
Keesokan harinya...
Tidak ada suara alarm karena aku tidur di labirin itu.
" Hoaammm... oh... aku masih disini ya... ", ucapku sambil meregangkan tanganku.
" Pagi hihihi ", ucap Ilulu.
" Oh... kamu siapa? ", ucapku polos.
" Hiss ini aku Vampir sekaligus Raja Iblis yang kemarin kamu tolong itu, eh kok matamu sudah berubah warnanya ya jadi biru? ", balas Ilulu.
" Oh... aku gk tau... Hoammm ", ucapku.
" Serius kamu gk ingat? kemarin apa yang kamu ingat emang? ", tanya Ilulu.
" Oh... humm... ", aku membayangkan apa yang kuingat kemarin... sepertinya aku hanya ingat saat Chuya mengatakan kalau dia suka Rey terus aku ada disini gara-gara kesal mungkin?
" Sepertinya kemarin aku kesal sih sama orang yang kusuka... dan mungkin karena itu aku sampai pergi kesini ", ucapku.
" Walah gitu ya, jadi kamu tidak ingat kemarin sudah membebaskanku dan membunuhku? ", ujar Ilulu.
" Gk tau, lagi pusing... sebentar... tadi kamu bilang Raja Iblis?... ", ujarku sambil sedikit bersiaga.
" Iya benar... aku Raja Iblis... hihihi ", balas Ilulu.
Set... set...
" Hebattt!!!! baru kali ini aku bertemu dengan Raja Iblis secara sadar, aaaww, minta tanda tangan dong hehehe ", ujarku yang terlihat senang.
" Apa apaan sih kau itu, dasar aneh... ", ucap Ilulu.
" Hehehe... gk boleh ya??... ", ujarku sambil memasang muka memelas.
" Bukan begitu... hadeh, ya sudah sini kertasnya... ", ucap Ilulu.
Sret... sret...
Ilulu pun mengisi kertas yang aku berikan dengan tanda tangan miliknya.
" Sudah... ", ujar Ilulu.
" Keren... !!!, ngomong-ngomong... namamu siapa? ", ujarku.
" Kan kemarin sudah kuberi tahu... huft dasar manusia, namaku Ilulu (Hmm tapi sepertinya memang benar, dia hilang ingatan saat bertarung denganku... kenapa ya?) ", ucap Ilulu.
" Oh baiklah Ilulu, aku lupa... maaf hehehe... btw, keluar yuk, tapi aku tidak tahu jalan keluarnya... ", ujarku.
" Ya udah, biar aku yang nunjukin , kemasin barang-barang mu dulu itu ", ucap Ilulu.
Aku langsung mengemasi barang-barang ku dan memasukkannya kedalam tas. Setelah itu, aku mengikuti Ilulu dibelakangnya untuk keluar dari labirin ini.
Tap... Tap... Tap...
Kami hampir keluar dari labirin, namun saat mau keluar...
Sring...
Aku mengeluarkan Katana ku, dan segera menebas Raja Iblis itu.
Syuutt...
" Wah ", ucap Ilulu.
Ting, Ting...
Seranganku ditangkis olehnya hanya dengan menggunakan kukunya.
" Boleh juga kau, bisa licik juga ya... tapi serangan seperti ini tidak akan melukaiku, hihi ", ujar Ilulu.
" Sialan... ", ujarku.
" Ada apa? sepertinya kekuatanmu turun drastis... tidak seperti kemarin... ", ujar Ilulu.
" Berhentilah mengada ada, kemarin aku belum membunuhnu tau ", ucapku sedikit kesal.
" Hadeh keras kepala... coba cek di lencana petualangmu... di list membunuh ", ujar Ilulu.
Sret...
" Eh? ", aku langsung mengambil lencanaku dan melihat daftar membunuh, isinya adalah...
List Membunuh :
- Naga Finstren 10 ekor
- Raja Iblis Ilulu 1 kali
" Ehhh??? beneran ini ??? ", tanyaku dengan nada heboh.
" Iyalah, hadeh... eh kau sudah membunuh 6 ekor Naga Finstren ya, hebat juga kau... haha, padahal Raja Iblis aja agak kesusahan melawan naga-naga itu, aku jadi pengin punya suami kayak kamu hihi ", ucap Ilulu.
" Aneh... tapi aku beneran tidak tahu apa-apa... oh tunggu sebentar ya, aku akan kembali ", aku pun langsung keluar dari labirin itu dan Ilulu kusuruh menunggu didekat pintu masuk labirin itu.
" Huft... huft... aku harus menghubungi dewa ", ucapku.
Tilulit tilulit... Tilulit tilulit....
" Yo Anak muda, kangen nih ya hahaha ", seperti biasa, si dewa itu membuat salam yang meresahkan :v
" Kebiasaan... aku hanya mau nanya nih... ", ucapku.
" Haha, nanya apa? ", ucap Dewa itu.
" Ping pong... itu benar hahaha ", jawab Dewa itu.
" Jadi nyawaku sekarang bertambah dong? asikk nih... ", ucapku.
" Yap benar, 1 Raja Iblis \= +1 nyawamu, dan nyawamu sekarang tersisa 5 nyawa hihihi ", ucap Dewa itu.
" Lah kok masih sama sih !!!? ", protesku.
" Ahaha iya, aku lupa bilang... saat kamu marah, kesal, dan sakit hati, maka dirimu yang lain akan memberikanmu kekuatan, hanya saja setelah memakai kekuatan itu kamu akan berkurang 1 nyawa ", ujar Dewa itu.
" Emang sejak kapan aku memakai kekuatan itu? ", tanyaku.
" Saat kamu melawan 5 Finstren dan sakit hati karena Chuya temanmu itu ", ujar Dewa itu.
" Benar ya... jadi aku harus berusaha agar tidak terpancing emo--- ",
Tut... Tut... Tut...
Telponnya mati seketika, aku segera menelpon Dewa lagi, namun tidak bisa... sudah berkali-kali kucoba dan tidak bisa. Kenapa bisa gini ya???
Aku pun kembali ke dekat tempat labirin tadi untuk menemui Ilulu.
Tap... Tap... Tap...
" Wah, kamu sudah kembali hihi ",
" Anu... ternyata benar... aku sudah pernah mrmbunuhnu, tapi kenapa kamu masih bisa hidup? ", ucapku.
" Itulah keistimewaan Raja Iblis, kami tidak bisa mati dan awet muda, hanya saja saat umur kami sudah mencapai 1000 tahun, kami akan menghilang ", ucap Ilulu.
" Woahh... Keren... eh tapi, kamu kan sudah kubunuh... kenapa tidak balas membunuhku lagi? ", ucapku sambil memasang muka bingung.
" Tidak... jika ada orang yang bisa mengalahkan kami, kami akan menjadi temannya atau mematuhi perintahnya tergantung bisa dilakukan atau tidaknya ", ujar Ilulu.
" Begitu ya... (Wah... boleh juga sih, jadi lebih mudah nanti buat lawan Raja Iblis lainnya, hahaha) ", ucapku.
" Tapi kalau disuruh lawan sesama Raja Iblis itu tidak bisa, hihihi ", ujar Ilulu.
Baru saja mau senang-senang malah kena PHP
Hahaha...
" Yahh kirain boleh ", ucapku sambil memasang muka melas.
" Oh iya, aku mau pulang ke rumahku, sepertinya ini berkatmu juga sih walau aku membenci ini, tapi makasih... aku senang bertemu denganmu ", ucapku malu-malu.
" Ihh kamu lucu saat malu gitu, Hahaha ", ujar Ilulu.
" Apaan sih huft... berarti kamu ikut aku pulang juga ? ", ucapku.
" Pastilah, kan aku sekarang sudah jadi temanmu... ngomong-ngomong... ", Ilulu tiba-tiba menggigit leherku dan meminum sedikit darahku walau tidak terlalu sakit rasanya sih... tapi geli....
Auhmm...
" Woeh... apa yang kau lakukan, menyingkirlah ", ucapku sedikit ketakutan.
" Nyam... makasih atas makanannya, yuk berangkat hahaha ", ujar Ilulu.
" Cih... baiklah... Teleport ", aku memakai skill teleport untuk pergi ke Kota Scaro.
Wushhhh...!!!
Sesampainya disana, aku dan Ilulu tiba didepan gerbang pintu masuk Kota Scaro.
" Cih... ada penjaganya, kamu gimana Ilulu? kalau ketahuan Raja Iblis gimana? apalagi dengan wujudmu seperti vampir itu... tunggu kamu vampir kan? kok tidak meleleh di siang hari gini ", ucapku.
" Oh tenang saja, aku bisa merubah wujud jadi manusia kok, hihihi hanya saja auraku tidak bisa kututup... kalau soal meleleh, karena aku Raja Iblis sepertinya hal itu tidak terjadi ", ucap Ilulu sembari berganti-ganti pose gayanya.
" Ya sudah yuk masuk dan berubahlah ",
Ilulu pun berubah menjadi seorang gadis yang sepantaran denganku... ia memiliki ciri-ciri berambut twintaill yang berwarna ungu, warna matanya juga ungu... dan tinggi sama sepertiku, wajahnya sama saja sih cuman tidak memiliki sayap.
" Boleh juga seperti itu, hehehe... ", ucapku.
Tap... Tap... Tap...
Kami pun berjalan menuju gerbang itu dengan bergandengan tangan layaknya seperti sepasang kekasih/pacar.
" Woeh apa tidak berlebihan ini? " bisikku ke Ilulu.
" Tenang saja percaya saja padaku, hihihi ", ucap Ilulu dengan wajah mesum.
Saat kami melewati gerbang itu kami disuruh menunjukkan identitas diri, dan aku menunjukkannya kalau aku adalah seorang petualang.
" Oh, kamu petualang muda ya, baiklah silahkan masuk, tapi ngomong-ngomong ", ucap penjaga gerbang itu.
Penjaga gerbang itu mendekat ke arahku, dan aku sedikit takut jika ketahuan kalau Ilulu adalah Raja Iblis.
" Gadis yang menggandengmu itu... cantik banget ya... aku jadi iri... kapan-kapan ajak aku main ya anak muda hehehe ", bisik penjaga gerbang itu padaku.
Aku pun langsung masuk ke Kota Scaro bersama Ilulu yang menggandeng tanganku.
" Huft kirain bakal ketahuan, syukurlah hahaha ", ucapku.
" Benar kan? sudah kubilang percaya saja sama aku hihihi ", ucap Ilulu.
Sementara itu, dari kejauhan Chuya melihat aku yang sedang gandengan tangan dengan Ilulu.
" Chi... siapa cewe itu...???!!! ", ucap Chuya dalam hati sembari meremas tangannya.
...----------------...