The Adventure Of Chi

The Adventure Of Chi
Chapter 20



Semua orang yang ada di Guild Petualang itu langsung pada heboh dan tertuju padaku. Ada seorang om om yang protes karena aku dapat melakukan semua job berdasarkan hasil analisis bola sihir itu.


" Woe bocah... apa-apaan kau ini, mau caper disini ya? tunjukkan wujud aslimu, Cepat !!! ", teriak Om om itu.


" Aku juga tidak tahu om hehehe ", ucapku polos.


Srekk...


" Kurang ajar ", ucap Om itu sambil mencekik leherku.


" Ugh... ", ucapku kesakitan.


" Cukup sudah !!!, Gardon... kalau kau terus begini, aku akan mencabut pendaftaranmu loh ", ucap Chalia.


" Cih... baiklah ", ucap Gardon sambil melepaskan cekikannya tadi.


Brugh...


Aku terjatuh lemas gara-gara dicekik tadi.


" Uhuk uhuk... ", ucapku.


" Chi kau tidak apa-apa?? ", ucap Chuya.


" Woe bocah, kau lemah ya ternyata... baru saja dicekik gitu sudah kesakitan, hadeh jadi mubazir kan itu jobmu, mending kau kasih ke aku saja dasar tolol ", ucap om Gardon.


" (Cih... aku tidak bisa melawan, kenapa aku selemah ini? aku harus berlatih lebih keras lagi)", ucapku dalam hati.


" Lihat saja nanti di pertandingan, jangan sampai mengecewakanku ya bocah, oh dan gadis itu yang memiliki warna mata ungu ", ucap om Gardon.


" Iya ? ", balas Ilulu dengan muka mengintimidasi.


" Ah bukan apa-apa, pokoknya kita liat saja nanti dasar bocah, hahaha ", ucap om Gardon sambil berjalan keluar bersama party nya.


" Maaf ya Kak Chi, karena dia jadi kurang nyaman hehehe ", ucap Chalia sambil membungkukkan badan.


" Ah tidak apa-apa, wajar saja sih karena aku dapat kekuatan yang tidak menentu ini ", ucapku sambil heran sama diri sendiri.


" Ya udah kak, kita lanjut... ngomong-ngomong mau dinamain apa kak Party nya ? ", ucap Chalia padaku.


" Apa ya... ", Aku memikirkan sesuatu yang jarang dipakai dan unik... apa ya tapi? kira-kira kalian tahu gak :v


" Izinkan aku berpendapat ", ucap Ilulu.


" Woah apa ? ", ucapku.


" Nama party kita adalah Penggoda Cowo Ganteng ", ucap Ilulu.


" Apa-Apaan nama itu woi, sudah jelas kutolak ", ucapku dengan ekspresi menjijikan.


" Oh, kalau kelinci imut gimana ? ", ucap Lili.


" Itu... hehe jangan deh, maaf ya Lili ", ucapku.


" Hey Asaka aku tahu, fufufu ", ucap Rey.


" Apa itu?? pasti bagus nih ", ucapku dengan wajah penuh harapan ke Rey.


" Grub Pengocok Handal ", ucap Rey dengan bangganya.


Bukh...


Aku langsung memukul Rey karena reflek.


" Sakit tahu ", ucap Rey.


" Sudah jelas itu nama yang menjijikan tahu ", ucapku dengan nada kesal.


" Anu Chi... Pengocok Handal itu apa ? ", ucap Chuya dengan muka polosnya.


" Lili juga pengin tahu kak ", sahut Lili.


" Diamlah kalian para cewe, ini rahasia para cowo... hiks... ", ucapku.


Karena tidak ada yang bisa memberikan nama, aku pun memikirkan lagi sesuatu yang sangat keren, unik, dan tidak alay... tapi apa ya..


" Aha... ", ucapku.


Aku langsung menulisnya dikertas yang disediakan Chalia dan langsung menyerahkannya.


" Uhm? Loli Hunters? apa itu artinya? ", ucap Chalia.


" Ah itu hehehe, gpp kok bagus itu hehe ", ucapku sambil menggaruk-garuk kepalaku.


" Loli Hunters... Chuya sepertinya pernah dengar ", gumam Chuya.


Chalia pun langsung mengurusi sisa pendaftarannya sendiri dan meminta kami untuk menunggu dirumah saja sampai ada informasi lebih lanjutnya.


Kami berlima segera pulang kerumah.


" Akhirnya selesai juga... hwaaa ", ucapku sambil meregangkan tangan.


" Hey Asaka... minta darah dong, hehe ", ucap Ilulu sambil memainkan jarinya.


" Ah sudah waktunya ya, baiklah silahkan ", Ilulu pun langsung menghisap darahku di bagian pundakku sementara itu... Rey, Chuya, dan Lili mereka menatapku dengan tatapan ngeri.


" Hah, kalian kenapa ? ", ucapku.


" Tidak apa-apa ", ucap mereka bertiga secara serempak.


Ilulu pun melepaskan gigitannya yang menandakan sudah selesai mendapatkan makanannya.


Tap...Tap...Tap...


Chuya, Rey, dan Lili langsung pergi keluar rumah entah kemana sepertinya mereka takut pada diriku... atau pada Ilulu ya?


" Mereka ngapain sih... ", ucapku heran.


" Entah, hihihi... kamu mau ngapain sekarang ? ", ucap Ilulu.


" Mungkin aku akan belatih sihir untuk event tadi, waktunya masih lama sih jadi masih sempat untuk latihan ", ucapku.


" Baiklah, aku boleh nonton ? ", ucap Ilulu.


" Boleh, aku akan latihan di halaman belakang rumah kita ", ucapku.


Aku segera pergi ke halaman belakang rumah dan melihat-lihat ternyata halamannya lumayan luas, cocok untuk aku berlatih.


Aku mulai berlatih sihir dari yang paling sederhana... sampai paling susah di lakukan.


Wushhhh...!!! Wushhhh...!!!


" Dash... Dash... Dash... Dash... ", aku mempelajari skill Dash agar lebih lihai memakainya karena kupikir kalau dapat menguasai skill ini aku jadi bisa bergerak dengan lincah.


Aku pun membuka buku sihir lagi dan mencari apakah ada mantra yang dapat membuat senjata-senjata seperti katana, pedang, dan lain lain ?


" Katana... katana... nah ternyata ada... ", ucapku sambil tersenyum kecil.


" Ah... sepertinya mustahil untuk aku yang sekarang karena ini memiliki tingkatan level 10 skill sihir ", ucapku.


Tap... Tap... Tap...


Ilulu yang tadinya hanya melihat dari jauh, sekarang dia datang menghampiriku.


" Engga mustahil kok, kemarin kau melakukan skill itu untuk menebasku dengan katana dan skill itu sepertinya tingkat 10 juga ", ucap Ilulu.


" Benarkah? tapi gimana caranya ", ucapku.


" Kamu cari aja sendiri, dibuku sihir itu semuanya ada kok, hihihi apalagi itu buku sihir kelas tinggi ", ucap Ilulu.


" Oke deh, aku cari ", ucapku.


Aku pun mencari-cari sesuatu yang dapat mengendalikan kekuatan tersembunyiku, karena aku sangat penasaran dengan diriku sendiri dan ingin mempelajari lebih banyak hal.


Saat aku mencari dan terus mencari sudah lebih dari 200 halaman, akhirnya ketemu.


" Nah ketemu... eh... Chi power? seperti namaku aja haha ", ucapku.


Ilulu yang tadinya menemaniku berlatih tiba-tiba dia menghilang begitu saja.


" Hadeh... aku sendirian lagi, gpp lah... aku baca dulu ", ucapku dengan diri sendiri.


Aku membaca pengertian Chi Power itu.


" Chi power adalah salah satu kekuatan tersembunyi yang dimiliki oleh seorang legenda terdahulu, ia berhasil membunuh 10 Raja Iblis sekaligus dengan memakai kekuatan itu, namun kekuatan itu menjadi musuhnya sendiri, setelah berhasil membunuh semua Raja Iblis... sang Legenda itu kehilangan kesadaran, ia tidak dapat mengendalikan kekuatannya lagi. Dia sudah termakan oleh hawa dingin, kesal, marah, dan sedih. Untungnya Dewa turun tangan dan menyegel Sang Legenda itu di dalam Gunung yang bernama Moon Elf ", ucapku yang sedang membaca buku itu.


" Jadi bagaimana caranya aku menggunakan kekuatan ini? hadeh... baca lagi deh ", Setelah aku membaca lagi dan tidak lama kemudian aku menemukan cara menggunakan kekuatan itu.


" Oh ini... emm... Chi Power dapat digunakan tergantung penggunanya, jika pengguna dapat berbicara baik-baik dengan dirinya yang lain, dia akan bisa mengendalikan Chi Power itu ", ucapku.


Aku masih bingung, tetapi kalau ku ingat-ingat kemarin mungkin memang benar sih, saat emosiku meluap aku pun jadi gk sadar dan sepertinya aku bergerak setengah sadar.


Tiba-tiba aku ingat apa yang telah terjadi saat melawan Finstren sendirian.


" Sebentar... kok aku ingat? saat dimana aku melawan Finstren ", Aku kaget dan ternyata aku sadar kalau aku pernah sekuat itu, namun itu sepertinya bukan diriku, apa itu yang dimaksud dengan bicara baik-baik dengan diriku yang lain?


" Ah... aku tidak tahu, lupakan saja deh tentang kekuatan itu, aku akan latihan sendiri saja dari aw huft... ", ucapku.


Saat aku sedang berlatih... Chuya, Rey, dan Lili datang menghampiriku.


" Chi... kamu lagi apa ? ", teriak Chuya.


" Oh aku lagi latihan hehe ", ucapku.


" Makan dulu yuk... hari juga sudah malam loh, besok lagi ", ajak Chuya padaku.


" Sebentar nanggung... mau nyoba 1 skill lagi ", ucapku.


Aku mengambil 2 pedang kayu dan langsung mencoba skill pedang ini.


" Phantom Slash... !!! ", ucapku yang menargetkan pohon didekat halaman rumahku.


Sring, sring, sring...


Pohon itu tertebas dengan rata.


Chuya, Rey, dan Lili langsung bertepuk tangan kepadaku.


Prok Prok Prok...


" Gosh... gosh... akhirnya bisa... uh... Hoek...", Tiba-tiba aku memuntahkan darah dari mulutku.


" Chi... kau kenapa ", ucap Chuya sambil berlari ke arahku diikuti dengan Rey dan Lili.


Bruk...


Aku terjatuh ke tanah dengan keadaan tidak berdaya, sepertinya aku akan pingsan.


...----------------...