The Games

The Games
prolog



Happy reading😘😘😘


Selamat datang di new story by Rara. Mudah-mudahan kalian suka yang dengan cerita ini.


Untuk Cast nya check outπŸ‘‡πŸ‘‡πŸ‘‡


Han Soora



Lee Jungkook



Choi Taehyung



Kim Eunmi



*Bahagia???? Aku baru saja akan merasakannya namun Tuhan mengambilnya kembali.......


Awal yang menjadi akhir*......


Entah sudah berapa lama aku menangis. Aku sudah tidak bisa mengingatnya. Mungkin sejak berita menyakitkan itu keluar, air mataku tidak pernah mau berhenti.


"Soora-ya sudahlah......." ucap Kim Eunmi sahabatku. Hanya dia yang setia di sampingku.


"Ini untukmu.....apa kau ingin sesuatu lagi?"


Ralat. Pria yang baru saja memberiku minum, dia juga sahabatku. Lee Jungkook.


Mereka berdualah yang selalu ada di sampingku.


Beberapa hari yang lalu, orang tuaku berpamitan untuk keluar negeri mengurus pekerjaan. Tapi tidak berselang beberapa jam saat kepergian mereka, tersiar kabar jika pesawat yang mereka tumpangi kecelakaan.


Rasanya duniaku runtuh saat itu juga. Hari ulang tahunku yang ke 18 yang harusnya di rayakan hari ini malah berganti dengan pemakaman kedua orang tuaku.


"Andweeee.......andweee....jebal....hiks" lirihku saat melihat peti orang tuaku akan di bawa. Sampai air yang di berikan Jungkook padaku tadi tumpah tanpa aku sadari.


Eunmi mengeratkan pelukannya padaku. "Eunmi mereka tidak boleh membawa orang tuaku, mereka masih hidup......beritahu mereka Eunmi" mohonku pada Eunmi.


Gadis itu tak bersuara dan malah mengeratkan pelukannya padaku. Aku emosi karna tidak ada yang mendengarkanku. Memberontak menuju peti namun belum sempat aku meraihnya seseorang sudah membawa dalam pelukan hangatnya.


"Soora-ya ku mohon jangan seperti ini.....masih ada aku, Eunmi, halmoni dan juga Yunaa...." ucapnya mengusap rambutku.


Aku masih terus menangis namun kali ini ada tempat untuk aku bersandar. Aku memeluk erat tubuh Jungkook seakan dialah satu-satu pelampiasan kesedihanku.


Β 


Setelah pemakaman, aku kembali kerumah bersama Eunmi, Jungkook, halmoni dan juga Yunaa sepupuku.


Aku duduk di sofa, masih dengan linangan air mata yang mengalir di pipiku.


"Mulai besok kau tinggal di rumah halmoni" kata halmoni sarat akan penekanan seakan aku tidak boleh membatah sedikitpun.


Aku mendongak melihatnya. Dia tidak terlihat sedih sama sekali padahal yang meninggal itu anaknya. Aku berdecak, mungkin hati halmoni itu terbuat dari batu.


"Ne...." kataku sambil mengangguk pelan.


Aku beranjak dari sana menuju kamarku. Langkahku terasa sangat berat saat menuju kesana. Biasanya aku akan sangat bersemangat karna kedua orang tuaku akan mengantarku kesana.


Mengecup kedua pipiku, mengucapkan selamat malam. Mungkin kalian berfikir aku sangat manja dan kekanakan di usiaku yang sudah 18 tahun. Namun orang tuaku memang seperti itu.


Aku tak pernah merasakan kekurangan kasih sayang namun sekarang semuanya lenyap tanpa bisa aku halangi.


Membaringkan tubuhku diatas tempat tidur. Kukira aku akan segera terlelap namu ternyata tidak.


Air mataku kembali mengalir seiring dengan seseorang yang masuk kedalam kamarku. Aku menoleh dan melihat Eunmi dan Jungkook.


Aku bangun. "Kukira kalian sudah pulang?"


"Kami tidak mungkin meninggalkanmu Soora" tutur Eunmi.


"Ne.....halmoni dan Yunaa sudah pulang. Jadi kami yang akan disini menjagamu" kata Jungkook mengelus rambutku lembut.


Aku tersenyum tipis. Aku tidak bisa membayangkan nasibku tanpa mereka.


Lee Jungkook


Kim Eunmi


πŸ’œπŸ’œπŸ’œ


Aku mengemasi semua barang\-barangku untuk pindah kerumah halmoni.


Berat sekali rasanya meninggalkan rumah itu. Namun aku tidak mungkin tinggal sendirian disana.


Halmoni dan Yunaa sudah menungguku di luar. Aku harus segera bergegas sebelum mereka mengomel tidak jelas.


Hening


Tidak ada yang membuka suara. Aku juga terlalu malaa untuk berbicara. Rasanya belum ada semangat.


Saat sampai di sana halmoni mengantarku kekamar. Langsung saja aku berbaring.


Mulai besok aku akan kembali kesekolah. Sebenarnya mereka masih mengizinkanku untuk tidak masuk namun aku akan tambah sedih jika berdiam di rumah.


Yah......aku harus semangat menata kembali kehidupanku. Appa dan Eomma pasti bangga jika aku sukses karna kurasa hanya itu yang bisa ku berikan.


Β 


Ucapan belasungkawa dan kata-kata penyemangat terus datang padaku saat memasuki gerbang sekolah. Aku membalas sambil tersenyum tipis pada mereka.


Pandanganku liar mencari dua sosok sahabatku. Netraku melihat mereka melambai kearahku.


"Kenapa kau masuk hari ini?" tanya Jungkook saat sampai di depanku.


"Aku tidak mau tinggal terus di rumah, itu malah membuatku makin sedih" jawabku.


"Benar juga.....kajja kita kekelas" ucap Eunmi merangkul bahuku.


Seperti biasa saat istirahat kami bertiga menuju tempat faforit kami di halaman belakang sekolah. Disana ada sebuah pohon yang sangat besar.


Kami bermain dan bahkan tidur di bawah pohon itu. Seperti sekarang berbaring diatas karpet yang sengaja ku bawa dari rumah agar kami lebih nyaman saat berbaring.


"Sebentar lagi kita akan lulus. Apa rencana kalian?" tanya Jungkook sambil menatap langit biru yang bersih tanpa awan.


"Aku masih dengan rencana awal" jawab Eunmi.


"Bagaimana denganmu Soora?"


Aku terdiam lalu mengalihkan pandangaku kelangit. "Aku juga masih pada rencana awal"


"Baiklah berarti kita akan selalu Bersama" kata Jungkook menaikkan tangannya. Aku dan Eunmi mengikutinya.


Kami memang berencana untuk melanjutkan kuliah keuniversitas yang sama. Tentu agar kami selalu berasama.


Ralat.


Kurasa memang benar kita hanya bisa berencana dan Tuhan jua yang menentukan.


Aku kaget saat mengecek buku tabungan orang tuaku. Semuanya sudah atas nama halmoni. Lalu bagaimana nasibku? Apa tujuannya mengambil alih semua milikku seperti ini?


"halmoni apa-apaan ini, bukankah kau sudah mengambil alih asuransi yang berikan dari tempat appa bekerja? Kau juga sudah mengambil asuransi dari pihak maskapai lalu sekarang kenapa uang orang tuakupun kau ambil alih?" tanyaku sedikit memekik.


Wanita tua itu tidak bersuara dan malah menatapku sinis. "Anak kecil sepertimu tidak boleh di biarkan dengan uang sebanyak itu. Araci"


"Tapi itu untuk biayaku masuk kuliah halmoni"


"kuliah???? Jangan mimpi.....saat kau lulus nanti kau harus bekerja....tidak ada kata kuliah" katanya lalu pergi dari sana.


Apa?????


Kenapa semuanya jadi seperti ini?


Baru saja aku akan memulainya tapi semuanya berakhir seketika.


TBC


**Gimana yeorubun????? Ini baru prolog yah sampai jumpa di chap 1πŸ‘‹πŸ‘‹πŸ‘‹πŸ‘‹


By RaraπŸ’œπŸ’œπŸ’œ**