
Setelah beberapa pertandingan terlewati, akhirnya giliran partyku yang bertanding, hadeh... nasib dapat urutan terakhir, daftarnya aja juga terakhir sih wajar saja.
" Baiklah sekarang pertandingan terakhir, yaitu Grub Loli Hunter melawan Grub King Of Speed, dipersilahkan untuk kalian segera memasuki Arena ", teriak wasit itu.
Tap... Tap... Tap...
Kami berlima langsung berjalan ke tengah Arena untuk siap tanding. Awalnya aku agak kikuk dan tegang saat berjalan ke Arena, tetapi aku tetap memaksakannya demi mendapatkan hadiah dan melanjutkan petualangku.
Saat tiba di tengah lapangan, semua penonton pada berbisik-bisik seperti menggosipkan partyku ini.
" Heh... lawan kami ternyata kumpulan anak kecil ya hahaha ", ucap kapten dalam grub King Of Speed.
" Cih... ", aku tidak bisa menyangkalnya karena itu memang kenyataan, lawan kami rata-rata orang dewasa sih dan juga memiliki ranking petualang kelas Platinum sampai Diamond.
" Heh ngomong-ngomong... panggil aku Ryo ya, aku sedikit tertarik padamu bocah, aku sudah melihat loh melalui lencana petualangmu itu ", ucap Ryo kapten dari Grub King Of Speed.
" Terserah kamu saja ", jawabku.
" Wah wah keras juga kau bocah, ngomong-ngomong apa arti dari partymu itu ya? Loli Hunter ? ", tanya Ryo.
" Ah itu... artinya Pemburu Anak Kecil ", jawabku.
Saat aku mengatakan hal itu, tiba-tiba orang-orang pada menertawaiku termasuk teman-temanku di partyku.
" Hahaha nama konyol macam apa itu, pikir dulu dek sebelum memberi nama ", ucap Ryo.
" Heh Asaka, kukira itu memiliki arti yang keren loh hahaha ", ejek Rey.
Aku memasang muka cemberut dan hanya bisa diam menerima apapun yang terjadi.
" Chuya... ", saat aku memanggil Chuya, dia masih tidak mau melihatku.
" (Hadeh... kalau gini terus bagaimana bisa menang) ", ucapku dalam hati.
" Sudah-sudah... ayo cepat dimulai ", ucap wasit itu.
Setelah perkenalan yang cukup membuatku jengkel akhirnya wasit itu memulai pertandingannya.
" Cancel ", ucap wasit itu.
Syut...
Penangkal sihirnya pun hilang.
Dengan cepat Grub lawanku langsung mengambil formasi 3 penyerang depan dan 2 penyerang belakang. Kami pun juga tidak mau kalah cepat dan segera membentuk formasi 2 penyerang depan 1 support di belakang dan 2 penyerang belakang.
Set,Set...
" Dash..." Penyerang depan mereka melesat cepat ke depanku dan Rey dengan membawa pedang platinum yang sangat tajam.
Sring... Tang...
Aku dan Rey berhasil menahan serangan mereka berdua, namun 1 orang berhasil kabur dan segera menuju ke barisan belakangku.
" Awas teman-teman ", teriakku.
" Shining Cross ", orang itu menebas Lili menggunakan skill pedang gandanya.
Seketika para penonton pada berbisik-bisik dan membicarakan soal skill Shining Cross yang luar biasa.
" Ugh... ", Lili terjatuh, sepertinya ia sudah tidak bisa bergerak lagi akibat serangan yang diterimanya itu.
" Sialan... kalau gini terus kami akan... argh... ",
Syut... Syut...
Sesuatu dari jauh menembakiku dengan sihirnya, ya benar itu adalah tim lawan, aku dan Rey hanya bisa mencoba untuk menangkis semua serangan jarak jauh dan jarak dekat mereka.
Chuya pun mulai menggunakan skill Invisible nya untuk menyelinap ke barisan belakang mereka, sedangkan Ilulu berusaha melindungi Lili yang sedang terkapar pingsan sambil menghindari serangan-serangan musuh.
" Weh nona muda, boleh juga kau... siapa namamu ", ucap Ryo yang sedang berusaha menebas Ilulu dengan menggunakan pedang gandanya.
" Aku hanya mau menjawab pertanyaan dari pria tampan ", ucap Ilulu.
" Cih dasar sombong, terimalah ini... Charging Slash ", Ryo pun langsung melesat secepat kilat untuk menebas Ilulu.
(Note: Charging Slash adalah skill pedang ganda tingkat 3 yang dapat membelah musuh secara singkat jika terkena serangan itu)
Sring...
Namun...
" Oh jadi ini skillmu ya, boleh juga kecepatannya hihihi ", ucap Ilulu.
" Ti-tidak mungkin, si-siapa dia... orang biasa tidak akan bisa menghindari serangan itu, sial aku tidak dapat melihat info dari lencananya ", ucap Ryo dari Grub lawan.
Sementara itu, aku dan Rey masih berusaha menangkis dan menghindari serangan musuh itu.
" Chuya... sekarang... ", teriakku ke Chuya yang sedang dalam mode Invisible.
Chuya tidak merespon perintahku, ia malah se-enaknya sendiri menghilang entah kemana.
" Haha... sepertinya temanmu yang satu itu penakut ya ", ujar salah satu musuh.
Tidak lama kemudian... aku kehabisan tenaga untuk terus-menerus menangkis serangan mereka, tetapi Rey masih kuat, aku lemah dan...
" Asep, Nanang cepat menyingkirlah, mereka berdua sepertinya sudah kelelahan, Fire Ball ", ucap kedua musuh yang ada di barisan belakang.
Woashhh...
Fire Ball mereka berdua mengarah ke aku dan Rey, Rey masih bisa menangkisnya dengan menggunakan Shield miliknya, sedangkan aku...
"Arghhh..."
Aku terpental sampai ke pinggir Arena, untung saja tidak sampai keluar sih tapi ini sudah mepet banget woi.
" Sialan... aku kehabisan tenaga, huft.. huft.. ", ucapku dengan napas terengah-engah.
Aku melihat Chuya yang berada di belakang barisan musuh. Ia mencoba menikam mereka berempat dengan cepat menggunakan pisau.
**Jleb...
Akh**...
" Satu selesai, sisa 4 orang lagi ", ucap Chuya dengan nada yang dingin.
" Woeh woeh Nanang knock tuh, sejak kapan gadis muda itu ada di sana ? ", ucap salah satu lawan yang sedang terkejut.
Chuya menghilang lagi dan menunggu waktu yang tepat untuk menikam sisa 4 orang lagi.
" Woeh nona, sebenarnya siapa kalian ini? padahal peringkat petualang kalian masih kelas rendah loh, kenapa bisa sehebat ini ", ucap Ryo yang sedang saling beradu pedang dengan Ilulu dengan kecepatan yang sama tinggi.
" Entahlah, tapi sepertinya pertandingan ini sudah terlihat siapa pemenangnya, hihihi ", ucap Ilulu sambil tersenyum.
Empat orang musuh itu mengincar Rey dan mengepungnya dengan cepat. Rey tidak bisa apa-apa dan hanya dapat melihat sekitarnya yang sedang dikepung oleh 4 orang.
" Si-sialan Hoek... ", ucapku sambil memuntahkan darah.
Para penonton salik berbisik tentang diriku yang sedang memuntahkan darah.
Sementara itu, Rey dihajar habis habisan oleh 3 orang musuh.
Bag bag bug...
" Cih... sialan kalian... ", ucap Rey.
Rey terus dihajar habis-habisan sampai tidak berdaya.
Tidak lama kemudian Chuya menampakkan dirinya lagi.
" Hyat... ", teriak Chuya sambil berusaha menikam salah satu musuh yang mengeroyok Rey.
Namun...
Bakh...
" Akhhh.... ", teriak Chuya sambil sedikit terpental ke belakang.
" Maaf ya gadis muda, tetapi trik yang sama tidak akan bisa mengelabui kami lagi hahaha", ucap Asep selaku anggota dari Grub lawan.
Chuya bingung karena dia merasa tidak bisa melawan 3 orang petarung jarak dekat secara bersamaan, karena Chuya adalah type penyerang jarak jauh atau diam-diam.
Lili dan Ryo sedang asik By one satu sama lain.
" Cih... aku harus menolong Chuya... Hoek... ", aku terus memuntahkan darah sampai tenagaku hampir habis.
" Sword Tempest ", ucap Asep yang mengarahkan skillnya ke Chuya.
(**Note: Sword Tempest adalah skill pedang tingkat 2 yang dapat menghasilkan badai angin)
Wushhhh**...
Chuya terseret badai yang dihasilkan oleh musuh itu yang menuju ke arah luar Arena.
" Tidak akan bisa, ukh... Dash... ", Chuya berhasil keluar dari badai itu.
" Gigih juga engkau wahai gadis muda, tapi apakah kau bisa lolos dari serangan gabungan kami ? ", ucap musuh itu.
Mereka bertiga serempak memasang formasi 1 penyerang belakang dan 2 penyerang depan untuk menghajar Chuya yang memiliki type petarung jarak jauh.
Set, Set...
2 orang maju dan segera menghajar Chuya untuk membalaskan dendam temannya tadi.
Aku heran dengan mereka, padahal kalau mereka menyerangku akan lebih mudah menang, tapi kenapa mereka malah menyiksa kami.
Jleg... Bugh...
Chuya dijegal mereka berdua dan dipentalkan ke atas layaknya sebuah bola.
" Rasakan ini, Cross Knife ", ucap musuh yang menjegal Chuya tadi.
" Aku tambahin nih, Sunrise Arrow ", ucap musuh yang menjadi penyerang belakang.
" (Oh tidak... aku akan mati, maafkan aku ya teman-teman aku tidak berguna sebagai tim kalian hiks...) ", ucap Chuya dalam hati.
Sret sret sret...
Aku langsung melesat ke depan Chuya yang sedang melambung tinggi, aku tahu dia tidak bisa menghindar karena posisi saat melayang itu sangatlah sulit untuk bergerak.
" Mega Shield ", Aku melindungi Chuya dari serangan musuh itu dengan menggunakan sisa tenagaku.
" Hehe, kau tidak apa-apa kan Chuya? jangan ngambek lagi ya, tetaplah semangat... ", ucapku sambil tersenyum lembut.
Chuya tidak menjawab namun ia sepertinya sudah tidak membuang mukanya lagi padaku.
Brugh...
Kami berdua mendarat ke tanah, Chuya selamat sedangkan aku tergeletak lemas di Arena.
" Hey hey gadis muda, temanmu boleh juga ya ", ucap Asep.
" Maaf ya tapi persiapanku sudah selesai, terima kasih ya Chi... kamu tahu saja kalau aku sedang mengumpulkan stack buat skillku ini ", ucap Chuya.
" Haha tidak masalah, segera akhiri dasar bodoh ", ucapku yang sedang tergeletak lemas itu.
" Apa yang kalian bicarakan hah? eh... ", ucap Ryo yang masih bertarung melawan Ilulu.
Syut... syut... syut...
Chuya membidik ketiga musuh tadi dengan menggunakan busurnya.
" Hah serangan seperti itu tidak akan mengenai kami karena kami ini sangat cepat hahaha ", ucap sombong Asep.
" Benarkah ? ", ucap Rey yang tiba-tiba bangun.
Mereka bertiga kaget dengan kehadiran Rey dan langsung berpaling untuk melihat Rey.
" Trap Root ", Rey berhasil membelit mereka bertiga menggunakan akar akar dari skillnya itu.
" Siplah dengan ini ", ucapku.
" Selesai sudah ", ucap Ilulu.
" Cross Fire ", ucap Chuya yang tengah melepaskan skillnya.
Semburan panah besar yang berapi mengarah ke 3 musuh yang sedang terjebak itu.
" Ti-tidakkk, kami tidak mungkin kalah dari para bocah ini, benar kami tidak akan kalah ", ucap mereka bertiga secara bergantian.
Boom...
Mereka bertiga terkena serangannya Chuya dan terpental sampai menabrak tembok pembatas yang artinya sudah keluar dari Arena.
" Stop!!! pemenangnya adalah Loli Hunter ", teriak wasit itu.
Seketika para penonton bersorak sorai kepada party kami, sepertinya mereka senang dengan pertandingan kami hehe, mungkin sih.
" Syukurlah pertandingannya sudah berakhir, tapi... ", Aku pun pingsan setelah melakukan pertandingan itu.
" Chiroo... Asaka... ", ucap Chuya dan Rey yang segera menghampiriku.
Akhir yang bahagia, jadi intinya menyerahlah sebelum terlambat hahaha. //Plak...
Maaf sesat :v
Intinya jangan menyerah walaupun kalian sudah dimaki-maki dan merasa malu karena kemampuan kalian yang setengah-setengah, dan juga jangan sampai menganggap lawan kalian itu enteng, biasanya akan berakibat fatal nantinya (pengalaman pribadi author :v)
...----------------...