
Orang yang berteriak itu ternyata seorang gadis yang imut dengan ciri-ciri berambut pirang, bermata biru, model rambut twintaill, dan memiliki kuping seperti kucing, mungkin dia ras manusia setengah hewan seperti Chuya? lah bentar... DIA ORANG YANG TADI KUTOLONG...
"Kakak... huft... huft...", ucap seorang gadis yang berteriak tadi.
"Ah iya ada apa ? ", tanyaku kepada gadis itu.
"Kakak tadi yang menjatuhkan para berandalan tadi kan? emm maksutku 3 cowo yang gedhe itu... hehehe ", ucap gadis itu.
"Ah bukan kok, aku cuman iseng aja dan kebetulan itu membuatmu terbantu hehe ", ucapku sambil tertawa dikit.
"Oh benar ternyata, kalau begitu ini pasti bukumu kak ", ujar gadis itu sambil memberikan sebuah buku kepadaku.
Ternyata buku itu adalah buku sihirku... bagaimana bisa dia memegang buku itu? Chuya dan Rey saja tidak bisa memegangnya... siapa sebenarnya gadis ini? Aku dan Rey pun langsung mendekati gadis itu.
"Ah benar, terima kasih... ngomong-ngomong siapa namamu ? ", ucapku sambil menerima buku itu.
"Hihi, namaku Lili ", jawab Lili.
"Lili ya... nama yang indah, namaku Chiro Asaka, kalau dia Rey Blue, panggil saja Rey gpp ", ujarku ke Lili.
"Yoo salken Lili ", sapa Rey.
"Iya kak Rey, ngomong-ngomong cewe yang disana itu siapa ? ", tanya Lili sambil menunjuk ke arah Chuya.
"Oh yang sedang memetik bunga itu... dia dia Chuya Mafuyu, panggil saja Chuya gpp", ucapku.
"Baik kak... kalian mau kemana? sebagai ucapan terima kasih tadi menolongku, boleh gk aku ikut? kumohonnnn ", ucap Lili sambil memasang muka memelas.
"Ehmm... ", (gumamku)
Srett...
Rey menggeretku kedekatnya dan berbisik.
"hey, kau yakin membawa dia? kita tidak kenal dia loh, dan juga dia bisa menyentuh buku sihirmu, hanya penyihir tingkat 4 ke atas saja yang bisa menyentuh buku itu ", bisik Rey kepadaku.
"Tidak apa-apa, bagus juga kan membawa orang yang lebih kuat dari kita, bahkan dia sepertinya orang baik loh, tapi sebentar ", balasku sambil berbisik ke Rey.
"Lili... untuk apa kamu mau mengikuti kami?, jawab saja yang jujur ", tanyaku dengan nada tegas.
"Uhmm sejujurnya... aku ingin bergabung ke suatu guild sih, karena kupikir kalian punya guild jadi aku mengikuti kalian... dan hehehe, aku butuh uang untuk biaya menginapku... aku gk punya rumah ", ujar Lili kepada kami berdua.
"Humm ya sudah, kamu boleh ikut, tetapi jangan sampai membebani kami ya", ucapku.
"Terima kasih kak Chi...", ucap Lili sambil memelukku.
"Ngomong-ngomong... job petualangmu apa Lili ? ", ucap Rey.
"Aku support kak, ehm maaf mungkin sudah ada Chuya ya jadi aku seperti beban", ucap Lili dengan nada Insecure.
"Engga kok, kami belum punya orang yang memiliki job support, mungkin kamu dibutuhkan, Chi... jobmu apa? sudah daftar kan ? ", ucap Rey.
"Eh... sepertinya belum hehehe ", balasku dengan wajah meringis.
"Huft cepat sana, nanti kami tinggal loh ", ucap Rey dengan tegas.
"Iya iya bawel ", balasku sambil berlari menuju tempat pendaftaran tadi untuk menentukan jobku.
Tap... Tap... Tap...
Aku pun memasuki tempat pendaftaran tadi, dan...
"Wah kakak lagi, ada apa kak? kangen ya sama Chalia fufufu ", ujar Chalia dengan nada ngejek.
"Berisik kau, aku datang kesini untuk daftar job sih, kelupaan tadi ", ucapku ke Chalia.
"Wahahaha masih muda kok pikun kak, ya udah sini sini ", balas Chuya dengan nada ngejek sambil mengambil sesuatu.
Aku menunggu dia sambil memainkan koin perakku yang tersisa 1 biji.
"Tadaa... ini kak, silahkan ulurkan tangan kakak ke bola ini ", ujar Chalia.
Aku pun langsung mengulurkan tanganku dan hasilnya....
Nama: Chiro Asaka
Level Petualang: Bronze
Job Petualang: Unknown
"Heh kok begini sih... apa alatnya rusak ya hum... maaf ya kak, sepertinya terpaksa kakak mencoba coba sendiri sampai nemu job yang tepat ", ujar Chalia.
"Huft buang buang waktu saja, berarti aku harus mencoba semua senjata dan jenisnya ya ? ", ucapku.
"Iya kak, bye bye ", ujar Chalia.
"Bye...", ucapku.
Aku pun pergi dan membeli perlengkapan pemula dengan modal 1 perak, dan yang kudapat hanyalah sebuah pedang kayu dan perisai kayu. Yahh lebih baik daripada tidak sama sekali.
Setelah itu, aku menuju gerbang dan langsung bersiap-siap berangkat bersama Rey, Chuya, dan Lili
"Rey... kamu tau tempatnya Naga Finstren kan ? ", tanyaku ke Rey.
"Ah tau kok, dari sini tinggal lurus saja ke arah Timur ", ucap Rey.
Setelah itu, kami pun langsung bersiap-siap untuk berangkat.
"Summon Pet !!! ", teriakku.
Wusshhhh...!!!
Gruoahhhh...!!!
Seperti biasa, Lord Dragon pun muncul yang bernama Ryu.
"Ada apa bocil ? ", ujar Ryu.
"Nah Ryu, tolong bawa kami ber empat untuk pergi ke area Naga Kegelapan Finstren dong ", perintahku ke Ryu.
"Tumben... kalian mau melawan mereka kah ? ",
"Iya benar, demi mendapatkan reward event sih ", balas Rey.
"Okelah kalau itu yang kalian inginkan, berhati-hatilah... kalau aku yang melawan mereka mungkin 1-3 ekor aku bisa menanganinya, tidak tahu kalau lebih dari itu, mereka hampir setara dengan jenis Lord Dragon ", ujar Ryu dengan nada serius.
"Tenang saja Ryu... kami juga dapat tambahan anggota kok, kami pasti bisa, hihihi ", ujarku.
"Hah Lili kah ? ", tanya Lili.
"Iya kamu, yuk langsung saja kita berangkat ", ucapku dengan memimpin mereka.
Wusshhh...
Kami pun pergi dengan menaiki Ryu.
"Chii... apa gadis itu kenalanmu ? ", bisik Chuya yang duduk disebelahku.
"Oh iya sih, tadi aku tidak sengaja menolong dia, kenapa emang ? ", balasku.
"Tidak apa-apa ", ucap Chuya dengan nada pelan.
Kami pun tiba di depan gerbang yang didalamnya terdapat banyak sekali Naga Finstren.
"Baiklah, aku hanya mengantar sampai kesini, kalian berhati-hatilah... dan Bocah... kalau terpepet kau bisa mensummonku untuk bertarung, hehe ", ucap Ryu sambil perlahan-lahan menghilang.
"Siap Ryu !!! ", ucap kami berempat.
Tiba-tiba Chuya menggenggap tanganku erat
"Chi... aku takut...", ucap Chuya.
"Tidak usah takut Chuya, kalau ada apa-apa langsung pakai item save point saja, nanti kamu akan balik di kota tadi ", ucapku.
"Baiklah, kamu jangan mati ya ", ucap Chuya sembari melepaskan genggaman tangannya.
"Ciee ciee yang lagi mesra mesraan, hahaha ", ucap Rey meledekku.
"Apasih Rey... Huft...", ucapku kesal.
"Uhm anu... Kakak kakak sekalian job nya apa saja? biar Lili bisa tepat memberikan bantuan nantinya ", ucap Lili.
"Oh iya benar juga, aku job tank, paladin, dan fighter, senjataku bisa pedang+perisai dan bisa juga Dual Sword ", Ucap Rey.
"Kalau Chuya mage, senjataku hanyalah tongkat sihir... aku pernah satu tim sama Rey sih jadi dapat pengalaman sedikit buat ngalahin Naga ini nanti ", ujar Chuya.
"Hebat hebat ya kakak, kalau kak Chi? pasti hebat nihh ", tanya Lili dengan wajah penasaran.
"Ehm aku... hehehe... Unknown ", ujarku sambil menggaruk garuk kepala.
Serentak mereka bertiga menertawaiku karena arti dari job Unknown ada kemungkinan, yaitu kemungkinan tidak dapat memakai semua senjata dan satunya dapat memakai semua senjata namun perbandingan presentasenya...
98% tidak dapat memakai semua senjata dan 2% dapat memakai semua senjata.
"Waduh gimana dong nanti kamu Chi... nanti kamu manggil si Ryu saja sambil bersembunyi dibelakangnya Lili ", ledek Rey ke aku.
"Heh Rey sudah sudah kasian Chi, tapi kok bisa ya... nanti kamu ikut saja arahan kami Chi, biar bisa menang ", ucap Chuya.
"Aku tahu aku tahu... huft... ya sudah, dan satu hal... kalau tidak sanggup, kalian mundur saja... dan jangan peduliin aku, aku masih bisa selamat kok ", ucapku.
"okee ", jawab mereka bertiga.
Kreeek...
Kami pun langsung membuka gerbang itu, dan terdengar suara raungan naga didalam gerbang itu.
Tap... Tap... Tap...
JEDERRR.....!!!!
Setelah kami masuk didalam, pintu gerbang tadi tiba-tiba tertutup dengan sendirinya.
Gruoahhhh...!!!
Tiba-tiba semburan api yang sangat cepat datang kepada kami.
...----------------...