
Perutku tertusuk pedang, pandanganku pun mulai kabur.
Sial rasanya sakit sekali walaupun aku masih bisa melihat sedikit dengan mataku, gadis yang menusukku tadi kelihatan panik. Aku tidak tahu apa yang dia bicarakan karena pendengaranku sudah tidak berfungsi. Aku sudah merasa inilah akhir hidupku.
Aku terbaring lemas, tidak berdaya.
Pelan-pelan kegelapan menyelimuti diriku.
Mungkin aku akan mati....
"Ugh... dimana ini ?, apa aku sudah mati?
mungkin aku sudah mati karena yang kulihat hanyalah kegelapan ", ujarku bicara sendiri.
Oh tidak, ternyata aku tertimbun tanah, aku pun beranjak keluar dari tanah itu.
"Yang benar sajaaaaa, aku dikubur? siapa yang menguburkuuu, Arrgghhh ", (ngomel sendiri)
Sambil melihat sekitar ternyata aku dikuburkan ditempat gadis tadi yang didudukinya tadi.
Ahh mungkin benar, gadis tadi yang menguburku agar dia tidak dituduh telah membunuh orang, tapi bagaimana bisa aku hidup lagi??? dan luka diperutku tadi sudah tidak ada, hanya saja membekas goresan.
Sudahlah.... dunia ini sungguh aneh, tapi menarik.
Aku melihat danau yang penuh air yang berada di dekat kota tadi, dengan sigap aku berlari menuju danau itu dan membersihkan tempat tidurku bantal guling bauk pesing---- canda, ya membersihkan tubuhkulah woi.
Goshh.... Hwaaa (menghela nafas)
Oh iya, aku harus pergi ke kota untuk mempelajari tentang dunia ini.
Tap... Tap... Tap... (suara aku berlari)
Aku memasuki kota tersebut dengan langkah yang biasa. Dan kulihat-lihat kota ini hampir sama seperti duniaku sebelumnya, ada sekolah, pasar, bank, tempat kerja, dan lain lain. Hanya saja penduduknya ada yang manusia setengah hewan, tapi mereka hidup berdampingan dan tidak ada permusuhan.
Sungguh kota yang damai
Aku pun segera mencari pekerjaan karena pastinya aku butuh uang yang baru untuk bertahan hidup di dunia ini.
Aku melihat-lihat papan pengumuman yang tertera di pinggir jalan, Namun...
"Apaa apaaan ini !!!?, Mencari 1 ekor White Dragoon. Mencari 2 tanduk Black Dragoon. Mengumpulkan 200 bulu Domba Pink.
SUNGGUH KEREENNN SEPERTI DUNIA FANTASI, AHAHAHA AHAHAHHAA ", teriakku seperti orang norak.
Aku pun menjadi pusat perhatian orang-orang.
Yahh bodoh amat sih dan seorang maid (pelayan) wanita berbisik kepadaku agar tidak terlalu berisik.
Aku pun lanjut mencari pekerjaan...oh tidak mungkin aku harus menyebutnya ini quest seperti di gameku.
Akhirnya aku menemukan quest yang sesuai untuk pemula sepertiku, Nama questnya adalah
Mencari 10 buah Gord yang ada di Hutan Ein dengan imbalan 10 koin perak untuk 1 questnya.
Ternyata hutan yang menjadi tempatku muncul tadi bernama Hutan Ein , siplah mudah ini.
Aku berlari menuju hutan, sambil mencoba-coba apakah aku bisa menggunakan sihir...
"Alaa kazamm!!!! , pedang muncullah!!!, Mengecilll!!!, membesarrrr !!! ", teriakku.
Tidak terasa, aku pun sudah tiba di Hutan Ein.
Namun... aku melupakan sesuatu...
"SEPERTI APA BENTUK BUAH GORD, ARRGGGG...", teriakku.
Sesuatu mendekat ke arah ku dari semak semak, aku bersiaga apabila yang muncul itu Katak Raksasa seperti kemarin...
"Hey, kamu juga mencari buah Gord ? ", suara cewek.
"Ahh iya nih, aku sedang mencariii bu---", aku berhenti menjawabnya... karena apa? karena aku terkejut ternyata cewek itu adalah gadis yang kemarin membunuhku. Tidak hanya aku yang kaget, gadis itupun juga dan mulai ketakutan ketika melihatku.
"Aaahhhhhh Ada setaaannn ", Teriak gadis itu.
" Woee... aku bukan setanlahh, bapak kau setan aku ini masih hidup loh, yahh walau kemarin kupikir sudah mati sih ", ujarku.
"Ahh... Aku minta maaf, habisnya ishhh... kok kamu masih bisa hidup?, padahal aku kemarin menusuk perutmu loh ups...." ucap cewek itu
"Hah soal itu, sudah gpp lupain aja... aku juga masih hidup kok, jadi gk ada yang perlu ditakutin ya ", ucapku.
Cewe itupun mengangguk angguk dan tersenyum manis.Dan sebagai permintaan maafnya, ia pun membantuku mengumpulkan buah Gord.
Waktu terus berlalu, hari pun mulai sore. Karena suasana sangat canggung aku pun membuka obrolan lagi.
"Ngomong-ngomong, na-namaku Chi-Chiro Asaka panggil aja sesukamu ", ucapku gugup.
"Oh... Nama yang imut, hihihi.... salam kenal ya
namaku Mafuyu Chuya, aku panggil kamu Chi boleh ? ", Ujar chuya
"Boleh kok, anu... sepertinya sudah 10 buah Gord yang kita ambil, yuk kita laporin dulu ", kataku dengan nada tergesa-gesa
"Ayukkkk ", balas Chuya.
Aku dan Chuya pun segera pergi untuk melapor hasil pencarian kami dan mendapatkan masing-masing 10 koin perak.
"Fyuhh akhirnya aku bisa menyewa rumah dulu untuk malam ini ", (gumamku)
Aku pun berterima kasih kepada Chuya dan kami pun berpisah karena Chuya memiliki keperluan pribadinya sendiri.
Kemudian aku lanjut mencari rumah untuk menyewa kontrakan, satu per satu aku cek tetapi uangku kurang... sampai saat terakhir aku mendapatkan kontrakan yang terlihat sangat kecil, mungkin rumah itu akan cocok dengan uangku yang sekarang.
Tok...tok...tok... (aku mengetuk pintu)
Seseorang membuka pintu tersebut, ternyata...
...----------------...