
Aku, Chuya, dan Ryu langsung bersiaga di tempat itu. Kami bertiga tidak berhenti menatap sekitar, jika ada sesuatu yang menyerang kami dari belakang itu pasti gawat.
Chuya pun mengeluarkan tongkat sihirnya dan berusaha memanggil pet (peliharaan)-nya dia.
Syut... syut... (Suara ayunan tongkat)
" Summon Pet ", ucap Chuya sambil mengayunkan tongkatnya.
Wushhhh...!!!
Sebuah Hewan besar pun muncul dari lingkaran sihir berwarna kuning yang dibuat Chuya. Karena lingkaran itu berwarna kuning berarti dia memiliki pet dengan kelangkaan Legend.
" Woah Chuya... kamu memanggil pet tingkat Legend loh, keren seperti Bu Lucy ", ucapku dengan raut wajah terkesima.
" Hehe makasih, tapi masih kerenan kamu Chi ", ucap Chuya sambil membuang mukanya.
Tak lama kemudian, pet yang dipanggil Chuya keluar, dan dia sejenis Serigala Salju berwarna putih lembut yang besarnya setengah dari badannya Ryu.
" Ah imut... siapa itu namanya ? ", tanyaku ke Chuya.
" Oh iya aku belum pernah memberitahumu ya, kenalkan nama dia adalah Safa ", ucap Chuya.
Grrr....!!!
Safa pun menggeram padaku dan Ryu dengan sorot mata yang tajam.
" Eh-eh... sepertinya dia gk suka sama aku ", ucapku sambil mundur pelan-pelan.
Chuya segera menenangkan Safa dan menjelaskan bahwa aku dan Ryu itu adalah temannya.
" Oh begitu ya... baiklah, mohon maaf atas kecurigaan saya tuan Chi dan Ryu ", ucap Safa dengan nada formal.
" Eh tidak tenang saja, jangan seperti itu hehe benar kan Ryu ", ucapku.
" Hmmm yang lebih penting lagi, lihat di belakang pohon besar itu ", ucap Ryu sambil bersiaga untuk menyembur pohon itu.
Kami berempat pun serempak melihat pohon itu dan bersiap untuk menyerang.
Srek... srek... ( suara daun-daun yang ada di atas pohon itu )
Karena sudah tidak sabar menunggu, Ryu pun menyemburkan Api merah ke arah pohon itu.
Brushhh...!!!
" Heh Ryu tunggu... arghh ", ucapku sambil melihat Ryu.
" Diamlah bocah, aku merasakan hawa seperti Raja Iblis disana, si Safa pasti juga bisa merasakannya karena kami sama-sama pet ", ucap Ryu.
" Iya, Ryu benar... aku juga s**ependapat dengan Ryu, berhati-hati lah dengan Raja Iblis itu ", ucap Safa.
Wushhhh...!!!
Tiba-tiba ada sesuatu yang melesat melewati kami ke belakang.
" Oh Raja Iblis yang kau maksut itu aku ? ", suara cewek.
" Sial... hati-hati bocah ", ujar Ryu sambil melindungiku dengan ekornya.
Safa pun sama, dia melindungi Chuya dengan berada di depannya Chuya.
Tapi tunggu sebentar... Raja Iblis itu... sepertinya aku kenal.
" Ah tenang saja Ryu dan Safa, dia adalah Ilulu kok ", ucapku.
" Iya benar, dia itu Raja Iblis Ilulu... kita harus mundur dulu sebelum kita di hipnotis olehnya ", ucap Ryu.
" Betul, aku sependapat ", sahut Safa.
Aku pun diseret oleh Ryu dengan memakan setengah pakaianku agar aku bisa dibawa terbang olehnya, sedangkan Chuya dia menaiki Safa.
" Eh sebentar Safa... Ilulu itu orang baik kok ", ucap Chuya.
" Raja Iblis tidak ada yang baik sebelum pernah dikalahkan, Ilulu memiliki peringkat ke 3 dalam kekuatan Raja Iblis, kita tidak akan menang melawannya ", ucap Safa.
Aku berusaha membujuk Ryu untuk menurunkanku, tapi sepertinya itu tidak bisa.
Cling...!!!
Ilulu tiba-tiba berada di punggungnya Ryu dan membisikkan sesuatu kepada Ryu. Setelah itu, Ryu pun mendarat.
" Hadeh... sudah kubilang kan, Ilulu itu baik orangnya ", ucapku.
" Kau tidak bilang bocah kalau kau sudah mengalahkannya, Grr... ", ucap Ryu dengan nada marah.
Safa dan Chuya yang tadinya berlari menjauh, sekarang kembali lagi karena mengira kalau kami sudah dihipnotis oleh Raja Iblis itu dan harus menolong kami.
" Tuan Chuya... berlindunglah dibelakangku, aku akan segera menyelamatkan teman-temanmu ", ucap Safa.
" Ah sebentar... Ilulu itu... ", Chuya mencoba membujuk Safa sekali lagi untuk meyakinkan bahwa Ilulu itu orang baik, tetapi tidak bisa.
" Double scratch ", Safa mengeluarkan skillnya dan berusaha menyakar Ilulu.
" Woe tunggu sebentar Safa... Ilulu itu... ", ucapku.
Serangannya Safa mengarah ke kami karena aku dekat dengan Ilulu, sepertinya aku akan terkena serangannya.
" Tidak sempat berlindung... aaaaa ", ucapku.
Duarrr... (suara benturan)
Ilulu melindungi kami berdua dari serangannya Safa dan hal ini juga membuktikan kalau Ilulu itu tidak berbahaya.
Setelah kami saling berbicara dan aku yang menjelaskan semuanya secara detail, Ryu dan Safa akhirnya mengerti.
" Hadeh... kalian ini... turutilah perintah tuan kalian ", ucapku dengan nada kesal.
" Baiklah, maaf hehehe ", ucap mereka berdua.
Aku menjelaskan pada Ilulu kalau kami berdua akan melawan Ryu.
" Hmm aku ikut boleh? diganti saja targetnya, kalian berempat menyerangku, hihihi ", ucap Ilulu.
" Wihh boleh juga... aku juga ingin tahu bagaimana caranya dulu aku mengalahkanmu ", ucapku.
" Susah gk Chi ? ", ucap Chuya.
" Aku gk ingat sih hehehe ", ucapku sambil meringis.
Kami pun bersiap-siap mengambil strategi, aku dan Chuya yang akan menjadi penyerang, Safa akan menekan gerakan Ilulu karena dia unggul di kecepatan, sedangkan Ryu bertugas melindungi kami berdua.
Set...!!!
Pertarungan pun dimulai...
Safa melesat cepat mendekati Ilulu untuk menahannya. Aku dan Chuya menggunakan skill bow untuk membidik dari jauh, sedangkan Ryu... eh dia malah tiduran...
" Woee Ryu serius sedikit napa ", ucapku dengan nada kesal.
" Hah apa... berisiklah, gk seru kalau aku hanya melindungi kalian berdua ", ujar Ryu.
" Cih ya udah biar kami saja pun cukup ", ucapku.
Safa terus menyerang Ilulu dengan kecepatan gerakannya, aku dan Chuya berusaha membidik Ilulu, namun selalu saja gagal. Kecepatan Ilulu melebihi kecepatannya Safa dan hanya masalah tenaga saja jika terus seperti ini.
Wushhhh...!!! Wushhhh...!!!
Ilulu terus menghindar dengan gesitnya, aku dan Chuya hampir frustasi dibuatnya. Safa pun juga sepertinya tenaganya dia sudah hampir habis.
" Hah kenapa??? kok kalian lemah banget sih hahaha ", ucap sombong Ilulu.
" Cih baiklah jika itu yang kau inginkan ", ucapku dengan nada serius.
Aku segera mengambil kedua pedangku dan memakainya, aku berbisik kepada Chuya untuk perubahan rencana.
" Woe apa yang kau lakukan, Safa mau kehabisan tenaga loh, kalau dia sampai berhenti maka kalian gagal loh ", ucap Ilulu.
" Dash...!!! ", aku melesat cepat ke belakang Ilulu.
" Apa...??? ", ucap Ilulu.
" Phantom Slash ", ucapku sambil berusaha mengenai Ilulu.
Slash, slash...
Namun aku tidak merasa kalau seranganku kena. Safa yang daritadi sudah berusaha menekan Ilulu kini dia terbaring lemas.
" Hahaha apa hanya segitu kemampuan kalian ? ", ucap Ilulu.
" Sekarang Chuya ", teriakku ke Chuya.
" Apa ? ", ucap Ilulu dengan wajah kaget
" Cross ******Fire****** ", Chuya mengeluarkan serbuan api besar yang ditembakan dari busurnya itu.
(Note: Cross Fire adalah skill busur tingkat 4/maks)
Duaarrr...
Apakah serangan barusan berhasil? apakah Ilulu terkena serangan barusan? aku tidak tahu...
" Huft.. Huft... capek ", ucapku.
Tidak hanya aku saja yang capek, Chuya dan Safa langsung tergeletak lemas.
" Boleh juga kalian... ", ucap Ilulu yang masih berdiri seperti orang sehat.
" Hahh... masih hidup?? gosh... gosh... ", ucapku lemas.
" Sudah bagus kok kerja sama kalian, hanya saja aku kecewa padamu Asaka, padahal kecepatanmu saat membunuhku dulu sangatlah cepat loh ", ucap Ilulu.
" Maaf hehe, aku akan berlatih lagi biar lebih cepat ", ucapku.
" Oh kalian sudah latihan ya udah biar aku antar kalian sampai depan gerbang ", ucap Ryu.
Wushhhh...
Aku, Rey, dan Ilulu pun menaiki Ryu untuk segera pulang, sedangkan Safa sudah kembali ke diri Chuya.
" Nah sudah sampai, aku duluan ya para bocah sekalian ", ucap Ryu sambil perlahan menghilang.
Entah kenapa aku jadi makin kesal jika dipanggil bocah oleh Ryu...
Karena sudah menjelang malam, kami bertiga segera pulang ke rumah dan langsung makan untuk mengisi tenaga kami.
Namun saat kami makan bersama...
" Oh iya kak Chi... tadi Chalia kesini dan memberikan informasi kalau party kita sudah terdaftar di event itu ", ucap Lili.
" Wah yang bener? Yoshaaaa aku jadi semangat hahaha ", teriakku dengan penuh semangat.
Tok tok tok...
Tiba-tiba ada seseorang yang mengetuk pintu.
Aku pun langsung membukanya.
Ceklek...
" BISA DIAM GAK SIH, DARI KEMARIN KALIAN INI BERISIK TERUS TAU ", ucap om om yang rupanya tetanggaku.
" Ah aku minta maaf atas hal ini, hehehe ", setelah meminta maaf aku pun melihat wajah om itu, dan aku ngerasa tidak asing dengan wajah orang itu...
...----------------...