
Happy readingπππ
Typo bertebaranπππ
*Setiap orang pasti pernah melakukan kesalahan.....
Mendapat kesempatan kedua????
Mungkin masih bisa kuberikan*.......
Jungkook mencium Eunmi.
Itu yang kulihat. Dua orang di depanku juga hanya diam.
"Apa yang kalian lakukan?" lirihku.
"Soora-ya ini tidak seperti yang kau lihat. Dengarkan aku ok"
Jungkook mendekat mencoba membujukku.
"Aku akan menjelaskan semuanya. Sebenarnya_____"
"Sebenarnya aku yang mencium Jungkook" kata Eunmi memotong omongan Jungkook.
"Ne?(apa)"
Yeoja itu menatapku dengan tatapan yang sulit ku artikan. "Maafkan aku...."
Aku mendekat kearah Eunmi.
Plak!!!!
Satu tamparan ku layangkan padanya.
"Soora.....". Aku yakin Jungkook pasti terkejut hingga memanggil namaku.
"Waeyo???!!!(kenapa)"
Aku menggenggam kuat tanganku sendiri menatap tajam Eunmi yang memegangi pipinya yang kuyakin pasti berdenyut sakit.
"Bukankah kau tau Jungkook itu kekasihku? Aku sahabatmu. Kenapa kau tega Eunmi?" kataku sedikit meninggikan suaraku.
"Mian(maaf)......" hanya itu yang dikatakan Eunmi sambil terus menunduk.
"Aku tidak menyangka kau bisa berperilaku seperti itu disaat kau sendiri tau keadaanku" kataku.
Linangan air mata kecewa yang sudah kutahan sejak tadi akhirnya tumpah.
"Soora-ya kajja(ayo)"
Jungkook meraih tanganku untuk pergi dari sana.
Β
Sungguh aku tidak menyangka sahabat yang kuanggap seperti saudara tega berbuat seperti itu di depanku.
Aku menatap tanganku yang telah menampar Eunmi. Apa yang kulakukan ini benar?
"Soora\-ya.....seharusnya kau tak perlu berbuat seperti itu" ucap Jungkook duduk di depanku.
Aku melihatnya. Dia duduk di tepi ranjang dengan kedua tangannya yang saling mengait. Jungkook menunduk seakan lantai itu lebih menarik dariku.
"Waeyo?\(kenapa\) Apa aku salah?" tanyaku.
"Kau tidak salah. Hanya saja aku tidak suka jika kau kasar seperti itu. Apalagi itu pada Eunmi. Dia itu sahabatmu Soora"
Aku terkekeh pelan tak percaya dengan apa yang baru saja aku dengar. Jungkook sedang membela Eunmi.
"Yak Jungkook\-ah.....apa maksudmu? Jadi aku harus diam saja saat kekasihku di cium oleh wanita lain?" tanyaku remeh.
Jungkook masih menunduk tak menjawab pertanyaan membuatku berprasangka buruk padanya. Aku tertawa renyah. "Atau jangan\-jangan kau sendiri suka eoh?"
"Hentikan Han Soora...." pekik Jungkook berdiri sambil menatapku.
"Mwo??!!!\(apa\)"
Bahuku naik turun karna menahan emosi. Aku menyibak selimut yang menutupi tubuhku sejak tadi lalu berdiri di depan Jungkook.
"Kenapa kau begitu membela Eunmi? Apa kalian memang punya hubungan melebihan teman dan rekan kerja? Katakan Jungkook\-ah" bentakku.
"Ani\(tidak\).....aku tidak punya hubungan melebihi rekan kerja dengan Eunmi" jawab Jungkook tentu dengan nada bicara yang meninggi juga.
"Lalu kenapa kau begitu membelanya?" tanya ku tanpa merendahkan nada suaraku.
"Aku tidak Membela atau membenarkan apa yang dia lakukan tapi kau tak perlu menamparnya seperti itu"
"Jadi yang kulakukan ini salah? Begitu?"
"........" Jungkook terdiam tapi masih menatapku tajam.
"Dia tau bagaimana keadaanku tapi dia malah menciummu. Apa itu pantas disaat dia tau jika kau adalah kekasihku? Ya dia memang sahabatku. Tapi bukan berarti dia bisa seenaknya menciummu Jungkook\-ah........" kataku.
Salahkan aku yang terlalu cengeng hingga tidak bisa menahan air mataku di depan Jungkook.
"Soora\-ya....." tutur Jungkook. Aku tidak tau apa dia mulai mengerti maksudku atau justru dia akan marah. Aku tidak peduli dia akan marah padaku.
Aku sudah benar\-benar sakit sekarang.
"Aku tidak butuh apapun darimu. Yang aku butuhkan adalah kau tetap membelaku. Tapi jika menurutmu yang kulakukan salah......" aku menatapnya dengan linangan air mataku.
" .......terserah aku sudah tidak peduli lagi" lanjutku menyapu air mataku kasar. Niat ingin pergi dari sana tapi belum 2 langkah Jungkook sudah memegang tanganku.
Menarikku kedalam pelukannya. Aku terdiam tanpa membalas pelukannya.
"Mianhae\(maaf\).....kumohon jangan pergi" bisik Jungkook.
Β
Jam sudah menunjukkan pukul 12:30 malam.
Tapi aku tidak merasakan kantuk sama sekali.
Hening.
Tidak ada suara sama sekali. Aku duduk di tepi tempat tidur dan Jungkook duduk di sampingku.
"Soora-ya....."
"......." aku tidak menjawab.
Jungkook membuang napasnya berat dan kuyakin sebentar lagi dia akan melanjutkan ucapannya.
"Jika kau di beri pilihan memberikan hidupmu padaku saat aku sekarat. Apa kau akan memberikannya?"
Aku menatap Jungkook. Pertanyaan macam apa itu?
"Apa maksudmu?"
Jungkook memegang tanganku, menyelipkan jarinya pada jariku. Arah pandanganku malah beralih ketangan kami yang saling terkait.
"Tidak ada maksud apa-apa. Aku hanya ingin tau apa kau akan memberikan hidupmu padaku?"
Entah kenapa aku merasa sangat takut. Tanganku bergetar dan aku yakin pasti Jungkook bisa merasakannya hingga dia mengeratkan genggaman tangannya padaku.
Menelan salivaku berat, aku membalas genggaman Jungkook.
"Jika dengan memberikan hidupku agar kau bisa tetap bertahan hidup....." aku menatapnya.
Tersenyum tipis lalu melanjutkan ucapanku. "Aku akan memberikannya dengan senang hati"
"Kau yakin?"
"Aku akan meyakinkan hatiku jika hanya aku yang bisa menyelamatkanmu"
Jungkook tersenyum miring. "Bodoh...."
"Ne?(apa)"
Aku mengerutkan keningku tak mengerti.
"Lalu untuk apa aku hidup jika tanpamu lagi eoh?"
"Kau harus hidup dan bahagia" jawabku spontan.
Aku berbalik menghadap ke Jungkook.
"Aku sudah memberikan hidupku padamu dan sebagai ucapan terima kasih kau harus hidup bahagia. Aku pun pasti bahagia melihatmu"
Jungkook menggeleng. "Aniyo(tidak)......aniyo......" gumamnya.
Aku sendiri tidak yakin dengan apa yang baru saja ku ucapkan. Ada rasa takut bagaimana jika itu benar terjadi?
Takdir.
Tidak ada yang bisa melawannya dan jika takdirku memang seperti itu aku tidak bisa berbuat apa-apa kecuali menerimanya.
Jungkook berjalan keluar kamar. Aku menatap punggungnya sendu. Aku yakin sekarang Jungkook sedang ada masalah.
Dia bertengkar dengan Eunmi, memberiku pertanyaan konyol dan dia aku bisa menghitung dia hanya menatapku beberapa saat lalu mengalihkan pandangannya.
Setiap masalahku Jungkook pasti tau tapu sebaliknya Jungkook tidak pernah membicarakan masalahnya padaku.
Apa dia setertutup itu?
Jungkook kembali dengan segelas susu di tangannya. Dia tersenyum tipis padaku lalu menyodorkan gelas itu.
"Minumlah agar kau bisa terlelap" ucapnya.
Aku menerima gelas itu namun tak langsung ku minum.
Lihat Jungkook langsung mengalihkan pandangannya.
"Apakah masalahmu seberat itu?" tanyaku mencoba menggali informasi.
"Kau tidak perlu khawatir"
"Apa ini menyangkut masalahku dengan Taehyung?"
"Tidak juga"
Jungkook mengusap lembut rambutku. "Sudahlah cepat minum dan tidur. Hari ini kau terlalu banyak menangis dan aku tidak mau kau sampai sakit"
Aku mengangguk lalu meminum susu itu sampai habis.
Jungkook mengambil alih gelasku yang telah kosong. Menyapu lembut pipiku. Ini tatapan terlama sejak kejadian tadi yang Jungkook berikan padaku.
"Maafkan aku Han Soora"
Aku menyerengit. Jungkook berlalu dari kamar itu. Dan kurasa di benar aku merasa mengantuk sekarang.
Aku membenarkan bantal itu, meletakkan kepalaku dan mulai larut dalam alam mimpi.
πππ
Ini masih pukul 7 pagi tapi Jungkook sudah mengangguku. Dia menyuruhku untuk memilih baju yang entah kapan dia beli.
"Memangnya kita mau kemana sepagi ini?" Tanyaku dengan nada malas. Tentu saja aku baru saja bangun. Bahkan aku baru sempat mencuci muka dan sikat gigi.
"Kita akan bertemu dengan seseorang" jawab Jungkook tanpa menghentikan aktifitasnya memilih baju yang kurasa ada sekitar 20 lembar itu.
"Nugu?(siapa)"
Dia menatapku. "Nanti kau juga tau......ayo cepat pilih yang mana yang akan kau pakai."
Aku mendekatinya, melihat beberapa potongan baju itu. Aku menyerengit.
"Kenapa bajunya sangat sexy begini?" tanya sambil mengangkat baju yang menurutku sangat kekurangan bahan itu.
"Bukankah kau suka berpakaian yang sexy?"
"Ne(iya)....tapi tidak sexy ini Jungkook-ah" timpalku.
"Jika kau tidak suka yang itu, pilih yang lainnya pasti ada yang cocok untukmu"
Aku mulai menyibak pakaian itu. Aku tersenyum tipis saat menemukan potongan baju yang kurasa cocok dan tidak terlalu sexy juga. Menurutku.
"Aku akan pakai yang ini saja" ucapku mengambil baju berwarna abu-abu itu.
Jungkook melihat baju itu. "Coba dulu aku ingin lihat"
Aku mengangguk lalu menuju kamar mandi sekalian mandi juga.
"Soora-ya......" panggil Jungkook sebelum aku masuk kedalam kamar mandi.
Aku berbalik. "Ne?(apa)"
"Jika aku tidak menyukai baju itu, kau pakai yang saja" ucapnya sambil mengangkat satu gaun berwarna hitam tanpa lengan.
Aku membuang napas lalu mengangguk tak ingin berdebat dengannya.
"Baiklah aku menunggumu di luar"
Β
Aku memoles make up ringan pada wajahku. Untung saja sekarang sedang musim panas jadi aman aku memakai pakaian seperti ini.
Tersenyum lebar melihat tampilanku di cermin. Inilah diriku. Inilah Han Soora.
Sungguh aku sangat menyukai pakaian ini. Bahkan aku berputar\-putar beberapa kali.
Aku membuang napasku pelan sambil mengukir senyuman di wajahku lalu keluar menemui Jungkook.
Pria itu sedang membelakangiku, dia sedang berbicara dengan seseorang di telpon. Apa mungkin orang yang akan kami temui? Aku menggedikkan bahu tidak ingin terlalu perduli.
"Jungkook\-ah" panggilku setelah kulihat Jungkook mengakhiri panggilan telponnya.
Pria itu berbalik, aku tersenyum lebar padanya. "Bagaimana?" tanyaku. Tentu saja tentang penampilanku.
"Wow.......yeppoya\(cantik\)..." gumam Jungkook tanpa mengalihkan pandangannya dariku. Itu sukses membuat rona merah di wajahku menyeruak.
Jungkook tersenyum manis padaku. "Kajja\(ayo\)" ucapnya memegang tanganku lalu pergi dari apartemen itu.
Di perjalanan.......
Aku banyak diam. Pikiranku melayang kemana\-mana. Tadi sebelum aku dan Jungkook pergi dari apartemen, aku sempat melirik apartemen milik Eunmi.
Apa gadis itu baik\-baik saja? Seperti kata Jungkook biar bagaimana pun Eunmi itu sahabatku sejak dulu.
Salahkan aku yang mudah memaafkan seseorang. Aku akan memberi Eunmi kesempatan. Aku akan memperbaiki hubungan kami sepulang dari sini.
"Kita sudah sampai" tutur Jungkook membuyarkan lamunanku.
"Ahh ne"
Aku melirik sedikit tempat itu. Sebuah rumah yang terlihat sangat mewah dangan dinding kaca.
Jungkook keluar lebih dulu untuk membuka pintu untukku.
"Rumah siapa ini?" tanyaku setelah keluar dari mobil.
"Rumah ayahku" jawab Jungkook.
"Mwo?\(apa\)"
Tbc........
**See u next chapπππ
by Raraπππ**
Β