih. Angin bertiup pelan menyapu kulit wajahku lembut.
Pandanganku mengarah kedepan. Aku melihat Jungkook tersenyum padaku.
Aku terdiam, kenapa aku bisa ada disini? Dan kenapa Jungkook ada disana?
Pria itu mendekat padaku. Aku ingin bergerak namun tidak bisa karna aku baru sadar tangan dan kaki terikat di sebuah kursi.
Aku mencoba melepaskan diri namun tidak bisa dan sosok itu makin dekat.
Jungkook mengangkat daguku untuk melihatnya. "Kenapa kau sangat takut padaku sayang?"
Menjijikkan. Aku merasa mual mendengarnya. Dia hanya tersenyum lalu melepaskan ikatan yang ada di tangan dan kakiku.
Dorrrrrrr??!!!!!
Suara tembakan menghentikanku. Apakah aku tertembak? Aku memeriksa tubuhku namun aku tidak menemukan luka sedikitpun.
Aku berbalik dan betapa terkejutnya saat aku melihat Taehyung yang berdiri di belakangku dengan luka di perutnya. Dia tersenyum padaku dan akhirnya tumbang. Di belakangnya Jungkook tersenyum miring dengan sejata di tangannya.
"TAEHYUNG-AH.......??!!!!!" teriakku berlari kearah Taehyung.
"Andweee......hiks.....andwee...." lirihku meletakkan kepala Taehyung di pangkuanku.
Dengan tangan gemetar aku menyentuh perutnya yang sudah berlumuran darah.
Aku menangis keras. "Taehyung-ah andweee......jebal....hiks..." ucapku mencoba menghentikan aliran darah di perutnya.
"Soora-ya...."
Aku tidak menjawab dan malah terus menangis.
"Jangan menangis......aku mohon" tutur Taehyung dengan mata sayupnya.
"Taehyung-ahhh......hiks....hiks...."
"Mendekatlah...." tutur Taehyung dan aku mulai membungkukkan tubuhku.
"A-aku.......aku mencintaimu" lirih Taehyung yang di sertai dengan suara tembakan untuk kedua kalinya.
Aku merasakan sakit di perutku. Menoleh dan cucuran darah keluar dari perutku.
Kembali aku menatap Taehyung tersenyum sebelum menutup matanya.
Pistol yang sama dengan yang aku lihat hari itu.
Taehyung menembakku setelah mengatakan cinta.
"Nado.....saranghae Choi Taehyung" gumamku dan akhirnya semua gelap.
Napasku tersengal-sengal dengan keringat yang bercucuran di dahi dan wajahku. Aku memegang perutku sendiri menyadari kejadian tadi hanyalah mimpi.
Mimpi yang sangat menyeramkan. Aku memejamkan mataku mencoba mencari ketenangan.
"Soora-ya gweanchana?" tanya seseorang masuk kedalam kamarku. Aku menatapnya. Itu Taehyung.
Aku berdiri dan langsung memeluknya tanpa berkata apa-apa. Tak lama ayahku pun datang namun dia pun hanya diam saat melihatku dan Taehyung. Aku meliriknya di sudut mataku lalu menenggelamkan wajahku di dada bidang milik Taehyung.
Kurasakan tangan kekar itu mulai merangkulku erat. Dan jujur itu membuatku sangat tenang.
Napasku sudah mulai normal. Cukup lama kami dalam posisi berpelukan. Hingga kurasakan sudah cukup aku sudah baik-baik saja.
Kulepaskan pelukanku dan kuarahkan pandanganku pada Taehyung.
Dia menatapku dalam. Ibu jarinya terarah menyapu air mataku. Dia menggeleng sambil tersenyum.
Taehyung membawaku untuk duduk kembali di tempat tidur. Ayah yang sejak tadi diam saja akhirnya menghampiriku dengan segelas air di tangannya.
"Minumlah agar kau lebih tenang lagi" katanya lembut.
"Gumawo appa" sambutku.
"Ne....Jack jaga dia" kata ayah lalu pergi dari sana.
Aku meneguk air itu hingga habis.
"Otte?" tanya Taehyung.
"Aku sudah lebih tenang. Terima kasih" ucapku mencoba tersenyum agar dia percaya jika aku baik-baik saja.
Taehyung membuang napasnya lega. "Syukurlah kau sudah baik-baik saja karna tadi aku sudah sempat takut karna kau berteriak memanggil namaku" kata Taehyung dengan raut wajah bingungnya.
"Mwo??!!! Aku berteriak??!!" tanyaku tak percaya.
"Ne...teriakkanmu membangunkan kita semua. Kau tau" katanya kesal.
Aku kikuk tak tau harus berbuat apa. Aku sangat malu karna memimpikan Taehyung.
"Memangnya aku hadir di dalam mimpimu? Mimpi seperti apa? Kenapa kau harus berteriak seperti itu?" tanya Taehyung bertubi-tubi.
Kenapa dia harus bertanya? Aku harus jawab apa? Aku menatapnya dengan raut wajah frustasiku.
"Molla, aku tidak ingin membahasnya" jawabku mencoba mengelak.
Aku akan beranjak namun Taehyung menahan tanganku. Aku menatapnya penuh tanya.
Dia berdiri di hadapanku. Aku mendongak agar bisa melihat wajahnya.
"Apakah kau mencintaiku?" tanya Taehyung membuatku langsung mengalihkan pandanganku darinya.
"A- apa maksudmu?"
"Tatap aku Soora" titah Taehyung. Tapi aku tetap tidak menatapnya.
Dia merangkul pinggangku hingga aku tidak bisa bergerak. Taehyung mengunci pergerakkanku.
"Yak....apa yang kau lakukan? Lepaskan aku?" ucapku mencoba melepas pelukannya.
"Tatap aku Soora" kembali Taehyung bersuara dengan bass voicenya. Aku memutar bola mataku malas lalu menatapnya.
Dia tersenyum miring dan itu sukses membuatku merinding.
"Jika kau memang tidak mencintaiku kenapa tadi kau bergumam jika kau mencintaiku?"
Oh sial.....jadi aku mengatakannya? Aku menarik napasku dalam.
"Itu hanya mimpi......jadi kau tidak perlu memikirkannya" kataku acuh.
Taehyung melepaskan pelukannya, raut wajahnya berubah sendu.
Apakah kata-kataku sangat kasar padanya? Dia membelakangiku.
"Taehyung-ah____"
"Aku mencintaimu Soora. Sangat mencintaimu"
What the hell?
Tbc..........
**nah loh???? jadi kalian Tim mana? Soora Jungkook atau Soora Taehyung??
see you next chapππ
by Raraπ**