
Gruoahhhh...!!!
Hewan yang sangat besar muncul dari balik lingkaran sihir tadi. Perlahan-lahan hewan itu dapat diliat dengan jelas hanya saja...
"Wahh ada Lord Dragon !!!!...", ucap salah satu murid.
"Siapa yang memanggilku kesini, Grrrr.....", ujar Naga itu.
Aku terkejut setengah mati... kemudian...
"KERENNN.... ADA NAGA, HEY LIHAT-LIHAT ADA NAGA HIHIHI....", teriakku saking senangnya.
"Ku tanya sekali lagi... SIAPAA YANG MEMANGGILKU ", tegas naga itu sambil menyemburkan api ke langit.
"Saya pak naga... oh iya, berarti naga itu akan menjadi pet ku... MANTEP DAH HIHIHI...", teriakku.
"Bocah culun sepertimu yang memanggilku? mustahil, Gruoahhhh...!!! ", Bentak Naga itu.
Satu sekolah pun dibuat heboh dengan kedatangan Naga itu. Aku yang tidak tahu apa-apa hanya bisa mengikuti alur, Hehehe.
"Oh kamu gk percaya ya, Bu Lucy!!! gimana bikin naga itu percaya sama aku ", ucapku.
Bu Lucy menjadi gagap karena kedatangan Naga itu
"Ba-Baik... bi-biar dia bi-bisaa percaya, kamu harus menunjukkan energi si-sihirrr... yang ada di dalam tubuhmu atau bi-biar naga itu sendiri-- Glub... yang memeriksamu ", jawab Bu Lucy.
"Ohh... bagaimana caranya?... woi naga, coba periksa energiku, hihihi ", ucapku dengan wajah meringis.
"Grrrr.... baiklah, aku akan memeriksamu, karena tidak ada yang mengaku memanggilku kesini selain dirimu wahai bocah, jangan berbohong", ucap naga itu.
"Heleh bacot, cepat dikit napa... gak sabar mau naikin kamu nih hihihi ", ujarku.
"Diaamm bocah beraninya kau ", Jawab naga itu.
Naga itu langsung menganalisaku, aku tidak tahu apa yang terjadi... Naga itu diam selama 2 menit... dan...
Yang diliat naga
(Apa apaan ni bocah, energi yang sangat dahsyat, hanya Raja Iblis saja yang memiliki energi sihir sebanyak ini, tetapi ini melebihi batas Raja Iblis...MENARIK HAHAHA... aku akan mengabdi kepadanya).
Naga itu langsung tunduk mengarah kepadaku dan berkata "Woi bocah... cepat elus kepalaku 3x ", ucap naga itu.
"Hihi... dengan senang hati ", ucapku dengan penuh semangat.
Aku pun mengelus kepala naga itu.
Sret... Sret... Sret...
"Hore.... aku dapat Naga...Eh....? ", kataku.
Tiba-tiba hidungku berdarah (mimisan) dan disusul keluarnya darah dari berbagai bagian tubuhku, rasa sakitnya tidak karuan, aku tersungkur ke depan dengan keadaan lemas tak berdaya. Semua indraku mati rasa, perlahan-lahan kegelapan menyelimuti diriku.
Beberapa saat setelah kejadian itu
"Ughh... dimana aku ", gumamku.
Aku berada di tempat kosong berwarna putih dan aku mendengar suara kakek-kakek.
"Wahai anak muda, kemarilah ! ", suara kakek-kakek.
Aku melihat sekililingku, terdapat 2 cangkir yang telah terisi dengan teh. Aku mendekati cangkir itu dan munculah sosok kakek-kakek.
Wushhhh...
"Woahh... Botakkkkk ", ujarku kaget.
"Hi anak muda, kamu pasti kaget karena berada disini iya kan, hehe...", ujar kakek itu.
"Oh gk terlalu sih... hanya saja sedikit bingung...", ucapku.
"Oh haha... mari kita minum teh dulu ", ajak kakek itu sambil menyuruput teh.
Slurp.... Ah...
"Hmm kakek... aku boleh nanya ? ", tanyaku.
"Iya? ada apa wahai anak muda ", jawab kakek itu
"Aku ada dimana sekarang? dimana nagaku tadi? apa aku sudah mati? kalau aku sudah mati... apa penyebabnya ? ", tanyaku dengan muka serius.
"Hemm... hahaha... baiklah, kakek akan menjelaskan semuanya. Pertama, kamu sudah mati dan disini adalah akhirat. Kedua, kamu mati gara-gara tubuhmu yang belum terbiasa untuk menggunakan sihir. Ketiga, aku adalah seorang dewa ", jawab kakek itu.
"Oh kakek seorang dewa ya, maaf nih kek, berarti kakek yang mengirimku di dunia ini ya? dan sebelumnya juga kakek yang menghidupkanku kembali dari tusukan gadis di hutan ? ", tanyaku agak kesal.
"Kenapa kakek melakukan itu ? ", tanyaku.
"Karena saat kamu berada di dunia lamamu, kamu mati karena bermain game, Hahahaha ", jawab kakek itu dengan nada bahagia.
Entah kenapa tapi aku merasa kesal...
"Uhm terus apa aku akan hidup lagi di dunia baru itu ? ", tanyaku.
"Ping Pong... itu benar, sebelum kamu bertanya lagi, kakek akan menjelaskan langsung ke intinya ", ujar kakek itu.
"Siapp kek, eh maksutku dewa ", ujarku.
"Saat kamu mendengar bunyi lonceng, kamu akan hidup kembali ke dunia tadi, namun nyawamu sisa 7, setelah 7 kali mati kamu tidak akan hidup lagi hehehe ", ujar kakek itu.
"Oke...", jawabku singkat.
Tiba-tiba kakek itu memberiku barang seperti Handphone di duniaku sebelumnya.
"Gunakan ini untuk menghubungiku jika ingin bertanya kepadaku atau mungkin kangen... Ahahahaha ", ujar kakek itu.
"Oke...", jawabku singkat.
"Kamu masih menyimpan buku sihir itu kan? pelajari dan cobalah sihir sesering mungkin agar tidak mengalami resiko seperti tadi...", ucap kakek itu.
"Siap kakek... ngomong-ngomong kek...", Saat aku berusaha bertanya lagi namun Suara lonceng tiba-tiba berbunyi.
Teng... Teng... Teng...
"Wah... sudah waktunya kamu kembali, Bye-Bye anak muda, semoga harimu menyenangkan Hahahaha ", ujar kakek itu sambil menghilang perlahan.
"Woeee aku belum selesai bicara ", ucapku kesal.
Seketika semuanya menjadi gelap dan aku kesulitan bernapas.
"Uhm... hummm... tolong... arghh... teleport ",
Karena kesal aku langsung merapal mantra teleport untuk pindah tempat dengan cepat.
" Huftt dimana aku ? "saat aku melihat sekeliling, ternyata aku berada di tengah-tengah kuburan.
"Ah... haha... haha... sepertinya aku dikuburkan lagi untuk yang kedua kalinya ", ucapku sendiri.
Aku pun segera keluar dari kuburan itu dan segera menanyakan kepada orang terdekat.
"Permisi om, apa anda pernah melihat naga di kota ini ? ", ujarku.
"Oh pernah... naganya besar sekali, type naganya kalau gk salah lord sih, tetua dari semua naga, uhm..
siapa ya... ah benar... LORD DRAGOON dan kemunculannya membuat gemetar seisi kota waktu itu ", jawab om itu.
"Apa om tahu tempat Naga itu sekarang?", ujarku.
" Entahlah dek, sudah 1 minggu sejak kemunculan naga itu, katanya naga itu menghilang saat orang yang menjalin kontrak dengan naga itu meninggal ", kata om itu.
"Terima kasih informasinya om ", ucapku.
"Sama-sama dek, hati-hati di jalan ya hahaha... ", jawab om itu.
Ternyata aku mati suri selama 1 minggu, kira-kira seperti apa ya reaksi mereka yang ada di sekolah, terutama Chuya... Hummm (gumamku)
Tap... tap... tap...
Aku pun berjalan menuju sekolah, saat aku sudah sampai ke sekolah...
"Heh... bukankah itu orang yang mati karena menjalin kontrak dengan naga saat minggu lalu ya, iya ya aneh kok dia ada disini? kenapa ya? apa jangan-jangan dia mayat? hiii serem...", bisik orang-orang yang berpapasan denganku.
Aku menuju kamarku dulu untuk mengambil tas dan buku sihirku serta memakai seragamku seperti biasanya, setelah itu aku langsung melesat menuju kelas.
Tap...Tap...Tap...
Kreeek...
Aku membuka pintu kelasku dan seisi kelas kaget melihatku terutama Chuya, Chuya langsung menghampiriku dan tiba-tiba ia memelukku seperti di film drama.
"Chiii... hiks... hiks... kupikir kamu sudah mati... hwaaaaa Chi bodohhh ", tangis Chuya sambil memelukku erat-erat.
"Tadaima (aku pulang) Chuya...", ucapku lembut sambil mengusap rambutnya Chuya.
...----------------...