
Kreeek.... (suara pintu terbuka)
Datanglah seorang nenek-nenek dengan ciri-ciri berambut putih, berkulit keriput, agak tinggi, dan memakai gigi palsu.... mungkin?.
"Ah anuu... permisi nek ", kataku dengan nada yang lembut.
"Wahh ada anak muda, apa yang kamu mau nak ? ", jawab lembut nenek itu.
"Apa di sini membuka kontrakan nek? saya sedang mencari tempat menginap untuk sementara waktu ", ujarku.
" Oh, apa yang kamu maksut itu penginapan? kalau begitu benar nak, hanya saja perlengkapan kami sedikit, tapi harga sewa penginapan kami murah kok... seharga 3 koin perak untuk 1 malam", ujar nenek itu.
Aku lega karena ada juga yang sesuai dengan keadaan dompetku sekarang, yahh ini lebih baik daripada tidur di kuburan kemarin... Hiiii!!
"Aku terima nek (sambil memberikan 3 koin perak), boleh masuk sekarang ? ", jawabku
"Iya... silahkan anggap rumah sendiri", jawab nenek itu
Tap... Tap... Tap... (aku berjalan)
Ngeekk... (suara lantai berderit)
Ternyata separah ini keadaan penginapan ini.
Dinding-dinding terlihat rapuh,
langit-langit penuh dengan sarang laba-laba,
pencahayaan yang kurang. Aku harus segera mendapatkan uang yang banyak dan segera pergi dari sini... hanya saja aku merasa kasihan kepada nenek yang tinggal di rumah ini.
Sudahlah aku langsung beranjak menuju kamar yang kosong, dan kamarnya pun keadaannya juga parah... setidaknya ada ranjang untukku tidur. Aku pun mulai tidur
Zzz... Zz...z...
Hari Esok pun tiba
Aku beranjak bangun dari tempat tidur, dan segera pergi ke ruang tamu.Tidak kuduga ternyata nenek pemilik rumah ini sudah menyiapkan sarapan buatku juga.
"Permisi nek... itu makanan ada 2 porsi, buat siapa aja ya ? ", tanyaku untuk memastikan.
"Wah... kamu sudah bangun ya nak, sini makan bareng nenek, kamu harus punya tenaga untuk mengenal kota Balavenia ini nanti, kamu pendatangan baru kan ? ", Ucap nenek itu sambil tersenyum.
Aku terkejut, kenapa nenek ini bisa tau tujuanku. Ah sudahlah, yang penting makan dulu ya kan hehehe....
"Terima kasih nek, saya akan memakannya", ujarku sambil duduk dikursi sebelah nenek itu.
Aku pun memakan sup buatan nenek itu
Slurp...(suara menyeruput kuah sup)
"Wahhh, ini enak nekkk...", ujarku sambil memakannya dengan lahap.
"Hehehe syukurlah kalau kamu suka", jawab nenek itu sambil tersenyum.
"Ngomong-ngomong... tadi nenek bilang kota Balavenia? apa itu nama kota ini?", tanyaku dengan raut muka penuh penasaran.
"Iya, kota ini bernama Balavenia yang sudah berdiri sejak 100 tahun lalu", Ujar nenek itu.
"Wahh keren juga ya nek, aku lihat penduduknya ramah-ramah sih dan mereka bisa hidup berdampingan dengan damai walaupun berbeda ras", pendapatku.
"Mungkin kamu berpikir seperti itu nak... tetapi, tidak seperti yang kamu pikirkan, para manusia itu kebanyakan menjadikan ras manusia setengah hewan sebagai budak se*s setiap malamnya, tidak hanya itu... mereka juga menjadikan mereka sebagai bahan percobaan untuk mengembangkan sihir mereka", jawab nenek itu dengan nada horor.
Seketika aku pun teringat dengan Chuya (gadis imut yang kemarin membantuku)
Tiba-tiba ada suara ledakan di luar
Booom...! Booom...!
Karena reflek aku pun segera keluar untuk melihatnya, tetapi nenek itu menahanku agar tidak keluar. Aku tidak tahu apa yang terjadi, nenek ini sangat kuat untuk menahanku.
"Tunggu sebentar, kamu jangan keluar dulu, terimalah buku ini! (sambil mengeluarkan buku yang terlihat kuno)", ucap nenek itu.
"Eh... buku apa ini nek ? ", aku pun menerima buku itu.
Nenek itu tidak menjawab, suara diluar pun sepertinya juga sudah berhenti. Nenek itu memberikanku sebuah tas.
"Sudahlah nak, terima aja semua pemberian nenek ini, anggap aja sebagai ucapan terima kasih karena sudah mampir di rumah nenek, sudah lama nenek tidak kedatangan tamu ", ucap nenek itu dengan memaksa.
"Baiklah nek, jika ini yang nenek inginkan, aku akan menerimanya dengan senang hati, aku akan pergi keluar untuk mengecek sebentar", ucapku.
"Hati-hati ya nak, jangan lupa untuk membaca buku itu ", ucap nenek itu sambil melambaikan tangannya.
Aku pun pergi keluar dari rumah nenek itu, dan ternyata tidak ada hal membangongkan yang terjadi.
"Huftt... bikin kepo aja, sudahlah!! balik ", ucapku dengan nada kesal.
Namun, saat aku berbalik arah ke rumah nenek tadi, tiba-tiba rumahnya sudah berubah menjadi tanah kosong, padahal aku belum sempat berterima kasih atas pemberiannya ini. Aku mulai takut, jangan-jangan nenek itu penyihir?? atau apaaaa!!!. Beribu pertanyaan langsung muncul dipikiranku.
Huftt... Huft... (suara napasku)
Ah sudahlah, semoga saja aku bisa bertemu lagi dengan nenek itu.
Aku pun memulai perjalananku untuk mengenal kota ini. Saat aku sedang mengelilingi kota, tidak sengaja aku melihat sekolah... karena aku kepo, aku pun ingin mencoba sekolah di kota ini, hihihi.
Tap...tap...tap... (suara kakiku berjalan ke sekolah)
Ternyata sekolah ini sangat besar...
Ohh... ada 3 ras yang berbeda menjadi siswa disini, yaitu manusia biasa, ras manusia setengah hewan, dan ras elf.
"KEREEENNN BANGEET COYYY... ADA ELF JUGA DISINI, AAHHAHAHAAH ", teriakku lantang sambil menghadap ke atas.
Orang-orang pada tertuju ke arahku, mereka memandangku dengan pandangan seperti aku ini orang aneh.
"Lagi-lagi dilihatin seperti ini ", (eluhku).
Aku pun segera masuk ke sekolah itu dan langsung menuju ke ruang kepala sekolah untuk mengetahui syarat-syarat bersekolah disana.
Dengan pedenya aku pun menyelonong masuk ke sekolah itu... tentu saja... murid murid disana pada melihatku karena pakaian yang kukenakan bukanlah seragam sekolah, melainkan baju tidur... aduh lupa ganti baju kan... eh aku kan hanya punya baju tidur, hadeh payahnya aku XD.
Aku pun sampai ke ruangan kepala sekolah dan langsung mengetuk pintu.
Tok...tok...tok...
"Ah siapa ya, silahkan masuk dulu... ", jawab seseorang di dalam.
Kreeek... (suara pintu terbuka)
Aku pun masuk ke dalam ruangan kepala sekolah
Dan.....
...----------------...