The Adventure Of Chi

The Adventure Of Chi
Chapter 15



Chuya memasuki kamarku dengan menggunakan pakaian yang sangat imut, memakai baju setengah perut berwarna biru muda yang cocok dengan warna rambutnya, rambut twintaillnya dipasangkan Pita berwarna merah, dan memakai rok pendek.


" Chu- Chuya... kamu mau apa pakai pakaian seperti itu hehehe ", ucapku dengan muka bingung.


" Oh ini, aku hanya mau menunjukkannya kepadamu kok, jelek ya? ", ucap Chuya sembari menundukkan kepala.


" Tidak-tidak begitu... cocok kok, aku suka... kamu sangat imut... ( APA YANG KUBICARAKAN ) ", ucapku.


" Syukurlah kamu suka, hihihi ", balas Chuya sambil tersenyum menghadapku.


Aku tidak bisa balas senyumannya karena dia terlalu imut, yang ada aku mati karena salah tingkah nanti, menyedihkan sekali hiks...


" Chi... besok kita jalan-jalan yuk ", ucap Chuya.


" Eh? jalan-jalan kita berempat? boleh, nanti kusiapkan barang-barangnya ", ucapku polos.


" Bukan gitu Chi... Chuya hanya mau jalan berdua doang, sama kamu... ", ucap Chuya sembari memainkan jarinya yang terlihat malu-malu.


" Uhm... boleh... kalau gitu besok aku akan siap-siap," ucapku.


" Beneran??? Yeyy, sayang Chi ", ucap Chuya sambil datang ke arahku untuk memelukku.


Aku kaget dan bingung, apa yang mau diinginkan anak ini, aku hanya bisa nurutin sajalah...


Setelah itu Chuya kembali ke kamarnya karena hari sudah mulai gelap.


Saat Chuya sudah kembali ke kamarnya, aku melihat sosok 2 orang yang berada di luar jendelaku seperti penguntip.


" Oh... ada orang di jendela, apa mereka mau mengintipku? hiii.... aku tutup aja deh ", gumamku.


Saat aku mau menutup, dua orang di jendela itu mengetuk ketuk jendelanya.


Tuk, tuk, tuk...


Karena aku jengkel dengan keberadaan mereka, aku pun membuka jendela itu dan langsung bertanya.


Srett...


" Kalian mau apasih... eh? ", ucapku.


2 orang tidak lain itu adalah Lili dan Rey, mereka memasang tampang ngeselin.


" Cieee yang mau kencan besok hehehe ", ucap Rey mengejekku.


" Ciee kak... moga sukses ya, hihihi ", lanjut Lili sambil menutup mulutnya.


" Apasih, berisik kalian... dah sana aku mau tidur, huft ", ucapku dengan nada kesal.


" Hahaha, semangat bro... jangan kecewakan dia ya haha--- ",


Brakk...


Rey belum sempat menyelesaikan omongannya tapi aku langsung menutup jendelanya.


" Apa apaan mereka itu, kami kan hanya akan pergi berdua doang, sebelumnya juga gitu... atau... apa ini yang namanya kencan? aku belum pernah memikirkan hal ini sih... doi aja juga belum pernah punya ", Aku ngomong dengan diri sendiri seperti orang gila.


" Heh lampu... kamu pernah kencan gak? ", ucapku kepada lampu itu.


" Kenapa kau gk jawab hah!!! Ku hancurkan kau, Hyaaatt ", Aku pun mengambil bola lampu itu dan langsung membantingkannya di lantaiku.


" Mampus lu, salah siapa gk jawab pertanyaan ku, sekarang lu gk bisa hidup lagi, Hahaha ", ucapku seperti orang stress.


Aku mencoba untuk tidur biar hari esok segera tiba, namun...


3 jam kemudian


" Duh... aku gk bisa tidur... sial aku memikirkan terus soal kencanku nanti, apa yang harus kulakukan... hmm, aha... ",


Aku membuka buku sihirku dan menemukannya mantra untuk tidur.


" Sleepy ", Mantra itu bekerja dan aku pun tertidur.


(Note: Sleepy adalah skill sihir tingkat 5 yang dapat membuat targetnya tertidur)


Esok hari pun tiba.


KRINGGG... KRINGGG...!!!


Jam Beaker yang ada dikamarku berbunyi, aku segera bangun dan bersiap untuk sarapan.


" Wah Asaka, kau sudah bangun ya, sini makan dulu, biar kamu bisa sukses buat kencan nanti hihihi ", ucap Rey.


" Hoaammm... iya iya, oh Chuya dimana? kok hanya dia yang gk ada ", ucapku.


" Dia tadi bilang ingin ke Balai Kota sih, sepertinya dia tidak sabar ingin kencan denganmu, fufufu ", ujar Lili.


" Eh... aku harus bergegas !!! ", ucapku dengan tampang kaget.


Aku pun langsung buru-buru menghabiskan sarapanku dan segera mandi...


(Gawat gawat... kenapa dia gk bilang sih kalau pagi hari jadinya)


Setelah sat set sat set yang cukup cepat, aku langsung memakai jaket Hoodieku yang berwarna hitam, moga aja dia suka style ini.


Tap... tap... tap...


" Aku berangkat dulu ", ucapku ke Lili dan Rey.


" Semangat kawan, hahaha ", ucap Rey.


Aku melesat cepat pergi ke Balai Kota...


Tap... tap... tap...


Gosh... Gosh... Gosh...


Aku kecapean, namun sedikit lagi aku sampai di Balai Kota. Aku melihat Chuya, dia sedang duduk di kursi taman yang ada di dekat Balai Kota itu.


" Chuya... Huft... Huft... ", teriakku dengan napas kelelahan.


" Wah Chi, akhirnya kamu datang, tapi... kok kamu kecapean? sini minum dulu ", Chuya mengambilkan sebotol air putih dan memberikannya kepadaku.


" Terima kasih Chuya...", ucapku.


Glup... Glup... Glup...


Aku meminum air itu...


" Sama-sama sayang, ups... Chi maksutnya, hihihi ", ujar Chuya.


Aku langsung memyemburkan air yang kuminum tadi karena kaget.


" Uhuk uhuk... kamu menjalihiku ya ", ucapku dengan nada kesal.


" Habisnya, mukamu yang terlihat serius gitu lucu tau, hihihi ", ucap Chuya.


" Huft... ya udah, jadi jalan-jalannya? ", ucapku.


" Jadi, yuk kita kesana dulu ", ucap Chuya sambil menggeret tanganku.


Tap... Tap... Tap...


Chuya menuntunku ke arah toko baju.


" Ehm Chuya... kamu mau beli baju? ", tanyaku.


" Ping pong... benar, aku mau mengajakmu kesini untuk menanyakan pendapatmu tentang baju yang mau kubeli ", ujar Chuya.


" Uhm ok deh ", ujarku dengan kaku.


Kami pun masuk ke dalam toko itu, dan Chuya segera mencari baju yang diinginkannya sedangkan aku menunggu di kursi.


**1 Jam kemudian...


2 Jam kemudian...


4 Jam kemudian**...


" Lama..... ", keluh kesahku.


Aku pun segera mencari Chuya...


Setelah beberapa menit, akhirnya dia ketemu.


" Nah akhirnya kete-- ", aku kaget karena Chuya sedang memakai pakaian bikini.


" Ah gimana Chi pakaianku? apa ini kurang cocok ya ", ucap Chuya polos.


" Bodoh... kenapa kau makai pakaian itu disini!!!", aku memarahi Chuya dan mengajak dia keluar dari toko baju itu.


Saat dijalan...


" Hehhh... padahal aku belum nemu baju yang cocok, dan baru saja beli 3 baju... harusnya aku beli 7 baju tau humph ", ujar Chuya dengan nada kesal.


" Kita ke tempat lain dulu aja... ", kataku.


Ketika kami berjalan bersama... aku dan Chuya di tertarik dengan sesuatu yang berkilau.


" Kemari-kemari ayo dibeli, aksesoris imut beli 1 gratis 1 , jika beli 2 akan dapat sesuatu yang menarik didalam box ini ", ujar seseorang pedagang.


Aku melirik apa yang dijual pedagang itu, dan aku pun tertarik ingin membelinya, aku dan Chuya segera ke tempat pedagang itu.


" Wah sepasang kekasih ya, silahkan-silahkan dibeli, aku juga menyediakan barang couple loh ", ujar pedagang kakek itu.


" Anu... kami bukan kekasih hehe ", ujar Chuya.


" Uhm iya, kami hanya teman ", ucapku.


" Heh... sayang sekali padahal kalian terlihat cocok loh, sama-sama bermata biru dan berambut biru ", ujar pedagang itu.


Tiba-tiba pedagang itu berbisik kepadaku.


" Psst, lebih baik kau beliin dia sesuatu, sebelum ada yang mengambilnya loh, dan kulihat sepertinya dia sedang suka sama seseorang... semangat bro semoga pdkt nya lancar ", bisik pedagang itu sambil menodorkan jepit rambut bermotif kupu-kupu.


" Baiklah-baiklah, aku beli ini, Chuya kamu mau kan? ", ujarku.


" Eh... ini untuk Chuya? ", tanya Chuya.


" Iya kok ", jawabku singkat.


Aku membeli jepit rambut itu dan memakaikannya ke Chuya.


" Cocok juga ya ternyata, hihihi ", ujarku.


" Benarkah? uhm... makasih ", jawab Chuya dengan nada malu.


" Haha... semangat ya kalian, kudoain mas mbak biar langgeng, datang lagi ya... ", ucap pedagang itu.


Kami pun pergi dari tempat pedagang itu dan menuju suatu tempat yang bernama Taman Bermain.


" (Ternyata di dunia ini ada juga ya taman bermain, Wah ada Biang La La, aku mau naik sama Chuya) ", ucapku dalam hati.


" Chuya... yuk kita naik itu, hehehe ", ujarku.


" Boleh, yuk ", balas Chuya.


Kami pun segera menaiki Biang La La


NGUEENGG.... :v


Aku dan Chuya melihat pemandangan yang indah dari Biang La La itu.


" Hey Chuya liat... disana ada rumah kita Haha ", ucapku


" Eh manaa ?? ", tanya Chuya.


Aku pun mendekati Chuya dan menunjukkan rumah kami dengan jariku.


" Itulohh ", ucapku.


" Wah iya itu, kecil banget ya... Eh--- ",


Bragh


aku tidak sengaja terjatuh dan menimpa Chuya di dalam Biang La La itu.


" Aduh... ah maaf Chuya ", ucapku sambil segera kembali ke tempat dudukku.


" Gpp Chi ", ucap Chuya sambil tersenyum kepadaku.


Saat Chuya memberiku senyuman.. rasanya seperti adem dan enak diliatnya, aku jadi salting melihat wajahnya, hatiku berdebar debar, apa aku jatuh cinta padanya?


" Anu... Chi... sebenarnya ", Chuya mengatakan sesuatu dengan berbelit-belit.


" Eh apa? ", ucapku.


" Sebenarnya... ", Chuya mengatakan hal itu sambil memainkan jarinya seperti orang malu.


Aku menebak apakah dia akan bilang kalau "aku menyukaimu" atau hanya perasaanku saja.


" Sebenarnya... aku... menyukai... ", ucap Chuya.


Aku jadi dejavu, tapi juga ragu...


" Katakan saja, gpp kok ", ucapku dengan tersenyum.


Chuya melanjutkan kata-katanya "Aku suka bapakmu hihihi ", ujar Chuya.


" Bapakku sudah beda dunia ", ujarku.


"Ehm, aku suka ibumu... ", ujar Chuya.


" Ibuku juga sudah beda dunia, sudahlah langsung saja, aku gk akan marah kok", balasku.


Suasana yang romantis di Biang La La yang sangat pas dengan perasaanku ini, aku masih menunggu dia mengatakan sesuatu...


Dia akhirnya mengatakannya setelah 1 menit.


" Baiklah... sudah lama sih ini... sebenarnya, aku suka sama ---- "


...----------------...