The Games

The Games
Chapter 28



Happy reading😘😘😘


Aku akan tetap bersamamu


Di setiap detak jantungmu


Jangan merasa sendiri dan berbahagialah


Aku melangkah guntai masuk kedalam apartemenku. Setiap langkah yang kuambil akan terlihat bayangan kenangan saat aku masih bersamanya.


Han Soora.


Gadis itu telah pergi meninggalkanku.Β  Aku jatuh berlutut diatas lantai. Air mataku terus mengalir. Sakit dalam dadaku terasa sangat sesak hingga aku begitu sulit untuk bernapas.


Aku menggenggam dadaku yang berdenyut.


Jantung ini.


Jantung milik Soora yang dia berikan untuk menyelamatkanku.


Aku semakin terisak mengingat bagaimana sakit dan takut yang dirasakan oleh gadis yang sangat aku cintai itu.


Taehyung menceritakan semua padaku. Namja itu juga memberiku sebuah surat dari Soora yang belum sempat aku baca.


Aku berdiri dan mendudukkan diriku di sofa. Mengambil amplop berwarna putih itu. Membukanya dan mulai membaca isi surat itu.


**To Lee Jungkook.


Kau sudah sadar? Tentu saja karna sekarang kau sedang membaca suratku. Iyakan**?


Aku bisa membayangkan dia pasti tersenyum saat menulis kalimat itu.


**Aku pun yakin kau pasti sudah tau semuanya bukan?


Lewat surat ini aku minta maaf padamu karna tak bisa menepati janjiku untuk merawatmu Jung.


Maafkan aku.....aku sangat menyesal untuk itu**.


Kau memang sangat jahat Soora padahal kau sudah berjanji padaku. Aku mengusap kasar air mataku kasar dan kembali melanjutkan membaca surat itu.


**Tapi aku telah memberikan jantungku padamu Jung. Jagalah baik-baik karna di setiap detaknya akan ada aku disana.


Setidaknya aku menepati janjiku bukan untuk menyerahkan hidupku padamu**.


Seperti ribuan belati menghantam hatiku. Aku masih sangat ingat saat itu aku pernah bertanya pada Soora. Apakah dia mau menyerahkan hidupnya padaku dan sekarang dia benar-benar melakukannya.


Dia mengorbankan nyawanya untuk menyelatkan hidupku.


apa kau sadar Jung. Jika Setiap yang kau katakan selama ini semuanya terjadi? Aku sampai berfikir jika kau punya lidah yang pahit. Hingga membuat apa yang kau katakan menjadi nyata.


Aku mungkin kau seorang cenayah???


Aku tersenyum miris. Aku pun heran untuk itu Soora. Aku tidak tau apa-apa.


Seharusnya kau mengatakan jika kita akan bahagia dan hidup bersama Jung. Seharusnya itu yang kau minta.


Air mataku kembali menetes. Kau benar Soora seharusnya aku meminta agar kita bahagia dan bersama selamanya. Maafkanlah aku yang sangat bodoh ini.


**Tapi tak apa. Bahkan aku sudah sangat bahagia selama bersamamu. Sungguh Jung aku sangat bahagia. Walaupun mungkin aku membencimu namun ketahuilah rasa cintaku ternyata lebih besar. Aku tidak pernah menyesal pernah mengenal dan mencintaimu.


Saranghae Lee Jungkook.


Kata yang tak pernah sanggup aku katakan selama ini padamu. Sekali lagi maafkan aku**.


Aku pun sangat mencintaimu Soora. Suara tangisku makin pecah. Sesak itu semakin terasa.


**Berbahagialah. Dan jangan bertengkar dengan Taehyung lagi.


Karna aku sudah meminta pada Tuhan di kehidupan selanjutnya kita akan kembali bertemu dan kali ini kita akan hidup bersama sampai tua.


Aku berjanji untuk itu.


Dear


Han Soora**.


Tentu Soora. Aku akan menunggumu untuk bersamaku di kehidupan berikutnya. Aku akan mewujudkan semua mimpi kita saat itu.


Kau hanya akan menangis bahagia Han Soora. Itu janjiku padamu.


πŸ’œπŸ’œπŸ’œ


Beberapa bulan kemudian.......


Aku tersenyum ramah pada dua wanita di depanku.


"Silakan Nona...." ucapku menyodorkan buku menu padanya.


Beberapa saat mereka melihat buku menu dan mulai memesan makanan serta minuman mereka. Aku menunduk sopan sebelum meninggalkan meja.


"Hei Tuan boleh kami minta nomor kontakmu?" kata salah satu dari mereka.


Aku berbalik sambil tersenyum simpul. "Maaf Nona tapi aku sudah memiliki istri. Permisi"


Aku berjalan cepat menunju dapur.


"Ada apa Jung?" tanya seseorang saat aku sampai di dapur.


"Aku digoda pelanggan lagi" kesalku memberikan pesanan pada para chef.


Namja itu terkekeh. "Lalu kau pasti menjawab kau sudah punya istri lagi?"


"Tentu saja"


"Jung....jung.... Lalu kapan kau akan memiliki kekasih jika kau selalu berbohong kau sudah punya istri eoh?"


"Lalu bagaimana denganmu Tae?"


Skatmat.


Taehyung terdiam sambil menatapku kesal.


"Jika kau sudah menikah akupun akan menyusulmu. Aku janji" kataku menaikkan dua jariku membentuk huruf V.


"Ckkk...." decaknya mengundang kekehanku.


Aku dan Taehyung memutuskan untuk bekerja sama membuka sebuah cafe.


"Scenario caffe"


Aku juga tidak tau kenapa memberinya nama seperti itu. Namun saat menentukan nama pemikiranku dan Taehyung sama.


Jadilah kami memberi nama pada cafe kami "Scenario caffe"


Cafe itu baru buka beberapa bulan lalu namun antusias pelanggan di luar dugaan. Mungkin karna namanya yang unik belum lagi dekorasi yang kami tampilkan pun lain dari pada yang lain. Dan tentu makananya pun tidak kalah unik dan lezat.


Itu mewakili kami semua bukan? Kami tidak akan bisa lari dari masa lalu. Masa itu bisa saja kelam namun ada satu senyuman yang membuat kami bisa melupakannya.


"Hai sayang.....apa kabarmu hari ini?" ucapku mengusap lembut figura Soora yang sengaja ku pajang di meja kerjaku.


Aku meletakkan tanganku di dada sambil memejamkan mataku. Merasakan jantung itu berdetak seakan menandakan jika pemiliknya disana baik-baik saja.


Aku membuka kembali mataku saat suara langkah kaki masuk kedalam ruanganku.


"Jungkook-ah" panggilnya.


"Mwo?"


"Bisakah hari ini kita tutup lebih awal?" tanya Taehyung.


"Memangnya kenapa?"


"aku ingin berjalan-jalan bersamamu"


Aku membulatkan mataku. "Kau mengajakku berkencan?"


"Anggap saja seperti itu"


"Aniyo.......apa kau sudah tidak waras eoh?" sinisku.


Dia tersenyum tipis. "Sudahlah ayo cepat sebelum senja datang" Ucap Taehyung lalu pergi meninggalkanku.


Dasar pria itu. Tapi dia tidak serius kan jika dia mau mengajakku berkencan?


πŸ’œπŸ’œπŸ’œ


Taehyung mengajakku kesebuah pantai. Pemandangan senja di sana sungguh sangat indah membuatku tersenyum tipis melihat matahari yang mulai berwarna jingga kemerahan.


"Kenapa kau mengajakku kemari?" tanyaku tanpa mengalihkan pandanganku dari senja.


"Jungkook-ah apakah kau masih mencintai Soora?"


Aku menoleh namun detik berikutnya aku mengarahkan pandanganku kembali kedepan.


"Tentu saja aku sangat mencintainya. Bukankah kau juga mencintai gadis ku itu?"


Ku dengar Taehyung terkekeh. "Ne aku mencintai gadismu"


"Apakah karna itu juga kau tak bisa menemukan gadis yang cocok untukmu?"


"Kurasa begitu" jawabnya terdengar sendu.


Taehyung menghembuskan napasnya berat. Senjapun mulai pudar meninggalkan kami dalam kegelapan.


"tutup matamu Jung"


"Mwo? apa maksudmu?" tanyaku. Tentu saja aku curiga. Apa maksudnya menyuruhku menutup mata? Pria ini tidak belok kan?


"Yak apa yang kau pikirkan eoh? Aku tidak seperti itu" sanggah Taehyung kesal.


"Lalu kenapa kau menyuruhku menutup mataku?"


"Sudah lakukan saja"


Walaupun aku menatapnya tajam namun aku tetap melakukan apa yang dia perintahkan.


Aku menutup mataku. Mungkin sekitar 10 detik aku bisa merasakan tanganku di genggam oleh seseorang.


Aku tersentak dan membuka mataku menoleh kesamping. Aku tak berkata apa-apa.


"Apa kabar Jungkook-ah?" Tanyanya tersenyum manis padaku.


"Soora?" gumamku.


"Kau menikmati pemandangan senja tadi?" tanya Soora menoleh pada langit yang sudah mulai menghitam.


Aku tak membalas pertanyaannya dan malah memeluk tubuh atau entahlah aku tidak tau harus menyebutnya apa.


Tapi kenapa ini terasa sangat nyata walaupun aku tak bisa merasakan kehangatan sedikitpun tapi itu tidak masalah.


"Bogosippoyo(aku merindukanmu) Han Soora" lirihku.


"Nado bogosippo(aku juga merindukanmu)" jawabnya.


Aku melepaskan pelukanku lalu menatapnya dalam.


"Bukankah sudah kukatakan agar kau hidup bahagia walaupun itu tanpaku?"


Aku menunduk.


"Lee Jungkook. Jebal (kumohon). Kau membuatku tersiksa. Neo ara?"


"Ara(aku tau)......tapi_"


"Aniyo(tidak).....berbahagialah Jung dan relakan aku"


Ya. Aku memang egois. Aku tak pernah rela Soora pergi.


"Apakah ini sebabnya kau datang menemuiku?"


"Ne....karna aku tersiksa Jung dengan kau yang belum bisa merelakanku. Aku tidak bisa pergi dengan tenang" katanya lirih.


"Relakan Kepergian Soora, Jungkook. Apa kau tidak kasihan padanya" sekarang Taehyung yang bersuara.


Aku menatap mereka berdua apalagi melihat Soora yang terlihat sangat sedih. Aku membuang napasku berat.


"Maafkan aku karna tidak bisa merelakanmu Soora......." membasahi sedikit bibirku, aku kembali melanjutkan ucapanku.


".......aku akan mencoba untuk merelakanmu dan mulai menata hidup kedua yang kau berikan Padaku"


Itu keputusan besar untukku. Karna itu berarti aku harus mulai membuka hati untuk orang lain. Mulai mencintai lagi.


Soora tersenyum menatapku. Dia mengganggam tanganku lalu menyenderkan kepalanya di bahuku.


Aku melihat dia juga memegang tangan Taehyung.


Kurasa memang sudah saatnya aku merelakan masa laluku dan mulai menata kehidupan yang baru.


Baiklah.


Aku akan memulainya.


End.......


**Kita sampai di penghujung cerita ini guys😘😘😘. Terima kasih atas partisipasi kalian dan antusias kalian buat baca karya ku yg masih amatiran iniπŸ˜‚


Ok see u di chap epilogπŸ‘‹πŸ‘‹πŸ‘‹


By RaraπŸ’œ**