
Tap... Tap... Tap...
Chuya mengikutiku secara diam-diam dari belakang, aku tidak sadar dengan keberadaannya dan aku sibuk mengelilingi kota bersama Ilulu. Kami seperti sepasang kekasih sih karena... dia selalu menggandeng tanganku :v
" Woe lepaskan... aku terganggu tahu ", ucapku ke Ilulu.
" Gak mau, nanti kamu ngilang seperti dia, humph ", ucap Ilulu.
" Hah... dia siapa? ", tanyaku.
" Ah em... gpp kok humph ", ujar Ilulu.
Kami masih bergandengan tangan, aku merasa tidak nyaman dengan hal ini, karena aku sudah menyukai cewe lain... eh tapi kan belum jadian, ah sudahlah...
Setelah berjalan-jalan, aku iseng-iseng melihat papan pengumuman dan yang benar saja, di pengumuman itu terdapat event besar besaran untuk para petualang yang ada di guild petualang.
Sreet...
Aku melepaskan gandengan tanganku dengan Ilulu
" Ah... sebentar... Ilulu kamu tahu gk guild petualang itu apa? ", tanyaku ke Ilulu.
" Hah... kamu gk tau ya? ", ucap Ilulu sambil melihat lencana petualangku.
" Hehehe ", ucapku sambil garuk-garuk kepala.
" Hahahaha pantas saja, ternyata kamu seorang pemula bronze ya ", ujar Ilulu sambil tertawa melihat lencanaku.
" Ejek aja sesukamu, aku gk bisa nyangkal karena itu kenyataan ", ucapku dengan sedikit kesal.
Kami pun segera menuju ke tempat yang disebut dengan Guild Petualang, Ilulu menuntunku sampai ke tempat itu, sementara itu...
" Chi... Chi... Chi... awas saja kalau wanitu itu menyakitimu... Chi... Chi... Chi... ", ujar Chuya yang sedang mengikutiku dari belakang.
Tap... Tap... Tap...
Aku dan Ilulu hampir sampai di tempat yang bernama Guild Petualang.
" Sepertinya disini sih tempatnya, ah sebelum itu... aku harus memanggilmu apa? Tuan? Tuan muda? ahh... atau sayanggg >//< ", ujar Ilulu dengan nada manja.
(Ternyata Guild Petualang itu adalah tempat aku daftar menjadi petualang kemarin, hadeh... efek kurang literasi)
" Panggil saja Asaka, cih... kau benar-benar wanita murahan ya, tapi makasih berkatmu aku sedikit tertolong ", ucapku.
Kreeek...
Kami pun langsung masuk ke dalam Guild Petualang dan segera mengecek tentang event yang sedang berlangsung.
Tentu saja... Chuya masih mengikuti kami, tetapi dia berada diluar dan sampai saat ini aku belum sadar.
" Event... event... nah ketemu !!! ", ucapku.
" Uhm, pertarungan antara regu yang terdiri dari 5 orang per party, akan dilaksanakan dalam 5 hari lagi dan waktu pendaftaran sampai besok hari, lumayan sih oh... aku cek hadiahnya dulu ", ucapku.
Saat aku mau mengecek hadiahnya, tiba-tiba ada seseorang yang memanggilku.
" Woe kakak hahaha... ", ucap suara gadis.
" Ah... apasih, oh kamu ternyata ya Chalia ", ujarku.
" Chalia siapa Asaka? ", tanya Ilulu.
" Dia yang mengurus pendaftaran para petualang disini setauku sih ", ucapku.
" Huhum... tidak hanya itu, aku lah yang mengurus quest dan event lainnya juga disini ", ujar Chalia dengan sombong sambil berpose tangan di lipat.
" Wah hebat... eh kalau gitu... ", ucapku.
" Apa?? kau datang kesini untuk apa? atau hanya untuk pamer ke aku kalau sudah punya doi? huhuhu... jahatnya ", ucap Chalia dengan nada cerewet.
" Oh memang benar, aku ini adalah pacarnya dia, hohoho... ", ucap Ilulu.
" Berisik kalian... siapa juga yang mau pacaran sama dia, aku kesini untuk iniloh... ", aku pun langsung menunjukkan tentang event yang ada di papan guild itu.
" Oh ini... serahkan saja padaku, tapi kamu harus bayar 1 koin emas/ 10 koin perak dulu untuk biaya daftarnya ", ucap Chalia.
" Oh gitu ya, baiklah ini... ", aku langsung memberikan uangku ke Chalia, namun...
" Heh jangan asal langsung lah, liat dulu dirimu... sadar diri kan? ", ucap Chalia.
" Eh apa? ", tanyaku.
" Hhhh bodoh... kau kekurangan orang untuk partymu, karena hari sudah mulai gelap, besok kau balik saja kesini dengan membawa 5 orang party, ingat... hanya sampai besok pendaftarannya, aku tunggu ya... ", ujar Chalia.
" Oke deh... yuk Ilulu, kita pulang ", ucapku.
" Pu-pulang??? ", ucap Ilulu dengan nada malu.
" Iya... ke rumahku... ", ucapku sambil segera keluar dari tempat itu.
Saat aku keluar dari pintu...
" Chi.... ", ucap Chuya.
" Eh Chu-Chuya... kok kamu bisa disini hehehe ", ucapku agak gagap.
" Kemana saja kamu... Chuya khawatir... hwe... ", ucap Chuya sambil memeluk diriku.
Ilulu pun nongol di sampingku.
" Wah... kalian sedang Reuni ya hihi ", ucap sinis Ilulu.
" Chi... siapa wanita itu? jadi dia ya yang menyebabkanmu tidak pulang kemarin ", tanya Chuya sambil melepas pelukannya.
" Eh ehm... kemarin aku tidur bareng dia sih sepertinya... ", ucapku polos.
" Hahh tidur bareng??? Chi mesum... ", ucap Chuya.
" Saat diriku mengkhawatirkanmu, kamu malah enak-enakan tidur bareng cewe cantik seperti dia, Matilahh kauu ", Chuya langsung mengepal tangannya dan segera memukulku.
Bakh... Bakh... Bukh...
Aku terkena serangan beruntunnya Chuya
" Sakit... tau, sudah ugh... aku juga belum makan seharian ini ", ucapku dengan nada lemas.
" Ah maaf Chi... aku tidak tahu, ya udah yuk balik ", ucap Chuya.
" Yuk, ah iya ajak Ilulu juga... ", ucapku.
" Oh... gadis ****** itu? ", ucap Chuya.
" Enak saja kau panggil ******, aku masih perawan tahu ", balas Ilulu.
Kami pun langsung kembali menuju rumahku.
Saat sampai disana...
" Aku pulang... ", ucapku.
Rey dan Lili yang daritadi menungguku langsung menyambutku dengan pelukan mereka berdua.
" Kau ini, dasar bikin orang khawatir saja... ", ujar Rey.
" Hehe maaf... oh iya dan kenalkan ini, dia adalah--- ", aku belum selesai bicara, karena Ilulu memotongnya.
" Namaku adalah Ilulu... aku adalah Vampir sekaligus Raja Iblis, fufufu ", ucap Ilulu dengan bangganya.
Seketika Chuya, Rey, Dan Lili terkaget dengan salam perkenalan itu. Mereka bertiga langsung bersiaga terhadap Ilulu.
" Woe Asaka... kenapa kau bawa Raja Iblis kesini hadeh... Raja Iblis itu jahatloh... ", ucap Rey.
" Mungkin saja Chi sudah dihipnotis sama Raja Iblis itu selama ini, jadinya dia membawanya ke rumah kita ", ujar Chuya.
" Kak... cepat sembuhlah hiks ", ucap Lili.
" Ah... mohon tenang semuanya, dia sudah jadi temanku kok hehehe ", ucapku.
" Teman? emangnya kau sudah berhasil membunuhnya Chi? mustahil loh untuk membunuh 1 Raja Iblis seorang diri, bahkan petualang kelas Diamond(puncak) aja kesusahan menghadapinya ", ujar Rey.
Wushhhh...
Ilulu pun langsung menunjukkan wujud aslinya, yaitu manusia vampir yang memiliki gelar Raja Iblis.
" Ternyata benar, Ilulu sang Raja Iblis penggoda, dasar ****** ", ucap Chuya.
" Sudahlah semuanya... hadeh... Ilulu, kamu kembali ke wujud tadi aja bisa gak? ", ucapku.
" Baiklah hihihi ", ucap Ilulu.
Wushhhh...
Ilulu pun berubah menjadi wanita biasa seperti tadi.
" Eh... dia menuruti kak Chi ? ", ujar Lili.
" Sudah-sudah kalian semua tenanglah... aku ingin makan dulu, dan nanti akan kujelaskan semuanya huft.. ", teriakku dengan nada lantang namun kelelahan.
Rey pun segera memasak dan menyiapkan makan malam untuk 5 orang, untungnya koin emas yang kemarin masih tersisa, sehingga dapat membeli bahan-bahan untuk masak.
" Makanannya sudah siap ", ucap Rey.
Kami berlima langsung duduk di meja makan, sambil makan aku pun menjelaskan apa yang terjadi kemarin.
" Oh jadi gitu ya... tapi Chi... kok kamu bisa mengalahkan dia, sebenarnya kamu ini siapa ? ", ucap Chuya.
" Entah aku saja tidak ingat kalau aku pernah mengalahkannya ", ucapku kebingungan.
" Ya udah, yang penting kamu gak disakiti dia kan ? ", ucap Chuya.
" Heh, padahal yang bikin sakit dia adalah ka--- ", Aku melempar sendok makan ke Ilulu dan memberikan kode agar dia tidak bilang kalau aku pergi gara-gara marah ke Chuya.
" Aw sakit tahu... huft ", ucap Ilulu.
" Hahaha benjol tuh kepalanya kak Ilulu ", ucap Lili.
" Oh tenang saja, aku memiliki regenerasi yang besar kok, luka ini akan hilang dengan cepat ", ucap Ilulu.
Syuut...
Benjolan yang tadi ada dikepala Ilulu tiba-tiba menghilang.
" Wah hebat... Raja Iblis memang keren ", ucap Rey.
Entah kenapa tapi Chuya terlihat murung daritadi, aku ingin menghiburnya tetapi mengingat kejadian dimana aku ditolak sebelum menembak itu menyakitkan.
" Ah sudah dulu ya untuk hari ini... btw besok kita akan ikut dalam event guild petualang, kalian semua harus ikut ", ucapku.
" Heh? event apa ? ", ucap Rey.
" Besok saja aku jelasin, sekalian kita disana dulu hihihi ", ucapku.
" Yuk kita tidur dulu, oh iya... untung rumah ini ada 5 kamar tidurnya, Ilulu kamu tidur di kamar ke lima ya di lantai 2 ", ucapku.
" Baiklah ", balas Ilulu.
Kami pun segera pergi ke masing-masing kamar kami.
" Hoam... akhirnya aku bisa santai disini ", ucapku dengan diri sendiri.
" Tidur Ah... Zzz... zz... z... ", aku pun mulai tertidur....
...----------------...